Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 104


__ADS_3

Leona kini keluar dengan baju kimono nya, ia tatap punggung suaminya yang masih mematung menatap luar jendela, Leona berjalan mendekati Tian, memeluknya dari belakang seraya berkata.


"Apa yang menjadi pusat perhatian mu ... ?"tanya Leona seraya menenggelamkan kepalanya di punggung Tian.


Tian memegang kedua tangan Leona yang bertender di dada bidangnya.


"Tidak akan ada hal yang menjadi pusat perhatian ku selain kamu"jawab Tian dengan membalik kan tubuhnya menghadap istrinya yang sudah terlihat lebih segar.


"Kau menggoda ku sayang ... " Tian berjalan pelan seperti mendorong tubuh Leona dengan tubuh nya.


"Apakah tidak boleh menggoda suami sendiri ... ?" balas Leona dengan tatapan mereka yang saling berpadu.


"Jika menggoda seorang Tian harus terima konsukuensi nya" ucap Tian yang kini telah menyandarkan tubuh Leona di dinding.


Kini Tian memulai aksinya, mencium seluruh wajah Leona, sedangkan Leona mengalungkan tangannya ke leher Tian, membalas setiap permainan yang Tian berikan.


Ini bukan pertama untuk Leona, tentu Leona sudah pengalaman, Saat Tian sibuk menghujani Leona dengan ciuman dan remasan di buah Leona, tangan Leona tidak ingin diam, ia melucuti setiap kancing kemeja Tian, memberikan sentuhan juga pada tubuh Tian.


Merasakan sensasi dari Leona,Tuan semakin berg*irah, Ciuman nya kini telah turun, tangan Tian menarik ikat Kimono Leona, sehingga kini kimono Leona telah terjatuh.


Mungkin jika Leona yang awal, ia akan merasa malu, tapi ... Leona kini telah membiarkan Tian menikmati tubuhnya, ia ingin menjadi jal*ng untuk suaminya, agar tidak ada jal*ng lagi yang masuk dalam rumah tangga nya.


Kejadian di masa lalu, Leona tidak ingin mengulang nya.


Kini kemeja Tian juga sudah tidak menempel di tubuhnya.


Tian semakin rakus melahap seluruh bagian inci Leona.


Suara merdu terngiang di telinga Tian, bahkan hembusan nafas mereka terdengar saling memburu.


"Aku mencintaimu "ucap Tian seraya menggendong tubuh Leona keatas ranjang.v


Kini hanya benda segitiga dan benda lingkaran dua yang menutupi tubuh Leona.


Tian dengan celana yang masih tersisa.

__ADS_1


"Aku juga mencintaimu " balas Leona seraya mengambil wajah Tian lalu menciumnya, Kini Leona yabg berinsiatif melakukan cumbuan itu, Tian sibuk membuka benda yang masih menempel di tubuh istrinya.


Ah ... haruskan di tulis kan secara detail ... ? malu sendiri author nya, mereka saling menikmati malam panjang dan panas, sehingga Tian merasakan kenikmatan berulang-ulang, begitu juga dengan Leona.


Meski ia janda, tapi masih terasa seperti perawan.


Tian sangat puas dengan permainan malam ini.


"Kau sangat ke lelahan, lihatlah peluh mu membasahi tubuhmu"Tian mengusap peluh Leona di wajah nya dengan tangan nya.


"Kau juga, Terimakasih suamiku" ucap Leona melingkar kan tangan nya di perut suaminya.


"Aku yang seharusnya berterima kasih, karena kau sudah merelakan tubuhmu untukku, terima kasih atas bahagia ini" Tian membalas pelukan Leona.


"Sudah jam 2, istirahat lah ... besok kita teruskan lagi"goda Tian.


"Memang nya kau tidak lelah ... ?"tanya Leona mendongakkan kepalanya.


"Tidak sama sekali, hanya saja aku tidak mau membuat kau kelelahan seperti ini" Tian mengelus pipi dan kepala Leona.


"Ah tidak ... tidak ... baiklah aku akan istirahat, selamat istirahat" ucap Leona menenggelamkan wajahnya di pelukan Tian.


Tian mengecup pucuk kepala Leona sebagai pengantar tidur untuk nya, Lama Tian menepuk punggung Leona dengan lembut, Sehingga Tian merasa Leona sudah berada dalam mimpi, barulah Tian meletakkan kepala Leona di bantal.


Memastikan posisi tidur sang istri nyaman lalu menyelimutinya dengan penuh kasih sayang.


"Aku mencintaimu " Tian mengecup kening Leona lalu memakai kimono nya, ia membuka pintu kamarnya, yang mana sudah terlihat Li yang tegap berdiri bagai patung.


"Bagaimana ... ?"tanya Tian.


Tian melangkah kan kakinya menuju keruang kerja, tepat nya ruang kerja itu akan menjadi ruang kerja ibunya Leona nanti.


"Candra sangat tidak percaya bahwa Arita bukanlah anaknya Tuan, dia sempat bertanya, jika Arita bukanlah anaknya? lalu ... dimana anak kandung nya ... ?"jawab Asisten Li.


"Memang akan sulit di percaya, Candra sangat baik dengan Leona, kau bantu cari tahu dimana keberadaan anak Candra dengan mencari tahu, ada berapa banyak wanita yang melahirkan bersamaan dengan istrinya candra" Ucap Tian.

__ADS_1


"Akan saya lakukan Tuan, lalu ... bagaimana dengan Arita, gadis itu selalu mengerang kesakitan di rumah candra" Asisten Li menceritakan semuanya pada Tian.


"Harusnya kalina patah kan juga kakinya" ucap kesal Tian.


"Maafkan saya Tuan ... "ucap Asisten Li


"Lalu bagaimana dengan pria yang datang bersama nya ... ?"tanya Tian.


"Dia langsung keluar kota saat itu juga Tuan, apakah saya harus bertindak juga padanya?"tanya Asisten Li.


"Tidak perlu ... istirahat lah, kau sudah bekerja keras Li ... tanpa mu aku tidak tahu harus bagaimana" ucap Tian tulus seraya menepuk bahu sebelah Li.


"Anda terlalu menilai saya Tuan, tanpa anda ... aku bukan lah siapa-siapa" ucap Asisten Li semakin menunduk kan kepalanya.


Tian pun meninggalkan ruang kerja itu dan di ikuti oleh Asisten Li.


*****


"Arita ... kenapa kau seberani ini mendekati lelaki itu ... ? papa fikir kau sudah benar-benar berubah nak ... kau bahkan harus mengalami ini karena ulahmu, apa yang kau harapkan ... apakah kau ingin mengambil Tian seperti kau mengambil Arsa ... begitu ... ? Arita ... sekarang bagaimana kau akan menjalani hidup" Candra masih belum percaya kalau Arita akan melakukan hal ini pada seorang Tian.


"Papa ... bukankah semua pria itu sama ... hanya akan menjadikan wanita sebagai pemuas saja, Tian dia juga tidak jauh berbeda Pa ... "


Candra sudah mengangkat tangannya, ingin sekali Candra menampar pipi wanita kecik di hadapan nya.


Mengapa ia menjadi serendah ini.


"Papa ingin memukul ku ... pukul saja pa ... toh .. Arita bukanlah anak kandung papa kan ... papa senang kan karena Arita bukan putri papa, mau mukul ... pukul saja pa... pukul ... " Arita berkata dengan nada berkobar.


"Arita ... sudah cukup ... !!! " sentak neneknya Arita.


"Apakah kau akan terus begini ... ya ... tentu Candra akan senang kalau kau bukan putrinya, kau memang bertolak jauh dengan sikap candra ataupun mama mu, tapi setidaknya ... hormati Candra yang telah membesarkan mu, apakah dengan kejadian ini, kau masih belum sadar Arita ... mau jadi wanita apa kau ... " bentak neneknya Arita.


"Ibu ... urus dia ... Candra sudah lelah bu ... " Candra langsung meninggalkan kamar Arita dengan penuh emosi.


'Apakah ini jawaban atas perasaan ku selama ini, aku sangat enggan berdekatan dengan Arita, meskipun dengan alasan dialah akibat istriku tiada, sekarang ... ikatan darah itu memang tidak ada, lalu ... dimana anakku ... ? apakah dia masih hidup? bagaimana kehidupan nya ... ? '

__ADS_1


Candra masuk kedalam kamarnya lalu menatap foto pernikahan nya, seolah ingin bertanya pada foto sang istri tentang keberadaan anak nya saat ini.


__ADS_2