![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
Akhirnya mereka pun sampai di apartemen Tian.
"Kau sudah baik-baik saja, bolehkah aku pergi...?"ucap Leona sebelum turun dari mobil.
"Apa kau tidak nyaman di sini?"tanya Tian
"Bukan,aku nyaman di sini, tapi ... aku ada tugas yang harus aku lakukan"ucap Leona
"Tugas? pentingkah? lebih penting mana dariku?"ucap Tian yang membuat Asisten Li menepuk jidatnya sendiri dengan kekonyolan dan kebodohan tuan nya.
"Tian, bukan begitu, Nona Marissa memintaku untuk mendesain perhiasan seperti milik seorang desainer terkenal, tapi aku bisa mengubah nya sesuai rancangan ku"ucap Leona.Membuat Tian kini merasa gelisah.
"Marissa yang mendatangi mu, sudah abaikan permintaan dia, berikan saja pada orang lain"ucap Tian yang cemas.
"Kenapa?"ucap Leona yang kini mengikuti Tian turun dari mobilnya.
"Kau belum mengenal Marissa, dia dan kakaknya akan melakukan segala cara agar yang ada di dekat ku menjauh dari ku bahkan mereka tak segan menghancurkan hidup orang yang dekat dengan ku, kau mengerti sekarang kenapa Angelina ku umumkan sebagai wanita terdekat ku sekarang?"ucap Tian yang kini duduk di sofa ruang tamu.
Leona masih mencerna semua ucapan Tian,
'Serendah itukah Nona Marissa untuk mendapatkan cinta? rendahan sekali....'gumam Leona seraya juga ikut duduk di sofa.
"Lalu aku harus bagaimana, aku sudah menyanggupi nya"ucap Leona seraya memanyunkan bibirnya fan bersandar ke sandaran sofa.
Tian bangun dan duduk di dekat Leona,mengambil tangan Leona menautkan jari-jari mereka seraya berkata.
"Kau menginginkan itu? maka lakukan lah, aku yang akan mengurus Marissa nanti, tapi ingat jangan lakukan jika kau tak mampu"ucap Tian.
Bukan perkataan Tian yang membuat Leona terperanjat, tapi melihat tangan mereka saling bertautan, bukan kah ini terlalu manis.
Leona terus menatap tangan yang masih di genggam Tian bergantian dengan menatap wajah Tian bergantian.
Ada perasaan hangat dalam hatinya.
"Tian ... kau benar-benar mencintaiku?"ucap Leona.
"Tentu, kau masih meragukan ku? harus dengan cara apa agar kau percaya padaku?"ucap Tian yang kini mencium punggung tangan Leona.
Tian tersenyum kearah Leona.
__ADS_1
'Mengapa manis sekali sih, Leona ... dia lelaki hebat, jauh lebih hebat dari Arsa, mungkin Tian tulus mencintaimu, tapi bagaimana dengan keluarga nya, keluarga besarnya? jika keluarga Arsa saja membenci latarbelakang mu, bagaimana dengan keluarga Tian?'
Itulah yang ada dalam fikiran Leona sehingga membuat gadis itu melamun,
"Apa yang kau fikirkan, jangan fikirkan hal-hal yang tidak pasti, keluarga ku orangnya baik-baik, mereka tidak akan memandang wanita pilihan ku dari segi harta, kami sudah memiliki segalanya, jadi orang tuaku tidak melihat harta dari wanita ku"ucap Tian yang seakan mengerti dengan apa yang Leona fikirkan.
"Apa kau memiliki indra ke enam? kenapa kau selalu bisa menebak apa yang aku fikirkan?"ucap Leona cemberut.
"Katena kamu adalah milikku, aku bisa membaca semua yang kau fikirkan"goda Tian.
"Iss...aku pulang sekarang ya... "ucap Leona seraya berdiri dari duduknya.
Namun lagi-lagi Tian menarik tangannya, sehingga Leona terjerembab dan duduk di pangkuan Tian.
"Katanya mau pulang? kok malah duduk di sini? ku tahu kau juga menginginkan aku kan?"goda Tian lagi yang mana tangannya masih melingkar di pinggang Leona.
"Eh, ini kan kau yang menarik ku, dasar Tuan Tian yang gila"pekik Leona seraya melangkahkan kakinya.
"Besok pesta itu akan berlangsung, kau akan datang dengan Alan sebagai perwakilan dari perusahaan, tapi ingat jangan dekat-dekat dengan nya, aku bisa mematahkan tangan Alan jika kalian bersentuhan"ucap Tian yang mana membuat langkah Leona terhenti, Sejenak Leona menoleh kearah Tian.
"Aku belum jadi kekasih Tuan Tian, apakah Tuan Tian akan seposesif ini terhadap ku?"ucap Leona seraya melanjutkan langkah kakinya.
Ia seakan tidak terima jika ada yang melihat Leona, ia merasa marah saat Alan selalu mendekati Leona.
Padahal ... Tian tahu itu hanyalah mainan Alan untuk membuat nya emosi.
"Maaf Nona, tanpa perintah tuan, saya tidak akan menjalan kan mobil"ucap Asisten Li dengan senyum di bibirnya, membuat Leona jengkel.
"Iss ... kalian kenapa selalu kompak begini?"ucap Leona seraya menyendekapkan tangannya di dadanya, terlihat tawa Tian di pintu.
"Li ... jalan kan mobilnya,antarkan Nyonya Tian sampai ke kediaman nya"ucap Tian dengan masih menahan senyumnya.
'Benar-benar sangat tampan, benat kata Veni... ternyata Tuan Tian sangatlah tampan, aku baru menyadarinya'
Ucap Leona dalam hati,
'iss.. Leona apa yang kau katakan ...?'
Akhirnya Asisten Li pun membawa Leona kembali ke kediamannya.
__ADS_1
"Tuan Li, Alergi Tuan Tian__?"
"Tuan memilikinya Alergi itu sejak ia kecil, semua dokter sudah memeriksa nya, namun tidak ada cara untuk menyembuhkan total Alergi itu, tidak ada wanita yang bisa Tuan sentuh, kecuali Maminya, sejak kecil Tuan Tian sudah terbungkus agar Alergi itu tidak kambuh , kami begitu terkejut dengan adanya Nona yang bisa di sentuh oleh tuan tanpa Alergi, kalau di izinkan bisakah kami mengecek darah Nona?"ucap Asisten Li.
Sejenak Asisten Li menjeda perkataannya.
"Karena ... Dokter berkata, kemungkinan Tuan bisa sembuh total jika anda mau mentrafusi darah dengan Tuan"ucap Asisten Li.
Asisten Li terdiam lagi.
.
.
"Haruskah seperti itu Tuan?"tanya Leona.
"Iya, tapi Tuan tidak mau melakukan hal itu, karena tuan sangat mencintai Nona, tuan tidak ingin sembuh dari Alergi itu agar Tuan tidak bisa menyentuh wanita lain selain Nona, Nona sekarang adalah dunia Tuan ku, semua yang ia lakukan hanya demi Nona, senyum ... selama ini Tuan tidak pernah tersenyum, tapi ... berkat Nona ... senyum itu sekarang selalu terlihat"ucap Asisten Li dengan maya yang berkaca, tanpa ia sadari Asisten Li mengusap matanya.
Leona bisa melihat itu, melihat cinta Asisten Li terhadap Tian.
"Aku mau melakukan itu, dan aku akan membujuk Tuan Tian untuk mau melakukan hal itu"ucap Leona.
"Apakah Nona tidak memiliki perasaan apapun pada Tuanku? alasannya kenapa Nona?"tanya Asisten Li.
Leona terdiam, ia tidak mungkin langsung mencintai seseorang dalam waktu sekejap, mungkin yang Leona sekarang rasakan adalah rasa nyaman, Leona tidak ingin menjawab, ia hanya ingin semuanya berjalan seperti alir yang mengalir.
*****
[Aku masih dirumah sakit, kau bisa kirim uang padaku kan? mas Arsa sudah kere sekarang]
Pesan Arita pada seseorang.
[Oh ... karena dia sudah kere, kau mau dong jadi simpanan ku?] balas orang itu.
[Asal dari mu gede aja, mana lagi papa ku sudah tidak bisa kerja di sini, sebentar lagi aku akan bebas, papaku akan ke luar negeri setelah ini] balas Arita.
[ Berapa banyak yang kau butuhkan? aku transfer sekarang] balas orang itu.
Yang mana semua itu di ketahui oleh Candra, dan membuat Candra marah besar pada Arita.
__ADS_1