Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 111


__ADS_3

Terlihat Si mbok salah tingkah, apakah benar ... si mbok ada kaitan dengan anak Candra.


"Ya sudah Tuan ... kalau begitu di Mbok permisi dulu" ucap Si mbok.


Namun ... saat si mbok dapat beberapa langkah, Arsa berkata.


"Tian ... suami Bu Leona sudah mengetahui segalanya mbok ... dia hanya memberi waktu untuk Candra menyelidiki sendiri, jika Candra tidak bisa maka Candra akan pergi ke Bu Leona sendiri untuk meminta bantuan"ucap Arsa membuat Si mbok makin salah tingkah.


Arsa meninggalkan rumah setelah mengetahui gerak-gerik si mbok.


ini Arsa sudah berlalu dari kediamannya menuju perusahaannya.


Chandra sudah tidak bisa menahan rasa penasaran tentang di mana keberadaan anak kandungnya.


Tian menghubungi asisten Li untuk bisa bertemu langsung dengan Tuan Tian.


"Tuan bilang, datanglah ke cafe dekat perusahaan Arsa jam 7 malam" ucap Asisten Li.


"Terima kasih atas kesediaan nya Tuan" ucap Hormat Candra pada Asisten Li.


Sambungan telepon itupun telah berakhir.


Chandra bisa bernafas sedikit lega dari sebelumnya.


semoga kalian tidak memberi teka-teki kembali dan langsung memberitahu Di mana keberadaan anak kandungnya.


"Tuhan apakah anda akan mengatakan Di mana keberadaan putranya" tanya asisten Li pada Tian.


"sudah cukup hukuman untuk Chandra Li ... sebenarnya dalam hal ini Chandra tidak bersalah, ia bahkan selalu ada untuk Leona, hanya saja aku sedikit tidak suka karena dia mundur menjadi pengacara Leona karena mengetahui siapa selingkuhan Arsa"


Asisten Li hanya terdiam menganggukkan kepalanya ia mengerti dengan apa yang sudah dikatakan oleh Tian.


"Bagaimana kalau Nona Leona tahu akan hal ini ...?" tanya Asisten Li lagi.


"Biarkan ... jika ia tahu, semuanya akan ia tahu cepat atau lambat, karena aku tahu jalan pikiran Arsa, ia akan menemui Leona jika aku tidak menemukan nya" ucap Tian menatap pemandangan luar ruangan.


Ya ... kini Tian berada di perusahaan, dimana dia pertama kali bertemu dengan Leona.


Satu-satunya wanita yang berhasil menarik perhatian nya karena berlari hingga jatuh.


Tian tersenyum mengingat semua hal yang terjadi mulai ia pertama kali bertemu.

__ADS_1


"Bagaimana ... apakah perusahaan mengalami kesulitan ... ?" tanya Tian pada direktur yang bertanggung jawab akan perusahaan.


Direktur itu mengerti, meskipun ia tidak melaporkan, Tian sudah pasti tahu keadaan perusahaan.


"Tidak tuan, perusahaan mengalami keuntungan 25% bulan ini" ucap bangga direktur itu.


"Bagus ... kemajuan yang sangat bagus, pertahankan cara kinerja mu" ucap Tian Seraya menepuk bahu Direktur itu.


"Saya akan terus berusaha Tuan, kalau begitu ... permisi ... " ucap Direktur itu.


*****


"Kau yakin ... Arita bukanlah anak pak Candra ... ? wah kasihan sekali ya pak Candra ... bahkan karier nya hancur karena ulah kalian tapi ... dampaknya besar pada karir pak Candra" ucap Dinda saat ia di panggil keruangan Arsa.


Arsa menarik nafas dalam-dalam, ia tahu ... mulut Dinda memang tidak bisa di rem kalau ngomong, asal nyrocos saja ... buktinya ... ia selalu berkata pedas pada Arsa jika menyangkut kesalahan yang telah Arsa lakukan.


Arsa dan Arita yang bersalah ... tapi Candra yang kena hukum.


Bukankah itu tidak adil bagi Candra.


"Kau benar ... ah tau lah, apakah kau mau ikut nanti ... ?" tanya Arsa


"Menjenguk Arita "jawab Arsa.


"Oh No ... kenapa juga kau masih mau jenguk wanita itu, atau jangan-jangan kau masih menginginkan tempek nya ya ... " ucap Dinda tanpa ia sadari, telah membuat Arsa melongok tak percaya.


"Dinda ..." ucap Arsa seraya melempar kan tisu pada wajah Dinda yang tersenyum nyaris tertawa.


"Ckkk ... kau tidak bisa ya ... menyaring kata-kata mu, aku di sini atasan mu loh ... " pekik Arsa dengan menahan emosi meski setengah hati.


Dinda tertawa mendengar kemarahan Arsa.


"oke ... oke ... oke ... aku ikut denganmu, Aku ingin melihat kondisi wanita itu, apakah masih bisa bersikap genit padamu" ucap Dinda


"dia tidak mungkin akan melakukan hal itu lagi Dinda, dia bahkan sudah tidak mau denganku "ucap Arsa


"Siapa tahu saat kamu menggunakan jas seperti ini, dia akan memutar lagi hatinya agar bisa dekat denganmu, Arsa sekali murahan akan tetap murahan, Jika dia tidak berubah dan tidak ingin berubah maka dia akan tetap menjadi wanita rendahan" ucap Dinda.


"itu juga berlaku untuk penyelingkuh, maka akan tetap menjadi penyelingkuh, kecuali dalam hati ada niatan untuk berubah dan setia pada satu hati, maka niat itulah yang akan menjadi tameng untuk mengulang kesalahan yang sama" ucap Dinda.


"Dinda ... kalau boleh tahu ... dari mana kau selalu mendapat kan kata yang pas seperti itu ...?"tanya Arsa heran, karena setiap yang di katakan Dinda selalu mengena dalam hatinya.

__ADS_1


"Dari si YouTubers " jawab Dinda dengan terkekeh.


"Astaga Dinda ... " ucap Arsa tidak percaya.


"Hahahhahaha ... tapi dia YouTubers hebat lih menurut ku Ar, masih muda tapi sudah sukses membuat konten yang berfaedah" ucap Dinda.


"Ckkk ... baiklah ... jam istirahat sudah hampir habis, silahkan kau keluar dari ruangan ku, toh ... makan siangmu sudah ludes kan ... " ucap Arsa yang tidak ingin lagi mendengar kata skakmat dari Dinda lagi.


"Oke ... kau mengusir ku sekarang, kalau begitu saya undur diri dulu Tuan Arsa yang terhormat " ucap Dinda memeragakan gerakan layaknya bawahan dan atasan yang bijak.


Arsa tidak menjawab malah tertawa.


Membuat Dinda juga ikut tertawa.


"By the way ... makasih untuk makan siangnya" ucap Dinda tersenyum pada Arsa.


"Oke sama-sama, selamat bekerja Din ..." ucap Arsa.


"Selamat bekerja juga untukmu" jawab Dinda sebelum akhirnya ia keluar dari ruangan itu.


Arsa tersenyum melihat senyum di wajah Dinda, ia bahkan sempat berfikir kalau anak Candra ada di sekitar mereka, namun ... sejauh ini tidak ada yang seumuran Arita.


Arsa menyadarkan tubuhnya di kursi kebesaran nya.


*****


" Ah ... kenyang sekali rasanya ... " ucap Veni saat sudah menghabiskan makan siangnya di sebuah restoran.


"Jaga bentuk tubuh agar Asisten Kaku itu tidak berpaling" goda Marissa pada Veni.


"Hahahahha candaan mu tidak lucu kaki ... kalau memang bener Si Asisten Kaku itu duka sama aku, aku akan mencium nya terlebih dahulu" ucap Veni tanpa sadar.


" Wah ... berani sekali kamu ... hebat ... kau akan melakukan apa yang kau ucapkan itu Ven ... tapi ... ngeri juga sih kalau kau benar-benar pacaran sama si kaku itu, so ... notabene kamu dan dia terbalik hahahhaha" ucap Marissa lagi.


"Kalau kau mampu menaklukkan hati Asisten Li ... aku akan beri hadiah untukmu" ucap Leona.


"benarkah ... wah harus di coba nih ... hadiah dari Nyonya Tian tidak mungkin kecil kan ... ?"ucap Veni.


"Benar ... kau coba saja, mungkin yang lain juga ingin coba" ucap Leona dengan di selingi senyumnya.


Leona sengaja membuat hal itu, karena ia tahu ... setelah ini Tian akan melarang nya untuk ini itu, jika di antara mereka menjadi pacar Asisten Li ... tentu Leona tidak akan kesepian kan ... ?.

__ADS_1


__ADS_2