![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
Akhirnya mereka pun bekerja dengan biasanya, Leona benar-benar merancang perhiasan untuk Marissa.
*****
"Kenapa melamun ... ?"tanya Dinda pada Arsa.
"Dinda ... kembalilah pada pacarmu, dia dan Arita tidak pacaran"ucap Arsa seraya menatap Dinda.
Dinda tersenyum mendengar perkataan Arsa.
"Kau kata siapa? apa Arita yang berkata seperti itu? aku sudah bisa menebaknya"ucap Dinda tanpa memberi waktu untuk Arsa menjawab.
"Arsa ... apakah kau masih menjadi pria bodoh?"ucap Dinda yang makin aneh pada mantan bos nya itu.
"Apakah ini yang kau sebut tidak pacaran?" ucap Dinda Seraya menunjukkan video di layar ponselnya.
video itu diunggah beberapa jam yang lalu dengan caption
(cinta akan hadir seiringnya kenyamanan itu ada)
"Arsa Aku tahu kamu itu bodoh dari awal saat kau mengenal Arita ..., dulu kau lebih memilih Arita dari pada Bu Leona, Tapi ... saat ini janganlah kau menjadi orang bodoh lagi,dan mempercayai semua perkataan gadis kecil itu" ucap Dinda dengan geram.
"Tapi apakah semudah itu Cintamu hilang terhadap kekasihmu?"tanya Arsa.
"seperti Ibu Leona yang telah kau khianati, begitupun dengan ku, dan namanya penghianatan ataupun perselingkuhan ... itu adalah kesalahan yang besar dan tidak mudah untuk diberi kesempatan, karena sekali selingkuh maka akan selingkuh kembali, begitupun seterusnya ... kecuali ada niat dari hati untuk tidak mengulang kesalahan yang sama, Arsa aku sekarang sudah tahu rasanya bagaimana dikhianati ... meski tidak sebanding dengan sakit yang Ibu Leona rasakan"
"Jangan ulangi kesalahan yang sama Arsa ... jangan menjadi orang bodoh lagi"ucap Dinda dengan nada memohon.
Arsya terdiam mendengar semua perkataan Dinda, mengapa akhir-akhir ini mantan sekretaris nya itu selalu berucap dengan kata-kata yang sangat menyentuh hatinya.
Arsa kini seolah menemukan teman yang bisa memberinya nasehat,
"Terima kasih Dinda ... karena kamu sudah mau menjadi temanku, dan memberi nasehat pada ku"ucap Arsa.
"Baiklah kita berteman sekarang, Tapi jangan sampai kau menaruh hatimu padaku ya ... karena sampai kapanpun aku tidak akan jatuh cinta padamu" ucap Dinda dengan tawanya.
"Cinta Dan persahabatan itu tidak akan pernah bersatu dalam kehidupanku Dinda ... aku juga tidak mau memiliki rasa itu, karena terkadang cinta bisa berpisah seperti kisahku dan Leona tapi ...Semoga persahabatan kita tidak ada yang namanya perpisahan"ucap serius Arsa.
"kenapa malah memandangku?"tanya Dinda saat terjadi keheningan sesaat.
Arsa bukannya menjawab malah ia tersenyum pada Dinda.
"Habiskan makananmu, aku yang akan mentraktirmu siang ini" ucap Arsa.
"Baiklah kalau begitu aku tidak akan sungkan lagi" ucap Dinda dengan tersenyum.
__ADS_1
Mereka pun menikmati makan siang mereka dengan sedikit candaan.
"Apakah kau sudah mendengar gosip?"tanya Dinda pada Arsa.
"Gosip apa ...? apakah penting?"tanya Arsa.
"Tentu penting, ini tentang Bu Leona"ucap Dinda yang berhasil membuat Arsa menatap kearahnya.
"Kan ... aku yakin kau akan tertarik, sekecil apapun gosip tentang bu Leona itu akan mengambil perhatian mu"ucap Dinda dengan tawanya.
Namun Arsa sudah memasang wajah yang serius.
"Apa dia sudah dekat dengan pria lain? atau ... apakah dia ...?"
"Bu Leona kini menjadi Desainer pendatang baru yang namanya langsung melejit"ucap Dinda menghentikan semua prasangka Arsa terhadap Leona.
"Benarkah ...?"tanya Arsa.
namun ingatan Arsa kembali pada masa kuliah mereka, Arsa ingat betul bahwa Leona sangat suka menggambar perhiasan.
"Ni ... lihat lah ... Bu Leona terlihat lebih cantik saat ini, Kau pasti merasa sangat menyesalkan?" goda Dinda pada Arsa.
"Tapi ... apakah kau tahu ... gosipnya... di belakang Bu Leona ada sosok yang hebat loh, tapi tentu bukan lah kau"ucap Dinda.
Benar saja raut wajah Arsa kini berubah, Namun ... sesaat kemudian Arsa mengubah mimik wajahnya.
*****
"Ven ... kau yakin bisa menghabiskan semua makanan ini ...?"tanya Leona tidak percaya.
"Kau tahu ... karena mu aku tadi mengambil makanan sedikit demi terlihat anggun di depan Tuan Tian dan Tuan Li, aku masih sangat lapar Na ... perutku masih meronta dari tadi"ucap Veni dengan mimik wajah yang menyedihkan.
"Baiklah ... baiklah ... makanlah semuanya"ucap Leona.
Mereka pun menghabiskan makan siang mereka, tanpa mereka sadari ada wanita yang memperhatikan mereka.
"Kak ... apakah dia wanita nya ...?"tanya wanita itu pada Alan.
"Bukankah dia sangat cantik ... manis lagi"ucap Alan.
"Jangan bilang kalau kakak juga tertarik padanya?"ucap wanita itu.
"Meskipun aku tertarik, tapi ... aku tidak bisa bersaing dengan kak Tian,bisa di bunuh aku"ucap Alan dengan terkekehnya.
"Iss ... Apakah benar yang Tante katakan, kalau hanya wanita itu yang bisa kak Tian sentuh?"tanya wanita itu yang ternyata adalah Mora.
__ADS_1
"Iya ... Hebat kan ... "ucap Alan dengan tawa kekehnya lagi.
"Bukan hanya Tian yang menyukai nya, bahkan Tante dan Om sangat menyukai nya, selain ia pintar, ia juga bisa bela diri, sungguh hebat"ucap Alan.
"Sehebat itukah?"ucap heran Mora.
Tatapan mereka terus tertuju pada kedua wanita yang masih terus bercanda.
[Diakah wanita kakak] pesan Mora.
.
.
.
[Jika tidak bisa berteman dengannya, maka jangan ganggu dia] setelah lama mengabaikan pesan adik sepupu nya itu, akhirnya Tian membalasnya.
[Kakak ... masih belum apa-apa kakak sudah mengancam ku] balas Mora dengan emoji cemberut.
Namun kini Tian mengabaikan pesan itu.
Iya lebih fokus menatap video yang sudah Mora kirimkan.
'Kau pantas bahagia ... berbahagialah, aku akan terus berusaha memberikan senyuman dan tawa itu padamu setelah ini'
Ucap Tian seraya mengelus layar ponselnya, seakan dia sedang mengelus wajah Leona.
'Sial ... baru sampai aku sudah merindukan nya'
Ucap Tian seraya menatap kearah jendela mobilnya, tentu Asisten Li mengerti dengan raut wajah Tuannya.
Semua dunianya sudah terpaut dengan nama Leona.
Asisten Li sudah memberi tahu pada kaki tangan nya tentang pengangkatan Ibu yang dimaksud Tian sebelum penerbangannya tadi.
Benar saja ibunya Leona sudah keluar dari rumah sakit, orang kepercayaan Tian telah membawanya kesebuah rumah yang mewah dengan beberapa pelayan yang siap melayani nya.
"Apakah secepat ini ... ?"tanya ibu Leona.
"Tuan sudah memerintahkan itu Nyonya, perusahaan sudah lama tidak beroperasi, mungkin setelah kedatangan Nyonya keadaan perusahaan bisa lebih maju"ucap pelayan itu.
"Apakah Leona tahu tentang ini ...?"tanya ibu Leona.
"Belum Nona ... Tuan akan menjadikan ini sebagai kejutan untuk Nona muda"ucap pelayan itu lagi.
__ADS_1
Terlihat Ibu Leona mengangguk faham dengan semua perkataan pelayannya.
Ibu Leona sudah tidak sabar ingin bertemu dengan putrinya, putri yang selama ini menjadi kekuatan nya untuk bisa sembuh dari sakitnya.