![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
Fandi baru saja tiba di kediaman orang tuanya, ia tidak tahu tentang keberangkatan Arsa ke Bali.
Setelah ia marah-marah pada orang yang salah, Fandi meninggalkan rumah itu guna mendatangi rumah Arsa.
Sesampainya ia di rumah Arsa betapa terkejutnya ia saat melihat gadis yang membuka pintu rumah Arsa.
"Arita ..., kau..?"ucap Fandi tidak percaya, kalau hubungan mereka sudah sejauh ini.
"Paman Fandi, kau kemari malam-malam?"ucap Arita gugup.
"Ckkk, baiklah... dimana Arsa?"tanya Fandi tanpa basa basi seraya duduk di sofa ruang tamu.
"Arsa tidak ada paman, dia ada urusan kerja di Bali, mungkin besok sudah kembali"ucap Arita yang mendapat pesan dari Arsa kalau besok Arsa sudah pulang.
"Kau... apakah kau sudah lama tinggal disini?"tanya Fandi.
"Ti..tidak paman, aku...aku baru saja pindah di sini"ucap Arita gugup.
"Arita, aku mengenalmu mulai saat kau masih kecil,kau sudah ku anggap seperti anak sendiri, tapi...bagaimana bisa kau melakukan semua ini dengan adikku?"ucap Fandi.
"Kami saling mencintai paman, apakah salah?"ucap Arita dengan berani.
"Cinta? apakah kau mengerti apa cinta itu, sini..duduklah"ucap Fandi pada Arita.
"Arita, dengan cintamu kau sudah melukai hati wanita lain, jadi...siapkan hatimu jika suatu saat kau akan mengalami hal serupa, paman tidak menuduh Arsa akan melakukan perselingkuhan kembali, namun... kebahagiaan hasil merampas kebahagiaan wanita lain itu tidak akan sempurna sayang, hatimu tidak akan tenang..., kau akan selalu merasa takut, kau akan selalu ragu dengan kesetiaan Arsa, kau akan selalu curiga dan selalu curiga, sehingga akhirnya kenyaman itu akan hilang, Arita...paman tahu kau mencintai Arsa tapi... pakan berharap kau bisa lebih dewasa setelah ini, karena kehidupan pada dasar nya tidak akan ada yang berjalan mulus."ucap Fandi pada Arita.
Dan arita membenarkan semua yang Fandi katakan, belum saja menjadi istrinya Arsa, Arita sudah merasakan kecemasan melihat Arsa dengan Dinda.
"Paman, Arita benar-benar mencintai Mas Arsa, Arita akan berusaha menjadi lebih dewasa dan bisa sepadan dengan mas Arsa, paman... aku harap paman tidak membenci ku, karena Arita tahu, paman begitu menyukai mantan istri mas Arsa"ucap Arita.
"Jangan lakukan kesalahan yang sama suatu saat nanti, buatlah ini pelajaran"ucap Fandi yang mana langsung meninggalkan rumah Arsa.
*****
Pagi telah tiba, sinar mentari kini masuk ke dalam kamar Leona melewati celah jendela.
karena merasa silau Leona mengerjapkan matanya, betapa terkejutnya Leona saat melihat sang mentari sudah mulai tinggi.
'Oh my God Leona,kau bisa telat nanti'
Leona segera berlari dari kamarnya menuju ke kamar mandi,
Ia mandi dengan begitu terburu-buru, memakai baju dengan cepat, tanpa make up hanya menyisir rambut dan memberi lipglos di bibirnya.
__ADS_1
Dengan segera Leona berlari, ia sudah melihat Veni yang duduk seraya memakan roti di tangannya.
"Kenapa tidak mau membangunkan ku" Ucap Leona Seraya meraih roti dan mengoleskan selai.
"asisten Li sudah menelponku, jika kau masih tidur , ya sudah biarkan,ya sudah aku biarkan saja kau tidur: ucap Veni dengan senyum di bibirnya.
"isss...kau ini teman asisten Li apa temanku sih" gerutu Leona.
"yang beruang dialah temanku hahaha"ucap Veni dengan tawanya.
"Cih.... dasar mata duitan" ucap Leona Seraya menggigit rotinya.
melihat tampang kesal Leona, Veni tertawa lagi Seraya memegang perutnya.
"sudahlah jangan marah begitu, toh sekarang kamu sudah bangun" ucap Veni tanpa dosa.
namun Leona tidak menjawab ucapan Veni hanya matanya yang berputar malas menanggapi Veni.
"kau masih marah padaku?" ucap ini dengan suara memelas.
Leona masih berpura-pura diam Seraya menikmati rotinya.
"jangan begitu ah, aku kan juga terpaksa na.. "ucap Veni dengan alasan.
"Ayolah maafkan aku ya,aku janji nanti malam aku yang akan masak untukmu" ucap Veni dengan semangat.
pasalnya Veni tidak tahu sama sekali cara memasak, jangankan membuat makanan, memegang alat dapur pun Veni tidak pernah.
"tentu! aku akan memasak makanan untukmu oke" ucapkan ini dengan percaya dirinya.
akhirnya Leona dan Veni pun berangkat ke kantor bersama, beberapa candaan membuat mereka tertawa.
*****
Jam sudah menunjukkan pukul 9 hampir jam 10 siang, Arsa kini sudah tiba di rumah nya.
Ia melihat Bibik yang menyetrika baju.
"Eh tuan sudah pulang, nona Arita masih belum pulang dari sekolah tuan"ucap sang bibik.
"Aku tahu bik, lanjutkan pekerjaan bibik"ucap Arsa seraya menaiki tangga rumah nya, menuju ke kamar nya.
Rasanya sangat lelah bagi Arsa.
__ADS_1
kamar itu kini terasa seakan mati, tidak ada foto satupun yang terpasang saat ini.
Arita sudah melepas semua foto yang menurut nya akan membuat Arsa merindukan Leona.
Tanpa Arsa sadari, ia terlelap tidur.
Jam sudah menunjukkan pukul 2 siang, Arsa masih terlelap dalam tidurnya.
Seperti mimpi, Arsa merasakan kenikmatan di area bawahnya.
Ia mengeluarkan suara merdu untuk mengapresiasikan rasa itu.
Saat Arsa menyemburkan lahar nya, betapa terkejutnya ia saat mengetahui kalau itu bukanlah mimpi, tapi..ulah dari gadis kecil yang masih bermain dengan barangnya, dengan seragam masih menempel di tubuh gadis itu.
Melihat itu, Arsa yang pria normal...melihat sensasi baru.
Selama ini Arsa bermain dengan Arita dengan baju biasa, kini Arsa ingin bermain dengan Arita menggunakan seragamnya.
"Mas sudah bangun? bagaimana? apakah kau tidak merindukan ku?"ucap Arita yang kini menaiki ranjang Arsa.
Bekum sempat Arsa menjawab, gadis itu sudah menyerang bibir Arsa.
membuat perkataan Arsa tertelan bersama salivanya.
Seraya bercium*n tangan Arita tidak diam, ia melepas setiap kancing kemeja Arsa dengan tergesa-gesa, sedangakam tangan Arsa sudah menyusup kedalam mencari benda kenyal yang selama ini ia rindukan.
Kini cium*m itu lepas, Arsa memeluk Arita dari belakang, dan bermain dengan kedua benda kenyal milik Arita.
"Aku sangat merindukan ini sayang"ucap Arsa seraya tangannya kini bergelayang kebawah.
Menuju Area permainan yang sebenarnya.
tangan Arsa bermain di tempat itu, membuat Arita terbang ke alam mimpinya.
Mendapatkan permainan yang tidak ada hentinya, Arita berteriak dengan suara parau nya, melepas semua beban yangs selama ini tahan karena pengobatan nya.
Merasa pu*as melihat Arita lemas, kini Arsa ingin memulai permainan yang sebenarnya.
Has*t yang selama ini ia tahan, ingin segera ia lepaskan.
menahan cairan itu keluar sungguh membuat Arsa tersiksa.
Permainan itu yang selama ini mereka rindukan kini telah mereka tumpahkan.
__ADS_1
Arita bahagia saat melihat notifikasi aplikasi hijaunya yang mengatakan kalau Arsa sudah tuba dirumah.
Dengan segera gadis itu pulang dan memberi servis spesial untuk Arsa.