![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
"Kau mau kemana ... ?"tanya Tian saat Leona turun dari ranjangnya.
"Kau mandilah ... aku akan memasak untuknya"ucap Leona seraya mengikat rambutnya dengan asal.
Tian langsung turun juga dari ranjang nya, menghentikan langkah Leona yang sudah ingin membuka pintu kamarnya.
"Aku ikut"ucap Tian.
"Mandilah dulu, setelah itu turunlah"ucap Leona mengusap ubun rambut Tian dengan gemas.
"Baiklah ... aku mandi dulu, sebentar lagi Li juga akan datang mengantar kan bajuku"Ucap Tian.
"Baiklah ... sudah sana mandi"ucap Leona seraya memegang gagang pintu kamarnya.
Saat Tian menuruti ucapannya, Leona tersenyum lalu membuka pintu kamarnya.
Dengan segera Leona menuju ke dapur untuk menyiapkan sarapan pagi untuk Tian terutama,
Dengan penuh semangat Leona membuat beberapa menu makanan.
Veni yang melihat Leona sudah berkutat dengan alat dapur sebegitu pagi nya merasa heran.
"Na ... kau sepagi ini ... ?" tanya Veni heran.
"Ya ... Tian dan Asisten Li akan sarapan pagi di sini, kau bantulah aku"ucap Leona.
"Tuan Tian ... Asisten Li ... ?"tanya Veni heran.
"Iya, Tian sudah ada di rumah ini, dia masih mandi"ucap Leona keceplosan.
"Apa ... !!!" ucap Veni terkejut.
"Ckkk ... udah ayo bantuin aku dah,"ucap Leona seraya menahan malu karena selalu di pandang oleh Veni.
Namun saat Veni ingin membantu Leona suara langkah kaki menuruni tangga membuat Veni menoleh kearahnya.
Mata nya tak berkedip menatap wajah yang selama ini ia kagumi ketampanan nya.
"Veni ... kau tunggulah Asisten Li di depan, biar aku yang membantu Leona memasak"ucap Tian tanpa menoleh sedikit pun pada wanita yang masih terus menatap nya.
"Ba ... baik Tuan "ucap Veni dengan masih menatap Tian.
Leona hanya tersenyum melihat expresi wajah Veni.
Tian mendekati Leona lalu mencium keningnya.
Membuat Veni yang melihat nya langsung berlari meninggalkan kedua manusia yang sedang berpacaran di dapur.
"Ada Veni ... kau tidak tahu malu banget ya..."ucap Leona pada Tian seraya tangannya masih terus melakukan tugasnya.
"Kalau tidak begitu ... dia akan terus mematung disini"ucap Tian seraya memeluk Leona dari belakang.
__ADS_1
"Bagaimana aku bisa memasak kalau kau begini ... ?"ucap Leona.
"Sebentar saja ... "ucap Tian.
Tian terus menenggelamkan wajahnya di punggung Leona.
Leona pun membiarkan tingkah Tian.
sehingga Tian melepaskan pelukannya dengan sendirinya.
"Apa yang bisa kubantu?" ucap Tian Seraya melihat pekerjaan Leona.
"kau duduklah, Biar aku saja yang melakukan ini hampir selesai kok" ucap Leona.
Tian mengambil pisau lalu mengupas wortel yang ada di dekat Leona.
"Hai ... Apa yang ingin kau lakukan?" tanya Leona saat ia mengambil pisau.
"Aku ingin mengupas wortel ini" ucap Tian.
"Tidak usah nanti tanganmu terluka loh" ucap Leona.
"Kau menghawatirkan Aku sayang" goda Tian.
"Iss ... kau selalu salah paham dengan semua ucapanku Tian"ucap kesal Leona.
saat Tian dan Leona masih fokus dengan pekerjaannya di dapur ternyata asisten Li sudah sampai di depan kediaman Leona.
"di mana Tuan dan Nona?" tanya asisten Li.
"mereka sedang asyik pacaran di dapur tau ... ngeselin banget ...,pagi-pagi sudah harus melihat drama secara life" ucap Veni
Veni menggerutu tanpa menyadari Siapa yang sedang ia ajak bicara.
"Baguslah kalau Nona sadar diri ... saat mereka lagi berdua menjauh lah dari mereka" ucap asisten Li Seraya duduk di kursi yang ada di depan kediaman Leona.
"Ckkk ... ternyata aku salah mengadu" ucap Veni Seraya ikut duduk.
*****
"Arsa ... kau hubungi Leona sekarang, suruh dia untuk bicara sama Tuan Tian, untuk tidak membuat perusahaan paman bangkrut"ucap kesal paman Arsa.
"Apa yang paman katakan ... apa hubungannya Leona dengan kebangkrutan paman ... sudah tidak usah mencari kesalahan orang lain, toh ini juga salah paman kan yang tidak pernah menbayar pajak, apalagi ... perusahaan paman banyak melakukan kecurangan"ucap Arsa kesal.
"Ckkk ... Arsa ... kau masih keponakan ku apa tidak ...!!"bentak sang paman.
"Paman ... Tuan Tian bukanlah lelaki yang bisa di kontrol oleh seorang wanita, ini murni kesalahan perusahaan paman bukan Tian atau Leona" ucap Arsa.
"Tapi ... perusahaan yang berkerja sama dengan perusahaan Paman semuanya adakah orangnya Tian, sudah pasti dia yang menghasut Tian untuk melakukan semua ini, Arsa ... pokoknya kau harus hubungi wanita sialan itu sekarang ... !!!" teriak Pamannya Arsa.
"Cukup ... cukup paman, menyalahkan Leona, apa buktinya kalau Leona melakukan itu ... paman Leona sudah pergi dari keluarga kita sesuai keinginan kalian, lalu ... kenapa kalian ingin mengusiknya kembali"ucap Arsa heran.
__ADS_1
Kini Arsya tidak memperdulikan keberadaan paman dan bibinya lagi, ia mengambil kunci sepeda motornya lalu pergi menuju perusahaan bibinya. .
terdengar banyak umpatan dari mulut paman dan bibinya, namun Arsa kini terus berlalu tanpa mendengar ocehan itu.
'Sialan lagi-lagi Leona yang disalahkan' umpat Arsa Seraya menghidupkan mesin sepeda motornya.
Pekerjaan Arsa beberapa hari ini sangatlah bagus di mata bibiknya, bibiknya tidak pernah mendengar Arsa mengeluh atas pekerjaan yang telah Ia berikan.
"bibi memanggilku?" ucap Arsya saat sudah berada di dalam ruangan bibiknya.
"duduklah Arsa" ucap sang bibi Seraya tersenyum pada Arsa.
akhirnya Arsya pun duduk di depan meja yang ada di hadapan bibiknya.
"Bagaimana pekerjaanmu kau menyukainya ...?"tanya bibinya.
"lumayan lah bi ... dari pada tidak punya pekerjaan "ucap Arsa Seraya membalas senyuman bibinya.
bibirnya tersenyum puas mendengar jawaban Arsa.
"Bibi tahu sebenarnya ... Kau adalah anak yang baik, rajin bekerja, dan sopan. Hanya saja kau tidak bisa menahan nafsumu, tidak bisa menahan godaan wanita luar, sehingga kau bisa menyakiti hati seorang istri sebaik Leona,Arsa ... jadikanlah pengalamanmu ini sebagai pelajaran yang berharga ... agar kau tidak melakukan kesalahan yang sama di kemudian hari"ucap sang bibi.
"Aku tahu bi ... kesalahan Arsa sudah sangat keterlaluan, Arsa sudah mengecewakan hati papa dan juga bibi, Maafkan aku karena telah membuat kalian kehilangan menentu sebaik Leona, menyesal pun sudah percuma bi ... " ucap Arsa dengan nada penuh penyesalan.
"Kau sudah meminta maaf pada Leona ...?"tanya bibinya.
"Sudah bi ... hanya saja Leona tidak ingin Arsa mengusik hidupnya lagi, apakah cintanya sudah sirna bi ... ?"tanya Arsa dengan bodoh nya.
"Sakitnya sudah sangat terasa Arsa ... memaafkan mu adalah hal yang paling sangat menyakiti nya, dia terlalu mencintaimu ... sehingga ia tidak mampu untuk berbagi, ia tidak sanggup melihat kau dengan yang lain, berubah lah nak ... jadilah Arsa yang dulu, setialah pada satu hati jika suatu saat kau akan menemukannya lagi"ucap bibinya.
Semua perkataan Dinda dan bibinya bermain dalam pikiran Arsa,
'Apakah aku akan menemukan sosok sebaik Leona ... ?
Apakah masih ada wanita yang akan menerima ku, si pengkhianat ini ... ?
Arita saja menjauhiku sekarang ... mengapa sakitnya seperti ini ... ? Lalu bagaimana dengan Leona saat itu ...? kau pantas membuang ku Na ...'
Terimakasih untuk semua para pembaca Karya ku, Malam ini tepat 1 bulan karya ini di rilis, Terimakasih untuk dukungan kalian semua, tanpa kalian ... karyaku ini hanyalah menjadi tulisan tak berarti.
Kalian sangatlah baik, semoga kalian semua selalu di beri kesehatan dan kabahagiaan.
Dan juga ... semoga selalu di lancarkan rizki nya Amin ...
Sehat terus ya teman-teman, terimakasih atas support nya.
Jika ada kesalahan jangan sungkan untuk memberitahu saya, karena saya juga masih belajar.
Salam sayang untuk kalian semua .
love love love sekebun pisang untuk kalian
__ADS_1