![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
Suasana rumah sakit kini semeraut karna kedatangan seorang Tian, lelaki yang begitu berkuasa kini menginjakkan kakinya dirumah sakit.
"Apa kau sakit? kenapa semua Dokter terlihat panik"ucap Leona dengan syara pelan.
Asisten Li sudah mengurus semua bagian media agar tidak ada satupun yang mengakses kedatangan Tian kerumah sakit ini.
Bahkan Asisten Li, melarang semua orang memegang ponsel saat ada Tia di rumah sakit.
Leona merasa kan kecemasan saat mengikuti langkah Tian, Tian terus saja menggenggam tangannya, seolah Tian ingin menyembunyikan tubuh Leona dari pandangan semua orang.
Saat Leona dan Tian sudah sampai di dalam ruangan, Tian memegang kedua pundak Leona.
"kau tenanglah, semuanya akan baik-baik saja, tidak akan ada sesuatu yang terjadi padamu" ucap Tian.
Yang mana membuat Leona semakin kebingungan.
"Tian sebenarnya apa yang terjadi? kenapa kau membawaku kemari?" tanya Leona dengan nada cemas.
"Leona, Arsa dan Arita kini menderita penyakit Gonore, keduanya terbukti menderita penyakit itu,kau mengerti maksud ku kan?"ucap Tian yang tidak tahu harus menjelaskan bagaimana pada Leona agar tidak melukai perasaannya.
Leona tidak percaya dengan kabar yang Tian berikan.
"Mana mungkin bisa terjadi seperti itu? aku sangat tahu Arsa, dia selalu menjaga kebersihan saat melakukan itu bersama ku"ucap lirih Leona.
Untungnya Tian tidak mendengar perkataan Leona.bisa sakit hati tuh Bang Tian wkwkkwkw.
"Tian, aku sangat yakin aku sehat, aku..aku"ucap gugup Leona.
Tian langsung menarik tubuh Leona, membenamkan kepala Leona dalam dekapannya Seraya berkata
"Aku tahu kamu pasti sehat,kau tidak akan mengalami penyakit seperti itu, kau tenang lah,ini hanya memastikan saja" ucap Tian Seraya mengusap lembut kepala Leona.
"kau jangan gugup dan khawatir, kau tenanglah... aku akan terus ada di sampingmu" ucap Tian
Beberapa saat kemudian, suara pintu terbuka, Asisten Li langsung memalingkan pandangannya saat melihat Tian dan Leona berpelukan.
Tidak ingin terjadi salah faham, Leona segera melepaskan pelukan Tian.
"Tuan, semua nya sudah di siapkan"ucap Asisten Li.
"Maafkan aku, aku melakukan ini tanpa izin darimu, aku hanya mengkhawatirkan mu"ucap Tian mengelus pipi Leona dengan jari jempolnya.
"Aku tahu"ucap Leona seraya melangkah kan kakinya.
Tian mengikuti langkah Leona.
"Dokter Yumna "sapa Tian.
__ADS_1
Sekilas Dokter Yumna melihat Leona dari bawah sampai keatas, Tapi yang membuat Dokter Yumna heran adalah, pemeriksaan kali ini adalah pemeriksaan penyakit bagian wanita.
"Buang semua pemikiran buruk yang ada di kepala mu terhadap wanitaku, dia wanita baik-baik"ucap Tian dengan tatapan tajamnya, membuat Dokter Yumna merinding sendiri.
"Baik Tuan, mari silahkan masuk"ucap Dokter Yumna pada Leona.
Akhirnya Leona dan Tian ikut masuk kedalam ruangan.
"Tian...haruskah kau masuk juga?"tanya Leona dengan rasa malu.
"Aku tidak alan melihat nya, aku hanya ingin mendengar langsung dari Dokter Yumna"ucap Tian seraya duduk di kursi yang ada dalam ruangan itu.
akhirnya Leona dan dokter Yumna pun masuk ke dalam ruangan khusus pemeriksaan.
Leona sangat gugup dan takut saat dalam masa pemeriksaan.
"Jangan gugup Nyonya, semuanya baik-baik saja, tidak ada gejala penyakit apapun dalam diri Nyonya"ucap Dokter Yumna.
"Terimakasih Dok"ucap Leona seraya tersenyum.
"Sudah berapa lama menjalin hubungan dengan Tuan Tian?" Tanya Dokter Yumna.
"hubungan...? dokter salah paham, aku dan Tuan Tian tidak memiliki hubungan spesial" jawab Leona.
namun dokter Yumna tidak percaya dengan perkataan Leona.
Melihat Tian selalu menggandeng tangan Leona, itu sudah membuktikan bahwa Leona adalah wanita spesial.
Mengingat Tian memiliki alergi terhadap wanita.
beberapa saat kemudian dan dokter pun keluar dari ruangan khusus pemeriksaan, terlihat Dian yang langsung berdiri dari duduknya.
memeluk Leona dalam dekapannya Seraya berkata
"semuanya akan baik-baik saja" ucap Tian.
"Bagaimana dokter?" tanya Tian pada Dokter Yumna,dengan posisi masih memeluk Leona.
sebenarnya Leona tidak nyaman dengan posisi itu, tapi mau bagaimana lagi, dia tidak ingin menurunkan Citra Tian di hadapan dokter Yumna.
"Nona Leona tidak mengidap penyakit seperti yang Tuan takutkan, dia sehat dan bersih dari bakteri apapun"ucap Dokter Yumna seraya tersenyum pada Tian.
Seketika terlihat Tian yang bernafas lega.
'Sebegitu penting kah aku dalam hatimu? kenapa kau terlihat begitu mengkhawatirkan aku? 'ucap Leona dalam hati seraya mendongakkan kepalanya menatap Tian yang masih memeluk nya.
Terlihat jelas kekhawatiran di wajah Tian, menjadikan hati Leona tersentuh.
__ADS_1
"aku baik-baik saja kau tenanglah"ucap Leona pada Tian.
"Aku tahu,kita pergi "ucap Tian.
"Dokter terimakasih"ucap sopan Leona.
"Sama-sama Nona"ucap Dokter Yumna seraya membalas senyuman Leona.
*****
"Tian apa yang terjadi? mengapa kau hari ini menggemparkan rumah sakit tiba-tiba? kau tidak apa-apa kan nak?"Tanya panik maminya Tian.
"bukan aku yang sakit Mi... tapi aku lagi memeriksakan Leona"ucap Tian.
"Leona sakit? sakit apa? dih bagaimana dengan pesta besok Tian?"ucap maminya Tian.
"iss...mami mengkhawatirkan Leona apa pestanya? Leona baik-baik saja, besok dia pasti hadir, tapi peringatkan Alan untuk menjaga jarak dengan Leona"ancam Tian.
"Cih ... cemburu mu berlebihan"ucap Maminya Tian seraya mematikan ponselnya.
Membuat tangan Tian mengepal, Bagaimana Tian tidak cemburu jika yang menjadi pendamping Leona adalah Alan, lelaki yang tidak tahu malu selalu datang ketempat Leona.
"menjengkelkan"pekik Tian seraya melangkah menuju ke arah Leona menunggu.
"Siapa? Nona Angelina?"tanya Leona.
"Kenapa kau menyebut Angelina terus, aku dan dia tidak ada hubungan apapun hanya partner kerja saja"ucap Tian.
Tian dan Leona pun masuk kedalam mobilnya.
banyak mata yang penasaran dengan sosok wanita yang ada di dekat Tian namun tidak ada satu pun yang berani mendekatinya.
"Bagaimana keadaan ibu ku" tanya Leona" tiba-tiba.
"dia jauh lebih baik,bahkan beberapa hari ini dia boleh keluar dari rumah sakit"ucap Tian.
"Benarkah?" tanya Leona
"kapan aku berbohong padamu? hadiah apa yang akan kau berikan padaku sebagai imbalan kesembuhan Ibu?"goda Tian pada Leona.
"memangnya kau masih mau hadiah dari orang biasa seperti ku?"ucap Leona.
"Aku butuh ini untuk hadiah ku"goda Tian seraya menusuk pipi nya, agat Leona mau mencium pipi nya.
"Pipi... maksud nya?"ucap Leona pura-pura tidak mengerti.
"Mau pura-pura tidak mengerti atau aku sendiri yang akan melakukan nya?"Ucap Tian seraya mendekati wajah Leona.
__ADS_1
Tentu orang yang kini menjadi supir itu tersenyum mendengar godaan Tuannya pada Leona.