Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 65 Tian Butuh Perhatian [Leona]


__ADS_3

Sebelum baca bab selanjutnya, jangan lupa like dan komin bab sebelumnya ya teman-teman, maaf selalu tellat up, tapi akan selalu usahakan up setiap hari, doakan author dan anak author yang kini sama-sama lagi kurang enak badan.


Kini Tian telah terbaring di ranjang rumah sakit.


"Bagaimana Tuan, apa masih gatal dan nyeri?"tanya Asisten Li setelah pengobatan selesai.


"Bawa aku terbang malam ini juga Li, kau tahu apa yang harus kau lakukan kan?"ucap Tian dengan bibir tersenyum tipis.


"Nona Leona?"tanya Li memastikan apa yang akan Tuan nya rencanakan.


Tian hanya mengangguk kan kepala nya dengan bibir tersenyum penuh arti.


Asisten Li pun mengurus keberangkatan Tian, tidak lupa ia menyuruh Ibunya Leona untuk menjemput Tian yang sakit di bandara.


"Ibu tidak bercanda? kenapa bisa sakit bu .. bukankah tadi dia sehat-sehat saja ya bu?" tanya Leona dengan nada terkejut.


"Ibu tidak bercanda nak, Dia sekarang sedang menderita, tapi katanya ia ada pekerjaan jadi harus segera kembali, demi membalas budi...rawatlah dia nak"ucap sang ibu fi akhir perkataan nya.


Akhirnya panggilan itu pun berakhir.


"terimakasih Nyonya, anda sudah membantu Tuanku, Tuanku tidak akan mau minum obay jika bukan pada orang yang ia inginkan"ucap Asisten Li.


"Saya mengerti dengan jalan pikiran Tuan Tian, asal kalian baik pada anakku, saya akan mendukung nya, salam kan pada Tuan Tian, restuku bersama nya, beri kebahagiaan buat anakku"ucap Ibunya Leona dengan mata yang sudah berkaca.


Sejenak asisten Li terdiam, ia menatap wajah ibunya Leona.


Lalu Asisten Li tersenyum seraya mengusap air mata yang sudah mengalir seraya berkata.


"Saya dan Tuanku, tidak akan membiarkan orang-orang yang sudah menyakiti putri mu hidup dengan damai, kau sehat lah Nyonya, sudah saat nya kau bangkit dan tunjukkan pada semua orang yang sudah menghina mu dan Nona Leona dahulu, aku dan Tuanku... akan ada di belakang mu selalu"ucap Asisten Li serius.


Membuat Ibunya Leona menggenggam erat tangan Asisten Li.


Ya.. Asisten Li sudah membaca semua tentang Leona dan Ibunya.


Perusahaan yang Arsa kelola adalah perusahaan di bidang Parfum, namun... semuanya tidak berjalan dengan sesuai.


Ibunya Leona dan Leona lah yah awal merekomendasikan setiap parfum yang akan lounching namun... setelah ibunya Leona tidak sadarkan diri sejak itulah, Arsa yang menjalani semuanya 💯 persen.

__ADS_1


Dan saat itulah Arsa mengalami kesulitan.


Namun... selalu ada Leona di belakang nya.


Setalah berkata demikian, Asisten Li berpamitan untuk undurkan diri.


Ibunya Leona mengangguk kan kepalanya.


*****


Leona terlihat mondar-mandir seperti setrika yang belum selesai.


"Baru tadi kau terlihat bahagia, lalu apa yang kau alami saat ini?" tanya Veni


"Tuan Tian tiba-tiba sakit, aku yakin itu pasti alerginya yang kumat"ucap Leona.


"Nah .. hubungannya dengan mu apaan?"tanya Heran Veni.


"Itu ... itu yang aku bingungi, ibu bilang kalau aku yang harus merawatnya"ucap Leona.


"Bagus ding..., kapan lagi bisa merawat orang ganteng"goda Veni.


Benar juga kata Leona, banyak perawat yang bisa Tian bayar dengan uangnya, tapi herannya Tian malah minta Leona yang rawat.


Akhirnya Leona Memilih untuk duduk di sofa sehingga akhirnya Asisten Li menghubungi Nomor nya dan memberi tahunya kalau Tuan Tian sudah ada di bandara.


"Ven, ayo berangkat"ucap Leona.


"Baiklah, kita jemput pangeran kita"ucap Veni dengan mengangkat 1 tangannya, tanda semangat nya.


Taksi yang sudah Leona pesan pun sudah menunggu di depan, sehingga saat Leona keluar dari apartemen nya, ia langsung masuk kedalam taksi.


*****


"Kau jangan nikahi gadis kecil itu Arsa, mau jadi apa hidup mu!!"ucap sang mama pada Arsa.


"Lalu... aku harus bagaimana ma... apakah Arsa akan kembali menjadi pengecut begitu menurut mama"ucap Arsa.

__ADS_1


"Bukan Arsa, gadis kecil itu terlalu dini untuk kau nikahi, dia akan hanya menyusahkan mu"ucap mama Arsa.


"ckkkk, tapi aku harus tanggung jawab akan dirinya ma, aku sudah gagal menjaga Leona, aku juga tidak boleh gagal untuk Arita, cukup 1x aku menjadi pria bajingan"ucap Arsa penuh penyesalan.


"Leona beda dengan dia...."


"Sekarang mama bilang kalau Leona beda, dari dulu mama kemana dalam menilai nya, kenapa mama selalu menilai orang dengan pikiran mama sendiri, karena mama...semua karena mama.., cukup ma.... cukup mama mengendalikan ku selama ini"ucap Arsa penuh emosi.


Arsa sangat ingat, dulu mamanya juga bilang begitu, Leona bukanlah wanita yang baik dan bukan wanita yang tepat, lebih parahnya Mama nya Leona mengatakan kalau Leona dan ibunya hanya lah parasit.


Dua manusia yang di tuduh selalu bergantung pada Arsa. Nyata nya, Leona dan ibunya bukanlah seperti yang mama nya katakan.


"Mama ingat...., mama juga pernah melarang ku menikahi Leona karena bagi mama Dia adalah Parasit yang hanya bergantung hidup padaku, Tapi... lihat, mama bisa lihat sendiri...siapa yang parasit sekarang, tanpa nya aku tidak bisa apa-apa, bahkan sudah jatuh bangkrut"ucap Arsa menjatuhkan tubuhnya di sofa.


"Arita akan tetap aku nikahi Ma, apapun alasannya, aku harus tanggung jawab"ucap Arsa penuh keyakinan.


"Kalau Arita tidak mau bagaimana? apakah kau akan melepaskan nya"ucap mama nya Arsa.


"Arita tidak akan menolak ku ma, dia begitu mencintai ku"ucap Arsa.


"Kau begitu yakin, ya mungkin itu berlaku pada mantan istri mu, tapi tidak untuk Arita, dia wanita modern yang hanya tahu kemewahan dan kekayaan, apa dia mau kau ajak susah? pikir secara logis wanita cinta akan harta"ucap Mamanya Arsa yang langsung melangkah kan kakinya.


Namun sejenak mamanya Arsa berhenti saat menaiki tangga rumahnya.


"Besok temui lah anak bu Siska, siapa tahu bisa memberimu pekerjaan dan juga siapa tahu dia tertarik padamu"ucap Mama Arsa yang langsung meneruskan langkahnya.


Terdengar Arsa yang mendengus kesal mendengar apa yang mamanya katakan, apakah mamanya ingin menjodohkan nya, lucu sekali, dia sudah jadi duda dan masih ingin di jodohkan?


*****


Sesampainya Leona di bandara, Leona sudah melihat mobil Asisten Li yang terparkir, dan fi situ sudah ada Tian yang duduk di kursi roda, seakan ia lagi sakit parah.


"Bagaimana keadaan mu Tuan?"tanya Leona saat sudah ada di dekat Tian


"Aku sakit, aku butuh perawatan, dan aku mau kamu yang merawat ku"ucap Tian seraya menatap wajah Leona.


"Sebaiknya kita segera ke Apartemen nya Tuan Nona, takut nya tubuh Tuan akan tambah kedinginan, malah menambah lama waktu kesembuhan nya"ucap Asisten Li memperburuk keadaan Tian.

__ADS_1


"Betul, Leona ayo segera bawa tuan Presdir"ucap Veni mendukung Asisten Li, Kini Veni seolah mengerti akan setiap isyarat yang Asisten Li berikan.


__ADS_2