![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
mobil pun membawa Zein perusahaan Tian.
"silakan Tuan" ucap asisten Li Seraya membukakan pintu mobil untuk Zain.
asisten Li dan juga Zain pun masuk ke dalam perusahaan, semua mata tertuju pada Zain, mereka mengakui bahwa Zain juga pria tampan sama seperti pimpinannya.
"silakan masuk tuan, tuan Tian sudah menunggu Anda" ucap asisten Li Seraya membukakan pintu ruangan untuk Zain.
"Terima kasih"ucap Zain Seraya melihat ke arah asisten Li.
terlihat Tian yang masih fokus dengan layar laptop yang ada di hadapannya, mendengar langkah kaki 2 orang Tian pun menghentikan jari-jemarinya dan segera menutup laptopnya.
"Kau sudah tiba? Bagaimana perjalananmu menyenangkan ?"tanya Tian.
"ini berkas nya, menyenangkan Bagaimana Tian ,aku hanya fokus untuk akte itu tidak ada kesempatan untuk ku menikmati hariku" ucap Zain Seraya duduk di hadapan Tian.
Tian pun mengambil berkas itu dan membacanya dengan teliti, benar saja di situ tertulis Villa yang sudah dibelikan oleh Arsa untuk Leona.
"Aku sudah membaca artikel tentang mu, Benarkah kau menyukai Angelina lalu apa status Leona" tanya Zain
"Galla,dia sudah ada di kota ini juga, kau tahu bagaimana Galla kan? dia tidak akan membiarkan aku dekat dengan wanita manapun, setelah penolakanku pada adiknya Galla seakan menebar bendera perang untukku,"ucap Tian.
"Apakah dia belum tahu kalau kau ada Alergi terhadap wanita?" tanya Zain.
"entahlah, seharusnya dia sudah mendengar berita itu kan? atau dia tidak mau tahu tentang itu"ucap Tian.
"Ckk, ini sudah hampir jam makan siang, apa kau tidak ingin mentraktirku ?"tanya Zain.
"oke baiklah setelah itu aku ingin berkunjung ke perusahaan mami, kau mau ikut?" tanya Tian
"bolehlah,Aku juga ingin melihat wanita mu itu"ucap Zain.
Tian pun meletakkan berkas itu Seraya menatap Zain.
"Kenapa kau menatap ku seperti itu, aku masih normal ya"ucap Zain dengan salah tingkah.
"Apakah kau berani menatapnya" ucap Tian dengan nada mengancam.
"Apakah ada larangan untuk menatap seorang Leona" jawab Zain.
"Kalua kau berani menatapnya lebih dari 10 detik,kau akan tahu akibatnya" ucap Tian.
dan itu berhasil membuat Zain tertawa
__ADS_1
"hahaha, Tian dia masih bukan milik mu, kau tidak ada hak melarang ku untuk menatapnya"ucap Zain memancing emosi Tian.
"Li,batalkan bonusnya" ucap Tian
"eh eh mana boleh begitu, kau sudah mengatakan akan memberiku bonus setelah aku bisa membuat wanita mu itu bercerai dengan suaminya"ucap Zain kesal.
"Oke..oke..Fine, aku tidak akan menatap nya, puas kan,Li... jangan batalkan bonus ku"ucap Zain pasrah, membuat senyum Tian terlihat.
."Cih, kau bahagia kan? kau pasti akan jadi budak cinta Tian, aku yakin itu"ucap Zain.
"Dari pada kau banyak bicara, lebih baik ayo kita makan siang"ucap Tian seraya memaki jas nya dan berjalan keluar dari ruangannya.
Meski setiap hari para karyawan sudah melihat tampang pemimpin nya, tapi ketampanan nya selalu membius para wanita.
Tiga Pria yang tak pernah terlihat tersenyum pada siapapun, kini berjalan bersamaan,nikmat mana lagi yang harus di dusta kan.
Setelah sampai di ruang makan khusus Presdir,
Semua yang Tian pesan sudah ada di meja, mereka menikmati semua makanan,
Setelah itu, mereka benar-benar menuju ke perusahaan Maminya Tian.
*****
"Terimakasih Tuan, atas pelajaran yang tadi, anda sangat mengenal batu permata dengan bagus"puji Leona pada Alan.
"karena ini memang pekerjaan ku, kalau kau mengalami kesulitan, carilah aku...aku akan siap membantu mu, maksud ku membantu kalian"ucap Alan.
"Baik Tuan, terimakasih"ucap Leona membungkuk kan tubuhnya.
Alan pun melangkahkan kakinya dengan senyum di bibir nya.
"Leona... mengapa semenjak aku berteman dengan mu,banyak Cogan di sekitar ku,kau memang wanita keberuntungan Na..."ucap Veni yang masih terus menatap kepergian Alan.
"Kau ini, sekalu saja pria tampan yang terlihat, ayo ke kantin, perut ku sudah kelaparan nih"ucap Leona.
"Ah, aku juga, kalau melihat Cogan, bawaannya hilang ni tenaga"ucap lebay Veni.
Leona dan Veni pun menuju ke kantin perusahaan.
Mereka memilih menu yang mereka inginkan.
Menikmati makan siang dengan santai rasanya sangat nikmat.
__ADS_1
Namun tak jarang Leona merindukan suasana kantor lamanya.
"Eh...eh... bukannya itu presdir Tian ya"ucap salah satu karyawan yang ada di kantin.
awalnya Leona ingin mengabaikan bahkan ingin bersembunyi saja, tapi tiba-tiba tengkeruk lehernya merasa merinding, benar saja, ketiga pria hebat itu kini berdiri tepat di belakang tubuh Leona.
"Na... itu"ucap Veni seraya memberi isyarat pada Leona agar melihat kearah belakang, namun...tanpa di kasih tahu pun, Leona sudah melihat, karena tempat Leona dan Veni duduk ada kaca besar di hadapan Leona.
"Eh itu bukannya karyawan baru ya, apa mungkin Presdir mengenal nya, ah mana mungkin..."ucap karyawan yang melihat Leona.
"Kau di sini rupanya, aku sudah datang ke ruangan mu, tapi kau tidak ada"ucap Tian yang mana langsung duduk di kursi sebelah Leona, tentu Leona dan Veni reflek langsung berdiri.
"Kenapa kalian malah berdiri, duduklah...aku bukan atasan kalian di sini"ucap Tian.
Yang mana iyu sukses membuat para karyawan yang ada di kantin itu terbelalak.
Namun bukan Asisten Li namanya jika tidak bisa meredam gosip yang akan beredar.
Apapun yang kalian lihat dan kalian dengar saat ini, anggap saja hanya angin lalu dan akan tertinggal di perusahaan, jika berita tentang kedatangan Tuan Tian ke perusahaan ini terkuak, jangan salahkan jika kalian akan menerima nasib buruk" begitulah ancaman Li selama ini, dan para karyawan pasti masih ingat hal itu.
Namun...jiwa penasaran mereka terhadap Presdir yang dekat dengan karyawan itu menjadi rasa tak terkendali di diri mereka.
Jika dilihat Leona bukanlah wanita yang super cantik, namun semalam masih beredar berita tentang Tian dan Angelina.
"Tuan, ada apa?"ucap Leona gugup.
"Kita bisa bicarakan ini nanti, bagaimana pekerjaan mu hari ini"ucap Tian.
"Pekerjaan saya...saya__"
"Tentu pekerjaan nya sangat bagus, karena aku sendiri yang memimpin nya"ucap tiba-tiba Alan.
Ini semakin menambah nilai rasa penasaran teman-teman karyawan lainnya untuk seorang Leona.
'Oh Leona... sekarang kau menjadi pusat perhatian.' gumam Veni dalam hati.
Menyadari tatapan karyawan lain, Leona meremas ujung bajunya, menandakan ia gugup dan terganggu.
Tentu Tian peka akan hal itu.
"Aku tidak tahu, kalau adikku bisa turun tangan langsung dalam melatih karyawan baru, sungguh pemimpin yang bijak"ucap Tian.
Mata Tian memberi isyarat pada asisten Li agar semua pandangan karyawan tidak tertuju pada Leona.
__ADS_1