![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
Arsa berdiri di dekat jendela, menikmati taburan bintang di malam hari.
Tanpa terasa air matanya menetes tanpa ia sadari.
'Mengapa sulit begini melupakan mu, mengapa rasa itu makin terasa sakit, aku harap kau menemukan lelaki yang jauh lebih baik padaku, lelaki yang bisa memberikan kebahagiaan yang tak pernah aku berikan.
Semoga kau bahagia Na, maafkan aku ..'
Arsa menikmati minuman di tangannya.
Ia harus menyadari kalau Leona sudah jauh dalam jangkauan nya, seperti yang Dinda katakan setia itu mahal, dan untuk kesetiaan itu Leona sudah mengorbankan segala nya, Tapi...dengan tak tahu dirinya, Arsa mengkhianati kesetiaan itu.
Suara ketukan pintu terdengar nyaring di telinga Arsa, tanpa jawaban Arsa pintu itu tetap terbuka, dan Arsa yakin kalau itu adalah Dinda.
"Pak... malam ini adalah malam terakhir kita di sini, besok kita akan kembali, bapak tidak mau jalan-jalan menikmati suasana Bali?"tanya Dinda yang kini berdiri di dekatnya.
*****
"Kau sudah selesai menangis?"tanya Tian yang sedari tadi menjadi sandaran Leona menangis.
Menyadari itu, Leona segera tersadar dan bangkit dari duduknya.
"Eh, aku tidak tahu kalau itu Tuan"ucap gugup Leona.
"Bagaimana? apakah terasa lebih lega?"tanya Tian.
"Terimakasih Tuan, semua ini berkat Tuan"ucap Leona.
"Satu lagi, ibumu sudah sadar dari koma nya, hanya saja... ia belum sadar sepenuhnya"ucap Tian, yang mana membuat Leona menghapus air matanya dengan bibir yang tersenyum.
Leona mendekati tubuh Tian dan berkata:
"Benarkah Tuan? anda tidak bercanda kan?"ucap Leona dengan manik mata yang berkaca, kini Tian melihat air mata bahagia yang akan jatuh.
Tian menyentuh pucuk kepala Leona seraya berkata
"Aku tidak pernah bercanda dengan kebahagiaan mu dua hari lagi kita akan lihat ibumu"ucap Tian,
Bagaikan kucing yang jinak, Leona begitulah fi mata Tian saat ini.
Bibir mungilnya mengundang has*at untuk Tian, Namun... Tian hanya mengusap bibir itu dengan ibu jarinya.
__ADS_1
"Kau harus bahagia setelah ini, lupakan hal yang menyakiti mu, bangkitlah menjadi Leona yang kuat"ucap Tian, yang mana membuat Leona tanpa sadar memeluk Tian seraya berkata
"Saya tidak tahu harus berterima kasih dengan cara apa pada Tuan,semoga semua kebaikan tuan dapat balasan yang jauh lebih banyak"ucap Leona seraya melepaskan pelukannya, terlihat jelas senyuman di bibir Tian.
"Tetap tersenyum dan bahagia, itu adalah cara kau membalas semua yang ku lakukan pada mu"ucap Tian
Leona membalas senyuman itu sekarang tanpa ada rasa canggung dan sungkan.
"Baiklah, kalau begitu aku dan Li pamit dulu"ucap Tian.
"Sudah mau pamit ya, Baiklah hati-hati di jalan Tuan"ucap Leona.
Tian pun tersenyum lalu melangkah kan kakinya, ia tudak tahu bagaimana reaksinya junior nya jika terus-menerus berdekatan dengan Leona, ia tidak menyangka, hanya pelukan Leona mampun membangkitkan apa yang selama ini tidak pernah terjadi pada Tian.
Egoiskah jika Tian bahagia dengan perceraian Leona dan Arsa? Toh Tian tidak melakukan apapun, ia hanya mempercepat proses nya dan menghalangi Arsa untuk menggagalkan perceraian itu.
Kini Leona duduk termenung di jendela kamarnya, Veni jjga sudah berpamitan untuk istirahat.
Tiba-tiba dering ponsel nya membuat Leona mengalihkan pandangannya.
Tertera Nama Arsa di ponsel itu.
Awalnya Leona ingin mengabaikan panggilan itu, namun mengingay Villa pemberian Arsa Leona terpaksa mengangkat.
"Kau sendiri kenaoa belum tidur?"ucap Leona.
"Leona...aku tahu kau masih marah padaku, tapi ku harap kau tidak membenciku"ucap Arsa.
"Arsa, apa maksud mu dengan memberikan ku Villa?"tanya Leona.
"Tidak ada maksud apapun, itu hanya sebuah kenangan dariku, sumpah aku tidak pernah menempati villa itu, vila itu kubeli saat kita sudah mengajukan perceraian"ucap Arsa.
"Aku tahu itu, tapi vila itu terlalu besar untuk hanya sekedar sebuah hadiah"ucap neona
"itu tidak sebanding dengan luka yang telah ku toreh dalam hatimu Leona"ucap Arsa.
terdengar Leona tersenyum dari balik ponsel, bukan senyum karena bahagia tapi... senyum mengejek.
"Lalu... bagaimana hubungan kalian berdua?"tanya Leona.
"Kau masih mencintai ku na, aku tahu itu..., maafkan aku.."ucap Arsa.
__ADS_1
"semuanya sudah terjadi, kuharap ini yang pertama dan yang terakhir untukmu"ucap Leona.
"Bisakah kita masih berteman?"tanya Arsa.
Namun... Leona tidak menjawab tapi mematikan ponselnya.
Air matanya sudah tidak bisa ia tahan, ia ingat akan segala kenangan itu, sakit hatinya kini terasa kembali.
Arsa lelaki pertama yang ia cintai setelah ayahnya, Cinta Arsa dan Leona menjadi sejarah bagi para teman sekampus nya dulu, tanpa mereka sadari, cinta yang indah itu hanyalah menjadi kenangan.
Leona menahan sesak karena sakit hatinya.
'Fine Leona...Fine...you have to get up okay'
Leona melangkahkan kakinya keranjang tidur. malam ini layarnya tidak bisa tidur nyenyak selain memikirkan surat perceraian nya, Ia juga memikirkan kabar ibunya.
*****
"inikah cara Mami untuk menguji Leona "ucap Tian pada Maminya.
"cara apa itu, kekanak-kanakan sekali" umpat Tian kesal.
"Apa yang kau bicarakan? mana ada Mami melakukan cara itu, lagian..m Alan ahlinya dalam hal mengajari karyawan baru, apalagi dia akan menjadi kakak iparnya, tentu. Alan akan memberikan pelajaran dan arahan yang bagus" ucap sang Mami.
"anakmu cemburu loh Mi"ucap Tuan Alvaro.
"cemburu kok ya dipikir-pikir Tian, Alan itu lo adikmu" ucap sama Mami
"Terserah Mami"ucap Tian seraya melangkahkan kakinya meninggalkan Mami dan Papi nya.
malam berjalan dengan lebih tenang dan Tian tersenyum mengingat Bagaimana Leona telah memeluknya.
*****
"Bagaimana bisa Arsa melakukan kesalahan besar itu"ucap kakak Arsa bernama Fandi.
"Bagaimana bisa, Ara selingkuh dengan anak Candra!!" ucap marah Fandi.
mama dan papanya hanya bisa diam, mereka sudah mendengar tentang perselingkuhan Arsa, namun yang membuat mereka terkejut wanita selingkuhan Arsa adalah anak yang usianya terpaut 10 tahun di bawah Arsa dan itu adalah anaknya Candra.
"Sudahlah Fan, kau tenang kan diri, Arsa sudah dewasa,ia tahu mana yang terbaik baginya, mungkin Leona tidak bec__"
__ADS_1
"Cukup ma...!!! aku tahu mama tidak menyukai Leona selama ini, tapi jangan sampai mama membela kesalahan Arsa, kalau bukan karena kebaikan Leona, apakah Arsa akan bebas begitu saja, meski ia memakai jasa Candra, tapi pengacara Leona bukan lah orang yang bisa Candra lawan, hanya dengan sentilan jarinya, Karir Arsa akan jatuh, Bahkan Arsa busa di penjara ma" Fandi tidak bisa lagi menahan amarahnya, apalagi saat Tian mengirimkan bukti perselingkuhan adiknya itu, sebagai peringatan kecil agar Fandi bisa mengatur adiknya sedikit saja.