Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 138


__ADS_3

Kini Lihaonan berjalan berdampingan dengan Veni di area sekitar, kebetulan ada taman yang teduh di sana, banyak orang tua yang membawa anak-anaknya main.


Penampilan Lihaonan bertolak belakang dengan penampilan Veni.


Lihaonan dengan setelah formalnya, sedangkan Veni dengan gaya remaja yang rambutnya di kepang dua.


Baju kaos oblong dengan celana pendek yang longgar, sungguh perpaduan yang tak serasi.


Banyak mata yang melihat keduanya, awalnya Veni cuek, tapi ia tidka sengaja mendengar ucapan ibu-ibu.


Gak serasi banget ya, cowoknya keren dan macho, eh ceweknya ... ?


Veni panas mendengar kalimat itu, Veni menghentikan langkahnya lalu berbalik menatap ibu-ibu tadi.


"Memangnya kenapa dengan penampilan saya ... hah? kenapa anda sewot, anda tidak tahu gaya yang tren sekarang, jadi ... jangan nilai penampilan orang lain, dia emang keren karena dia si kaku ...," ucap Veni dengan nyrocos, membuat Asisten Li menarik tangannya.


"Kenapa harus meladeni mereka ... biarkan saja mereka berkata apa" ucap Lihaonan


"Tapi, mereka sudah menghina ku, ya kamu enak di katakan keren nah ... aku ..." ucap Veni kesal.


"Kamu keren ... karena kamu berpenampilan dengan gaya mu sendiri, mereka berkata seperti itu, karena mereka tidak mampu seperti mu, ingat abaikan hal yang sekiranya membuat mood mu jadi gak baik" ucap Lihaonan seraya menyentil hidung Veni.


Lihaonan dan Veni pun berjalan berdampingan kembali.


"Memangnya penampilan ku tidak elegan ya ... ?" tanya Veni membuat Asisten Li mengentikan langkahnya.


"Kau mau ice crem ... ?" tanya Lihaonan


"Mau ... kau yang beli ya ... " ucap Veni.


"Baiklah ... kau duduklah di sini, aku akan membelikan nya untukmu" ucap Li Seraya meninggalkan Veni yang kini duduk di kursi yang ada di dekatnya tadi.


Veni menatap langkah besar Lihaonan, kata-kata nya terngiang di telinga nya, berpenampilan apa adanya, dan dengan gaya sendiri.


Kata itu yang terdengar selalu di telinga Veni, sehingga membuat Veni tersenyum sendiri.


Tidak butuh waktu lama, Lihaonan datang dengan 1 Ice crem saja.

__ADS_1


"Kau tidak membelinya juga ... ?"tanya Veni saat Lihaonan menyerahkan ice crem.


"Aku tidak suka ice crem, kamu saja yang menikmati nya" ucap Lihaonan seraya duduk di samping Veni.


Asisten Li lagi-lagi mengambil gambar Veni saat menikmati ice crem nya, seperti menjadi hobi saat ini untuk mengambil gaya Veni yang menurutnya lucu.


*****


"Tidak ada kata terlambat untuk minta maaf, Leona masih ada di kota ini, dia pasti akan memaafkan mu, kau jangan lagi mengurung diri sendiri, kita bersalah ... lihatlah aku ... aku sudah berani keluar untuk melanjutkan hidup, biarlah mereka menghina kita, itu memang konsukuensi atas kesalahan kit, tapi ... seiringnya waktu, mereka akan diam dengan perubahan kita" ucap Arsa.


"Kau masih baik padaku, setelah apa yang aku lakukan padamu"ucap Arita menatap Arsa.


"Karena aku mau kau berubah, kita sama-sama berubah menjadi yang lebih baik, masa depanmu masih panjang" ucap Arsa.


"Bolehkah aku bertanya sesuatu ... ?" tanya Arita


"Tanyakanlah" ucap Arsa


"Pernahkah kau mencintai ku ... ? apakah selama ini hubungan kita hanya sebatas pelampiasan ... ? jujurlah ... aku akan menerima semua jawaban mu" ucap Arita


"Arita ... aku pernah jatuh cinta, yaitu pada Leona ..., aku selingkuh denganmu dan akhirnya tertarik padamu, tapi aku tidak bisa memastikan apakah itu cinta ataukah hanya n*fsu, jika kau mau aku bertanggung jawab padamu, oke ... aku akan tanggung jawab, kita akan menjalani hidup bersama lagi" ucap Arsa


"Bisakah kau mengantarkan aku ke rumah Mbak Leona ... " tanya Arita


"Rumah Leona ... ? baiklah ... Arita aku juga punya kejutan untukmu, tapi ... nanti, setelah kita selesai bertemu Leona, aku akan mempertemukan mu dengan seseorang" ucap Arsa


"Dengan siapa ... ? aku tidak ingin bertemu siapapun" tolak Arita.


" Kau akan tahu nanti, baiklah ... kau istirahat lah, aku akan pergi ke rumah sakit, lalu ke kantor" ucap Arsa


"Siapa yang sakit ... ?" tanya Arita


"Papa ku, tapi sudah jauh lebih baik, kau istirahat juga, ingat minum obatnya yang rutin, kau harus sembuh dan berubah" ucap Arsa tersenyum pada Arita.


Senyum yang selama ini ia rindukan, Senyum yang dulu membuat mya terlena karena kasih sayang nya.


Candra .... Usianya saat ini baru 39 tahun, ia menikah di usia muda yaitu masih berumur 20 tahun, mereka menikah sambil melanjutkan studinya saat itu, hingga saat kelahiran anak mereka ... Candra masih dalam sibuk-sibuknya.

__ADS_1


Sehingga tertukar nya putri satu-satunya tidak pernah diketahui, apalagi dengan meninggalnya sang istri.


Candra dan Arsa selisih 10 tahunan, Arsa terbiasa memanggil nya Candra, benar-benar tidak sopan ya ... wkwkwkwk padahal udah mau jadi calon mertua.


*****


"Om Candra yang mengantar kan aku, kebetulan mobilku kempes, saat Om Candra menelfon ku ya ... terpaksa aku mau fi antar olehnya" ucap Dinda saat Arsa sudah sampai di perusahaan tanpa melihat mobil Dinda di parkiran, Awal mya Arsa mengira lalau Dinda tidak masuk.


"Bagaimana keadaan Papa mu ... ?" tanya Arita


"sudah jauh lebih baik" jawab Arsa


"Mah kenapa ... ? seperti nya ada hal yang kau fikirkan ... ?" tanya Dinda


"Arita ingin bertemu dengan Leona, dan dia memintaku untuk mengantar nya" jawab Arsa


"Dan kau mau ... ? jangan gila deh Ars, memang nya mau apa lagi si cewek kunti itu ... ? apa dia ingin tangan satunya juga di patahkan sama Tuan Tian ... ?" ucap Dinda kesal sendiri


"Kau seperti nya sangat membenci Arita, kenapa ... ? jelas-jelas disini yang paling patut di salah akan adalah aku, aku ... beristri tapi masih mencari yang diluar, tapi sepertinya hukum lebih memihak pada Arita, sehingga ia tidak bisa di pandang lagi oleh semua orang, Dinda ... aku yang harus kau benci, bukan dia" ucap Arsa seraya menyentuh tangan Dinda.


Dinda terdiam dengan perkataan Arsa, benar yang dikatakan nya, seharusnya ia lebih membenci Arsa daripada Arita, tapi bukan hanya perselingkuhan itu yang membuat Dinda membenci Arita, tapi mengingat Omnya yang menduakan istrinya dan mengingat sang kekasih jiga berpihak padanya, kekesalan itu semakin menjadi.


*****


Woaaaii


Leona menggeliat kan tubuhnya di atas kasurnya, dimana matahari sudah tampak sangat tinggi.


Sejenak Leona tersadar kalau di sampingnya masih ada suaminya.


"Kau masih tertidur juga rupanya, Ah ... sudah jam berapa ini ... ?" ucap Leona seraya merogoh jam kecil yang ada di atas nakas.


Betapa terkejutnya Leona saat melihat jarum jam itu.


"Sayang ... udah jam 11 siang, kau tidak ke kantor ... ?" ucap Leona seraya mengguncang tubuh suaminya.


"Aku cuti sayang, aku lelah ... tidur lagi yuk" ucap Tian dengan mata masih tertutup.

__ADS_1


Tian menarik tubuh Leona dan memeluk perut Leona yang masih belum ada kain yamg menutupi, Tian memeluk nya dari dalam selimut.


"Ah, Tian ... jangan nakal lagi deh ... " ucap Leona saat tangan Tian menjalar ke seluruh tubuhnya.


__ADS_2