Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 82 Sandiwara Arita


__ADS_3

Arsa kini sudah melaju kan mobilnya menuju kediaman Candra, entah kenapa sekarang amarahnya memuncak, bukankah Candra sudah berkata kalau mereka tidak akan saking mengganggu.


Tidak butuh waktu yang lama, Arsa sudah sampai di depan kediaman Candra.


Ia masih melihat mobil Candra yang terparkir di depannya, berarti mereka baru saja keluar, pikir Arsa.


Bel rumahnya pun Arsa bunyikan, sehingga keluarlah seorang wanita paruh baya yang sudah sangat mengenali Arsa.


"Eh den Arsa ... masuk den ... "ucap pembantu itu.


"Candra dan yang lain kemana bik ..."tanya Candra saat masuk kedalam rumah yang sepi.


"Bapak baru saja masuk kedalam kamarnya mungkin istirahat tuan, baru saja mereka melihat asrama yang akan di tempati Nona Arita nanti."ucap pembantu itu.


"Asrama ...? Arita mau diletakkan di Asrama ... ?"tanya tak percaya Arsa.


"Iya tuan, Bapak sudah tidak tahu harus mendidik Nona dengan cara apa"ucap lesu pembantu itu.


"Baiklah ... kalau begitu aku ke kamar Arita ya bik, bibik tidak usah bilang kalau ada aku"ucap Arsa yang langsung menaiki tangga rumah Candra dan menuju ke kamar Arita.


Arsa masih menahan kesal, ia tidak mengetuk pintu dan langsung masuk ke kamar itu.


Benar saja ia langsung mendapati Arita yang keluar dari kamar mandi dengan pakaian minimnya.


"Mas Arsa ..."ucap Arita terkejut.


Jika dulu ... mungkin Arsa akan menerkam Arita yang berpakaian seperti itu, tapi ... kini selain karena sakitnya, ia juga di liputi kekesalan dan amarah.


"Mas Arsa ... ngapain kesini"ucap Arita seraya mendekati Arsa.


Dengan kekesalan nya, Arsa menangkup kedua pipi Arita dengan satu tangannya sehingga Arita menjerit kesakitan.


"Arita ... aku tidak menyangka kalau kau ternyata wanita semurahan itu, kau tahu ... aku menyesal ... menyesal mengenal mu Arita .."ucap Arsa Seraya menghempas kan wajah Arita dengan kasar.


"Dengan dasar apa mas mengatakan itu padaku ...!!!"teriak Arita.


"Kau masih bertanya ... tidakkah kau ingin mengakuinya Arita, sebelum kau dengan ku, kau punya hubungan gelap dengan seorang Om om bukan?"ucap Arsa seraya mencekik leher Arita, sehingga Arita terbatuk-batuk.

__ADS_1


Dengan usaha keras, Arita melepaskan tangan Arsa dari lehernya.


"Kau keterlaluan mas, itu dulu ... saat aku masih sendiri, saat bersamamu aku setia dengan mu"ucap Arita.


"Setia ... kau bilang setia, kau bahkan sekarang punya hubungan dengan kekasih Dinda, itu kau bilang setia ...? Arita ... kau ...sekarang masih berumur 18 tapi kau ... sudah ahli dalam hal ini"ucap Arsa tidak percaya.


"Kenapa mas baru menyadari nya sekarang ... ? seandainya mas tidak bangkrut apakah aku akan cari pria lain ...? aku juga butuh uang mas"


PLAK


Tanpa Arsa sadari tangannya sudah melayang ke pipi Arita.


"Kau tak berhak bahagia Arita ... aku sudah ingin bertanggung jawab padamu, tapi ... kau menolak, apa karena ini alasan mu?"ucap Arsa.


"Ya ... aku gak ingin hidup susah mas,"teriak Arita yang mana membuat Arsa semakin tak percaya.


"Aku mencintaimu tapi aku tak mau hidup susah dengan mu"ucap Arita lagi dengan tangisannya.


"Oke ... oke ... baiklah ... , carilah pria manapun, tapi jangan rusak hubungan orang lain lagi Arita, dan ... sembuhkan dulu sakitmu sebelum menular kan keorang lain, sebelum penyakit itu menjadi lebih ganas dan menggrogoti tubuhnu"ucap Arsa seraya keluar membanting pintu kamar Arita.


"Maafkan aku mas Arsa ... maafkan aku ... kau berhak bahagia tanpa ku, karena aku tidak bisa seperti mantan istrimu, setidaknya aku ingin memberimu kesempatan untuk mencari wanita seperti nya atau kalau bisa kembali lah padanya,"ucap Arita dalam isak tangisnya.


"Maafkan aku karena sudah menularkan penyakit itu padamu, aku mencintaimu mas Arsa, kau cinta pertama bagiku, tapi ... mengapa harus cinta seperti ini yang aku dapatkan"ucap Arita.


FLASH BACK


Saat itu, mamanya Arsa datang pada Arita dan memintanya untuk pergi dari kehidupan Arsa secepat nya.


Apalagi mamanya Arsa tahu kalau kini Arita memiliki penyakit itu, sehingga Arita menggunakan ponsel yang sudah Papanya sadap untuk melakukan drama ini.


"Kalau kau tidak menjauhi anakku, kau bisa tahu akibatnya, kecil-kecil sudah berpenyakitan" itu adalah kata terkahir yang mamanya Arsa katakan.


Kekasih Dinda adalah teman bagi Arita ia meminta bantuannya untuk melakukan drama ini, sehingga ternyata membuat hubungannya dengan Dinda menjadi kacau.


"Tidak apa-apa hubungan ku dengan Dinda berakhir, asal kau benar-benar berubah dan berniat untuk sembuh, aku bisa membantu mu" begitulah ucapan sang kekasih Dinda.


Dinda menangis dalam kesakitan nya, dalam lukanya,

__ADS_1


...'Benar kata paman Fandi, bahagia dengan hasil merebut kebahagiaan orang lain, itu tidak akan tenang dan nyaman,'...


Ternyata Arsa tidak pergi dari kamar Arita, ia masih berdiri di depan pintu kamar Arita.


Ia terkejut dengan penuturan Arita yang terakhir, untuk memberinya kesempatan mencari wanita lain seperti sosok Leona, bahkan bisa kembali padanya.


Masih terdengar tangisan Arita dari dalam kamarnya. Arsa kini duduk di depan kamar Arita ia tidak tahu harus berbuat apa.


Ini bukan seperti Arita yang Arsa kenal.


Saat Arsa masih terduduk di depan kamar Arita, Candra datang dan membangunkan Pria yang ia anggap Adik.


"Apakah kau mencintai nya ...? atau kau hanya ingin bertanggung jawab ...?"ucap Candra saat sudah membangun kan Arsa.


"Mama mu mendatanginya dan meminta nya untuk menjauhi mu, Arsa berikan anakku kesempatan untuk membenahi dirinya,"ucap Candra.


"Kau akan membuat nya tinggal di Asrama?"ucap Arsa.


"Entahlah, ini pertama kali nya ia merasa menyesal dalam hidup nya, sudah banyak yang menyumpahi anakku dan juga para readers yang sedang membaca novel ini"ucap Candra.


"Aku ingin membuat anak ku berubah, aku ingin anak ku diberi kesempatan itu" ucap Candra


"Aku ingin para readers tahu bahwa setiap manusia memiliki kesalahan dan berhak untuk memperbaiki kesalahannya"ucap Chandra.


"Jadi kau tersinggung dengan sumpah serapah para readers?" tanya Arsa.


"Bukan ... aku hanya ingin mengubah perilaku anakku"ucap Candra pada Arsa.


"Pergilah ... raihlah suksesmu"ucap Candra seraya menepuk pundak Arsa.


"Karena aku juga belum tahu pasti di balik penyesalan putriku itu benar adanya ataukah hanya kedoknya melabuhi aku"ucap Candra yang membuat Arsa kini yakin, Candra tertekan dengan perilaku Arita.


Benar saja kini Arita sudah tertawa dan berjoget-joget di kamarnya seraya menghias diri di kamarnya,


Ternyata semua yang Arita katakan pada Arsa di dalam kamarnya adalah kebenaran, sedangkan yang saat Arsa di luar kamar hanyalah kebohongan nya untuk menaklukkan papanya.


Benar-benar anak yang laknat nih Arita.

__ADS_1


__ADS_2