Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 243


__ADS_3

Malam itu berlalu dengan begitu remang, tidak ada tawa yang terdengar, hanya tatapan kosong yang tersisa.


"Bagaimana keadaan Angelin ... ?" tanya Tian saat melakukan video call dengan Galla


"Dia sudah jauh lebih baik" ucap Galla


"Singkirkan darah itu, Leona ingin melihat keadaan Angelina " ucap Tian saat Leona ke kamar mandi.


"Sebentar, aku ingin kau ingin bicara dengannya" ucap Galla


"Baiklah, aku tunggu " jawab Tian


Galla pun mendekati Angelina yang sudah terbangun dari tidur nya.


"Hai, sudah tidak ingat apa-apa lagi ... ?" tanya Galla pada Angelina


Angelina hanya mengangguk kan kapalnya saat ia melihat layar ponsel itu nampak sekali senyum Leona terlepas.


"Kau Leona kan ... ? Iya .. ya ... kau Leona kan ? yang bereaksi saat penyerangan itu terjadi, kau yang menjadi penyelamat " ucap antusias Angelin dengan tingkah nya.


"Tapi kau tidak menyalakan aku saat itu, untuk ada bang tampan ..." ucap Angelin seraya memeluk Galla.


"Angelina, ingatlah, aku temanmu ... kau masih ingat kan ... ? dan dia adalah calon suamimu, Galla" ucap Leona dengan mata yang berkaca-kaca, bagaimana tidak, wajah datar Angelin dengan dahi yang ada perban nya, membuat Leona merasakan apa yang kini sedang Angelina rasakan.


"Leona ... ya ... kau temanku, tapi pria di belakangmu itu tidak jahat kan ... dia bukan penjahat kan ... ?" ucap Angelina saat melihat Tian di belakang Leona


"Dia tidak jahat, sekarang yang jahat sudah mati, kau tahu, sudah mati, mereka pantasnya mati" ucap Leona dengan penuh penekanan.


Memberi tanda bahwa Abimanyu dan Haris harus mati, agar tidak membuat mental Angelina semakin kacau.


"Benarkah, benarkah mereka sudah mati ... ? kau tidak membohongi ku kan ... ?" tanya Angelina


"Tidak, mereka sudah mati, kau jangan takut lagi, tidak ada hal yang harus kau takut kan, sekarang ada kami yang akan menjaga mu" ucap Leona yang tanpa sadar airmatanya sudah jatuh.


"Apakah kau takut juga, kenapa kau menangis, kau tahu ... percuma menangis, mereka orang jahat tidak akan kasihan pada kita" ucap Angelina yang kini sudah mulai tersenyum


"Galla lakukan yang terbaik untuknya" ucap Leona seraya mengusap air matanya

__ADS_1


"Tentu, kau jaga diri juga di sana, jangan khawatir kan kami, aku alan menangani nya, salam untu Baby Twins " ucap Galla yang kini sudah mengambil ponsel nya karena tiba-tiba Angelina tertidur karena pengaruh obat.


Leona menatap Tian.


"Kalian keterlaluan, merahasiakan keadaan nya padaku, bagaimana mungkin ... ?" ucap Leona yang kini sudah menangis


"Besok, Alan dan Marissa serta Dinda akan kembali, sudah ada mereka yang akan menemani Angelina, kau jangan cemas" ucap Tian


"Tapi Abimanyu sudah keterlaluan, sayang. Dia menyebabkan rasa takut yang mendalam dalam diri Angelina " ucap Leona


"Aku tahu itu, kami telat mendapat kan kabar itu, kejadian pertama bertepatan dengan acara pernikahan Asisten Li, dan kedua saat Galla ada di sana, jarak antara kejadian pertama dan kedua terlalu dekat, lebam di wajah belum sembuh, tapi saat itu, Haris dengan tega melakukan hal itu lagi, Dia akan mendapatkan balasan juga dari Galla" ucap Tian mengusap punggung tangan Leona


Malam semakin larut, Kini Leona telah terlelap dalam lelahnya menangis.


Ia masih tidak bisa menyangka, bahwa kejadian itu bisa menimpa Sahabatnya.


Leona sangat ingat, bahwa Angelina adalah wanita yang periang, dia ingat awal kejadian dimana ia menjadi tameng untuk tatapan sinis Marissa.


"Kau tahu dari mana gaya beginian ... ?" tanya Asisten Li yang selalu mengikuti permainan Veni


Asisten Li merasa setiap hari mendapatkan permainan baru dan lebih fantasi, sehingga Asisten Li selalu puas dan puas untuk segala permasalahannya.


Sedangkan Veni selalu terkapar dengan peluh yang bercucuran.


"Bagaimana kau selalu kalah kan ... ?" ucap Veni dengan senyum jenakanya


"Kau hebat, Terimakasih sayang" ucap Asisten Li seraya menggendong Veni kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri.


Setelah itu, mereka beristirahat untuk melepaskan lelah.


Pagi tiba menyambut hari yang terasa selalu berbeda untuk kedua manusia yang kini menjadi pengantin baru.


*****


"Fandi, Arsa sudah berubah dan dia sudah menikah, tidak kah kau mau memaafkan nya dan pulang meski hanya sebentar, untuk menjenguk orang tuamu" ucap Candra


"Aku tahu itu, Candra. Aku pasti akan pulang, hanya saja keadaan di sini masih belum stabil" ucap Fandi

__ADS_1


"Dia sudah menikah, menikah dengan kakaknya Arita, tapi aku yakin dia wanita yang baik" ucap Candra dari sambungan telepon nya.


"Aku tahu itu, dia pernah meminta ku untuk pulang, untuk menyaksikan pernikahan keduanya, aku hanya berharap ia tidak mengulang kesalahan yang sama" ucap Fandi


"Kita tidak bisa menyalahkan Arsa, mungkin jalan takdir Arsa dan Leona sampai di hari itu, hanya saja, jalan perpisahan mereka yang menyakitkan " ucap Candra


"Ngomong -ngomong, kau masih setia sendiri, ?" goda Fandi pada sahabatnya itu


"Kau ini, aku sudah tua, anakku sudah gadis juga, sebentar lagi akan punya mantu" ucap Candra dengan terkekeh


"Karena itu, menikahlah lagi. Kalau anakmu menikah, siapa yang akan merawat mu nanti " ucap Fandi


"Apa perlu aku mencarikan untukmu ... ?" tanya Fandi


"Kau jangan bicara ngawur, Bagaimana keadaan istrimu"tanya Candra


"Dia sudah sangat sehat, tapi untuk melakukan perjalanan jauh, harus konsultasi ke dokter dulu, doakan saja, semoga aku bisa pulang bersamanya " ucap Fandi


"Sehat selalu untuk mu dan keluarga kecilmu" ucap Candra sebelum mengakhiri pembicaraan mereka.


Fandi tersenyum seraya meletakkan ponselnya di saku celananya.


"Pa, sebentar lagi Dinda akan berangkat, benar kata temannya papa, sebaik nya papa menikah lagi, biar papa ada yang mengurus. dan juga ada teman untuk nenek"ucap Dinda yang mendengar semua pembicaraan Papanya dengan temannya.


"Papa harus berfikir berulang kali untuk menikah lagi, apalagi ada kamu, papa hanya ingin fokus padamu, masak iya kamu tega membiarkan Papa sendiri " ucap Candra menepuk punggung tangan putrinya


"Apa perlu, Dinda yang carikan papa istri baru, Mama baru untuk Dinda "ucap Dinda


"Tidak perlu, kau fokus lah belajar, dan nikmati lah masa mudamu dengan baik" ucap sang papa


"Jaga diri, jangan lupa jaga kesehatan juga, kalau ada apa-apa segera kabari papa, jangan sampai terulang lagi" ucap Candra


"Pa, Dinda sudah lama berkumpul dengan yim Tuan Tian, tentu Dinda bisa jaga diri baik-baik, apalagi ada Pandawa Lima yang selalu saling menjaga " ucap Dinda dengan penuh percaya diri.


"Papa bangga padamu, Maafkan papa karena tidak bisa melihat masa kecilmu, kau pasti sangat lucu dulu " ucap Candra


"Tentu, Dinda kan anak kesayangan semua orang " ucap Dinda seraya memeluk sang papa.

__ADS_1


__ADS_2