![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
Mobil sudah memecah di keheningan malam.
Kini Tian sudah sampai di sebuah hotel yang tidak jauh dari perusahaan, dimana Leona bekerja.
asisten Li pun memesankan sebuah kamar untuk Tian dan Leona.
Tian terus menggendong tubuh Leona sehingga memasuki kamar hotel.
"kau istirahatlah Li" ucap Tian Seraya menutup pintu ruangan itu.
Tian mengamati wajah Leona dengan begitu dekat, ada getaran dalam hatinya. ia ingin menyentuh wajah Leona, namun... tangannya masih mengambang di udara.
menyadari apa yang akan terjadi jika ia melakukan itu, Tian langsung mengangkat tubuhnya dan menuju ke kamar mandi.
"Sial "rutuk Tian Seraya menyiram tubuhnya dengan air dingin.
setelah selesai dengan ritual mandi malamnya Tian pun tidur di atas sofa.
di tengah malam Tian tidak bisa tidur, dia memikirkan perasaan apa yang sebenarnya ada dalam hatinya untuk Leona.
"Apakah Ini Cinta?" tanya Tian pada dirinya
sendiri.
sesekali Tian memandang lagi ke arah Leona.
ada rasa marah saat Leona tersakiti, ada rasa sedih saat Leona meneteskan air mata.
Tian bangkit dari atas sofa lalu berdiri di dekat jendela, ia merenungi semua perasaan yang ia miliki untuk Leona, jika memang ia benar-benar mencintai Leona ia akan memperjuangkan Leona sampai kapanpun, atau apakah perasaan ini hanya ada karena aku bisa menyentuhnya? begitulah isi dalam pikiran Tian.
Kini jam sudah menunjukkan pukul 4 dini hari, Tian baru bisa memejamkan matanya
Sehingga saat matahari bersinar Tian tidak bergerak sama sekali, padahal Tian tidak pernah telat bangun pagi.
Leona yang kini menggeliat kan tubuhnya merasa sanagt nyaman.
Ini adalah tidurnya yang paling nyenyak bagi Leona.
Ia sangat ingat, saat itu ia tertidur di kursi, tapi sekarang dia ada di sebuah kamar mewah, seketika pikiran Leona kemana-mana, Apalagi saat ia melihat seorang pria yang tertidur di sofa, seketika Leona melihat ke tubuhnya, pakaian nya masih rapi, berarti tidak terjadi apa-apa semalam.
Leona perlahan turun dari ranjang, meski ia yakin kalau itu adalah Tian, tapi Leona ingin memastikan sendiri.
Benar saja, Terlihat Leona menghela nafas lega saat melihat wajah Tian.
"Pasti kau yang menggendong ku, aku berat ya, makasih...kau pemimpin yang bijak dan juga teman yang sangat baik"ucap Leona seraya masih mengamati garis wajah Tian, hampir tidak ada bekas apapun di wajah itu, sangat mulus, bahkan lebih mulus dari wajahnya.
"benar-benar pria yang cantik" ucap Leona dalam hati Seraya tersenyum dengan mata masih fokus menatap Tian.
__ADS_1
menyadari Tian masih tertidur nyenyak, Leona pun melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi.
Iya membersihkan seluruh tubuhnya, namun saat ia ingin mengganti baju ia teringat bahwa ia tidak membawa baju satupun.
terpaksa Leona memakai kimono yang ada di kamar mandi.
namun saat Leona sudah menyisir rambut, ada suara ketukan pintu dari luar, dan Leona pun membuka pintu itu.
ternyata itu adalah asisten Li, Iya membawa dua paper bag dan menyerahkan pada Leona
"ini adalah pesanan Tuan tadi malam, silahkan Nona lihat sendiri, Semoga Nona suka" ucap asisten Li.
"Terima kasih"ucap Leona seraya tersenyum pada Asisten Li.
"sama-sama Nona" ucap asisten Li Seraya mengundurkan diri dari depan kamar Leona.
melihat asisten Li sudah menjauh dari kamarnya, Leona pun menutup pintu dan segera melihat isi paper bag itu.
Paper bag yang pertama Leona buka adalah punya Tian, ia ingin tahu selera pakaian orang kaya.
"Wah... bagus banget .. "ucap Leona seraya memegang kemeja dan jaz Tian lengkap dengan sepatunya.
setelah itu ia membuka paper bag yang untuk dirinya.
Ia terkejut dengan harga yang mana mungkin Asisten Li lupa untuk membukanya.
saat Leona masih tercengang dengan pakaian yang diantar Asisten Li, tiba-tiba suara bariton Tian mengagetkannya.
"kau tidak suka dengan bajunya?" tanya Tian dari belakang.
"tidak... tidak aku suka kok dengan bajunya ,hanya saja ini kemahalan"ucap Leona,
"itu hanya harga palsu yang tertera, itu asisten Li pasti beli yang berdiscon"ucap Tian dengan alasan yang tidak bermutu.
"Benarkah....?" tanya Leona tidak percaya.
"tentu, sudah pakai lah... kita akan berangkat bersama" ucap Tian Seraya melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.
sedangkan Leona dengan segera mengganti bajunya dengan baju yang di bawah asisten Li.
terlihat pas di tubuh Leona, benar-benar asisten yang jenius pikir Leona.
saat Leona menguncir rambutnya ke atas dengan tiba-tiba ada seseorang yang menarik rambut itu dan mengambil karet yang dipegang Leona,
jarak tubuh Leona dan Tian kini bersentuhan, pandangan mereka saling bertemu di pantulan cermin.
"jangan terlalu tinggi dalam mengikat rambut mu"ucap Tian
__ADS_1
"Kenapa?"tanya Leona.
Tian pun mengelus leher Leona dengan jari telunjuk nya dari belakang, membuat Leona merasa geli.
"Ini alasannya" ucap Tian Seraya masih mengelus leher Leona bagian belakang.
"biarkan terurai begini" ucap Tian Seraya merapikan rambut Leona.
Tentu itu membuat Pipi Leona memerah semerah tomat sekarang wkwkwkwk.
Tian masih memandang wajah Leona dari pantulan cermin yang mana Leona masih tertunduk.
Akhirnya Tian pun tersenyum dengan salah tingkah Leona, ia segera memakai bajunya dan merapikan rambutnya.
Di saat mereka sudah sama-sama rapi, suara ketukan pintu membuat mereka sama-sama menoleh kearah pintu.
"Biar aku saja"ucap Tian saat Leona hendak melangkah.
Tian dengan langkah besar nya membuka pintu itu, terlihat beberapa pelayan yang membawa beberapa sarapan pagi.
"Kau tidak boleh masuk, dan kau... kau saja yang membawa sarapannya kedalam"titah Tian.
Ya... Tian melarang pelayan pria masuk dan melihat Leona, dia hanya memperbolehkan pelayan wanita yang masuk.
Apakah ini disebut posesif???
pelayan wanita yang ada dua orang kini telah masuk membawa beberapa sarapan, termasuk sarapan yang dibawa oleh pelayan laki-laki.
kedua pelayar itu sesaat melihat kearah Leona.
kini mereka tahu alasan mengapa Tian melarang pelayanan lagi itu untuk masuk,
"benar-benar cinta yang manis" ucap kedua pelayan itu bersamaan namun dengan suara yang sangat rendah.
setelah kedua pelayan itu selesai melakukan tugasnya, Mereka pun keluar Seraya masih menatap Leona.
"kau mau tahu kenapa kau dilarang masuk?" tanya pada yang wanita itu pada pelayan laki-laki
pelayan laki-laki itu hanya menggelengkan kepalanya, Iya takut telah melakukan kesalahan.
"Jangan takut, jangan khawatir... kau tidak melakukan kesalahan apapun, yang salah pada dirimu adalah kau laki-laki" ucap pelayan wanita satunya, yang mana membuat pelayan laki-laki semakin bingung.
"maksud kalian ini bagaimana sih" tanya pilihan laki-laki itu.
"di dalam ada seorang wanita yang kami yakini itu adalah kekasihnya, Tuan itu tidak ingin kau melihat kekasihnya kau mengerti maksud kami kan?"ucap pelayan wanita itu.
benar saja nelayan lelaki itu terkejut dengan penuturan teman-temannya.
__ADS_1