Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 191


__ADS_3

Dalam perjalanan Tian membayangkan wajah Leona yang begitu merindukan ayahnya.


Sebenarnya Tian cemburu karena Leona memikirkan lelaki lain selain dirinya meski itu adalah ayahnya sendiri, tapi fi saat ia melihat kesedihan yang amat dalam di mata wanita nya, ia menyadari sosok sang ayah tidak cukup di gantikan oleh sang suami.


Apalagi saat membayangkan kalau ayahnya Leona tidak kembali karena sudah memiliki keluarga baru, rasanya Tian ingin menghabisi mertuanya seketika itu juga.


Namun ... melihat foto yang di kirimkan oleh Joe pada Asisten Li, pikiran buruk tentang ayahnya Leona pun seketika seakan lenyap.


Namun ... kegelisahan masih saja terus terasa.


"Joe dan Alan kini tinggal di kediaman Tuan Darrel, jadi itu bisa mereka gunakan untuk memancing Tuan Darrel agar mengatakan hal yang Tuan ingin tahu" ucap Asisten Li


"Apa yang kau maksud ... ?" tanya Tian


"Tuan sangat penasaran kenapa Tuan Darrel tidak kembali pada keluarganya ... ? kenapa memilih tempat terpencil itu untuk melanjutkan hidupnya, jika Tuan Alan dan Joe tinggal di sana, mungkin mereka akan mengetahui jawabannya sebelum kita sampai " ucap Asisten yang kini di mengerti oleh Tian.


*****


"Hai Din ..." ucap Marissa yang kini datang ke kampus Dinda atas interuksi Joe tentu lewat Alan.


"Hai kak ... ! kakak siapa ... ?" tanya Dinda


"Aku Marissa, temannya Joe ... Joe bilang kalau kau baru disini, dia ada tugas jadi aku yang akan menemani mu selama dia tidak ada" ucap Marissa


"Kakak pacarannya kak Joe ... ?" ucap Dinda


"Hahahhaha ... pacar ... ? ya enggaklah Din ... Joe teman ku dan juga teman pacarku, " jawab Marissa dengan bibir yang masih tertawa


"Kau sudah selesai kuliahnya kan ... ? " tanya Marissa


"Iya kak ... " ucap Dinda


"Kalau begitu ayo kita habiskan hari ini dengan bersenang-senang, Joe punya janji kan kalau dia akan mengajakmu jalan-jalan keliling kota, biarkan aku yang mewakilinya duku, setelah ia datang kalina lanjutkan kembali, ayo jangan sungkan ... anggap saja mita susah kenal beberapa tahun yang lalu" ucap Marissa yang langsung menarik tangan Dinda untuk masuk kedalam mobilnya.


Dinda pun ikut kedalam mobil wanita yang ia nilai setengah bule itu. Ia tidak menyangka bahwa ia akan langsung mendapatkan teman perempuan disini, orangnya ramah lagi, pikir Dinda.


Seperti yang Arsa pikirkan dulu, Dinda akan masuk dalam kalangan Tian.


Saat Dinda sedang menikmati pemandangan dari jendela mobil Marissa, suara dering ponsel nya membuat nya terkejut.

__ADS_1


"Angkat saja siapa tahu dari pacar mu" goda Marissa


"Ah, bukan kok kak, dari sahabat di kota" ucap Dinda yang langsung mengangkat ponselnya


"Hallo, gimana kabarnya ... ?" ucap orang itu yang tidak lain lagi adalah Arsa


"Baik, sangat baik ... kalau kau gimana ... ! awas jangan sedih ya ... tanpa ada aku di sana hahhaha" ucap Dinda yang juga membuat Marissa tersenyum mendengar ucapan percaya diri Dinda.


"Kau benar,saat ini saja aku sudah merindukan mu, Dinda ... sukses ya untukmu" ucap Arsa di akhir kalimat nya dengan serius


"Kau juga, baiklah ... kita sambung nanti ya" ucap Dinda


"Oke, aku merindukan mu" ucap Arsa lalu mematikan ponselnya.


Dinda tersenyum namun terlihat sedih juga. Biar bagaimanapun Arsa adalah teman baginya, tidak perduli kesalahan nya di masa lalu, tapi Dinda adalah bukti perubahan sikap Arsa.


"Kalian sudah lama bersahabat ... ? tidak kah muncul rasa cinta ...?" tanya Marissa tiba-tiba


"Tidak ada, kami sudah berjanji tidak akan saling jatuh cinta, karena bagiku persahabatan akan selalu berjalan beda dengan percintaan yang mana akan menjadi sebuah mantan setelah semuanya berkahir " ucap Dinda dengan sok dewasanya.


"Kau benar, percintaan yang salah akan membawa luka yang dalam " ucap Marissa tersenyum kearah Dinda


*****


"Kau yakin dengan kabar itu ... ? ah ... jika begini ... apa yang harus kita lakukan?" ucap Angelina


"Mario sudah tugasnya sebaik mungkin, sebentar lagi akan selesai" ucap Galla


"Kita kerumahnya Leona ya ... udah tidak sabar melihat baby twins itu" rengek Angelina


"Setelah ini kita buat sendiri baby twins nya ya ... " goda Galla


"Masih lama ... ayolah oke ..." ucap Angelina seraya memeluk Galla


"Baiklah ... sore nanti kita kembali ke rumah Leona" ucap Galla mengelus pipi Angelina


Hidup adalah pilihan, tergantung apa yang kita lakukan maka hidup akan berjalan sesuai dengan perbuatan kita, jika kita banyak melakukan kebaikan maka kehidupan kita akan terasa damai begitupun dengan sebaliknya saat kesalahan selalu menghantui kita maka ketenangan tidak akan pernah kita rasakan.


Kita tidak perlu menjadi orang lain untuk membuat diri kita terlihat baik, cukup kita menjadi diri kita sendiri dan mengubah setiap sifat negatif kita, banyak orang berpura-pura bahagia Hanya untuk memperlihatkan bahwa kita tidak memiliki masalah apapun, tapi sekuat-kuatnya kita sebagai wanita air mata lah yang akan setia menemani kita dan membuat hati kita merasa lega.

__ADS_1


*****


"Hai sayang ... Aunty sudah datang ... " ucap Veni seraya mengambil Nathan dalam gendongan Lastri


"Ah ... lucu sekali ... ganteng kayak papanya, hehehehhe tapi jangan kaku kayak uncle nya ya ... hahahha" ucap Veni dengan tawanya


"Kau sudah datang ... " ucap Leona


"Ah anakmu lucu-lucu banget Na ... ingin buat juga hahhaha" tawa Veni yang juga diikuti oleh dua Baby sitter, namun mereka tertawa tanpa suara.


"Kau ini ... ajak tuh si kaku nikah batu bilang buat anak" ucap Leona


"Ini mbak ... mana Nala ... biar gantian gendong Aunty nya ... " Veni menyerahkan Nathan dan mengambil Nala.


"Eh Na ... mata Nala kok indah banget kayak mata siapa ya ... blue ... kayak boneka" ucap Veni.


"Ya itu ... aku juga tidak tahu kayak mata siapa, tapi kata ibu itu mirip kayak mata ayah" ucap Leona


"Pasti ayahmu keren sekali" ucap Veni mencium pipi Nala


"Ya iyyalah ... Ibuku cantik begitu iya kan ... hahahhaah" Leona tertawa dengan ucapan nya sendiri.


"Kau sudah makan ... ?" tanya Leona


"Tentu dong ... Angelina bilang dia akan kemari nanti malam" ucap Veni


"Benarkah ... anak itu juga sudah kebelet Kawin, kenapa kalian tidak melakukan pernikahan massal saja " ucap Leona seraya menahan tawanya


"Ah ... ide bagus itu, pasti yang paling ganteng calon cuamicu" ucap Veni membayangkan pernikahan yang banyak pengantin nya.


"Yang ada punyamu yang paling kaku, punya Angelina yang selalu bikin kesal dan punya Marissa yang selalu tebar pesona" ucap Leona


"Hahahhah kau sangat mengenali mereka semua ternyata, tapi bagiku ... punyaku lah yang paling tampan" ucap Veni dengan begitu yakin.


"Oke ... oke Lihaonan yang paling keren" ucap Leona yang mana membuat Veni tertawa sambil memegang perutnya.


*****


"Apakah wanita itu adalah istri Anda Tuan ... ?" tanya Joe pada Darrel.

__ADS_1


__ADS_2