Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 249


__ADS_3

Hati adalah pimpinan dari setiap anggota tubuh kita, tak bisa mengontrol hati maka hidup kita akan aman, pikiran kita mengikuti apa hati kita, semua perbuatan kita tergantung dengan hati kita Karena itulah hati kita ibaratkan dengan sebuah pimpinan.


Maka jagalah hati kita agar tetap bersih dan jauh dari hal yang gelap.


Malam telah tiba, Assisten Li dan Veni kini sudah menuju ke Bandara. Terlihat guratan lelah di wajah Veni, Karena seharian ia habiskan untuk menikmati hari terakhir nya di kota ini. Asisten Li membaringkan Tubuh Veni dalam pangkuannya. Ponsel mereka sama-sama mereka matikan.


Sedangkan Tian dan Leona kini sedang bergurau dengan Baby Twins di ruang tamu.


"Ayah, kalau Ayah mau, Ayah bisa melakukan perawatan yang lebih bagus lagi" ucap Tian serius menatap mertuanya itu.


"Tidak usah, Ayah sudah tua, perawatan setiap minggu yang sudah kau datangkan kemari itu sudah jauh lebih membantu Ayah, Tian ... Terimakasih " ucap Darrel pada Tian dengan tulus.


"Aku yang harus berterima kasih pada Ayah, karena Ayah, Istriku menjadi istri yang pemberani, jiwa ayah turun padanya" ucap Tian


"Kau suami terbaik Tian" ucap Darrel


*****


Haris kini telah ada di ruangan nya lagi, tapi kini ada seorang Dokter yang datang merawatnya.


"Saya tidak tahu siapa anda, tapi saya tahu ... anda memiliki kekuasaan yang besar di sini, saya tidak ingin mengatakan kalau Mas Haris tidak bersalah, dia bersalah pada istri anda, dan anda berhak menghukum nya, tapi bukan dengan cara mengambil nyawanya, Mas Haris banyak salah dan dosa tapi ia mengakui dan ingin berubah, bisakah anda memaafkan nya juga dan memberinya kesempatan ... ?" ucap Kinan saat itu pada Galla.


"Kalau dia hidup, harta yang akan jatuh ke tangan mu akan kembali pada tangannya " ucap Galla


"Harta itu bukanlah punya saya, bukan hak saya juga Tuan, jadi ... saya tidak masalah akan hal itu, dan juga ... jangan paksa Mas Haris untuk bertanggung jawab akan kehamilan saya, karena saya tidak ingin adanya keterpaksaan, Anda sudah membebaskan saay dari keluarga saya, saya sudah sangat berterimakasih " ucap Kinan


"Kalau Haris tidak bertanggung jawab, bagaimana dengan hidupmu dan calon anakmu ... ?" tanya Galla yang di saksikan banyak orang termasuk Angelina


"Hidup dan mati seseorang ada di tangan sang penciptanya, saya yakin Allah sudah menanggung hidup dan calon anak saya, Tuan jika pernikahan ku dengan Mas Haris dilakukan karena paksaan, saya takut di kemudahan haru ada kata perselingkuhan" ucap Kinan seraya tersenyum pada Galla dan yang lainnya.

__ADS_1


"Anak ini adalah titipan dari Nya, Terimakasih atas kemurahan hati kalian karena telah membantu saya" ucap Kinan


Seketika Angelin berdiri dan mendekati Kinan saat Angelin sudah berdiri di depan Kinan Angelin berkata


"Apakah kau tidak membenci nya ... membenci orang yang sudah menjual mu, pada mereka yang sudah memperlakukan mu dengan tidak adil ... ?" tanya Angelina


Seketika tatapan Kinan menatap Galla, yang mana Kinan tahu kalau Angelina mengalami trauma akan suatu kejadian.


"Nona, benci itu pasti, sakit hati itu sangat jelas, tapi percayalah ... memaafkan adalah hal yang terindah, Nona sangat kuat, Nona wanita yang tegar, hati Nona baik, Saya yakin ... Nona memiliki cara berfikir Nona sendiri " ucap Kinan


"Apakah semudah itu memaafkan nya, bahkan kau ... kau sampai hamil ?" ucap Angelina yang tak percaya


"Saya dulu juga sama seperti Nona, tapi Nona jauh lebih beruntung dari pada saya, saat kisah tragis itu menimpa saya, keluarga saya malah menjauhi saya, bahkan orang yang saya harapkan perlindungan nya sampai sekarang tidak ingin menatap saya, pikirnya saya adalah penambah beban, tapi saya menguatkan diri saya, Apalagi saat saya tahu kalau saya hamil, ada nyawa yang harus saya jaga, jadi ... saya harus lebih menguatkan diri lagi, terbukti ... pertolongan Allah ada, Tuan Alan datang tepat di saat aku membutuhkan pertolongan nya, Terimakasih untuk semuanya" ucap Kinan yang merasa bahagia.


"Jika di perbolehkan, saya ingin kembali ke Indonesia dan ingin hidup di sana, saya tahu ... biaya untuk kepulangan saya akan memakan biaya yang banyak, tapi saya berjanji akan membayar nya kelak saat saya sudah bisa bekerja" ucap Kinan tertunduk.


Seketika Angelin memeluk nya, menangis untuk kekuatan wanita yang ada di hadapannya.


Haris yang tidak percaya dengan keputusan Kinan sontak sangat terkejut, Bukankah setiap wanita itu pasti alam bahagia jika di beri harta


Setelah Dokter melakukan pemeriksaan dan pengobatan untuk Haris, dan Dokter menyatakan bahwa Haris akan lumpuh, Haris meminta bantuan pada Galla, agar mempertahankan Kinan di sini.


"Aku mohon, Galla cegah dia, aku tahu ... aku juga belum mencintai nya, tapi percayalah aku akan memperlakukan nya dengan baik, demi anak yang ada dalam kandungan nya, Galla ... dia sudah tidak memiliki siapapun di sana, ku mohon ... aku berjanji akan memperlakukan nya dengan baik" mohon Haris pada Galla


"Bicaralah sendiri dengan nya besok pagi, dia sudah istirahat, kau beruntung Haris, Wanita itu mampu menguatkan Angelin dan mau berfikir terbuka lagi, mungkin di masa lalu kau pernah melakukan perbuatan baik, sehingga kini kau dapat balasan yang baik, jagalah kepercayaan ku dan kepercayaan semuanya " ucap Galla , Lalu berlalu dari ruangan yang di tempati Haris


*****


Pagi tiba, Veni dan Asisten Li yang sudah tiba tadi jam 2 dini hari, memilih langsung istirahat di apartemen Asisten Li.

__ADS_1


Jam sudah menuju pukul 7 pagi, namun Veni masih setia di bawah selimut tebalnya. Sedangkan Asisten Li sudah membuat kan Sarapan pagi untuknya dan untuk istrinya.


Setelah semua siap, Asisten Li kembali ke atas dan membangun kan sang istri.


"Honey, bangun sudah jam 7" ucap Asisten Li seraya mengelus pipi Veni


"Honey, aku sudah membuatkan kau nasi goreng cinta kesukaan mu" ucap lagi Asisten Li yang mana membuat Veni menggeliat kan tubuhnya, Dengan setengah sadar dan mata masih terpejam, Veni mengecup bibir Asisten Li yang mana wajahnya ada tepat di atas wajah nya.


"Aku kesiangan lagu bangunnya ya ... ?" ucap Veni seraya merangkul kan tangannya ke leher Asisten Li


"Tidak, hanya saja waktu yang berjalan dengan begitu cepat, sehingga membuat Honey harus bangun jam 7" ucap Asisten Li dengan senyum nya.


"Baiklah, sekarang mandilah, aku akan menunggu mu di bawah" ucap Asisten Li seraya membantu Veni bangun dari tidurnya


"Gendong" ucap manja Veni seraya mengangkat kedua tangannya agar Asisten Li menggendong nya sampai ke kamar mandi


"Dengan senang hati" ucap Asisten Li seraya menggendong Veni sampai ke kamar mandi.


"Apa perlu ku mandikan juga ... ?" goda Asisten Li


"Bukan mandi nantinya, malah menjadi olahraga pagi" ucap Veni seraya menutup pintu kamar mandi, tentu Asisten Li tersenyum setalah menggoda sang istri.


Asisten Li pun turun untuk menghidangkan sarapannya, dan melihat beberapa pesan yang masuk, dan semua itu dari Joe


"Sekarang hari pekan, Tuan Tian pasti ada di rumah" gumam Asisten Li seraya terus menatap laporan dari Joe


Saat Asisten Li masih fokus ke layar ponsel nya, tanpa sadar Veni sudah mengalungkan tangannya ke leher Asisten Li dari belakang.


"sudah mulai sibuk lagi ya ... " ucap Veni seraya mencium pipi Asisten Li

__ADS_1


"Kau sudah selesai ... ? kita sarapan dulu, ingat kau tidak boleh telat makan dan harus banyak minum vitamin" ucap Asisten Li seraya membawa Veni ke meja makan.


"Kau yang selalu membuat kan aku sarapan, giliran ku kapan ... ?"


__ADS_2