Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 54 Gangguan dari Nyonya Diana


__ADS_3

Setelah kepergian para pelayan itu, Tian pun menghampiri Leona kembali.


"Ayo makanlah"ucap Tian seraya duduk di sofa.


Leona yang sudah mendapatkan pesan dari Veni, bahwa Nyonya Diana mau bertemu dengannya, segera menuju ke sofa juga dan duduk di sebelah Tian, akhir-akhir ini Tian menjadi sangat peka akan perubahan Leona.


"Kenapa?"tanya Tian


"Tidak apa-apa, hanya saja Nyonya Diana mau bertemu dengan ku, apa mungkin beliau tidak suka dengan rancangan ku ya"ucap Leona cemas, karena ini pertama kalinya ia mendapat kan pelanggan.


"Kau berfikir lah positif, jangan cemas... ada aku"ucap Tian seraya menatap manik mata Leona.


"Tapi... kau tidak harus selalu menolong ku bukan, aku ingin hasil diriku bukan dati bantuan mu"ucap Leona dengan lirih yang mana masih terdengar oleh Tian.


Tian mengusap lembut kepala Leona seraya berkata.


"kalau begitu... kau jangan cemas di depanku, sekarang makanlah sarapan mu, setelah itu aku antar kau ke kantor"ucap Tian.


Leona pun menuruti apa yang Tian katakan, meski hatinya masih terasa berdebar, tapi seperti yang Tian katakan kan, berfikir lah positif.


Acara sarapan pagi pun telah selesai, Leona bangkit hendak mengambil tas nya, sedang kan Tian mengirimkan pesan untuk seseorang.


[apa iya harus membuat dia cemas, mengganggu saja] pesan Tian.


[Eh...ini mami loh ya... hahhaha biarin suruh siapa tidak mengajak mami, mami kan ingin tahu calon besan mami hiks ..hiks...hiks..] balas Nyonya Diana.


Tian hanya menggeleng kan kepala dengan balasan dari Mami nya.


Calon besan...??


Tian tersenyum sendiri mendengar kata itu.


Saat Tian hendak berdiri Leona sudah ada di depan matanya.


"Nona Angelina ya?"tanya Leona saat melihat senyum Tian yang masih terlihat.


"Apa tertulis di wajahku?"ucap Tian.


"tidak sih, itu... kamu senyum-senyum terus kalau bukan dari Nona Angelina lalu... siapa lagi, eh... tapi aku merasa bersalah padanya, semalam kita nginep sekamar, apa jadinya jika ia tahu"ucap Leona dengan mimik wajah penuh rasa bersalah.


"Apa yang kau katakan, kita tidak melakukan apapun, sudahlah jangan berfikir kemana-mana, Angelina tidak tahu kalau kita saling mengenal, jadi biarkan begitu, dengan begitu... tidak akan terjadi masalah apapun"ucap Tian seraya menarik tangan Leona untuk keluar dari kamar itu.


"Tuan, Nona Angelina dan tuan Abimanyu sudah tiba di perusahaan, mereka semangat sekali untuk memulai bisnis yang kemaren mereka ajukan"ucap Asisten Li.


"Itu bisa diurus oleh kalian kan? kenapa masih menunggu ku"ucap Kesal Tian.

__ADS_1


"Nona Angelina dan Tuan Abimanyu ingin anda sendiri yang mengurus nya Tuan"ucap Asisten Li yang penuh ketakutan.


"Ckkk .. di kasih hati malah minta jantung"umpat Tian, yang mana membuat Leona tidak percaya, bukankah Angelina adalah kekasih nya, kenapa Tian seperti tidak suka bertemu dengan nya, apa moodnya tidak baik saat ini? begitu pikir Leona.


Menyadari di samping nya ada Leona, Tian segera mengubah expresi wajahnya.


"Jangan salah faham, aku hanya tidak suka ada tamu di pagi hari, mereka bisa datang agak siangan kan?"ucap Tian yang menurut Leona masuk akal.


"Kau jangan marah begitu, mungkin itu sangat penting kan...?"ucap Leona seraya tersenyum.


'Bisa mati berdiri aku kalau kau terus-terusan seperti ini' ucap Tian dalam hati seraya menatap mimik wajah Leona yang menurut nya sangat menggemaskan.


"Baiklah...mana ada aku marah"ucap Tian mengusap pucuk kepala Leona.


mobil yang di bawa Asisten Li pun melaju dengan kecepatan sedang.


sehingga tanpa mereka sadari mereka sudah sampai di Basemen perusahaan Leona.


"Tuan Terimakasih"ucap Leona seraya melambaikan tangannya.


Tian membalas lambaian tangan Leona seraya berkata pada Asisten Li.


"Bukankah dia sangat manis Li, bukan... tapi menggemaskan"ucap Tian yang terus menatap kearah Leona yang sudah berbalik dan melangkah kan kakinya.


*****


"Ada apa? apa ada yang salah?"tanya Leona pada Veni.


"Bukan..., kalau masalah rancangan mu, Nyonya Diana suka bahkan sangat suka, cuma ada di bagian ini yang harus di perbaiki"ucap Veni seraya memperlihatkan gambar yang sudah Nyonya Diana lingkari.


"Mengapa aku tidak menyadari ini"ucap Leona seraya menghapus setiap kesalahan yang harus direvisi.


"Terima kasih ya Ven"ucap Leona.


"Oke tidak masalah"ucap Veni seraya kembali ketempat nya.


dengan segera mengubah kesalahannya, beberapa saat kemudian seorang karyawan mengetuk pintu Leona.


"maaf Nona anda ditunggu di ruangan Tuan Alan oleh Nyonya Diana" ucap karyawan itu.


"Baiklah, terima kasih" ucap Leona Seraya tersenyum pada karyawan itu.


Karyawan itu pun keluar dari ruangan Leona


sedangkan yang di teliti anak ini tinggal sedikit lagi untuk menyelesaikan masalahnya.

__ADS_1


namun saat ia sudah selesai ia masih menatap beberapa desainnya, sehingga beberapa masalah ditemukan lagi namun, Leona tidak ingin membuat nyonya Diana menunggu lama akhirnya iapun meletakkan laptopnya dan segera menuju ke ruangan Alan.


"positif aja Leona" ucap Leona pada diri sendiri.


"Ven aku ke ruangan Tuan Alan dulu" ucap Leona pamit kepada Veni.


"Oke", ucap Veni pada Leona.


dengan perasaan gugup, Leona pun menuju ke ruangan Tuan Alan.


sesampainya didepan ruangan Tuan Alan, Leona menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan dengan perlahan.


Tok... Tok... Tok...


"Masuk"suara Alan dari dalam.


Leona pun membuka pintu nya dengan perlahan, saat ia masuk ia sudah melihat Nyonya Diana yang duduk manis di sofa, dengan majalah perhiasan di tangannya.


"Hai Leona... selamat datang"ucap Nyonya Diana seraya berdiri mendekati Leona.


"Salam Nyonya"ucap Leona seraya membungkuk kan tubuh nya.


"Bagaimana keadaan Ibumu?"tanya Nyonya Diana.


"Sudah jauh lebih baik Nyonya"ucap Leona dengan kepala masih menunduk.


"Sekarang ikutlah dengan ku"ucap Nyonya Diana seraya meletakkan majalah di tangannya.


"Alan... kalau ada Angelina kesini, bilang kalau Nona Leona sedang keluar dengan ku"ucap Nyonya Diana.


"siap tante" ucap Alan.


Leona pun mengikuti langkah Nyonya Diana.


meski Leona penasaran kemana Nyonya Diana akan membawanya, namun... ia tidak berani untuk bertanya.


"Bagaimana sikap Tian padamu?" tanya Nyonya Diana.


tentu itu membuat Leona salah tingkah.


Apa sebegitu dekatnya Tian dengan Nyonya Diana? sehingga Tian menceritakan Kalau kemarin Ia melakukan perjalanan jauh dengannya.


"Tuan Tian sangat baik nyonya" ucap Leona.


"tentu dia baik maksudku ku Apakah dia cuek atau semacam nya"ucap Nyonya Diana.

__ADS_1


"Tidak Nyonya, Tuan Tian sangatlah ramah, bahkan ia mau berbicara dengan ibuku"ucap Leona dengan bibir tersenyum mengingat bagaimana Tian berbicara dengan ibunya, Tian terlihat tertawa begitupun dengan ibunya Leona, padahal Ibunya Leona masih belum bisa bicara.


Meski Leona tidak mendengar apa yang Tian katakan, tapi Leona yakin kalau Tian bercerita tentang masa lalunya.


__ADS_2