Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 254


__ADS_3

Akhirnya Asisten Li kembali tidur di sofa, karena semenjak seminggu yang lalu, Veni tidak ingin tidur seranjang dengan Asisten Li, Kini sudah terjawab kenapa tingkah Veni akhir -akhir ini berubah, Assisten Li mengira kalau ia telah berbuat salah, ternyata karena di dalam sudah ada benihnya, makanya hormon Veni berubah drastis. kadang marah, bahkan sangat marah sampai Veni menangis karena kesal pada sesuatu yang Assisten Li tidak mengerti. .


Kenapa ... Kenapa kehamilan istrinya ini malah lain dari pada yang lain.


Pernikahan Galla dan Asisten Li memang lebih dulu Asisten Li hanya saja ... Angelina le ih dulu di beri titipan, sempat Veni menangis pada Asisten Li karena dirinya tak kunjung hamil, Namun ... Asisten Li berusaha memberi semangat pada istri nya itu agar sabar dan sabar lagi.


Dan sekarang saat ia hamil kenapa begini ... Mama dan Papanya di buat kelimpungan.


*****


Kehamilan Veni pun terdengar oleh Leona dan Tian, Tian yang selama ini tidak pernah menginjakkan kakinya di apartemen Asisten Li kini harus menginjak kan kakinya karena perintah dari Ibu Negara nya yaitu Leona.


"Selamat ya Sayang ... akhirnya yang di tunggu hadir juga, ah semoga saja cewek anak nya, enak kan kita jodoh kan sama Nathan" ucap Leona yang mana membuat kedua pria yang fokus membahas masalah pekerjaan jadi terhenti dan melihat kearah dua wanita yang duduk di atas ranjang


"Menjodohkan anak yang masih bayi dengan yang masih ada dalam kandungan, kenapa jiwa emaknya keluar begitu dini, Li" ucap Tian yang heran dengan ucapan sang istri


"Entahlah Tuan, biarlah apa kata para ratu, aku kewalahan menghadapi kehamilan istriku saat ini,Tuan. Kenapa berbeda sekali dengan kehamilan Nona Leona " keluh Asisten Li, ia melupakan siapa yang ia ajak bicara dan mendengar kan keluh resahnya.


"Memangnya apa yang di buat bayimu ... ?" tanya Tian penasaran.


"Istriku tidak ingin dekat dengan ku, bahkan ia tak tahan mencium bau ku, dia suka ngidam tengah malam, dan itu harus aku yang membuat nya, saat aku sudah selesai membuat nya eh dia malah tidur, saat di bangunin dia cuma bilang udah gak berselera " ucap Asisten Li yang mana berhasil membuat Tian tertawa sampai memegang perutnya


"Ada yang lucu ya tuan ... ?"tanya asisten Li


"Lucu banget, bahkan sangat lucu, pasti anakmu nanti sangat menggemaskan Li ..., jadi gak sabar ingin melihat wajah anak pintar itu, Hahahahha " ucap Tian dengan terus menertawakan cerita Asisten Li.


Asisten Li hanya bisa menatap wajah Tuannya yang begitu senang dengan cerita nya.


"Tuan sudah tidak sayang aku ... " cebik Asisten Li yang mana langsung mendapat kan lemparan bantal sofa di kepala nya.


"Ckkk ... kata-kata mu menggelikan, Li" ucap Tian


"By the way, Nama anaknya Galla, Apakah kau yang merekomendasikan, kenapa aneh begitu" tanya Tian


"Itu nama dari Nona Marissa Tuan" ucap Asisten Li


"Marissa ya ... Han Tian Li, gabungan dari tiga nama, cih ... ada nama ku dan nama mu,Li" ucap Tian seraya menggelengkan kepalanya

__ADS_1


Benar saja, di saat sang para pria membicarakan Marissa, Ternyata Marissa menelfon bagian sang wanita.


"Hai,Ris" sapa Leona dan Veni


"Hai, ada kabar bahagia kenapa gak bagi-bagi, jahat ya kalian" ucap Marissa


"Ini juga baru tahu tadi pagi kok" ucap Veni


"Semangat ya ... ternyata si kaku tau juga buat bocil hahahhaha semoga saja anaknya kayak kamu Ven, biar gak kaku kayak Papanya, hahahaha" ucap Marissa dengan tawanya


Tentu Leona dan Veni juga ikut tertawa.


Asisten Li dan Tian hanya memandang mereka, Tian mendekati mereka dan berdiri di belakang Leona.


"Hai kak Tian, apa kabarnya" sapa Marissa


"Baik, kau sendiri bagaimana, anak nakal " ucap Tian


"Ckkk ... Marissa udah mau nikah, masa iya masih di bilang anak nakal, dan tentunya pernah jatuh cinta sama kakak, masak masih di bilang anak kecil " ucap Marissa sewot


"Han ... aku suka nama itu, Tian Li, penyatuan nama kakak dan si kaku, biar nanti ketampanan Kalian, karisma kalian, serta kebijakan kalian bisa menular ke keponakan ku" ucap Marissa


"Lalu ... kenapa gak ada nama Galla di situ ?" tanya Tian lagi


"Gak mau ah, takutnya keponakan ku psikopat kayak bapaknya, kan kasihan ... ngeri juga kak" ucap Marissa seraya bergidik ngeri


"Baiklah, pernikahan mu sudah dekat, kau minta hadiah apa dariku?" tanya Tian


"Aku mau Villa kakak yang di dekat pantai, yang ada di Negara ini, toh kakak jarang pulang kemari kan ... ?" ucap Marissa dengan cepat, mungkin sudah ia fikirkan di jauh-jauh hari hadiah itu.


"Villa ya ... bilang dulu sama Ibu Negara" ucap Tian


"Kak Leona yang cantik, boleh ya ... aku suka banget loh sama Villa kak Tian itu, udah aku incar kalau aku jadi Nyonya Tian, eh kedua nya malah tidak aku dapat kan, sekarang boleh ya ... boleh ya ... " ucap Marissa dengan tak tahu malu, memasang wajah sok imutnya.


"Tentu aku bolehkan, aku sudah mengambil Tian darimu jadi ... biar Villa itu yang kau dapatkan" ucap Leona


"Hahahhaha aku tahu, kak Leona 3

__ADS_1


emang yang terbaik, tapi ingat ... aku menyukai kak Tian itu dulu ya ... dulu, sekarang hanya Alan dan Alan, ingat itu loh" ucap Marissa


"Iya bawel, yang mau nikah cerewet" ucap Leona


"Baiklah ...aku tutup dulu ya, bay ... " ucap Marissa seraya melambaikan tangan nya di layar ponsel nya saat ia melihat kakaknya berdiri di pintu kamarnya.


"Eh, Kak Galla ... ada apa kak ... ?" tanya Marissa gugup


"Bicara dengan Tian ... ? minta hadiah Villa ... ?" tanya Galla seraya mendekati adiknya itu.


"Hehehe iya kak, lagian tuh Villa gak di tempati juga, eman kan ... mending buat Marissa, bisa di buat studio pemotretan kan ... ?" ucap Marissa


"Dan nama Han Tian Li, apa yang kau katakan tadi, kau ..."


"Kakak ... kakak ku tersayang, tercinta yang paling tampan dan baik hati, Baby Han sangatlah tampan kayak kak Galla, tentu ... kak Angelina juga bilang begitu kan ... ? Baby Han mirip sama kakak, ganteng nya pol katak kak Angelin" ucap Marissa berusaha memuji Galla sebisa mungkin, Marissa yakin kalau Galla pasti mendengar semua ucapan nya dengan Tian dan yang lainnya.


"Kau ini ... , kenapa gugup seperti itu, kau ingin hadiah apa dari kakak mu ini, jika kau sudah mendapatkan Villa dari Tian, lalu ke kakak minta apa ... ?" tanya Galla seraya membelai rambut adiknya.


Marissa langsung memeluk kakaknya, meletakkan kepalanya di dada sang kakak.


"Aku hanya ingin, kakak selalu ada untuk Marissa, aku juga ingin Papa Candra datang dan memberikan restu untukku, Kakak tahu ... beberapa bulan ini, Papa Candra yang selalu menasehati Marissa, Risa tahu ... kakak sudah memberikan yang terbaik untuk Marissa, tapi bisakah aku mendapat kan restu dari seorang papa, aku _"


"Kakak mengerti, Baiklah, Kakak sendiri yang akan mengundang Papa Candra untukmu" ucap Galla.


"Terimakasih ya kak,Risa sayang kakak" ucap Marissa


"Baiklah, kau hanya akan berdiam diri di kamar ... ? gendong lah keponakan mu, sekali-kali belajar untuk menggendong bayi" ucap Galla


"Ye ... aku udah sering gendong Baby Han ya m.. tadi aju lihat Baby Han masih tidur makanya kau balik lagi ke kamar, katanya Papa Candra calon pengantin baru gak boleh sering keluar rumah, Pamali katanya" ucap Marissa


"Cih ... yang punya papa dadakan" ledek Galla


"Papa ku ya ... papa kakak juga " ucap Marissa.


Hallo semua ... mungkin berminat baca karya teman Author, Karya Nya bagus dan masih baru ya ... Tidak akan menyesal mampir di karya nya.


__ADS_1


__ADS_2