Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 100


__ADS_3

Memendam rasa penasaran akhirnya Galla dan Alan pun pergi dari depan ruangan itu.


"Asisten Li akan datang nanti, dia akan langsung ke tempat Resepsi"ucap Tian seraya memeluk tubuh Leona di atas ranjang.


"Siapa yang akan menjemput nya?"tanya Leona.


"Tidak ada, dia akan datang sendiri"jawab Tian.


"Bagaimana kalau suruh Veni saja yang jemput, kasian anak itu kurang akrab sana Marissa dan juga Angelina"ucap Leona.


"Kau ingin menjodohkan Veni sama Li?"tanya Tian.


"Tidak ... bukan begitu, hanya saja aku kasian kalau dia seakan sendiri, kalau bersama Asisten Li, meski mereka sering ber argumen tapi ... setidaknya Asisten Li ada di sisinya"ucap Leona.


"Baiklah ... apapun yang kau katakan, pasti akan ku lakukan"ucap Tian mengecup kening Leona.


"Jika begini terus, bisa-bisa aku tidak bisa mengontrol diri sayang" ucap Tian.


"Kau menginginkan ... ?"tanya Leona dengan menatap mata suaminya.


"Aku sangat menginginkan, tapi ... saat ini kau istirahat lah, sudah jam 3, kau pasti akan kelelehan nanti"ucap Tian.


"Kau akan tersiksa jika menahannya"ucap Leona.


"Tidak ... aku bisa mengendalikan nya, aku ingin kita melakukan tanpa ada gangguan apapun sayang"ucap Tian.


Tian terus mengelus punggung Leona yang tidur sambil memeluk tubuhnya, sehingga kini Leona benar-benar terlelap dalam tidurnya.


*****


"Kau tenang lah ... apa yang di katakan Arita tidak akan terjadi, Tian dan kamu jelas-jelas berbeda, Tian tidak akan tergoda meski pun Arita akan bertelanjang di depannya"ucap Yakin Dinda


"Dari mana kau tahu ... bukankah syahwat lelaki itu lebih besar,"


"Kau benar, hanya saja Tian bukanlah lelaki yang mementingkan n*fsunya, apalagi kau tahu ... kehidupan di luar negri, kalau Tian jelalatan sudah pasti ia akan sering terkena gosip miring"ucap Dinda.


"Tapi ... yang pasti Tian dan kau beda, kau jelas sekali tidak bisa mengendalikan diri,beda dengannya, makanya kalau ingin sukses seperti nya, jadilah orang yang baik, dan setia pada 1 wanita"ucap Dinda.


"Kau benar, semua yang kau katakan benar Din ... aku akan berubah setelah ini, kau doakan saja, semoga aku bisa seperti dulu"ucap Arsa.


"Pasti ..."ucap Dinda tersenyum pada Arsa.


Saat Arsa dan Dinda sedang berbicara di kantin, salah satu temannya Arsa datang ke meja Arsa.


"Sa ... Kau di panggil bibimu "ucap temannya Arsa


"Bibik"ucap Arsa mengulang.

__ADS_1


"Iya .. kau di suruh keruangan nya sekarang"ucap Temannya itu seraya melihat ke arah Dinda.


"Din ... tidak apa-apa kan kalau ku tinggal? tanya Arsa pada Dinda.


"No problem, datanglah ke bibimu, siapa tahu penting"ucap Dinda tersenyum ke arah Arsa.


Arsa pun bangkit dan segera Menuju keruangan bibiknya.


Arsa mengetuk pintu saat sudah sampai di tempat bibiknya.


"Masuk Ars ... " jawab sang Bibik dari dalam ruangan nya.


Arsa pun duduk di depan meja bibiknya.


"Ada apa bik?"tanya Arsa


"Mmmm ... begini ... meneger keuangan sedang kosong, kau bisa menggantikan nya untuk sementara waktu, tapi ... jika kerjamu bagus, kamu bisa bertahan, selanjutnya bisa memiliki jabatan itu."ucap bibinya Arsa.


"Manager keuangan bi ... benarkah ?"tanya Arsa tidak percaya.


"Iya ... asal kau menunjukkan kesungguhan mu dalam bekerja, kau bisa memiliki jabatan itu seterusnya, atau bahkan bisa naik jabatan, jadi semangat lah bekerja"ucap Bibinya Arsa, menatap keponakan nya dengan penuh senyuman.


"Leona sudah menikah lagi, apakah kau tidak ingin menyusul nya"goda sang bibi.


"Arsa ... arsa masih butuh mempersiapkan diri bik, banyak yang harus Arsa rubah"ucap Arsa seraya menundukkan kepalanya.


"Asal kau menyesali perbuatan mu ...kau sudah termasuk bertobat Arsa .. jangan kau ulangi lagi, yang namanya pengkhianatan ... apalagi perselingkuhan itu tetap tidak di benarkan" nasehat bibinya.


"Baguslah ... sekarang kau kembalilah, besok kau sudah bisa bekerja di tempat barumu"ucap bibi nya.


"Baik Bi ... terima kasih, terimakasih banyak"ucap Arsa seraya berdiri dari duduknya.


Dengan penuh ras bahagia, ia berlari menuju keruangan Dinda, orang yang pertama kali ingin Arsa beri kabar tentang kebahagiaan nya.


Benar saja, Dinda baru saja mendarat kan bokongnya di kursi kerjanya.


"Din ... "panggil Arsa.


"Hai ... ada apa, seperti nya kau sangat bahagia" ucap Dinda tersenyum ke arahnya.


"Emmm Aku ... mulai besok aku sudah tidak jadi OB Din ... bibi menempatkan aku di bagian meneger keuangan"ucap bahagia Arsa.


"Benarkah ...? selamat Arsa ... eh selamat tuan Arsa ... aku juga ikut bahagia mendengar kebahagiaan mu"ucap Dinda tulus.


:Jangan panggil begitu, Panggil Arsa, oh iya nanti malam datang bersama ku ya ke pesta Leona"ucap Arsa.


"Memangnya tidak apa-apa aku jalan sama kamu?"goda Dinda.

__ADS_1


"Tentu ... aku sudah singel" ucap Arsa dengan senyuman garingnya.


"Oke ... kalau begitu jemput aku bagaimana?" ucap Dinda.


"Siap Tuan putri"jawab Arsa dengan semangat.


Arsa tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya lagi.


Ia bukannya jenuh menjadi OB namun ... lelaki berkarir seperti dirinya juga ingin kembali berada di atas.


"Arsa ... ingat hanya sekali ... jangan lagi kau ulangi" ucap Arsa lada dirinya sendiri.


Arsa kini tambah semangat menjalani pekerjaan terakhir nya.


Ia menatap setiap sudut yang selalu ia bersihkan setiap hari.


Itu adalah pengalaman yang tidak mungkin Arsa lupakan.


Sore hari telah tiba, Dinda dan Arsa kini memasuki Mall untuk membeli kado buat Leona.


Meski Arsa tahu ... kedatangan nya saja sudah cukup menampar dirinya sendiri, setidaknya ia ingin berbaikan pada keadaan, ia ingin tidak ada permusuhan dalam dirinya lagi.


ia ingin melihat langsung kebahagiaan wanita yang begitu ia cintai, ia ingin melihat mantan pengantin nya kini telah menjadi pengantin kembali.


Apakah secantik dulu atau lebih cantik?


"Apakah sudah selesai ...?"tanya Arsa


"Sudah, acaranya nanti jam 7 kan ...? kau yakin akan jalan bersama ku, lalu bagaimana dengan Arita atau keluarga mu"tanya Dinda.


"Aku sudah bilang, kalau aku akan datang bersama mu"ucap Arsa.


"Baiklah ... jemput aku ya"pinta Dinda.


"Oke ..."jawab Arsa lalu mobil mereka pun berlalu dari Mall yang mereka kunjungi.


*****


"Bagaimana sudah semua kan ...?"ucap Maminya Tian pada semua anak muda yang sudah rapi dengan baju mahal mereka.


"Tante ... bagaimana penampilan Marissa apakah sudah cantik?"tanya Marissa.


"Sangat cantik sayang, "ucap mami nya Tian.


"Kita ke bawah sekarang, Veni mana?" tanya Maminya Tian


"Veni menjemput Sekertaris kaku tante"jawab Marissa.

__ADS_1


"Benarkah ... baguslah kalau Li juga hadir, mengingat dialah yang banyak berperan dalam kehidupan Tian"ucap Mami nya Tian dengan nada sedih, namun segera ia mengembalikan suasana hatinya agar ceria lagi.


Maafkan ya teman-teman jika babnya tidak memuaskan ... salam sehat buat semuanya.


__ADS_2