Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 230


__ADS_3

Setelah pertemuan itu, Joe dan Dinda kembali ke hotel guna berkumpul dan bersiap untuk pernikahan Asisten Li dan Veni.


"Selamat ya, semoga menjadi istri yang nurut "ucap Dinda pada Veni


"Terimakasih, kau dari mana saja, kau tahu ... aku hanya sendirian dari tadi " ucap Veni


"Kak Marissa kemana ... ?" tanya Dinda


"Di panggil Tuan " ucap Veni.


Persiapan sudah selesai semua, Veni juga sudah di rias, Ibunya Veni datang bersama dengan kakaknya. Seketika ruangan itu menjadi hening. Apalagi saat tatapan mata Veni dan kakaknya saling beradu.


"Kau sangat cantik sayang" ucap sang Ibu


"Kan anaknya Ibu, tentu cantik" ucap Veni


"Kau sudah siap ... ?" tanya kakak nya Veni


Veni mengangguk kan kepala nya.


"Semoga selalu bahagia, tidak kah kau ingin memeluk kakak ? " ucap kakaknya Veni seraya merentangkan kedua tangannya. Awalnya Veni ragu, namun ia segera memeluk sang kakak dan menangis dalam pelukannya.


"Jangan menangis nanti cantiknya hilang" ucap kakaknya Veni.


"Maafkan aku, karena aku sudah salah faham sama kakak" ucap Veni


"Kau tidak salah, kakak memang ingin kau salah faham sama kakak, tapi percayalah, kakak sangat menyayangi mu, Ven" ucap Kakaknya Veni seraya mengelus kepala Veni.


"Ibu senang, akhirnya kalian bisa baikan seperti dulu lagi, kalian adalah anaknya Ibu, melihat kalian bahagia dan akur seperti ini, adalah kebahagiaan terbesar bagi Ibu " ucap Ibunya Veni


"Maafkan Veni ya bu" ucap Veni


"Tidak ada yang perlu kita maafkan, karena kita sama -sama bersalah, Mari kita bina keluarga kita lagi, meski kau sudah menikah, kami harap kau tidak melupakan kami" ucap Kakaknya Veni seraya melepaskan pelukannya.


"Baiklah sekarang kita turun, sudah banyak tamu yang menunggumu" ucap Kakak nya Veni.


Veni menggandeng lengan kakaknya, mereka menuruni tangga bersama, terlihat Leona dan Marissa serta Dinda yang menunggu di bawah tangga guna menyambut sang mempelai. Asisten Li yang melihat Veni tersenyum kearahnya.


"Baiklah,Li ... pengantin mu sudah datang, pegang erat dia , sekarang dia adalah wanita tercantik disini" goda Leona pada Asisten Li dan juga Veni


Leona pun turun kembali setelah mengantarkan Veni keatas.

__ADS_1


"*Tidak menyangka ya ... kalau Asisten Li akan menikah, seperti yang mita ketahui ... ? dia tidak pernah tersenyum dan dekat dengan wanita manapun, dan sekarang malah menikah, istrinya cantik pula '


'Kau benar, rumor yang aku dengar, Tuan Li hanya menyukai Tuan Tian, beruntung sekali jadi wanita nya itu, dia kan tidak kalah keren dari Tuan Tian* '


Di saat semuanya masih berbisik dengan apa yang telah terjadi, Dinda yang melihat kakaknya Veni merasa sangat Familiar


"Kalau tidak salah itu bukannya Yotubers yang terkenal itu, " ucap Dinda


Namun Dinda terlihat ragu untuk menyapanya.


*****


"Apa yang sedang kalian bicarakan tadi ?" tanya Arsa


Sejenak Kamila terdiam, lalu ia menatap Arsa


"Ayahnya Laksya adalah temannya Joe, Mas. ternyata dia sudah meninggal " hiks hiks hiks tangis Kamila.


Arsa begitu terkejut dengan apa yang di katakan Kamila. Ayahnya Laksya adalah salah satu anggotanya Joe saat itu.


"Dia meninggal sekarang Mas, sudah tidak ada harapan bagi Laksya Bertemu dengan ayahnya" ucap Kamila


"Aku tahu, aku sebagai ayah sambungnya, akan berusaha memberikan yang terbaik untuk Laksya, karena aku juga menyayangi laksya. " ucap Arsa


"Kau tidak salah, itu adalah hak nya Laksya, Kamila ... kau simpan itu baik-baik " ucap Arsa


Arsa merangkul tubuh Kamila dan membelai kepala nya.


"kita sama - sama memiliki masa lalu, dan cinta yang dalam, tapi sekarang, kita sudah memutuskan untuk hidup bersama, bisakah kita sama - sama melupakan masa lalu itu, jadikan masa indah itu sebagai kenangan kita, dan pelajaran bagi kehidupan kita kedepannya " ucap Arsa.


"Aku tahu itu, Mas. Terimakasih karena kau sudah mau menerima ku dan Laksya sebagai keluarga mu, aku tidak ingin mengingat hal itu lagi, bagiku sekarang adalah Laksya dan kamu" ucap Kamila.


Arsa tersenyum, tidak perduli dengan apa yang telah terjadi di masa lalu, namun ... seindah-indahnya masa lalu itu hanyalah sebuah kenangan yang bisa kita jadikan pelajaran untuk hidup kita kedepannya.


Di tengah meriahnya pesta pernikahan Asisten Li, Candra datang dan memeluk Dinda.


"Apakah kau terluka saat itu ... ?" tanya Candra


"tidak, Pa. Kak Joe datang tepat waktu saat itu " ucap Dinda


"Lain kali harus lebih hati-hati " ucap Candra.

__ADS_1


*****


"Malam ini kau akan belah duren Li" goda Alan


"Oh Iya, Kado untuk Veni dari Angelina susah aku letakkan di ranjang tempat tidur kalian" ucap Galla yang menahan senyumnya.


"Emangnya apa isinya ? melihat raut wajahmu ... seperti nya bukanlah hal yang baik, katakan ... apa isinya" ucap Alan


"Ckkkk ... kepo banget sih kau Alan." ucap Joe


Malam semakin larut, semua tamu menikmati hidangan yang sudah terjadi, banyak raut wajah yang bahagia atas pernikahan itu.


"Selamat ya, semoga langgeng sampai tua" ucap Tian


"Terimakasih Tuan" ucap Asisten Li seraya memeluk Tian.


"Sama-sama, nikmatilah momen bahagia kalian" ucap Tian pada semua orang.


Dalam acara itu, juga ada acara pesta dansa bersama, setiap pasangan menjalin hubungan dengan baik. Tian dan Leona juga ikut serta dansa bersama, Alan dan Marissa joe dan Dinda.


"Kau tidak mengajak Arsa untuk datang?" tanya Joe


"untuk apa ... ? kau tahu kan, ini apakah acaranya Veni, Veni sangat tidak menyukai Arsa. Mana mungkin aku akan membawa Arsa dalam acaranya" ucap Dinda.


"kau benar juga" ucap Joe Seraya berdansa berdua.


"Lain hari, aku yang akan berdiri di sana, dan semoga kaulah gadis yang berdiri di samping ku nantinya" ucap Joe pada Dinda.


Mereka berdansa dengan saling menyatukan Keningnya, musik romantis semakin membuat mereka mabuk akan kasmarannya .


Malam telah berlalu, sudah banyak tamu yang pulang, begitu juga dengan Asisten Li dan Veni, mereka terlihat begitu kelelahan.


"Terimakasih atas kehadiran kalian semua?" ucap Asisten Li pada semua rekan-rekan nya.


"Tidak masalah, sudah sana naik, ingat minum obatnya agar kuat di atas ranjang" goda Alan pada Assisten Li


"Alan, aku tidak butuh benda macam itu untuk meluluhkan istriku, makanya cepat lah menikah" ucap Asisten Li yang mana bersamaan Veni yang langsung menarik tangan Asisten Li.


"Cie ... yang wanita udah gak sabar kali ya ... " Goda lagi Alan


"Tuan Alan jangan iri ya, atau jangan mengintip sama seperti saat Tuan Tian dan Nona malam pertama" ucap Veni yang mana membuat Alan terdiam, apalagi ia takut akan kedengaran Tian.

__ADS_1


"Aku ... aku kan hanya ... hanya ... " ucap gugup Alan.


__ADS_2