![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
Mobil Nyonya pun sudah berhenti di sebuah butik ternama, Leona sejenak melihat butik itu dari dalam jendela.
"Ayo turunlah"ajak Nyonya Diana.
Leona tersenyum dan akhirnya turun dari mobil Nyonya Leona.
"Ini adalah butik langganan saya, Tian juga berteman dengan pemilik butik ini, anaknya sangat ramah dab juga cantik"ucap Nyonya Diana seraya melihat raut wajah Leona.
Ia mencari raut wajah cemburu di diri Leona namun... ia tidak menemukan itu.
Membuat Nyonya Leona terheran sendiri.
"Selamat datang Nyonya Diana"sapa sakah satu karyawan yang sudah mengenal Diana.
"Marissa sudah datang?"tanya Nyonya Diana.
"Baru saja tiba nyonya, sebentar biar saya panggilkan dulu, silahkan duduk Nyonya"ucap Pelayan itu dengan ramah.
"Duduk lah juga Na..."ucap Nyonya Leona.
Leona hanya tersenyum menanggapi ketamahan Nyonya Diana, semenjak bertemu Nyonya Diana, semua prasan buruk tentang krang kaya runtuh sedikit demi sedikit.
Tidak semua watak orang kaya seperti watak keluarga mantan suaminya, buktinya.. Nyonya Diana sangat ramah padanya, bukan padanya saja tapi tepatnya pada semua orang.
"Hai tante...lama gak kesini"ucap wanita cantik yang kini menciun pipi kanan dan pipi kiri Nyonya Diana.
"Iya, akhir-akhir ini Tante sangat sibuk, unyungnya sekarang tante sudah ada Leona yang menggantikan tante di perusahaan.
Leona kenalkan ini adalah Marissa, Marissa kenalkan ini Leona"ucap Nyonya Diana.
Leona dan Marissa pun berjabat tangan.
"Pasti ada hal yang penting sehingga membuat Tante pagi ini dayang langsung kemari"ucap Marissa.
"Beberapa hari lagi Tante ada undangan di istana kepresidenan, Tante ingin kau membuat kan gaun terindah untuk Leona, karrna dia yang akan mewakil kan aku datang"ucap Nyinya Diana secara belah pihak.
"Loh, kenapa tante gak datang? Tian juga pasti ikut kan?"tanya Marissa heran.
"Mungkin, tapi Tante gak bisa datang, hari itu bertepatan dengan hari pernikahannya tabte dan om, jadi Om sudah membuat rencana akan membawa tante ke Cappadocia, itu adalah impian Tante dan om selama ini"ucap Nyonya Diana.
"Leona...kau tidak keberatan kan?kau dan Veni akan datang bersama Alan,sebagai tanda hormat ku pada orang ternama itu"ucap Nyonya Diana.
"Baiklah Nyonya"ucap Leona saat mendengar kalau Veni juga bileh ikut.
__ADS_1
"Baiklah, ayo biar ku ukur tubuhmu"ucap Marissa ramah.
Leona oun berdiri dan Marissa mengukir semua sisi tubuh Leona.
"Kau juga akan datang kan Ris?"sapa Nyonya Diana.
"pasti datang Tante, apalagi dengan adanya Tian"ucap Marissa tanpa malu.
Nyonya Diana sudah menebak akan jawaban itu.
"Tante... benar kah hubungan Tian dan Angelina? tanya Marissa setelah mengukur yubuh Leona.
"Kau kan tahu sendiri, Tante tidak bisa menanyakan langsung ke Tian, tapi ku dengar mereka menjalani bisnis bersama juga, pagi ini Angelina ada di perusahaan Tian"ucap Nyonya Diana.
Raut wajah Marissa berubah, Leona yang melihat itu hanya bisa diam, tidak mengerti arah pembicaraan mereka.
Namun tiba-tiba ada pesan masuk.
[Lagi dimana? di perusahaan tidak ada] Tian
[lagi ikut Nyonya Diana, ada apa Tuan?] Leona.
[Tidak apa-apa]Tian
*****
Air mata nya selalu menetes, ia selalu merasa ketakutan untuk kehilangan Arsa, baginya Arsa adalah segalanya, lelaki yang selalu memberinya perhatian, menanyakan kabarnya saat tidak ada yang menanyakan nya, perhatian kecil dari Arsa lah yang membuat Arita semakin menggilai Arsa.
Sedangkan Candra kebingungan mencari Arita,
"Arsa, ada Arita di situ?"tanya Candra.
"Sudah pulang, apa dia juga marah dengan mu?"tanya Arsa.
"Iya, aku menampar nya Ars, sekarang dia kemana?"ucap bingung Arsa.
Betapa terkejutnya Arsa mendebarkan penuturan itu, apalagi di tambah perbuatan nya tadi, rasa khawatir menyerang hati Arsa Apalagi dengan keadaan sekarang, Nama. Arita terpapang jelas sebagai Pelakor.
dengan tergesa Arsa menyambar jas yang ada di kursinya.
"Pak Arsa, anda mau kemana?"tanya Dinda yang hendak ke ruangan Arsa.
"Untuk sementara, handle semua acara hari ini"ucap Arsa tergesa-gesa.
__ADS_1
"Tapi pak, ini penting, jika pak Arsa menundanya kemungkinan beliau akan membatalkan kerja sama nya, karena nanti jam 10 siang beliau sudah terbang ke luar negri"ucap Dinda.
Dan itu membuat Arsa menjadi bingung, kliennya saat ini, adalah klien yang bisa menyelamatkan perusahaan nya, dan kini Arsa di libatkan dalam dua pilihan.
"Baiklah, jam berapa beliau datang?"tanya Arsa.
"Sekitar 20 menit lagi Tuan, beliau sudah ada dalam perjalanan"terang Dinda.
"20 Menit, baiklah"ucap Arsa seraya masuk kembali ke ruangannya.
*****
"Hai Pelakor... masih berani keluar rumah?gak malu ya nunjukin wajah pelakor itu"ucap salah satu teman Arita yang kebetulan bolos sekolah.
"Arita... Arita.. kau bodoh sekali sih, mau bersaing dengan Istri sah, jelas lah kamu kalah,dari segi tampang, segi tampilan tentu lebih bagus istri sah, dari pada jadi Pelakor, mending melac*r aja deh, dapat uang buat senang-senang iya gak guys?"ucap salah satu wanita lagi.
"Kalian bisa tidak jaga mulut kalian, kalian saja yang jadi pel*c*r"ucap Arita.
"Iss .. masih sok belagu, hidup mu tidak akan tenang Rit, kemana-mana akan dapat cacian, jadi kalau mau main sama yang beristri itu mikir dikit kek jangan modal kan kang hahahahha" ucap teman wanita itu dengan di selingi tawa mereka.
Tentu membuat Arita naik pitam.
"Kalian__"
Sebelum Arita melanjutkan perkataannya, temannya sudah menyiram wajahnya dengan air botol yang sudah mereka pegang sedari tadi, tentu setelah itu mereka kabur dengan melajukan mobilnya.
"Dasar kalian... beraninya main keroyokan awas saja kalian....!!!"teriak Arita seraya mengusap wajahnya.
Seketika tubuh Arita ambruk, ia menangis di tepi jalan, banyak yang melihat nya iba, karena tak tahu masalah nya.
Arita menangis , bagaimana bisa semua orang mencemooh nya, apakah salah mencintai seseorang, apakah salah jika Arita jatuh cinta?
Arita mengingat semua kejadian dua tahun bersama Arsa, banyak tawa yang lewati bersama Arsa, meski Arita tahu jika Arsa memiliki istri.
'Aku sangat mencintaimu Arsa... kau berjanji akan selalu menyayangi ku, kau berjanji akan menikahi ku, kau berjanji akan selalu ada untukku tapi... apa sekarang? kau bahkan tidak mengejar ku di saat aku terpuruk seperti ini...'
Arita bersandar ke jembatan di mana ia duduk, menenggelamkan wajahnya di kedua pahanya.
'Mama... kenapa kau tidak membawaku saja saat itu? kenapa kau membiarkan aku melewati semua ini sendirian? papa begitu mencintai mama.. tapi papa tidak mencintaiku ma...bahkan papa tidak pernah menyentuh Arita, 2 kali papa menyentuh Arita, dan itu adalah sebuah tamparan ma..., apakah itu bentuk kasih sayang papa terhadap Arita, lelaki yang begitu Arita cintai pun kini sudah tidak peduli dengan Arita..ma... bawa Arita pergi ma... bawa Arita bersama mama'
Begitulah suara hati Arita dalam isak tangisnya.
Sehingga kata terakhir yang Arita katakan adalah
__ADS_1
'*AKU MENCINTAIMU ARSA'
Begitulah teriakan Arita sebelum ia menjatuhkan diri kedalam sungai jembatan itu*.