Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 233


__ADS_3

Mereka semua tertawa mendengar ucapan Veni.


Kebahagiaan itu akan selalu ada jika kita selalu bersyukur dengan apa yang kita dapatkan.


Akan selalu berkurang jika kita tidak pernah bersyukur.


Veni dan Asisten Li merasa beruntung karena sudah mendapatkan atasan yang sangat baik dan bijaksana seperti Tian.


Atasan yang mengajarkan nya menjadi sosok lelaki yang bertanggung jawab. Sosok yang mengajarkan nya tentang bagaimana cara menghargai wanita, dan sosok yang mengajarkan apa arti dari sebuah hubungan.


Hubungan bukan hanya sebagai jabatan, tapi sebuah ikrar yang harus selalu ia jaga.


"Bagaimana menurut kalian proyek baru ini ... ?" tanya Tian saat sudah selesai menjelaskan proyek baru yang sedang ia terima.


"Menurut ku, akan lebih bagus jika di tengah tempat itu di beri seperti taman untuk anak-anak gitu ... " ucap Alan


"Menurutku ... jangan taman untuk anak-anak, akan berbahaya, mungkin jika ingin membuat area permainan untuk anak-anak jangan di tengah pusat toko, atau ... mungkin di letakkan di bawah tapi di bagian pojok, sekira nya anak-anak aman dalam bermain" usul Joe


"Saya setuju dengan Joe, tengah toko mungin di beri semacam pemandangan dari ukiran yang bisa di buat tempat istirahat bagi pengunjung" ucap Asisten Li


"Menurut mu, Galla ... ?" Tanya Tian


"Aku sih ikut dengan usul Joe, hanya saja, usul dari Alan juga bisa di pertimbangkan" ucap Galla


Tian mengangguk kan kepala nya. seraya masih memegang berkas itu.


"Baiklah, kalian nikmatilah minuman nya, jangan tegang" ucap Tian tersenyum pada kelima sahabatnya itu.


"Li, besok kau sudah berangkat, kau serahkan semuanya pada Ramos, dan bicarakan semuanya dengan jelas" ucap Tian


"Akan saya lakukan, Tuan. Tapi jika saya tidak berangkat apakah boleh?" tanya Asisten Li


"Kau harus membawanya, jangan seperti ku yang tidak membawa istriku bulan madu, gunakanlah waktu berdua kalian, dan semoga selalu bahagia, jangan memikirkan pekerjaan terus" imbuh Tian.


"Terimakasih Tuan, atas kebaikan anda dan Nona" ucap Asisten Li yang mana ia sudah kembali dengan metode kaku.


"Baiklah, kalian keluarlah, aku ingin istirahat " ucap Tian


"Baik, Tuan" ucap Assisten Li dan Joe


"Baik, Kak" jawab Alan

__ADS_1


Mereka bertiga pun keluar dari ruangan Tian, hanya tersisa Galla di ruangan itu.


"Apa yang kau tunggu ?" tanya Tian


"Tian, bukankah ... aku juga akan menikah, apakah kau juga akan memberiku hadiah seperti kau memberi hadiah pada Asisten Li ... ?" tanya Galla


"ckkk ... apakah kau sudah tidak bisa melakukan sendiri, dan harus menunggu aku memberi ... ?" ucap Tian yabg masih kesal pada Galla


"Ayolah,Tian. Angelina pasti akan tambah senang jika itu darimu " ucap Galla


"Ckk, kau hanya menggunakan nama nya untuk mengelabui aku, keluarlah ... aku lelah, dan juga ... jangan suka kepo atas PM orang lain lagi" ucap Tian, yang mana mengitimkan Galla menundukkan kepalanya dan keluar dari ruangan Tian dengan kepala tertunduk.


Tian menggeleng kan kepalanya karena tahu kenyataan itu.


"Nona, Tuan sudah menunggu anda" ucap Asisten Li pada Leona yang terlihat tertawa bersama teman-teman nya.


"Oh, baiklah ... kalau begitu aku pamit dulu ya ... Bay ... " ucap Leona


"Bay ... " balas Veni, Marissa dan juga Dinda.


Di saat Leona sudah keluar dari kamar Marissa, Alan berkata


"Aku yang jauh lebih mengenal Tuan Tian dari pada Anda Tuan Alan, tanpa berkata apapun aku mengerti bahwa kata istirahat bagi tuan Tian adalah waktu kebersamaannya dengan Nona Leona" jawab Asisten Li


"Benarkah ... ? wah telepati mu bagus juga ternyata Li ..., lalu bagaimana dengan kode mataku ... Apakah kau mengerti ... ?" tanya Alan dengan menggunakan isyarat matanya. Namun asisten Li memilih diam, ia tidak ingin meladeni Alan yang semakin hari semakin seperti ngelawak.


"Nona Marissa, saya titip Tuan Alan, semoga anda dan Tuan Alan sama-sama di berikan kewarasan yang hakiki" ucap Asisten Li seraya menarik tangan Veni dan berlalu dari kamar Marissa.


"Hahahha hahahah ... " tawa Joe akhirnya pecah juga, setelah menyaksikan beberapa drama dari tadi. Dinda juga ikut tersenyum


"Lihaonan ... kau ... !" teriak Marissa seraya melempar kan bantal pada Li yang sudah membuka pintu kamarnya.


"Apa kau Joe, kau juga ingin menertawakan kami, cih ... kayak kamu gak gila juga" ucap Marissa menatap Joe yang masih tertawa.


"Baiklah, kami juga akan keluar, oh iya ... Alan ... nikmatilah waktu kebersamaan kalian, sebelum nanti Tuan Galla datang dan mengganggu Kalian lagi" ucap Joe menepuk bahu Alan.


Setelah itu Joe membawa Dinda keluar juga dari kamar Marissa. Alan yang membenarkan apa yang di katakan Joe, langsung mengunci pintu kamar Marissa.


"Kita ke panti, kau mau ... ?" tanya Joe


"Mau, sudah sangat lama kita tak berkunjung " ucap Dinda merangkul lengan Joe.

__ADS_1


"Baiklah My Baby ... lets go ... " ucap Joe membalas rangkulan Dinda.


Semua sudah bersama dengan pasangan nya, Joe yang membawa Dinda keluar hanya untuk menghilangkan pikiran Dinda yang sudah pasti di Nodai oleh ke dua wanita gesrek tadi. Joe tidak bisa menyangkal bahwa Veni dan Marissa pasti membahas peta yang sudah kakak nya buat di leher Veni, kalau Leona Joe tidak berani berfikir, tapi juga tidak mungkin Leona akan membahas hal macam begituan di depan wanita muda seperti Dinda.


"Ini sudah hampir jam makan siang, mau makan di luar apa di panti ... ?" tanya Joe


"di panti lebih nikmat, tapi kita bawa makanannya dari luar, mereka tidak mungkin tahu akan kedatangan kita, lalu kita makan bersama mereka, Gimana ... ?" tanya Dinda


"Baiklah, kita beli makanan dulu" ucap Joe seraya memegang pucuk kepala Dinda.


Saat mereka turun untuk membeli makanan, ada sepasang mata yang menatap mereka berdua.


"kau tunggulah disini, biar aku saja yang beki" ucap Joe


"Baiklah kak" ucap Dinda tersenyum pada Joe.


Orang itu melihat dari kaca yang terbuka.


Di Saat Joe sudah masuk untuk membeli makanan orang itu mendekati mobil Joe dari arah Dinda.


"Dinda ... benarkah itu kau ... ?" ucap orang itu yang tak lain lagi adalah mantan Dinda.


Dinda terkejut karena dia datang tiba-tiba, tidak ingin terjadi kesalah pahaman, Dinda turun dati mobil nya.


Berusaha menguasai perasaan nya dan emosinya.


"Kau, ternyata kau masih hidup, kemana saja kau selama ini ... " ucap Dinda


"Sayang, maafkan aku ... aku harus pergi karena ...."


"Karena kau sudah menyinggung orang yang seharusnya tidak kau singgung, iya kan ... ? dasar pengecut ... !" ucap Dinda sinis memotong ucapan Mantannya.


"Dinda, aku sudah berulang kali mengatakan kalau aku dan Arita itu hanya berteman, mana mungkin aku akan jatuh hati lada wanita seperti dirinya"


"Cukup, Jack " sela Dinda


"Kau pria yang paling pengecut yang pernah aku kenal, kau tahu ... Arita jauh lebih baik darimu, setidaknya ia mengakui kesalahannya dan mau berubah, sedangkan kau ... kau hanya bisa lari dari sebuah kesalahan, kenapa kau tidak memakai rok saja " ucap Dinda yang sudah mulai Emosi.


"Dinda, aku tahu ... kau pasti sangat marah padaku kan ... ? maafkan aku, bisakah kita seperti dulu lagi, aku sudah mencarimu kemana-mana, tapi aku tidak menemukan mu" ucap Jack mantan sang Dinda


Dinda tertawa mendengar ucapan Jack.

__ADS_1


__ADS_2