![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
Akhirnya frustrasi dengan beberapa kejadian yang datang bertubi-tubi,
saat Arsa sedang menahan amarah nya tiba-tiba pintu terbuka dan ternyata yang datang adalah Arita.
"apa yang harus aku lakukan Mas, sekolah sudah mengeluarkan aku" ucap Arita tersulut emosi.
"aku juga bingung harus bagaimana perusahaanku juga mengalami masalah saat semua klien ku melihat postingan itu"ucap Arsa kesal.
"Aku tidak mau tahu, pokoknya aku ingin Leona hancur" ucap Arita yang mana membuat mata Arsa terbelalak.
"Kau sudah gila ya" ucap Arsa Seraya mendekati Arita.
"bahkan dalam mimpi pun aku tidak menginginkan kehancuran Leona, Arita seharusnya kau berpikir dan menyadari kesalahan mu, disini Kau yang memulai duluan bukan dia" ucap Arsa.
"aku juga salah di sini, aku tahu kamu belum dewasa untuk mengambil sikap, beda dengan Leona, Arita berhentilah... berhentilah mengganggu Leona" ucap Arsa
"Leona... Leona... Leona... terus yang dibela, padahal aku loh yang menemanimu saat ini bukan dia" teriak Arita.
"ya memang kau yang menemaniku saat ini,saat aku sudah sukses tapi dia...dia yang menemaniku saat aku susah Arita, jadi kumohon demi hubungan kita berhenti mengganggu dia, jangan usik kehidupan dia lagi, dia sudah hancur karena kita,seharusnya kita yang minta maaf padanya .. bukan malah memberi masalah terhadapnya" ucap Arsa
Arsa kini memalingkan pandangannya, Iya tidak tahu harus bersikap bagaimana lagi terhadap Arita.
"kau dan papa sama saja Arsa,sama-sama tidak mengerti perasaanku"ucap Arita.
"kami cukup mengertimu Arita,hanya sikapmu saja yang terlalu berlebihan"ucap Arsa.
"sekarang kau pulang lah, aku masih banyak pekerjaan di sini" ucap Arsa.
Kini Arsa membelakangi Arita, gadis kecil itu seakan frustasi, niatnya yang mendatangi Arsa untuk meluapkan kekesalannya pada sang papa namun... yang ia dapatkan sama saja dengan sang papa.
Arita keluar daru ruangan Arsa dengan air mata.
__ADS_1
'Aku mencintaimu...sangat mencintaimu,tapi ..semua menyalahkan aku, apa aku salah mencoba mempertahankan kamu, aku hanya takut... takut...takut apa yang di lakukan aku pada Leona terulang kepada ku, hanya kamu yang bersama denganku selama ini, papa tidak menginginkan aku, sekarang semua orang juga membenciku, aku... aku bisa apa sekarang? aku harus bagaimana....?'
Ucap Arita Seraya terus melangkah kan kakinya, banyak karyawan memandang rendah padanya.
'*Cih, hasil merampas saja udah belagu, bu Leona tidak mungkin melakukan hal kayak itu kalau dianya gak mulai duluan'
'ho'o pak Arsa buta kali ya.... selingkuh sama gadis kecil yang...is...jauh banget di bawah bu Leona'
'Namanya juga setan*....'
Begitulah sindiran para karyawan, Arita ingin sekali menampar semua mulut yang sedang membicarakan nya, tapi... ia urungkan karena ia bertatap muka dengan sekertaris Arsa yaitu Dinda.
Wanita yang kini di kenal sebagai sahabat nya Arsa itu menjadi sasaran kekesalan Arita.
"Kau...!!"ucap Arita menahan kesal.
"Hai Arita, sudah bertemu dengan Arsa?"tanya Dinda.
"Kau...kau wanita gak tau diri, kau sengaja kan...kau sengaja memilih Bali itu?"tanya Arita kesal.
"Jangan pura-pura tidak mengerti, kemaren kau pergi ke Bali bersama Arsa, kau mengambil keuntungan dengan kebaikan nya iya kan, tapi... dengar ya, aku...hanya aku yang boleh memiliki Arsa, kau jangan mimpi"ucap Arita dengan nafas yang naik turun sesuai emosinya.
"Arita, pertama saya tidak mengerti dengan apa yang kamu katakan, jika kau kesal terhadap pak Arsa kau jangan libatkan aku dalam hal itu, kau mencari pelampiasan atas kekesalan mu, Arita aku katakan padamu, masalah perusahaan sudah banyak, jadi...kau sebagai wanita nya Arsa mengertilah sedikit atas masalah yang harus Arsa tanggung, kau jangan menambah beban nya lagi, apa kau belum puas memberinya masalah selama ini? kau tahu ... Arsa begitu mencintai Ibu Leona, tapi karena mu ia rela menandatangani surat perceraian itu, jadi bersikaplah seperti Ibu Leona jika kau ingin mendapatkan Arsa sepenuh nya"ucap Dinda yang ikutan kesal.
"Aaaaa... selalu Leona... Leona dan Leona, apa kalian tidak ada nama lain yang bisa kalian ucapkan selain nama itu!!"ucap Arita kesal.
Arita pun meninggalkan Dinda dengan sedikit mendorong tubuh Dinda sehingga Dinda membentur meja di samping nya.
Dinda hanya menggeleng kan kepalanya, ia pasti datang dari ruangan Arsa.
Dengan segera Dinda menuju keruangan Arsa.
__ADS_1
"Apa yang terjadi?"tanya Dinda saat baru masuk ke dalam ruangan Arsa.
"Pak Hans membatalkan proyek yang sudah berjalan, dan itu mengakibatkan kerugian besar, Dinda... kakak ku Fandi memberi saran padaku agar aku minta maaf pada Leona dengan begitu, orang yang di belakang Leona akan juga membantuku"ucap Arsa lirih.
"Tapi...apakah kau yakin Bu Leona akan memaafkan mu? maksud ku... dimana kau alan menemukan Bu Leona?"tanya Dinda.
"Di Negara Inggris"ucap Arsa.
"Tuan alan kesana?"tanya Dinda.
"Ya... kirimkan pesan untuk Tuan Tian Alvaro, kita tidak bisa menemui Leona tanpa melewati nya,aku menyesal Din..."ucap Arsa seraya menundukkan kepalanya dengan di tahan oleh kedua tangannya.
"Menyesalmu sudah percuma Ar, sebaiknya kau memperbaiki diri, jangan ulangi kesalahan yang sama, perusahaan masih membutuhkan mu, bangkit dan semangat lah lagi, masalah Arita dia kurang dewasa karena memang usianya yang masih ingin di manja"ucap Dinda seraya duduk di depan Arsa yang terhalang meja.
Arsa mengangkat kepalanya, ia menatap Dinda.
"Arsa... Arita adalah anak SMA yang mana masih penuh dengan kenakalan,"ucap Dinda.
"Dia mandiri Din, hanya saja ia kekurangan kasih sayang seorang ayah mulai sejak kecil, bahkan daru bayi. Candra tidak menyentuh nya sama sekali saat itu, sehingga ia menjadi seperti sekarang, aku juga salah, telah mengambil kesempatan dalam keadaan Arita yang begitu, entahlah aku akan bertanggung jawab atas nya, tapi aku harus bertemu dulu dengan Leona"ucap Arsa.
"Aku akan selalu mendukung niat baikmu Arsa,"ucap Dinda tersenyum.
*****
"Kau tunggu lah dulu, aku akan menelfon Li"ucap Tian pada Leona yang terlihat masih mengantuk.
Akhirnya Leona duduk seraya bersandar, tanpa di rasa matanya tertutup karena tak kuat mengantuk. Setelah menghubungi Li, Tian menoleh kembali kearah Leona, ia tersenyum saat melihat Leona yang bisa tidur dimana saja yang ia mau.
Akhirnya Tian pun duduk di dekat Leona seraya menyandarkan kepala Leona pada bahunya tanpa Leona sadari.
Satu kata yang keluar dari mulut Tian "Ceroboh"
__ADS_1
Tidak butuh waktu yang lama, Asisten Li sudah sampai, Asisten Li turun untuk membuka pintu mobilnya, saat melihat Tian sudah menggendong Leona dalam dekapan nya.
"Ke hotel"ucap Tian pada Asisten Li.