![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
Waktu berjalan dengan begitu cepat, Joe dan Alan kini telah sama-sama sembuh begitu juga dengan Ayah Leona.
"Kalian sangat membantu ku selama ini, Joe ... jika kau menginginkan nya, maka tunggulah setelah kakakmu sudah selesai dengan wanita nya" ucap Tian pada Joe dan Alan
"Saya mengerti, Tuan ... dan juga dia masih kuliah, aku ingin menjalani nya sesantai mungkin, lagian wanita itu masih belum siap menjalani hidup rumah tangga Tuan" ucap Joe
"Ingat, pastikan dia yang terakhir, jangan sesekali berkhianat ... jika sudah tidak suka lebih baik katakan dari pada berkhianat, jika antara kalian ada yang berkhianat pada wanita kalian, ingatlah ...! aku sendiri yang akan memberikan kalian pelajaran, biar kalian tahu bagaimana cara menghormati seorang wanita" ucap Tian dengan serius
"Kakak jangan khawatir, kau sudah melihat kesetiaan ku beberapa tahun ini, meskipun aku tahu Marissa menyukai kakak, tapi aku masih setia dengan perasaan ku" ucap bangga Alan.
"Kembalilah ... tugas kalian sudah menunggu" ucap Tian yang akhirnya meninggal kan kedua pemuda yang kini terlihat bahagia karena mendapat kan kabar bahwa mereka boleh kembali.
****
Aaaaa ....
Dinda berteriak kala mendengar berita bahwa Joe akan segera kembali.
"Dinda ... dinda sadarlah ... kau kenapa begitu bahagia mendengar pria itu kembali ... ? jangan berkata kalau kau merindukan nya selama ini" bathin Dinda berkata pada diri sendiri.
"Oh No ... Dinda .... ! stop ...! kenapa jantungmu berdetak semakin cepat, kendalikan dirimu sebelum kau semakin jatuh dalam pesonanya, kau tahu sendiri kan ... ? meski ia terlihat cuek ngegemesin, banyak juga penggemar nya, Iss ... dengan dalih kakak senior terbaik, bulang saja kalau kau tebar pesona sama mereka " celoteh Dinda pada dirinya sendiri, merasakan betapa ia ingin Joe segera kembali.
Di saat Dinda bergelut dengan hatinya, dering ponsel nya membuatnya sadar.
"Hallo cecunguk ... ! ada apa ... ?" tanya Dinda pada Arsa yang kini sudah memiliki nama panggilan yang unik menurutnya
"Kau lagi apa ... ? jangan katakan kalau kau sedang merindukan pria itu" tebak Arsa yang sudah faham tentang Dinda
Ya ... Dinda seringkali menceritakan tentang Joe pada Arsa, termasuk kepergian nya untuk urusan pekerjaan.
Dinda memilih berbohong pada Arsa, mengingat Arsa adalah mantan suami Leona, ia tidak ingin Arsa terlibat lagi dalam urusan Leona.
"Kau sendiri, bagaimana sekarang ... ? apakah kau yakin akan hidup dengan Kamila ... ?" tanya Dinda dengan metode serius
"Kau tahu sendiri, Dokter mengatakan aku akan sulit memiliki keturunan, dan juga Laksya juga sudah mulai dekat sama Mama dan Papa, ini adalah hukuman untukku Din ... aku yang dulu menolak Leona hamil, sekarang malah di nyatakan demikian.
"Anak adalah titipan, jika kau di beri kesempatan dan kepercayaan, maka tidak ada yang tidak mungkin baginya, jangan berfikir pendek, ingat anak adalah hadiah bagi semua keluarga yang mendambakan nya" ucap Dinda dengan sok bijak
__ADS_1
"Kau beberapa hari ada di luar Negri, pikiran mu lebih dewasa sepertinya " ucap Arsa
"Ah, Mosok ... ! kalau lebih cantik, itu sudah pasti, kalau dewasa ... kayaknya enggak deh, so ... aku lebih suka manja-manja" ucap Dinda demi sertai dengan tawanya.
"Aku yakin kau akan jadi wanita sukses nantinya "ucap Arsa
"Pasti ... ! dan aku akan mengalahkan mu, Tuan Arsa" ucap Dinda
Haru berjalan dengan begitu cepat, kini umur Baby Nathan dan Nala sudah berusia 40 hari, dimana keluarga Leona mengadakan acara untuk dua Baby Twins itu.
Segala persiapan sudah tersusun rapi, tentu itu di lakukan oleh Asisten Li yang jauh lebih cekatan dari siapapun.
"Pastikan semua berjalan dengan sesuai rencana, tidak ada yang boleh terlewati" ucap Asisten Li
"Dan untuk keamanan, pastikan dengan baik setiap tamu yang datang, jangan ijinkan orang masuk tanpa surat undangan di tangannya, kalian faham kan ... !" ucap Asisten Li
"Siap Tuan ... !" ucap serempak para penjaga keamanan
Semuanya sudah datang, malam ini adalah malam dimana Baby twins akan di rayakan , sekaligus Tian ingin membuat kejutan untuk sekertaris terbaiknya.
Kini seluruh keluarga sudah berkumpul di kediaman Leona dan Tian, termasuk Ayah Leona kini juga ikut berbaur, ada beberapa anggota Militer yang juga menghadiri acara itu,, sebagai penghormatan untuk Tuan Darrel.
Alan dan Marissa
2aqaaa
Mereka sudah menampakkan hubungan di depan publik, beda dengan Dinda yang juga menerima undangan khusus dari Leona.
Tentu Dinda merasa gugup, karena merasa tidak ada yang ia kenal, Marissa sudah di kelilingi oleh keluarga Alan.
Dinda celingak-celinguk melihat ke arah sekita, Ia langsung di jemput di bandara dan langsung di bawa ke rumah Leona oleh Joe, sesampainya di rumah Leona, Joe malah menghilang.
Saat Dinda menyesap jus yang ia ambil, ia di kejutkan dengan kehadiran keluarga nya, Papa dan Nenek nya, Arsa dan juga Kamila, Mama dan Papa Arsa jiga hadir.
Meskipun Dinda baru saja berkumpul dengan sang Papa, tapi rasa rindu selalu di rasa.
"Papa ... " ucap Dinda memeluk Candra
__ADS_1
"Anak papa, bagaimana keadaanmu sayang .... ?" ucap sang Papa seraya melepaskan pelukannya
"Seperti yang papa lihat, Ah ... aku sungguh terharu ..." ucap Dinda seraya mengusap air mata yamg mengenang.
"Kau sudah masuk kedalam lingkungan keluarga ini Dinda, selamat untukmu" ucap Mamanya Arsa
"Tuan Joe yang mengundang kami, atas nama mu, Nak" ucap Candra
"Benarkah ... ? bukankah dia sangat baik Pa ... ?" ucap Dinda dengan senyum jenakanya.
Sedangkan Veni dan Leona kini sama-sama menggendong Baby dalam pangkuannya.
Veni menggendong bayi Nathan sedangkan Leona menggendong Baby Nala.
"Ih gantengnya Aunty ... semoga kalau Aunty hamil, anak Aunty bisa seganteng kamu sayang" ucap gemas Veni yang mana matanya saling bertatapan dengan bayi Nathan.
Sedangkan Bayi Nala kini tertidur dalam gendongan sang Mama.
"Nona, Nona diminta untuk membawa Nona muda dan Tuan Muda kebawah, semua tamu sudah datang " ucap Lastri dari arah pintu
"Baiklah mbak ... kami akan segera kebawah" jawab Leona
"Biar saya saja yang menggendong Nona Nala Nona ... " pinta Lastri
"Tidak usah mbak .... biar aku saja " tolak Leona dengan senyuman nya.
Akhirnya Kedua bayi itu sudah keluar dari kamar nya, Semua mata tertuju pada dua pasangan yang bagaikan pangeran dan tuan putri.
Leona menggendong bayi Nala, dan di belakangnya ada Tian yang menjaga, Veni menggendong Baby Nathan dan ada Asisten Li di belakangnya.
Semua mata menatap kedua pasangan itu dengan senyum yang terpancar indah.
Leona dan Veni kini berdiri di tempat yang sudah di sediakan, dengan Tian dan Asisten Li di sisi kedua wanita itu.
"Terimakasih atas kehadiran kalian semua dalam acara anak kami, malam ini bukan hanya acara untuk kedua anakku, tapi acara malam ini juga merupakan acara dimana orang yang oaling berarti dalam hidupku, akan membagikan rasa sayangnya pada orang lain.
"Lihaonan, adalah sosok yang sangat berarti dalam hidupku, dia Asisten ku, tapi juga saudara dan sahabat bagiku, kedudukan nya dalam hatiku setara dengan diriku sendiri, tanpa dirinya ... acara anakku tidak akan berjalan dengan lancar, Lihaonan .... terimakasih atas rasa setia mu padaku" ucap Tian pada Asisten Li, yang mana ini akan menjadi awal keterkejutan Asisten Li dalam malam ini.
__ADS_1
Semua orang bertepuk tangan untuk Asisten Li yang sudah di percaya akan kesetiaannya selama ini.