![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
Setelah kejadian itu, Galla membawa pulang Angelin,dan menyerah kan Haris pada orangnya. Ia menyeret Haris dan membawanya ke kota Galla, dan dikumpulkan dengan Abimanyu
"Ini sudah di rumahku, kau aman disini, tidak akan ku biarkan dia datang lagi" ucap Galla.
Angelina hanya mengangguk kan kepalanya, tapi ... tiba-tiba Angelin terlihat ketakutan lagi saat melihat sosok pria yang berdiri di dekat pintu.
"Dia datang lagi, dia datang lagi, Galla! dia datang lagi, aku mohon duduklah disini ... dia datang lagi" teriak histeris Angelina seraya menyembunyikan wajahnya di dalam jas Galla
Hati Galla terasa sakit, matanya berkaca, Kemarahan terlihat jelas, bagaimana busa keadaan Angelin sampai tergoncang seperti ini.
'Aku akan membayar setiap apa yang sudah kau alami'bathin Galla
Galla mengelus kepala Angelin dan duduk di sampingnya. dadanya berdegup kencang menahan emosi yang belum ia tumpahkan.
*****
"Tuan Haris, Kau ... !" ucap Abimanyu yang diikat di kursi
"B*jingan kau Abimanyu, kenapa kau tidak mengatakan kalau putrimu sudah Tunangan, dan tunangannya adalah Galla ... !" teriak Emosi Haris
"Jadi ... jadi ... yang menangkap aku sekarang adalah Galla ... ?" tanya Abimanyu dengan keterkejutan nya.
keringat dingin sudah keluar dari tubuh Abimanyu, terlihat jelas ketakutan di wajahnya. Kenapa ia bisa tidak memikirkan bahwa ini tidak akan di ketahui oleh Galla.
"Karenamu, sekarang aku harus berurusan dengan Galla ... !"teriak marah Haris
"Tuan Haris ... aku tidak tahu hal ini akan terjadi, Aku kira, Galla tidak akan mengunjungi Angelin, Tuan ... ini semua diluar rencana saya" ucap takut Abi manyu dan tiba-tiba
Dor ...
Satu tembakan mengenai kaki Abimanyu
"Aaaaa ... " teriak Abi manyu
"Galla ... Nak, maafkan papa, Papa tidak melakukan apapun, Nak. " ucap Abimanyu menahan kesakitan.
Dor ... satu tembakan mengenai kaki Haris
"Aaaa ..." teriak Haris
"Galla, seharusnya kau jangan lakukan ini pafaku, jika bukan karena ayahnya yang menjualnya padaku, apa aku akan berbuat seperti itu padanya " teriak Haris
__ADS_1
"Apakah kalian sudah selesai bicara, apapun alasan kalian, kalian telah membuat nya seperti ini, melukainya secara fisik dan mentalnya, dan Kau Abimanyu ... kau yang harus lebih bertanggung jawab akan keadaan nya saat uni, otang tua macam apa kau ... ! kau tega menjualnya, menjual anak yang sudah memberikan segalanya untuk mu ... !" teriak Galla tepat di hadapan wajah Abimanyu
"Dan sekarang kau mau menyangkalnya, bersiaplah untuk menyambut ajal kalian" ucap Galla seraya meninggalkan mereka.
Sebelum Galla keluar dari rumah itu, Galla berhenti seraya berkata
"Aku akan membuat kalian, merasakan sakit sebelum kematian menjemput kalian" ucap Galla
"Kalian tenanglah, tidak akan ada polisi yang akan mencari kalian, hahahhah , karena aku sudah mengatur kematian kalian terlebih dahulu" ucap Galla seraya melanjutkan langkahnya.
Tentu wajah Abimanyu dan Haris langsung terlihat lemas, bagaimana bisa Galla berlaku kejam kepada mertuanya.
"Mengapa ... mengapa dia menjadi monster seperti ini, aw ... " pekik Abimanyu menahan sakit.
"Haris cepat panggil dokter ... !" teriak Abimanyu yang sudah tidak tahan dengan sakitnya peluru
"Panggil Dokter bagaimana ... ? kau lihat ! kita sama-sama diikat, bukan kakimu saja yang tertembak, kaki juga ... !" ucap Haris.
*****
"Apakah tidak ada pesan dari Tuan ... ?" tanya Asisten Li pada Veni yang kini sedang 4mm4gang ponsel Asisten Li.
"Tumben ... ?" pikir Assisten Li yang kini berpakaian santai, dengan celana pendek dan baju santainya malah terlihat lebih keren. Veni dengan berulang kali mengambil gambar Asisten Li.
"Kau lebih tampan tersenyum tau ... " ucap Veni seraya mencubit kedua pipi Asisten Li
Sedangkan Marissa dan Alan sedang melakukan pemotretan untuk hari terakhir bersama Dinda. Joe sekarang ada di ruangan Tian.
Tian menceritakan semuanya pada Joe tentang apa yang menimpa Angelina. Tentu Joe sangat terkejut, biar bagaimanapun Angelina adalah wanita yang baik sekaligus tunangan sahabatnya. Guratan amarah sangat jelas di wajah Joe.
"Kita tunggu kabar selanjutnya dari Galla. Galla bilang, ia ingin mengurus sendiri masalah ini, dan ingat, jangan sampai, kabar ini tercium oleh Asisten Li" ucap Tian yang langsung dimengerti oleh Joe.
"Baik, Tuan" ucap Joe
"Apakah mereka masih belum kembali ... ?" tanya Tian
"mereka mengambil gambar di taman belakang Tuan, Nona dan Baby Nathan dan juga Baby Nala juga melihat pemotretan itu" ucap Joe
"Benarkah ... ? kau sudah memastikan pakaian yang Marissa luncurkan ?" tanya Tian
"Sudah Tuan, semuanya sudah layak di pakai" ucap Joe
__ADS_1
"Baiklah, ayo kita lihat mereka, dan kirimlah gambar nya pada Asisten Li , agar dia tidak berfikiran yang tidak-tidak" ucap Tian menahan senyumnya
Sesampainya di belakang rumah Tian, Ia melihat kedua anaknya yang di pangku oleh kedua pengasuh nya.
Seketika gaya yang Dinda tampil kan menjadi canggung.
"Kak Tian kenapa kemari, lihatlah ... Dinda jadi malu kan ... ?" ucap Marissa merengek
"Lanjutkan saja, anggap saja aku tidak ada " ucap santai Tian yang langsung duduk di dekat Leona, tempat duduk yang sudah di sediakan oleh para pembantu nya.
Joe mendekati Dinda dan berkata
"Tidak apa-apa, bergayalah seperti tadi, Tuan tidak akan mengkritik mu" ucap Joe pada Dinda
Dinda pun mengangguk kan kepalanya dan tersenyum pada Joe. Joe mengusap kepala Dinda dan kembali ke tempatnya.
*****
"Anak-anak sudah terlihat bahagia semua, meski ada masalah besar, mereka sudah bisa mengatasi nya sendiri" ucap Tuan Darrel yang berdiri dari dalam jendela bersama sang istri
"Mas benar, mereka adalah anak-anak yang hebat, mereka juga anak-anak yang baik, yang sekalu menjunjung arti dari kata kesetiaan, Beruntung Leona ada dalam lingkungan keluarga mereka" ucap Ibunya Leona
Kesetiaan adalah nomor satu dalam sebuah hubungan, menjaga hubungan agar tetap harmonis itu adalah hal yang sangat berat, tapi ... akan indah saat kesetiaan itu sudah berbuah.
Setelah itu, Joe dengan senagaja mengirimkan pesan gambar pada Assisten Li.
"Hai, bagaimana dengan yang berbulan madu, Apakah masih bergair*h ... ?" tanya Joe dnegan Caption Emoji tertawa.
"Kami akan segera kembali, jadi ... selamat bersenang-senang untuk Kakak dan Kakak ipar" tulis lagi Joe dalam pesannya
Veni yang sedang memegang ponsel Asisten Li, langsung memberi kan ponsel itu saat ada pesan dari Joe
"Ada pesan dari Joe" ucap Veni
"Kenapa tidak kau buka ... ?" tanya Asisten Li saat sudah menerima ponselnya
"Takutnya itu masalah pribadi" jawab Veni yang kini duduk di samping Asisten Li
"Sekarang kita sudah suami-istri, apapun yang kumiliki juga adalah milik mu, tidak ada rahasia diantara kita berdua" ucap Asisten Li yang mana membuat Veni langsung memeluk nya.
"Kalau begitu aku tidak akan sungkan lagi, mana tau nama wanita lain, kau beri nama Joe"ucap Veni seraya merampas ponsel Asisten Li dengan tawanya.
__ADS_1