Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 220


__ADS_3

Hari telah berganti hari, Tian dan Leona serta Veni dan Asisten Li kembali ke kota Leona.


Meskipun berat Maminya merelakan, tapi Maminya Tian tidak boleh egois, ada Nathan dan Nala di sana yang butuh perhatian Tian dan Leona


"Kalian hati-hati, dan jaga kesehatan, salam untuk orang tuamu" ucap Maminya Tian pada Leona


"Mami juga, jangan terlalu banyak makan makanan yang manis Mas, jaga kesehatan dan jaga juga pola makan Mami" ucap Leona memeluk sang mertua


"Baiklah sayang, demi cucu- cucu Mami, pulang lah" ucap Maminya Tian seraya mengelus kepala Leona.


Akhirnya pesawat yang Tian tumpangi sudah terbang, Mami dan Papinya pun kembali ke kediamannya.


"Li, apakah dokumen yang aku minta kau bawa juga?" tanya Tian


"Sudah Tuan"jawab Asisten Li


"Baiklah, aku dan istriku akan istirahat dulu, kau temanilah Nona Veni"ucap Tian


"Baik Tuan" jawab Asisten Li


Benar saja kini antara tempat duduk Assisten Li dan Tian terhalang oleh gorden pemisah.


"Kau benar-benar akan istirahat ?" tanya Leona


"Iya, apakah kau tahu 1 minggu lagi adalah acara pernikahan Li, tapi dia sama sekali belum merencanakan apapun, padahal ... saat aku mau menikahimu, dia yang paling sibuk" ucap Tian


"Dia sangat mencintaimu, karena itulah kau jafi perioritas nya, jika kau juga demikian, seharusnya kau bisa melakukan hal yang sama untuk nya" ucap Leona


"Kau benar, akan aku pikirkan untuk acara itu" ucap Tian


*****


Zhan kini sedang berada di rumah mewahnya.


Zhan dendam paad Joe, bukanlah ke Dinda, hanya saja, untuk mengahncurkan Joe, dia harus menghancurkan orang yang paling berarti dalam hidupnya, dan kebetulan sekarang Zhan satu kampus dengan Dinda.

__ADS_1


Joe adalah salah satu anak buah Marcell yang paling lincah, dan Ayah Zhan adalah musuh bebuyutan Marcell, yang mati di tangan Joe saat itu, dengan beberapa sayatan di bagian tubuh, dan Saat itu Zhan menyaksikan sendiri bagaimana Joe membunuh Ayahnya.


Membuat Ibunya menderita selama di tinggal sang Ayah, dan karena itulah Zhan hanya ingin punya satu tujuan dalam hidup.


Ia sangat ingin membalas apa yang sudah Noe lakukan pada Ayahnya.


Karena Joe lah, dia tidak memiliki keluarga yang lengkap, karena Joe masa depannya ia habiskan hanya bertujuan untuk belas dendam, dan ini kesempatan emas buat Zhan.


"Kau masih ingin balas dendam pada anak itu ... ? dia hanya melakukan perintah yang Marcell berikan" ucap Ibunya Zhan


"Tapi dia yang sudah membunuh Ayah Bu ... Zhan tidak akan membiarkan pelaku yang membunuh Ayah hidup nyaman dan bernafas lega di dunia ini" ucap Zhan


"Dan kau mau wanita yang tidak berdosa itu yang menanggung dendam mu begitu ... ? Zhan, berhentilah ... Ayahmu afalah seorang penjahat, dia musuh Negara Nak, jiak Ayahmu tidak mati, dia tetap akan di hukum mati, mengerti lah sayang, Ibu hanya punya kamu, jangan kau lakukan hal yang bisa membuat Ibu kuga kehilangan mu, Ayahmu jahat, Nak"ucap Ibunya Zhan yang selalu melarang anaknya untuk membalas dendam.


"Zhan tidak akan berhenti Bu, biar Joe itu tahu, masih ada anaknya yang akan membela sang Ayah" ucap Zhan dengan emosi.


"Membela dia yang jahat begitu, Zhan ... sudah cukup, Ibu tidak mau kehilangan kamu juga, kau tahu ... Marcell lebih berbahaya dari pada polisi, kita diam saja ya sayang,kau fokuslah dengan masa depan kamu, di belakang Joe bukan hanya ada Marcell tapi banyak lagi orang hebat uang ada di belakang nya, tidak kah kau mau memiliki kehidupan yang mapan di masa depan, jauho dendam mu, fan berteman lah dengan Joe" ucap sang Ibu yang selalu menentang akan dendam yang Zhan miliki


"Dan apakah kau tahu, Zain Malik, pengacara hebat itu adalah orang mereka, kota sekali saja berbuat salah pada mereka, bukan hanya polisi yang akan mencekam kita, tapi dunia bawah juga akan mengincar kita, Zhan ... anak buah Ayahmu sudah tidak ada yang mampu melawan kekuasaan mereka, Ibu mohon ... jangan sampai bermain nyawa" ucap Sang Ibu.


Sejenak Zhan berfikir lalu pergi meninggalkan sang Ibu.


Hanya saja ... kita tidak tahu, kadang rasa benci yang kita miliki, yang kita simpan dengan Sebegitu mapan, tiba-tiba saja berubah menjadi cinta yang indah.


"Zhan ... Ibu hanya memiliki kamu" ucap lirih Ibunya.


Namun sayang ... Zhan sudah berlalu jauh dari hadapan sang Ibu.


*****


"Kakak tidak kekantor ?" tanya Dinda saat mengantar kan Dinda ke kampus


"Aku antar kamu dulu, baru ke kantor" ucap Joe


"Baiklah, awas saja, antarnya cukup sampai di pagar kampus saja kak, jangan masuk, entar anak-anak pada liatin kakak lagi " ucap Dinda

__ADS_1


"Kau cemburu pada mereka ... ? meskipun mereka cantik pakai banget, aku hanya akan melihat mu, menatap mu dan memandang mu seorang " ucap Joe


"Mulai lagi dah gombalnya " ucap Dinda


"Tidak gombal sayang, tapi kenyataannya hitu" jawab Joe


Dinda dan Joe sama-sama tertawa dengan ucapan mereka masing-masing .


*****


"Aku sudah bicara sam Joe, dan Joe mengijinkannya, giliran kamu yang bicara sama Dinda" ucap Alan


"Kau benar, pasti anak itu mau, yang menjadi beban kak Kak Joe " ucap Marissa


"Bilang, kalau ini dapat gaji yang lumayan jika bajunya laku keras, apalagi akan terpapang di majalah remaja" ucap Alan


"Akan aku coba, Terimakasih ya ... " ucap Marissa


Marissa dan Alan pun melanjutkan pekerjaan nya masing-masing, Desainer perhiasan dan Desainer pakaian kini telah gabung.


Galla dan Angelina kini juga sudah sama-sama di sibukkan dengan pekerjaan mereka masing-masing, Angelina melakukan perjalanan bisnis selama tiga hari , sehingga membuat Galla merasa uring-uringan.


"Kau yakin tidak akan menyusul nya ... ?" tanya Alan


"Hanya tiga hari, dia juga urusan pekerjaan,alu untuk apa aku kesana" ucap Galla pada Alan


"ya, siapa tahu kau begitu merindukan mya, sehingga berkas yang menumpuk di hadapanmu, tidak kau sentuh sama sekali " ucap Alan.


"Kau ... ! kalau kau jauh dari Marissa apa yang kau lakukan agar tidak jenuh dan rindu padanya ?"Tanya Galla


"Tentu menyibukkan diri lah, menyibukkan diri cara ampuh untuk melupakan kekasih, itu sih aku" ucap Alan.


"Benarkah ... ?"tanya Galla


"Tentu, bukan malah seperti kau, yang semakin terlihat malas melakukan apapun " ucap Alan mencebik Galla sekaligus calon kakak iparnya itu.

__ADS_1


"Aku katakan padamu , rindu kita berbeda, aku begitu merindukan nya sehingga aku tidak bisa melakukan apapun seperti mu" ucap Galla


"Cih, kau saja yang terlalu, coba kau bawa makan yang pedes-pedes, yakin kalau kau akan melupakan sejenak tuh calon istri " ucap Alan yang langsung mendapatkan pukulan dari Galla di lengannya.


__ADS_2