![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
Kini Tian dan Leona pun berada dalam sebuah kamar, Leona memberikan obat untuk Tian, lalu membantunya membaringkan tubuh Tian.
Terlihat jelas kekhawatiran di wajah Leona.
"Kenapa kau bodoh sekali ... sudah tahu kau akan jadi begini tapi masih saja kau lakukan "oceh Leona seraya menyelimuti tubuh Tian
"Kau mengkhawatirkan aku Nyonya Tian ... ?"ucap Tian seraya tersenyum.
"Masih sakit sudah mau menggoda"ucap kesal Leona.
Saat Leona ingin menjauh dari ranjang Tian, Tian memegang tangan Leona.
"Karena aku tidak ingin ada orang ketiga dalam hidup kita, Marissa harus tahu alasan penolakan ku, juga dia harus menyerah akan rasa itu, Leona aku hanya ingin kamu yang menjadi satu-satunya wanita ku"ucap Tian.
Leona teringat akan ucapan Asisten Li.
Hanya dengan cara itu Tian bisa sembuh.
"Apakah kau ingin sembuh ...?" tanya Leona.
yang kini duduk di tepi ranjang.
"Awalnya aku ingin sekali bisa sembuh dari alergi ini, tapi ... semenjak mengenal dirimu, aku malah tidak ingin sembuh, biarkan penyakit ini ada agar aku bisa terjaga, Dokter sudah memberiku saran untuk melakukan transfusi darah antara darah ku dan darahmu, tapi ... itu tidak akan pernah aku lakukan"ucap Tian.
"Kenapa?"tanya Leona.
"Karena aku tidak ingin wanita manapun bisa menyentuhku"ucap Tian.
Pandangan mereka pun saling bertemu, sesaat mereka sama-sama saling tersenyum.
"Percayalah pada ku Na ... "ucap Tian.
Cup
Satu kecupan di kening Tian, membuat mata Tian berbinar, bahkan tangan Leona terlepas, ia segera menyentuh bekas kecupan itu.
"Hei ... kok cuma satu"ucap Tian saat Leona sedang mengambil minum di meja dekat sofa ruangan itu.
"Mmmm ... bagaimana kau akan kembali ke pesta ...?"tanya Leona.
"Li akan mengurus semuanya, juga Alan" ucap Tian.
"Tidak kah kau mau memberiku kesempatan untuk bisa membahagiakan mu ...?"ucap Tian.
.
.
__ADS_1
.
"Tian ... aku sangat tersentuh dengan semua yang kau lakukan untuk ku, pernikahan ku masih baru saja berakhir ... "ucap Leona seraya menundukkan wajahnya.
"Aku akan menunggumu, Setelah 4 bulan kau berpisah, ku harap kau bersedia menjadi istriku"ucap Tian yang kini sudah duduk dari tidurannya.
Pandangan mereka kini saling terkunci untuk sesaat.
"Terimakasih Tian"ucap Leona seraya memeluk tubuh Tian, ini kejutan kedua kali dari Leona untuknya.
Tian membalas pelukan itu dengan begitu erat, dengan sesekali Tian mencium bahu Leona yang tampa ada kain pemisah.
"Aku akan berusaha Tian, aku akan berusaha melupakan semuanya, bantu aku untuk melupakan itu Tian ... bantu aku"ucap Leona yang kini menangis dalam pelukan Tian.
"Jangan menangis ... kau akan lupakan semua itu, akan ku pastikan"ucap Tian yang kini dagunya sudah berada di atas kepala Leona.
Mengelus tubuh Leona berusaha memberinya ketenangan.
"Apakah kau akan sabar menungguku ...?"ucap Leona seraya mendongakkan kepalanya.
Tanpa Tian sadar Tian mengecup sekilas bibir yang selama ini telah menarik perhatian nya.
Cup
"Ini balasan untuk kecupan mu tadi"ucap Tian seraya senyum cengengesan.
Detak jantungnya kini bergetar terlalu cepat dari biasanya.
"Kenapa Apakah di sini bergetar" goda Tian Seraya menyentuh dada Leona.
"dasar gak tau malu" ucap Leona Seraya menepis tangan Tian.
*****
"Apa yang kau katakan ... itu adalah perusahaan mu, jangan dengarkan apa kata mama Arsa, dia memang begitu dari dulu"ucap papa Arsa pada bibik Arsa.
"Tapi mas, benar kata mbak ipar, toh aku juga tidak punya keturunan, Arsa jauh lebih baik mas, dia sudah banyak berubah, mas tahu sendiri aku juga menyayangi Arsa dan Fandi"ucap bibiknya Arsa.
"Baiklah, hanya dengan syarat, nama pemilik perusahaan itu tetap nama mu, aku takut Arsa akan mengulang kesalahan yang sama dan membuat semuanya hancur"ucap papa Arsa.
"Mas jangan cemaskan itu, mas berusaha lah sembuh kembali"ucap adiknya papa nya Arsa.
Lama bibiknya menjenguk papa Arsa, Akhir nya ia pun meninggalkan kediaman papanya Arsa.
"Sadar diri itu perusahaan adalah warisan jangan di kelola sendiri ... "sindir mama nya Arsa.
"Mbak ... sampai di sini kau masih belum sadar atas kesombongan yang mbak miliki ... tidakkah mbak menyadari semua kesalahan mbak ..., kenapa masih sombong dan Arogan"ucap Adik nya suaminya itu.
__ADS_1
"Lastri ... kau tahu sopan santun kan?"ucap sengit mamanya Arsa.
"Aku sangat tahu sopan santun dan cara menghormati yang lebih tua, tapi ... jika orangnya seperti mbak ... apakah saya harus bersikap seperti itu, hargai orang lain sebelum anda minta dihargai"ucap bibiknya Arsa Seraya meninggalkan kediaman itu.
kemarahan jelas terlihat di raut wajah mamanya Arsya ia mengerang Seraya mengepalkan tangannya.
"Ahhhh ... "teriak marah mama nya Arsa.
Sedang kan Arsa di tempat nya bekerja kini telah melamun sendiri.
Ia memikirkan apa yang Candra katakan.
'Kau tak seharusnya bertanggung jawab dengan Arita, Arsa ... carilah kebahagiaan mu, jangan ingat Arita lagi, aku akan membawa nya kembali ketempat asal ku, raihlah kesuksesan mu dan carilah wanita pengganti Leona'
Kata yang sama sekali tidak ingin Arsa dengar dari Candra, saat Arsa menanyakan alasan nya, Candra hanya berkata kalau Arita belum siap menjalani biduk rumah tangga.
Bukankah itu alasan yang konyol.
Namun .... lagi-lagi Candra berkata,
'Untuk saat ini jangan tanyakan apapun, setelah semuanya berubah aku akan mengatakan semuanya, jika saat nanti Arita sudah siap dan kau masih belum ada pendamping, aku sendiri yang akan mengantarkan Arita padamu'
Arsa tidak bisa berkata lagi saat pelukan terakhir ia lakukan pada Arita, wanita yang dulu terlihat begitu tergila-gila padanya, kini seakan Arsa tak melihat lagi.
Ada apa sebenarnya ...?
Kenapa Arita tiba-tiba berubah?
Ia Seakan marah padanya.
Namun ... lagi-lagi Candra meyakinkan Arsa bahwa semuanya baik-baik saja, bahkan Candra sudah menghubungi Fandi agar tidak menyalahkan nya atas apa yang terjadi.
Arsa mengusap kasar pada rambutnya.
"Kenapa bro ..." sapa teman sesama OB nya.
"tidak apa-apa, hanya ada pikiran sedikit, tapi tidak penting kok"ucap Arsa.
"Ya sudah yok kerja lagi"ajak Arsa pada temannya itu.
Mereka pun mengerjakan pekerjaan nya dengan baik, sesekali Arsa melihat kecurangan yang dilakukan oleh beberapa karyawan bibiknya.
Tidak ada yang tahu kalau Arsa adalah keponakan pemilik perusahaan jadi Arsa dengan bebas mengatakan itu pada bibiknya.
*****
"Pa ... papa yakin akan memasukkan Arita ke asrama ini ...?" tanya Arita.
__ADS_1
"Nak ... dengarkan papa mu kali ini, kau sudah melakukan Kesalahan terlalu besar untuk usiamu yang masih segini, Arita ... nenek sudah tua, papamu hanya memiliki mu saat ini, jika kamu tidak berubah siapa yang akan menjadi harapan kami"ucap sang nenek.