Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 145


__ADS_3

Senyum Galla terukir kala menyadari bahwa si Kaku yang selama ini ia kenal telah memiliki rasa pada gadis yang jauh dari kata anggun.


Veni yang memang bar-bar menjadi ciri khasnya untuk memikat lawan jenisnya, dan ternyata yang ia pikat adakah si kaku yang tak punya hati.


Penampilan Veni yang selalu asal karena mengikuti cara Fashion artis kesukaan nya.


"Jika suka mengapa tidak di ungkapkan, nanti di ambil orang akan tersiksa sendiri" sindir Galla pada Asisten Li saat mereka sudah berada di sebuah balkon.


Di sana para pria berkumpul.


"Bukankah ungkapan itu tepatnya sangat cocok untuk Tuan sendiri ... ? Nona Angelina wanita yang sempurna, tidak mungkin jika tidak ada pria yang ikut mengincarnya, jangan sampai Tuan akan kehilangan dan hanya bisa menatapnya" Asisten Li kini saling bertatapan dengan Galla.


Sedangkan Alan dan Tian entah sibuk bahas apa, mungkin acara yang akan di selenggarakan besok.


Galla tersenyum menatap Asisten Li.


"Aku tidak menyangka, kalau seorang Lihaonan akan jatuh cinta, aku mengira kau akan melajang terus di sisi Tian"ledek Galla dengan senyumnya.


Asisten Li membalas senyuman itu dengan sedikit sinis.


"Saya jiga demikian, saya berfikir jika Tuan Galla akan terus menjadi pengganggu wanita yang ada di dekat Tuan ku, tapi ... ternyata dugaanku benar ... "Asisten Li tersenyum nyaris tertawa.


"Tuan terus mendekati wanita yang menyukai Tuanku, sampai sekarang juga demikian, tapi sekarang aku sudah tidak akan menghalangi, silahkan tunjukkan keseriusan anda pada Nona Angelina" Asisten Li menepuk pundak Galla penuh dengan kemenangan.


Galla terdiam, benar yang di katalan Asisten Li, namun sesaat Galla sudah tersenyum kala melihat Asisten Li yang sudah berdiri di sisi Tian seperti biasanya.


*****


"Sudah Mor, kau tunggu di sini saja, kakak mu pasti lelah karena perjalanan nya"cegah Mama nya Mora.


"Iss .. menyebalkan, Kenapa harus bermalam di hotel mam,"kesal Mora


"Tinggal besok sayang, bukankah kau tidak suka sama kakak iparmu, kenapa malah sekarang terbalik?"ucap sang mama


"Aku kira dia janda genit dan jelek, eh malah sebaliknya ... dia jauh lebih cantik dari yang aku bayangkan, ih jadi gemes sama mantan suaminya, tega banget menyakiti istri secantik dia" Mora terlihat sangat kesal.


"Seharusnya kau berterima kasih padanya, jika bukan karena pengkhianatan nya, mana mungkin Kak Tian mu akan bertemu jodohnya, mengingat bagaimana kondisi kakak mu"ucap sang Mama.

__ADS_1


"Eh bener juga ya ma, jika bukan karena kebodohannya mana mungkin kak Leona akan menjadi miliki kak Tian, Eh suami pengkhianat Tank you ya ... karena sudah memberikan berlian pada Kak Tian ku" Ucap Mora dengan gaya berterima kasih pada seseorang.


Malam telah berlalu, sang Surya telah berganti tugas.


Tian membangun kan istrinya, namun lagi-lagi Tian merasakan mual, namun tidak sampai muntah pagi ini.


Tian langsung meminum obat yang sudah di berikan dokter Jimmy padanya.


"Sayang ... bangun ... " Tian mengelus pipi Leona, akhir-akhir ini Leona juga sering tertidur dengan nyenyak.


Suka dandan, suka tidur ... suka bermanja bukan seperti Leona yang ia kenal, namun ... Tian tersenyum kala mengingat Leona yang sering memintanya duluan.


Tian mencium bibir Leona sehingga Leona menggeliat dari tidurnya.


"Sudah terang ya, kenapa kau tidak membangun kan aku" Leona melingkar kan tangannya di leher sang suami.


Pandang mereka bertemu, tubuh Tian berada tepat di atas tubuh Leona.


Leona menatap bahkan ... Leona membelai bibir Tian yang tadi sudah mencium nya.


"Aku mencintaimu ... " Leona mencium bibir itu, bahkan sangat lama, tentu Tian tidak menolak, Apalagi itu adalah istrinya.


"Coba pandang aku "Tian membawa wajah Leona agar menatapnya.


"Aku suka melihat wajahmu yang menggodaku namun masih ada rasa malu yang kulihat, aku adakah milikmu, jika kau menginginkan maka lakukan"Tian tersenyum, benar saja ... Leona sudah memulai aksinya, tangannya menyusup kedalam kaos yang Tian gunakan, bibirnya bermain dengan bibir Tian, Tian menyeimbangi permainan sang istri.


Hingga penyatuan tubuh pagi ini menjadi awal olahraga yang menyehatkan.


Mereka pun membersihkan tubuh mereka bersama, Tian membantu menyabuni tubuh sang istri, namun Tian merasa aneh saat menyentuh buah yang bergelantungan semakin teras besar dalam genggaman nya, bahkan sangat menggoda karena semakin berisi.


Sambil membersihkan Tian bermain dengan buah itu, saat menyentuh perut sang istri dari belakang, Tian juga merasa ada yang aneh.


Ia hafal betul bentuk tubuh sang istri.


"Kenapa ... ? aku gendutan ya ... ?"tanya Leona saat mengelus perut Leona.


"Semoga di dalam sini segera di hadirkan buah hati kita, aku sangat mengharap kan sayang, aku tidak perduli dengan tubuhmu, bagiku kau adalah satu-satunya wanita yang paling cantik" Tian mencium pipi Leona dari belakang.

__ADS_1


Rutinitas mandi sudah selesai, Tian dan Leona sudah bersiap untuk keluar, Sarapan pagi juga sudah mereka nikmati.


Kini mereka keluar dari dalam kamarnya, Leona semakin terlihat seperti Nyonya besar.


Penampilan nya yang akhir-akhir ini berubah drastis semakin membuat nya terlihat cantik dan mempesona, Aura nya juga sudah berbeda.


Galla dan Alan telah berdiri pula, pandangan mereka teralihkan saat ketiga wanita itu keluar dari kamarnya juga.


Namun yang menjadi pusat perhatian nya adalah Veni yang kini berpenampilan beda dari biasanya.


Kini Veni memakai Dress selutut dengan rambut yang di biarkan tergerai indah.


Tentu Assisten Li juga menatap nya.


Merasa menjadi pusat perhatian, Veni jadi salah tingkah, ia melihat tubuhnya dari bawah, apakah ada yang salah, atau di wajahnya ada sesuatu yang tertempel, Namun ... Marissa dan Angelina memegang tangan Veni yang memegang kedua pipinya.


"Udah ... mereka kagum karen aku cantik pagi ini "bisik Marissa di telinga Veni.


"Iss ... kalian ... ini kan ulah kalian ... " cebik Veni saat mengingat bagaimana mereka berdua membuat Veni memakai Dress milik Marissa.


"Tapi, kau suka kan ... kau lihat mata si kaku tidak berkedip menatap mu"bisik Angelina


Suasana menjadi hidup lagi saat Tian selesai mengangkat ponselnya, yang ternyata panggilan dari rumahnya.


"Mereka semua sudah menunggu" Tian berkata seraya melangkah kan kakinya, tangannya terus menggandeng Leona, padahal Leona sangat ingin berkumpul bersama ketiga wanita itu.


Namun ... tangan Tian seolah melarang nya.


Akhirnya Leona pasrah.


Marissa dan Angelina saling menggoda Veni, mereka bilang ... kalau Veni fan Asisten Li sudah banyak perkembangan.


"Sedari tadi kalian selalu menggodaku, lalu ... hubungan kalian dengan kedua pria di depan bagaimana ... ?"tanya Veni yang langsung membuat kedua wanita di sampingnya terdiam.


Sedangkan Galla dan Alan mendengar ucapan Veni jadi tersenyum bersamaan.


Mereka menunggu, apakah Marissa dan Angelina akan menjawab perkataan Veni.

__ADS_1


Namun ... kedua wanita itu terdiam dalam salah tingkah nya.


__ADS_2