![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
Sesampainya dua wanita yang dulu hanyalah sebagai karyawan biasa, tapi kini menjadi wanita no satu yang harus di hormati, membuat Leona dan Veni merasa tidak nyaman saat semua orang memberikan hormat padanya.
"Ah, kau lihat ... ! semua memberi hormat pada kita, Bukankah kita dulu sering bercanda bareng, eh ... tepatnya aku ya ...Kamu kan si tukang serius " ucap Veni yang berjalan dengan perut buncitnya. Kabar kedatangan istri kedua laki-laki terhormat di dengar oleh sang pemilik hati mereka, Putri yang juga mendengar nya menjadi was-was apalagi ingat kejadian tadi pagi.
"Tuan, biar saya yang menyambut Nona dan Tuan Nathan" ucap Assisten Li saat melihat Tian berdiri dari duduknya
"Tidak apa-apa, Leona merindukan ku, bukan merindukan mu" ucap Tian dengan percaya dirinya
Assisten Li pun diam jika sudah metode percaya dirinya Tian udah muncul. Padahal Asisten Li yakin, kalau ini adalah permintaan dari istri konyolnya.
Tian dan Li kini melewati lorong perusahaan, Tian dengan senyuman nya, Asisten Li dengan tanpa expresi nya yang datar. Namun akan berubah seketika saat sudah ada di hadapan sang istri.
"Selamat datang ratuku" ucap Tian menyambut sang istri yang menggendong putra nya.
"Selamat datang juga Rajaku " ucap Leona yang menyerahkan Nathan pada Tian, saat Tian merentangkan tangannya untuk mengambil putra nya.
"Hei, kau tak ingin menyambutku kayak mereka" bisik Veni pada Asisten Li
"Kalian pergilah keruangan kalian, jangan ganggu aku dan istriku" ucap Tian seraya memegang tangan Leona dan membawanya melangkah terlebih dahulu.
"Tapi, ini makanan kalian ... ?" ucap Veni
"Untukmu saja, bukankah kau bilang kau ngidam tumis kangkung, dan mau makan bersama suami tercinta " ucap Leona tersenyum kearah Veni
"Kau yang terbaik, Leona" ucap Veni seraya merangkul lengan Asisten Li, Tentu Asisten Li langsung membawanya keruangan nya, Karena tempat kini mereka berada adalah depan ruangan Putri, Yang mana Asisten Li tidak mau mood Veni hilang jika melihat putri.
"Kau ngidam tumis kangkung ?" tanya Asisten Li saat sudah sampai di ruangannya, dan menutup pintu itu.
"Ya, aku ngidam masakan Leona, hebat kan anak kita" ucap Veni seraya meletakkan rantang yang ia pegang.
"Hebat ?" tanya Li heran
"Ya, kemaren kan ngidam masakan Tuan Tian, nah sekarang ngidam masakan istrinya, bukankah itu hebat? membuat dua orang hebat memasak hanya untuk bayi kita yang belum lahir, sayang ... sudah membuat Mama bangga, Nak" ucap Veni seraya mengelus perutnya.
__ADS_1
Asisten Li hanya menggeleng kan kepala nya saat melihat tingkah istrinya, Yang mana malah membuat nya semakin jatuh cinta padanya.
*****
"Benarkah ? Kapan Joe mengatakan hal itu?" tanya Leona
"Baru saja kami membahas itu, dan kalian datang" ucap Tian
"Akhirnya ... yang aku tunggu akan datang juga" ucap Leona
"Emangnya apa yang kau tunggu dalam pernikahan Joe dan Dinda ?" tanya Tian
"Menikah nya Pandawa Lima " ucap Leona yang semakin membuat Tian tak mengerti
"Maksud nya ... ?" Tanya Tian
" Iss ... sayang ... Kalian semua sudah mendapatkan julukan Pandawa Lima dari para Reader, harus ucapkan terimakasih dong, Pandawa Lima adalah Tian, Lihaonan, Galla, Alan dan Joe, Nah ... kan kalian berempat sudah menikah, tinggal Joe saja kan ... ?" ucap Leona menjelaskan pada Tian.
Tian mengangguk kan kepalanya, menunjukkan bahwa ia mengerti dengan apa yang Leona katakan.
*****
"Baiklah, aku akan kembali" ucap Joe pada seseorang dari sebrang
'Sial, apa mau mereka? Kenapa masih menemukan tempat ku' umpat kesal Joe tanpa menghubungi Dinda atau Marissa terlebih dahulu.
*****
"Vlo, katakan pada Kakak kejadian yang sebenarnya, Karena aku yakin ... Nona Marissa tidak mungkin akan melakukan hal semacam itu, jika kau tak memulainya, Kakak tau kalau Nona Marisa orangnya pendendam, tapi dia tidak akan memulai kesalahan dulu" ucap Kakaknya Vlo
"Kakak, Aku mencintai Tuan Joe, atasan ku di perusahaan, dia bawa wanita kecil ke perusahaan, menggoda Tuan Joe, aku kesal, dan aku menyiramnya dengan kopi panas, tapi aku tidak tahu, kalau itu adalah adiknya Nona Marissa " ucap Vlo gugup
"Tuan Joe, Joenathaan?" tanya kakaknya Vlo yang tidak percaya dengan apa yang ia dengar
__ADS_1
"Kakak juga mengenal nya? Apakah kakak akrab dengannya? "ucap girang Vlo
"Vlo ... sadarlah ... Kau bukan wanita yang bisa menyentuh mereka, kau tau siapa Joenathaan itu? dia mantan asisten Mafia, kalau dia sampai marah, apa kau fikir, kita bisa bebas, Oh, Vlo" ucap kesal kakaknya Vlo, Yang mana Vlo terkejut dengan ucapan Kakaknya.
"Gadis kecil yang kau siram itu tentu adalah gadisnya, aku sudah dengar rumor tentang itu, Vlo ... Kenapa kau membuat kesalahan besar seperti ini" ucap kakaknya Vlo yang seakan frustasi mengetahui kenyataan yang sebenarnya.
"mas, kalau begini gimana?" tanya istrinya makanya Vlo
"Jika ingin selamat, maka kita harus minta maaf dengan tulus atau menghilang saja bagaikan di telan bumi, tapi pekerjaan ku di Perusahaan Tuan Galla sekarang sudah lumayan enak, susah akan mencari pekerjaan lagi" ucap Kakaknya Vlo
Melihat ketidakberdayaan kakaknya, Vlo merasa tidak nyaman.
"Kakak, Maafkan Vlo, Vlo tidak tahu ... kalau akhirnya akan begini, Kakak jangan cemas, aku akan minta maaf secara pribadi padanya, aku tidak akan melibatkan kakak dalam hal ini, cukup Vlo yang hilang pekerjaan Vlo" ucap Vlo seraya menundukkan kepalanya
Vlo hanya tinggal bersama sang kakak,tentu kasih sayang keduanya sangat besar, Vlo juga menyayangi kakaknya, Ia sudah kehilangan pekerjaan nya, tidak mungkin ia membuat kakaknya juga kehilangan pekerjaannya, apalagi kakaknya sudah punya anak, mau makan apa keluarga kakaknya jika kakaknya berhenti bekerja.
"Mencintai seseorang boleh, asalkan jangan sampai kehilangan akal" ucap kakaknya Vlo
*****
"Kalian yakin tidak apa-apa?" tanya Joe saat sudah sampai di apartemen nya, dan melihat Marissa yang menyuapi Dinda.
"Eh Joe, Apa yang akan terjadi pada Dinda jika ada aku di dekatnya, hah" ucap Marissa seraya terus menyuapi Dinda
"Kami baik-baik saja kok Kak" ucap Dinda saat sudah menelan makanan yang Marisa suapi
"Kok bisa wanita itu tahu tempat ku?" tanya Joe
"ya namanya wanita yang suka sama kamu, tentu tahulah dimana tempat cowok yang di taksir" ucap Marisa dengan benar.
"Makanya jangan suka tebar pesona, Joe. Kau sudah punya Dinda" ucap Marissa seraya melirik kearah Joe
"Ya elah, kau fikir aku lelaki semacam itu" ucap Joe yang kini duduk di sebelah Dinda, dan mengecup pucuk kepala Dinda di hadapan Marissa
__ADS_1
"Cih, ya sudah ... suapi sendiri, mesra-mesraan di depan ku, dasar!" ucap Marisa dengan cemberut namun bibirnya tersenyum.