Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 255


__ADS_3

Kebahagiaan akan sellau kita rasa jika kita senantiasa bersyukur dengan apa yang kita dapat kan, hati kita akan terus merasa lapang jika kita senantiasa bersih kan diri kesalahan.


Pagi bersinar dengan begitu cerah, Tian kini sudah bersiap dengan Asisten Li untuk perjalanan bisnisnya, sekitar 3 harian, Awalnya Tian tidak mengijinkan Li ikut, karena Tian khawatir dengan keadaan Veni. tapi semalam Veni dan Asisten Li datang me kediaman Leona dengan hal konyol yang di minta oleh Veni. Asisten Li menundukkan kepalanya kala Tian menanyakan ada apa malam-malam kerumah nya dan berani mengetuk pintu kamar nya.


Leona yang seolah mengerti kalau ini adalah kemauan istrinya membantu Li menjawabnya n


"Apakah ini kemauan Veni ... ?" tanya Leona pada Asisten Li


Asisten Li mengangguk kan kepala nya dengan rasa malu dan takut.


Namun tidak dengan Leona


"Hei, bayi nakal ... ada apa malam-malam begini ingin bertemu dengan Paman Tian hah ...?" tanya Leona seraya mengelus perut Veni yang masih rata


"Aku ingin Tuan membuatkan saya nasi goreng, Na ... " ucap Veni yang semakin membuat Asisten Li menundukkan kepalanya, tapi tidak dengan Leona, ia tertawa menahan geli.


Terlihat mata Tian yang melotot tak percaya. Kenapa ia juga kena imbas anak yang dia bilang hebat.


"Aku bukan bapaknya kenapa malah minta sama aku, suruh tuh bapaknya yang buat " ucap Tian


"Sudah saya buatkan Tuan, tapi di muntahkan lagi" akhirnya Asisten Li menjawab.


"Tuan, jangan hukum saya, kalau tuan menghukum saya lalu menyentuh kulit saya, alergi tuan akan kumat dan itu sangat merepotkan Tuan, jadi ... saya harap Tuan mengabulkan permintaan anak saya, besok ... suami saya boleh ikut anda berbisnis jauh, saya akan lega di tinggal olehnya" ucap Veni nyerocos


"Tapi aku gak bisa masak" ucap Tian


"Apapun masakan Tuan pasti akan terasa enak jika si cabang bayi yang minta" ucap Veni


"Awas saja kalau tidak kau makan,akan ku gantung suami mu di tiang bendera " ucap Tian kesal, namun tetap saja berlalu menuju ke dapur.


"Asisten Li dengan cepat mengikuti langkah Tian, tentu Veni juga ikut, dia tidak mau ... jadi Suami nya yang masak.


"Anakmu hebat, Ven ... bisa buat kedua lelaki itu sibuk di dapur hahhaha" tawa Leona


"Ngidammu hebat semua, kalau aku dulu malah mau nya kentel sama Tian terus" ucap Leona


"Kalau gak dekat Tian rasanya ingin nangis terus, aneh kan, gak enak banget lagi " ucap Leona


"Enak banget lah, aku malah muntah terus, inginnya jauh sama si kaku, baunya itu loh yang malah membuat kuingin muntah,padahal dia baru selesai mandi" ucap Veni


"Ah tidak apa-apa, sangat jarang kan buat dua pria itu seperti itu hehehhe" ucap Leona


*****


"Kenapa dengan anakmu, kenapa malah menyusahkan orang lain saja" ucap Tian yang kini sudah mengaduk nasi di atas wajannya

__ADS_1


"Maafkan saya Tuan" ucap Assisten Li


"Awas saja kalau lahirnya dia tidak nurut dengan ku, akan ku cincang anakmu seperti bawang tadi" ucap Tian kesal, namun Asisten Li tersenyum.


Beberapa menit kemudian, Nasi goreng ala Tian sudah siap di sajikan.


Veni dengan bahagia mendekati dapur itu, mendengar baunya saja, Veni sangat suka.


"Habiskan nasi itu, kalau tidak .... suamimu yang akan aku hukum " ucap Tian pada Veni


"Siap, masih ada lagi gak Tuan, kayaknya akan kurang" ucap Veni seraya menyantap nasi goreng Ala Tian


"Jangan cepat -cepat, nasinya masih panas" ucap Asisten Li yang membantu Veni meniup kan nasinya.


Terlihat sekali Veni sangat rakus makannya, membuat ketiga orang yang ada di dekatnya menelan salivanya


"Apakan sangat enak ... ?" tanya Leona


"Enak sekali, kau mau coba ... tapi dikit aja ya ... " ucap Veni seraya mengambil kan Leona nasi goreng separuh sendok nya.


Dan memberikan pada Leona, benar saj Leona menyicipi nasi goreng itu tapi


Uwek ...


"Sayang ... kau kenapa ... ? apakah kau hamil juga" ucap Tian


"Hamil ... hamil ... nasi goreng nya rasanya aneh begitu ... asin pula, kenapa Veni malah sangat lahap makannya ... ?" tanya Leona


"Ah mosok, pasti buatan ku sangat enak, makanya Veni lahap, rasamu saja yang aneh" ucap Tian yang tidak ingin buatannya di bilang gak enak


"Kalau gak percaya, nih kan ada sisa sedikit di wajan,kau cobain saja sedikit " ucap Leona


Tian mengikuti apa yang di katakan Leona, ia menyicipi nasi goreng nya dan benar saja, ia juga mengeluarkan nasi goreng yang ada di mulutnya.


"Aneh kan rasanya " ucap Leona yang di benarkan oleh Tian.


"Herannya Veni malah mengabiskan nya dan tidak mual, hebat kan ... ?" ucap Tian heran


"Tuan, terimakasih atas masakan nya malam ini, rasanya enak banget, aku kenyang sekarng, besok Suamiku boleh ikut Tuan" ucap Veni dengan girang


"Kau yakin kalau nasi goreng itu enak ... ?" tanya Tian


"Masakan Tuan adalah masakan ter enak yang pernah aku makan selama kehamilan ini, " ucap Veni dengan senyuman nya.


Veni yang kesenangan Tian yang merasa anyep karena kenyataannya masakannya tak seenak yang Veni ucapkan .

__ADS_1


"Baiklah Tuan, maafkan kami yang telah mengganggu Tuan malam-malam begini" ucap Asisten Li


"Tidak masalah, itu kemauan Ibu hamil, Kalau mau Tian bisa melakukan nya lagi nanti" ucap Leona tersenyum kearah Tian yang mana Tian sudah memasang wajah yang berbeda


"Benar kah ... ? terimakasih Tuan ... terimakasih lain kali aku akan datang lagi, jarang banget aku bisa makan seenak ini dan bisa di terima di perut ku" ucap Veni.


"Ya .. ya baiklah ... kalian hati-hati lah pulang " ucap Tian akhirnya.


Kini Veni dan Asisten Li keluar dari kediaman Leona dan Tian, Veni menyandarkan kepalanya di lengan Asisten Li


"Kau begitu menikmati makanan tadi?" tanya Asisten Li


"Iya, enak dan gak bikin aku muntah" ucap Veni


"Benarkah ... ? bukankah Nona tadi bilang rasanya sangat aneh ... ?" tanya Assisten Li


"Gak kok , enak ... " ucap Veni dengan sangat yakin


"Kasihan kau, kau harus memilih makanan yang sekiranya membuat kau tidak muntah, maafkan aku ya ... karena belum bisa memberikan yang terbaik, anak Papa jangan susahkan Mama ya sayang, kasihan mama kalau harus muntah terus" ucap Asisten Li seraya mengelus perut sang istri.


"Aku yang minta maaf, karena beberapa hari ini sangat menyusahkan mu, maaf ya ... " ucap Veni.


Kini Tian dan Asisten Li sudah terbang menuju ke kota dimana mereka akan meninjau bisnis mereka


Sebenarnya Assisten Li ragu meninggalkan sang istri dalam keadaan seperti itu, hanya saja Dani kebetulan main ke kotanya karena ada konten yang akan ia buat di Kota itu.


"Jaga dia, tapi ingat jaga batasanmu" ucap Asisten Li


"Aku akan menjaganya, kau bisa pergi dengan tenang "


Begitu lah kejadian sebelum Asisten Li meninggalkan Veni dalam keadaan ngidam yang tak pernah berhenti.


"Li ... seperti nya anakmu ini hebat, lebih hebat dariku, anakku gak pernah melakukan penyiksaan seperti yang kau alami" ucap Tian


"Bukan penyiksaan Tuan tapi ... ia ingin aku lebih memerhatikan ibunya" jawab Asisten Li dengan sok bijak


"Ya ... kau benar sekali, sampai-sampai membangunkan orang tidur hanya untuk memenuhi permintaan bayimu itu" ucap Tian menahan tawanya.


*****


"Kinan, kenapa kau selalu acuh padaku... ? ini sudah 1 tahun pernikahan kita, fan anak kita sudah mulai besar" ucap Haris


"Aku harus Bagaimana, Mas. Bukankah Mas yang dulu bilang, tidak boleh ikut campur dalam urusan pribadi masing-masing.


"Mbak Lidya datang dengan nama kekasih Mas, apalah artiku, saat Mas tidak menolak nya, kita sudah setahun menikah, tapi kamar kita masih berbeda, aku tidak bisa mengharapkan apapun dari Mas, aku bisa bekerja di tempat Mas saja aku sudah beruntung dan berterima kasih, Mas adalah lelaki yang baik, aku hanya berharap mas Bahagia bersama siapapun itu, karena itulah aku tidak pernah mengekang Mas bersama siapapun " ucap Kinan dengan air mata yang sudah bercucuran

__ADS_1


__ADS_2