Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 37 Zain Malik


__ADS_3

"Ada apa kau menelfon ku?"ucap Tian.


"Cih, sapaan apa itu, mau ku tutup telfon ini? ini tentang Leona"ucap Zain.


"Ckkk, kau bawa nama nya untuk mengancam ku"ucap Tian.


"Bukan, Akta perceraian Leona sudah turun, ini aku mau nelfon Leona tapi lupa minta Nomor nya ke kamu"ucap Zain.


"Benarkah?"tanya Tian.


"Masak aku bercanda, tapi...di sini Arsa memberikan Leona sebuah Villa lumayan mewah di wilayah Kota xxx, katanya dia harap Leona menerima pemberian nya itu"ucap Zain.


"Ckkkk, dia fikir..aku tidak mampu memberikannya Villa, bahkan istana pun bis aku berikan kalau Leona mau"ucap Tian.


"Cih kau mengakui perasaan mu padaku"ucap Zain meledek Tian.


"Serahkan padaku berkasnya, biar aku yang memberikan padanya"ucap Tian.


"oke, kalau begitu aku tutup, issss....hanya karena ingin membantu wanitamu, aku sampai terbang ke kota ini,oh Tuhan Tian, kalau sampai kau tidak mendapatkan janda itu, aku akan membunuhmu"pekik Zain menahan kesal, bagaimana Zain sangat ingat saat Tian menghubunginya dan memintanya untuk datang hari itu juga.


"Udah kau jangan kesal begitu, akan ku transfer honor mu"ucap Tian menaham tawanya.


"2x lipat dari biasanya loh"pinta Zain.


"Kau, oke baiklah... "ucap Tian.


Kini Tian langsung mematikan ponselnya dengan senyum di bibirnya.


"Kau kenapa tersenyum begitu? apa katena Leona?"tebak sang mami.


"Papi dengar kau akan makan malam dengan putri Tuan Abimanyu"ucap Sang Papi tiba-tiba dari belakang arah Tian.


"Tian, kau jangan main hati dengan banyak wanita, Mami tidak suka itu loh"ucap sang Mami tanpa memberi Tian kesempatan untuk menjawab.


"Tuan Abimanyu bukanlah orang yang bisa di anggap sepele Tian, kalau kau tidak menaruh hati pada putri nya jangan beri dia harapan"ucap Sang Papi lagi.


"Iss...Mami,papi...apa yang kalian bicarakan, adakah Tian seperti yang kalian katakan?"ucap Tian kesal, mengingat dirinya yang tidak bisa menyentuh sembarang wanita, malah orang tuanya sudah memberi wanti-wanti agar tidak menjadi pria brengsek.


"Tian ada acara makan malam dengan Angelina, bukan karena Tian mau tebar pesona dengannya, tapi karena aku dan dia dan juga Tuan Abimanyu ada kerja sama yang terjalin tadi pagi, ini hanya bentuk kata selamat untuk kita semua, dan masalah Tian tersenyum itu, Bukan urusan Mami dan juga Papi oke, kalau begitu Tian pamit"ucap Tian seraya melangkah kan kakinya.


"Pi, apa kita yang sudah keterlaluan ya?"ucap Sang Mami.

__ADS_1


"Benar kata Tian, dia bukan lah pria semacam itu, kita lupa kalau dia punya Alergi"ucap Sang Papi.


"Tapi...beneran loh Pi...Tian tidak mengalami gatal-gatal saat bersentuhan dengan Leona, pasti ada yang salah ini"ucap Sang Mami.


"Salah bagaimana Mi..., jangan bilang Leona melakukan hal diluar kuasa kita, karena itu tidak mungkin,mungkin wanita itu yang hanya di takdir kan untuk Tian"ucap Sang Papi.


"Mami mau...kalau Tian jadi hidup sendiri seperti ini?"ucap sang papi lagi.


"Ya gak mau lah pi, aku tahu...kalau Leona anak yang baik, tapi... seperti nya dia masih mencintai mantan suaminya."ucap sang Mami.


"Itu wajar lah Mi, mereka baru berpisah, itu tandanya Leona wanita yang setia"ucap sang Papi.


"Zain yang menangani kasusnya, maka nya berjalan sangat lancar"ucap sang Papi.


"Anak itu bahkan sampai melibatkan Zain"ucap sang mami.


"Karena awalnya, Suami Leona tidak menginginkan perpisahan itu Mi, sayangnya, Leona tidak menginginkan kehancuran Suaminya seperti yang di lakukan para istri lainnya, setelah memergoki suaminya selingkuh, biasanya istrinya akan meminta harta atau kehancuran karir suaminya, ini malah sebaliknya aneh tapi nyata"ucap sang papi.


"Zain kapan balik kemari pi?"tanya sang mami.


"kenapa tidak mami telfon saja dia"ucap Papi.


*****


Asisten Li dengan setia mengikuti nya dari belakang, entah di sengaja atau tidak, Tian melihat Galla yang juga ada di restoran itu.


"Apakah dia sudah datang?"tanya Tian pada Asisten Li.


"Nona Angelina sudah ada di ruangan yang sudah anda pesan Tuan"ucap Asisten Li.


tanpa menjawab, Tian pun melangkahkan kakinya menuju ruangan yang sudah ia pesan.


saat seorang pelayan membuka pintunya, Tian langsung bisa menangkap sosok wanita cantik yang sudah duduk dengan sangat anggun.


"selamat malam Nona Angelina"ucap Tian.


"Selamat malam juga Tuan"ucap Angelina dengan senyum cantik nya


"Silahkan duduk"ucap Tian yang mana Angelina masih berdiri saat mengetahui kedatangan nya.


"Sudah lama?"tanya Tian.

__ADS_1


"Oh tidak Tuan, baru saja tiba"ucap Angelina.


"Oh Baiklah, silahkan pesan apapun yang kau mau Nona"ucap Tian.


"Baiklah, aku tidak akan sungkan Tuan"ucap Angelina seraya tersenyum, begitupun dengan Tian, ia juga tersenyum pada Angelina.


beberapa makanan pun telah mereka pesan.


"saya akui Nona Angelina sangat hebat, semua rancangan nona Angelina sudah saya lihat" ucap Tian.


"Karena itulah saya ingin sekali masuk dalam perusahaan anda Tuan" ucap Angelina dengan tersenyum.


"Jika Anda masuk ke dalam perusahaan saya, maka waktu untuk kita bertemu akan berkurang ,tapi.... jika anda tetap berada dalam perusahaan ayah anda kita masih punya waktu untuk bertemu" ucap Tian.


Tentu perkataan Tian itu membuat hati Angelina berbunga-bunga.


"Nona anda sangat hebat dalam membuat sebuah rancangan, Sangat disayangkan jika anda berada dalam perusahaan lain"ucap Dian kembali.


"Anda benar tuan mungkin Jika anda memberi saya kesempatan untuk menyelesaikan kerja sama kita,mungkin saya bisa melihat kemampuan saya sendiri"ucap Angelina merendahkan diri.


"tentu aku akan memberimu kesempatan itu, dan malam ini kita berteman, jadi buanglah panggilan formal di antara kita" ucap Tian Seraya tersenyum pada Angelina.


tentu Angelina membalas senyuman Tian dengan penuh kebahagiaan, karena inilah harapan Angelina bisa sedikit demi sedikit mendekati Tian.


saat mereka masih dengan asik berbicara, beberapa pelayan masuk dengan membawa Semua pesanan mereka.


para pelayan dan ada makanan di meja dengan begitu cepat.


"silahkan dinikmati Tuan, Nona" ucap pelayan itu Seraya menundukkan kepalanya.


"tinggalkan kami" ucap Tian tanpa menoleh ke arah pelayan.


pelayan itu pun langsung meninggalkan ruangan itu Sedangkan, Asisten Ali masih setia berdiri di depan ruangan.


kebersamaan Tia dan Angelina kini sudah beredar di sosial media dan tentu itu juga dilihat oleh Veni.


"Leona coba kau lihat ini Tuan Tian kan?" ucap Veni Seraya menyerahkan ponselnya pada Leona.


Lena pun mengambil ponsel Veni dan mengamati gambar, meskipun gambar Tian diambil dari arah belakang, namun.. Leona masih bisa mengenali sosok yang sudah dalam sebulan ini telah membantunya.


"dia benar-benar Tuan Tian kan?" tanya Veni pada Leona.

__ADS_1


namun Lena bukan menjawab malah mematung memandang gambar itu.


__ADS_2