Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 46 Angelina dan Leona


__ADS_3

Wanita cantik yang kini menjadi tamu pertama Leona selama menjadi karyawan adalah Angelina.


Angelina tersenyum melihat kedatangan karyawan yang langsung di rekomendasikan oleh pemilik perusahaan.


Ya angelina menemui Nyonya Diana untuk memesan perhiasan yang model nya tidak akan ada yang punya, dan Nyonya Diana merekomendasikan agar Angelina menemui Leona.


"Hai Nona Leona ya, wah ternyata masih muda"ucap Angelina seraya mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Angelina, tentu Leona sangat bahagia, apalagi Leona tahu kalau Angelina adalah kekasih atasannya.


"Silahkan duduk Nona, maaf telah membuat anda lama menunggu"ucap Leona.


"Tidak masalah, karena menunggu hal yang indah dan memuaskan memang membutuhkan kesabaran Nona"ucap Angelina dengan anggun.


"Kalau boleh tahu ada kepentingan apa Nona besar seperti anda menemui karyawan kecil seperti saya"ucap Leona seraya tersenyum.


"Seperti yang Nyonya Diana katakan, anda memang rendah hati Nona"ucap Angelina lagi-lagi dengan senyuman nya.


"Saya kesini meminta anda untuk membuat kan 1 set perhiasan yang tidak di miliki oleh 1 orang pun di kota ini"ucap Angelina yang membuat Leona dan Veni terkejut.


"apakah anda begitu percaya pada saya?"tanya Leona.


"Tentu, orang yang di pilih langsung oleh Nyonya Diana pasti bukanlah orang yang biasa"ucap Angelina yakin.


'Oh Nyonya Diana....apakah ini termasuk kau sangat suka dengan karyaku?'ucap Leona dalan hati.


Sebagai irang yang profesional, tentu Leona menerima itu, karena biar bagaimanapun itu adalah tantangan bagi Leona.


"Baiklah Nona, akan saya coba...semoga anda puas nantinya"ucap Leona.


"Oke, kalau begitu saay pamit dulu, sampai berjumpa lagi di lain waktu Nona Leona"ucap Angelina seraya berdiri dari duduknya.


Angelina pun berlalu dari ruangan Leona, Alan yang tahu akan kedatangan Angelina, langsung mendatangi ruangan Leona.


tok...tok..tok..


Alan mengetuk pintu yang terbuka lalu masuk saat pemilik ruangan itu sama-sama menoleh kearahnya.


"Bagaimana? kau menyanggupi nya?"tanya Alan.


"Bagaimana lagi Tuan, nyonya Diana yang merekomendasikan saya,ini tantangan pertama bagi saya, apakah saya bisa atau nggak"ucap Leona.


"Kalau ada kesulitan apapun segera panggil saya"ucap Alan.


"Pasti Tuan"ucap Leona.

__ADS_1


"Semangat Leona"ucap Alan seraya memeragakan kata semangat dengan mengangkat tangannya.


"Semangat"ucap Leona dan Veni bersamaan.


Leona pun duduk di kursi ya kembali dan memulai menggambar, gambar yang pertama adalah kalung.


Dia berimajinasi dengan kalung impiannya, namun... Leona menemukan hal yang baru yang akan ia bubuhi dalam perhiasan yang akan ia serahkan pada Angelina nantinya.


leona.membuatka Angelina perhiasan sesuai karakternya.


Angelina wanita karir yang cantik dan Smart, serta mudah bergaul itulah yang akan menjadi proyek bagi Leona.


kini jam sudah menunjukkan pukul 5 sore, banyak karyawan yang sudah mengemasi barang-barang nya untuk pulang, beda dengan Leona, ia masih sibuk dengan pekerjaan nya.


Sedangkan Veni juga ikut sibuk meski dengan menyiapkan Leona minuman atau cemilan.


"Minumlah dulu"ucap Veni.


"Terimakasih ya sayang, duduklah...aku akan lembur malam ini, kalau kau ingin pulang, pulanglah"ucap Leona pada Veni seraya tersenyum .


"Eh mana mungkin aku pulang kalau kau tidak pulang?"ucap Veni.


"Tidak apa-apa, kau disini juga akan kelelehan hanya dengan melihat ku, besok aku ambil cuti dan kau yang harus menghandle urusan ku disini, jadi pulang lah"ucap Leona.


"Kau mau cuti? mau kemana?"tanya Veni


"Sama Tuan Tian?"tanya Veni


Leona mengangguk kan kepala nya, dan itu membuat Veni tersenyum.


"Baiklah..aku akan pulang dan istirahat sekarang, kau juga jangan terlalu malam lemburnya istirahat lah juga"ucap Veni seraya menjambar tasnya.


"Oke"ucap Leona.


Kini Leona hanya sendiri di perusahaan itu, ia fokus mendesain perhiasan yang Angelina inginkan.


Namun...saat Alan melintasi ruangan itu, Alan terhenti namun... sesaat ia mengirimkan pesan pada seseorang lalu tersenyum seraya melangkahkan kakinya.


Kini jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, Leona masih berkutat dengan laptop nya, ternyata ia sudah selesai menggambar dan kini memindahkan ke dalam laptopnya.


Namun betapa terkejutnya saat ada tangan yang menjulurkan segelas kopi hangat padanya dari belakang tubuhnya, tentu Leona terkejut, namun... saat melihat wajah Tian, ia pun tersenyum.


"Jangan terlalu di paksa kan"ucap Tian.

__ADS_1


"Sudah selesai, coba kau lihat"ucap Leona.


Tian berdiri tepat di belakang kursi Leona dan menundukkan tubuhnya, mendekatkan kan kepala nya di bahunya Leona, sehingga Leona bisa merasakan hangatnya nafas Tian.


"Yang ini seperti nya warna Permata nya terlalu cerah untuk Angelina, dia pemberani namun... ada sedikit ragu, kau beri warna merah yang tidak terlalu merah"ucap Tian membuat Leona berfikir,


Tentu Tian sangat tahu karakter Angelina, dai adalah kekasihnya, tentu mereka sangat tahu.


Begitu lah yang ada dalam fikiran Leona.


Leona pun mengubah warna sesuai dengan yang Tian sarankan.


"Kalau modelnya bagaimana?"tanya Leona kembali.


"Terlalu bagus untuk seorang Angelina, modelnya sangat cocok untuk seorang Leona"ucap Tian seraya melihat kearah Leona dan juga Leona melihat kearah nya.


Tentu Pipi Leona memerah dengan wajah Tian yang jaraknya hanya beberapa senti dengan wajahnya.


Menyadari itu Leona segera memalingkan wajahnya dan berusaha berdiri dari duduknya, tapi tidak bisa kini... Tian telah mengurung tubuh Leona dengan kedua tangan yang ada di sisi kanan dan kiri Leona.


"Mmmm, sudah malam aku akan pulang, bukankah besok kita ada perjalanan jauh?"ucap Leona berusaha tidak menatap wajah Tian.


"Pandanglah aku Leona, sekali saja"kata itu tiba-tiba keluar dari mulut Tian tanpa Tian sadari juga.


Namun saat Leona terkejut dengan perkataan itu, Tian kuga sadar kalau perkataan nya akan membuat jarak antara dia dan Leona.


"Kau sangat manis kalau salah tingkah, baiklah ayo..ku antarkan kau pulang, jam segini tidak akan ada taksi yang beroperasi"ucap Tian seraya melangkah kan kakinya yang mana langsung di ikuti oleh Leona.


"Terimakasih Tian,"ucap Leona.


Mereka berdua pun berjalan menyusupi sepinya malam di perusahaan.


Sejenak mereka melupakan kejadian aneh yang mereka rasakan saat berada dalam ruangan itu.


"Kau mau makan malam dulu?"tanya Tian


"Kau sendiri bagaimana?"


"Perutku lapar sekali sat menunggu Nona Leona tadi"ucap Tian seraya memasang wajah memelas.


"Baiklah....karena hari ini aku dapat proyek pertama ku, aku akan mentraktir mu makan malam, tapi...jangan di restoran mewah ya..."ucap Leona dengan tawa jenakanya.


"Lalu...?"tanya Tian.

__ADS_1


"Seorang tian bisa tidak makan di tempat sederhana seperti itu?"tanya Leona seraya menunjuk tempat makan yang paling sederhana di antara bangunan mewah di sekitarnya.


Tian tahu... Leona baru merintis dan baru bekerja tentu uangnya tidak akan memenuhi standar dirinya, namun... bukan Tian namanya jika tidak menuruti kemauan Leona.


__ADS_2