Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 285


__ADS_3

" Sayang ... kau beneran kemari?" ucap Arsa pada Kamila yang baru saja masuk kedalam ruangannya


"Mas yang nelfon masak iya aku tidak datang " ucap Kamila


"Terimakasih, hai jagoan papa, udah ganteng juga ya ... " ucap Arsa pada Laksya


"Emangnya ada Mas? Kok aku disuruh kemari dengan baju yang mas pinta?" tanya Kamila


"Jam 2 nanti, di kantor ada perayaan atas suksesnya kita dalam sebuah proyek, jadi aku menyuruh sopir kantor untuk menjemput mu untuk ikut merayakan itu juga, Bibik, Mama dan Papa juga akan datang" ucap Arsa seraya mendudukkan Istri dan anaknya di sofa


"Sekarang tunggulah, aku akan selesai kan tugasku dulu, tinggal sedikit" ucap Arsa


"Papa ... Papa ... " panggil Laksya saat Arsa hendak melangkah, Tentu Arsa menghentikan langkahnya dan menoleh kearah anak sambungnya itu.


"Ada apa sayang, Hem?" tanya Arsa


"Laks mau gendong Papa" ucap Laksya seraya merentangkan dua tangannya, agar papa sambungnya itu mau menggendongnya


"Sayang, Papa lagi kerja, nanti saja ya ... gendong papanya" ucap Kamila yang merasa tidak nyaman


"Gendong papa ya, sini ... " ucap Arsa seraya mengambil tubuh Laksya dari pangkuan Kamila


"Mas, sini. Biar aku yang gendong, Mas kan mau kerja" ucap Kamila yang mengikuti langkah suaminya


"Tidak apa-apa, kau duduklah. Biar Laksya duduk dengan ku, tapi Laksya tidak boleh nakal ya ... " ucap Arsa pada Laksya


"Iya, pa" jawab anak itu dengan sumringah


Ya ... Laksya tumbuh menjadi anak yang baik, dan tidak nakal layaknya anak pada usianya. Dan Kamila bersyukur karena Laksya tumbuh menjadi pribadi yang baik, meskipun dirinya tak berpendidikan baik, tapi Kamila akan berusaha mendidik anaknya menjadi anak yang baik.


"Pa, Nulis, Laks mau nulis" ucap Laksya pada Arsa,


"Wah jagoan papa mau nulis, bentar ya ... " ucap Arsa seraya mengambilkan buku kosong dan bulpoin untuk Laksya .


"Laksya duduk disini dan menulis apa yang Laks bisa, Oke !" ucap Arsa seraya meletakkan anaknya itu di kursi sebelah nya.


Arsa tersenyum melihat Laksya mencoret-coret buku itu, Ya .. namanya anak yang berusia dua tahun lebih, apa yang bisa dia tulis.


*****

__ADS_1


"Apa ... ! Kenapa bisa begitu, Joe?" tanya Alan yang juga ikut cemas


"Entahlah, saat aku lihat di layar laptop, melihat karyawan yang siapa itu namanya mendorong Dinda, aku langsung bergegas ketempat itu, sayangnya aku terlambat, karyawan itu sudah menyiram kan kopi panas itu ke Dinda" ucap Joe dengan emosi


"Kau dimana sekarang?" tanya Alan


"di rumah sakit dekat kantor" ucap Joe.


Lalu Alan pun memutuskan sambungan telfon nya, Alan mengetahui kejadian itu dari sekertaris Joe.


"Ada apa? Kenapa kau cemas seperti itu? Ada masalah ya di perusahaan Joe?" tanya Marissa


"Dinda di siram dengan kopi panas oleh karyawan Joe" ucap Alan yang langsung melilit kan kimono pada tubuhnya.


"Apa ... ! lalu ...lalu bagaimana dengan Dinda sekarang?" tanya Marissa seraya bangun juga dan memakai Kimono nya, Ya ... mereka baru saja selesai olahraga siang hari.


"Joe masih dirumah sakit, Ayo kita datangi mereka, aku yakin, Joe pasti ingin membuat perhitungan pada karyawan itu, tapi Joe saat ini harus menemani Dinda" ucap Alan seraya melangkah kan kakinya dan membersihkan dirinya begitu juga dengan Marissa ia lebih memilih mandi dikamar sebelah untuk mempersingkat waktu. Karena jika mandi bersama, kemungkinan mereka tak akan selesai mandi meski satu jam lamanya.


"Dokter, Bagaimana keadaan nya?" tanya Joe


"Untung di wajahnya tidak terlalu parah, Tuan. Yang parah hanya bagian tangan" ucap Dokter itu


"Wajahnya ... ? Apakah wajahnya juga melepuh Dokter?" tanya Joe


"Tidak hanya merah, tapi ... jangan kena air dulu, biar obatnya bisa meresap" ucap Dokter itu.


"Terimakasih Dokter" ucap Joe yang mana Dokter langsung meninggalkan Joe,dan Joe masuk kedalam ruangan Dinda.


Terlihat Dinda yang menangis. Joe mempercepat langkahnya dan memeluk Dinda.


"Aku selalu membuat mu dalam bahaya, bahkan aku tak bisa melindungimu, Maafkan aku Dinda" ucap Joe


"Kakak tidak salah, yang salah itu .. Kenapa Kaka tampan, sehingga banyak wanita yang tergila-gila sama kakak, dan tidak menerima kalau aku adalah pacar kakak" ucap Dinda dengan berusaha tersenyum, walaupun perih di wajah dan tangannya sangat di rasa, dan akhirnya Dinda tidak bisa melakukan apapun saat ini, Karena kedua tangannya kini melepuh.


'Aku yakin ....kakak tidak akan melepaskan kedua wanita itu, aku hanya tidak ingin kakak terlalu emosi' bathin Dinda saat menatap Joe.


"Kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Joe


"Jangan terlalu marah, dan ... Apa kakak masih mau menerima ku, keadaan ku sudah kayak gini ... ?" ucap Dinda

__ADS_1


"Apa yang kau katakan ... ? kau begini juga gara-gara aku" ucap Joe mengusap air mata Dinda


"Ini pasti perih kan ....?" ucap Joe seraya meniup-niup tangan Dinda yang melepuh


"Iya kak, sangat perih" ucap Dinda meringis


Tak butuh waktu yang lama, Joe dan Marissa sudah sampai di rumah sakit dan mencari ruangan Dinda.


"Joe, Dinda" ucap Marissa


"Hai, Kak Marissa " jawab Dinda dengan senyumannya


"Kurang ajar sekali mereka, Ini pasti sangat sakit, Dinda" ucap Marissa yang tak tega


"Sudah tidak begitu perih kok, Kak" ucap Marisa


"Alan, Marissa ... aku titip Dinda dulu ya, aku harus mengurus mereka" ucap Joe


"Aku ikut kamu Joe" ucap Marissa


"Gak usah kak, aku sudah gak apa-apa" ucap Dinda menahan tangan Joe


"Sayang, ini bukan masalahmu saja, tapi juga kedisiplinan perusahaan, Perusahaan tidak akan membiarkan karyawan seperti itu" ucap Joe


"Benar Dinda, karyawan yang terlalu bar-bar seperti mereka harus di beri hukuman, jika tidak ... mereka akan mengulang kesalahan yang sama "ucap Alan


"Lalu kak Marissa untuk apa ikut, temani aku saja ya kak" ucap Dinda yang melihat wajah kemarahan di diri Marissa


"Nanti aku balik lagi, Ayo Joe kita keperusahaan" ucap Marissa dengan mendahului langkah Joe.


"Kalau sudah begitu ... siapapun tidak akan bisa mencegah Marissa" ucap Alan pada Dinda


'Papa Candra sudah mempercayakan Dinda padaku, tapi ... saat ini ... Dinda mengalami hal semacam ini, aku akan membalas semua yang mereka lakukan padamu, Dinda. Akan aku pastikan itu' bathin Marissa seraya masuk kedalam mobil Joe.


Joe faham dengan raut wajah Marissa, sepertinya dia tidak akan berbuat banyak pada Vlo, karena yamg akan melakukan semua itu adalah Marissa.


"Kak Alan ... Apakah kak Marissa akan melakukan hal yang tidak-tidak pada kedua wanita itu ... ?" tanya Dinda


"Tidak akan, paling dia akan melakukan hal yang sama dengan apa yang mereka lakukan padamu" ucap Alan santai seraya duduk di kursi yang ada di samping ranjang Dinda. Dan ucapan Alan membuat Dinda terkejut.

__ADS_1


__ADS_2