![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
Setelah mengatakan itu pada Zhan, Joe berlalu dari kediaman Zhan dan kembali ke kantornya.
''Ellu sih cari pacar masih ABG kayak Dinda '' ucap Alan yang sudah mulai masuk ke kantor
''Ckkk ... jangan bikin mood ku tambah rusak deh, biar begini juga kan, dia lebih dewasa cara n\berpikirnya dari pada wanita pada umurnya'' ucap Joe
''Lalu, apa yang ingin kau lakukan saat ini, membiarkan Dinda terus bersembunyi atau ada cara lain, lawan kamu banyak loh bukan satu atau dua'' ucap JAlan seraya membuka map yang ada di depan meja Joe
''Ini semua karena dendam masa lalu, benar juga menyimpan dendam tidak akan pernah ada habisnya'' ucap Joe
''Papa ku tidak akan tinggal diam, ia juga kan ikut membantu, biar bagaimanapun ... ini semua karena ulahnya'' ucap Alan
''Santai aja kali, aku masih mampun melawan mereka hanya saja Dinda yang aku cemaskan'' ucap joe
*****
Sudah tiga hari Tian dan Leona berada di kota Laksmana, Kini Tian memutuskan untuk kembali, ia sudah merindukan kedua anaknya
''Apakah semuanya sudah siap. Li ?'' tanya Tian pada Asisten Li
''Semuanya sudah siap,Tuan'' jawab Asisten Li
Disaat mereka baru keluar dari rumah sakit, mereka di sambut oleh kedua polisi
''Maafkan kami Tuan, mencegah jalan anda, tapi Tuan Laksmana ingin bertemu dengan anda, katanya sangat penting'' ucap kedua polisi itu
''Maaf pak, Tuanku sudah tidak memiliki urusan lagi dengan Tuan Laksmana, jadi sampaikan salamnya tidak bisa kami penuhi '' ucap Asisten Li yang merasa jengkel pada Laksmana
''Tuan LI, Kasih mereka kesempatan, '' ucap Leona
''Apalagi kita tahu, disana ada anak gadisnya, ini pasti bersangkutan dengan anak gadisnya itu'' ucap Leona
''Sudahlah sayang, jangan hiraukan mereka, nanti mereka akan semakin jadi '' ucap Tian
__ADS_1
''Tian, disana ada anak yang kana hilang masa depannya karena ulah sang Ayah, aku tidak membela Putri atau siapalah namanya, tapi ... aku melihat dari sudut pandang dia sebagai seorang anak, meski itu salah tidak sepatutnya kita memberi hukuman yang lama padanya, beri dia kesempatan, aku yakin Tuan Laksmana akan meminta kebebasan putrinya '' ucap Leona
Orang tua mana yang akan tega melihat anaknya mendekam di penjara dalam waktu tahunan, pasti akan sangat terluka dan sedih, saat masa indah muda anaknya harus berakhir di penjara.
Begitu juga dengan apa yang Tuan Laksmana rasakan, sejahat-jahatnya ia menjadi orang tapi akan baik pada anaknya.
Benar saja, sesampainya Tian dan Leona di penjara, Tuan Laksmana langsung berlutut untuk putrinya, untuk kebebasan putrinya.
''Saya mohon pada Tuan dan Nona, Hukum aku saja, tapi jangan putriku, dia baik, sangat baik, dia melakukan itu karena perintahku, jadi aku mohon, bebaskan putriku, cukup aku saja yang di hukum''ucap Tuan Laksmana saat bersujud di kaki Tian dan Leona
''Bangunlah, saya bukan Tuhan yang seharusnya kau sembah, dan kau tahu ... karena putrimu baik, kau telah merusak kebaikannya, kau telah mencoreng nama baiknya, meskipun aku menarik kembali tuntutan ku terhadapnya, tapi bagaimana ia kan melawan kehidupannya di luar, yang semua orang tau siapa dirinya saat ini'' ucap Tian dengan suara yang tegas
''Saya akan mengirimkan putri saya e Desa, dimana dia bis hidup damai, disana putriku akan bersama neneknya, kumohon Tuan, berikan ke,murahan hati kalian pada kami'' mohon tuan Laksmana pada Tian, sedangkan Asisten Li tidak bergeming, Ia paling tidak suka pada musuh yang menjebak Tuannya dengan cara kotor semacam itu, lebih baik perang dari pada curang.
"Begini saja, Putrimu akan kami bawa, kau jangan khawatir, kami tidak akan menyakiti nya, kami akan melihat seberapa baik Putrimu itu sebenarnya " ucap Leona
"Ma, " ucap Tian yang tidak mengerti cara berpikir istrinya.
"Maafkan saya Nona, Tuan. Apakah kalina menjadikan Putriku sandera?" tanya Laksmana
"Untuk apa menyandera putrimu ?" ucap Leona
"Tidak ada gunanya juga, kami hanya butuh tenaganya untuk perusahaan sebagai ganti kerugian kami selama ini" ucap Leona yang di benarkan oleh Laksamana
"Kau jangan khawatir, aku akan melepaskan anakmu jika memang dia terbukti baik" ucap Leona kembali.
Ah ... kelemahan Tian adalah Leona, apapun yang Leona katakan selalu di Iya kan oleh Tian, Dan Asisten Li juga tidak bisa berbuat apa-apa kebetulan kursi Veni sedang kosong, Karena sejak hamil, Veni tidak di perbolehkan untuk kerja lagi.
"Pa, urus kebebasan Putri ya ... " ucap Leona bermanja di lengan Tian yang membuat Tian tak bisa menolak, terpaksa Asisten Li harus melakukan tugasnya yang hanya dapat tatapan mata dari Tian.
Kalau begini Asisten Li mau tak mau harus melakukan apa yang Tuannya inginkan.
Putri tak menyangka, bahwa istri Tian Alvaro bisa sebijak itu, memaafkan wanita yang telah menjebak suaminya.
__ADS_1
"Aku bukan berbaik hati padamu, aku hanya ingin memberimu kesempatan, untuk membuktikan bahwa kau bukanlah wanita murah*an, aku ingin membuktikan bahwa apa yang kau lakukan bukan karena hatimu, jika kau bisa membuktikan itu, maka ... ya ... kau bebas, tapi masa itu hanya aku dan suamiku yang beri" ucap Leona saat Putri sudah ada di dekatnya.
"Nona, sangat baik pada saya, saya alan bekerja dengan baik, tidak apa-apa tidak digaji, asalkan saya bisa makan itu sudah cukup bagi saya" ucap Putri dengan girang, namun ... beberapa saat kemudian, wajahnya sedih lagi saat menatap Ayahnya yang masih ada di dalam penjara.
"Kau jangan sedih melihatku disini, Papa tidak apa-apa, papa susah tua dan sudah puas menikmati hidup, maafkan Papa karena Papa telah memberikan hidup yang tak nyaman untukmu" ucap Laksmana pada Putrinya.
*****
"Hai, kau anak baru disini?" sapa Zhan pada wanita yang terlihat kebingungan
"Iya kak," ucap wanita yang terlihat polos itu
"Kau duduk lah disini, orangnya belum masuk, mungkin masih lusa yang masuk" ucap Zhan
"Memangnya kemana orangnya kak?" tanya wanita itu
"Ini bangku pacarku, Dinda, namamya. Dia tidak masuk karena kemaren pulang ke kotanya " ucap Zhan
'Dinda pacaranya lelaki ini, lalu ... kabar itu?' bathin wanita itu.
"Hei, kok bengong, sudah duduklah, nanti disen keburu datang loh" ucap Zhan yang langsung Kembali ke kursi nya. Wanita itu melihat sekilas pada Zhan yang mana Zhan juga melihat kearahnya dan melambaikan tangannya debgan senyuman manisnya.
aaf, benar ya ... kalau Dinda yang duduk di bangku ini, pacarnya pria itu?" tanya wanita otu pada bangku yang ada di sebelahnya
"Rumornya begitu, mereka selalu terlihat bersama akhir-akhir ini, bahkan lebih sering pulamg bareng" ucap wanita yang ada di sebelah bangku Dinda
"Bukannya kalau gak salah Dinda itu pacaran nya sama orang luar ya ... ?" tanya Wanita itu lagi.
"Iya, tapi beberapa bulan terakhir ini, mereka sydah tidak terlihat bersama, kayaknyandah putus deh, kalau gak salah namanya Joe kan, senior di kampus ini, Dinda masih muda, mungkin karena beda usia mereka jadi putus" ucap wanita itu dengan wajah yang sungguh-sungguh.
'Sial, jadi salah target' bathin Wanita itu. tangannya terkepal karena kesal.
Sedang kan Zhan tersenyum melihat kemarahan di wajah wanita itu.
__ADS_1