Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Bab 290


__ADS_3

Tak bisa di pungkiri, rasa cemas dan cemburu terhadap suami saat kita hamil itu cenderung lebih besar dari biasanya, Mungkin karena hormon yang mana emosi kadang datang tiba-tiba.


Kehidupan di dalam dunia, tiada yang namanya kekal dan abadi, semuanya akan kembali pada sang pencipta nya. Setiap kegelapan pasti akan ada terang, Seperti layaknya malam dan siang.


Terkadang cobaan hidup silih berganti, Bagaikan ombak di tepi laut, yang setiap waktu tiada berhenti. Tapi ... Di setiap cobaan pasti akan ada bahagia yang akan siap menanti.


"Aku akan bicarakan ini pada Tuan Tian, kau jangan cemas,mana Joe yang garang" goda Li yang terharu akan kabar yang di bawa oleh Joe. Bahwa Joe ingin menghalalkan hubungan nya dengan Dinda


"Kak, Terimakasih" ucap Joe dengan suara bergetar, Li tahu, saat ini ... Joe pasti butuh tempat untuk berbagi.


"Joe,kita adalah saudara, Kau adalah orang yang ku punya setelah Tuan Tian, ingatlah ... kau masih punya kami, kami akan menjadi orang tuamu, aku dan Tuan akan membicarakan ini, kau jangan cemas" ucap Lihaonan


"Aku tahu ... kakak adalah orang yang terbaik, Terimakasih kak" ucap Joe


"Sama-sama, kau fokuslah menjaganya, jangan sampai kejadian seperti kemaren terulang lagi, ingatlah Joe, Buatlah wanitamu merasa aman" ucap Li


"Maafkan saya atas kejadian kemaren, Pakah Tuan Tian juga tahu" tanya Joe


"Kau fikir Bagaimana ... ?" jawab Li dengan pertanyaan nya.


"Ah, pasti sudah tahu, aku akan minta maaf untuk itu kak" ucap Joe


"Datanglah kemari saat aku dan Tuan sudah menghadap ke Tuan Candra" ucap Li


"Tapi sebelum itu ... lakukan tugasmu dengan baik" ucap Li lagi.


"Baik, Kak" jawab Joe yang mana setelah mengucapkan kata itu, sambungan telfonnya pun terputus.


*****


"Semalam Papa nelfon, dia nanya, tumben Dinda gak nelfon papa begitu, aku jawab kalau kau sedang sibuk dengan deskripsi terakhir mu" ucap Marissa seraya mengoles obat di tangan Dinda


"Apa Papa tahu tentang kejadian kemaren ... ?" tanya Dinda


"Tidak, kalau tahu ... pasti Papa dah cemas banget" ucap Marissa

__ADS_1


"Kak Marissa kemari, apa kakak tidak sibuk?" tanya Dinda


"Sibuk apa ? aku pengangguran sekarang, pekerjaan ku sudah Alan berikan sama yang ahlinya, aku di suruh istirahat dulu" ucap Marissa


Disaat Mereka lagi asik mengobrol suara bel apartemen Joe pun berbunyi.


"Siapa yang datang?" tanya Marissa yang di balas dengan Dinda menggeleng kan kepalanya.


Ketika Dinda mau bangun dari duduknya, Marissa menghalangi nya


"Biar aku saja yang buka" ucap Marissa


"Makasih ya kak" ucap Dinda


Marissa hanya tersenyum lalu bangkit dari duduknya, lalu ... saat Marissa membukakan pintunya, Ia melihat wanita yang kemaren datang bersama dengan seorang lelaki dan seorang wanita.


"Kau rupanya, ada apa ... ! ingin apa datang kemari" ucap Marissa yang masih emosi melihat kedatangan Vlo


"Ini kak yang sudah membuat wajahku kayak gini" adu Vlo pada wanita dan laki-laki yang ada di sampingnya


Ucapan wanita yang datang bersama dengan Vlo itu di hentikan oleh laki-laki yang juga ikut serta


"Nona Marissa adiknya Tuan Galla ?" ucap laki-laki itu yang berusaha mengingat wajah Marissa


"Kenapa? kenal sama kakak ku ?" ucap sombong Marissa


"Kalau kalian ingin menuntut ku, Aku terima kita bertemu di kantor polisi " ucap Marisa seraya hendak mau menutup pintu apartemen itu.


Tapi tiba-tiba langsung di tahan oleh tangan laki-laki itu


"Nona, maafkan adik saya yang gak tahu apa-apa ini, maafkan ucapan istri saya tadi, saya tahu ....pasti terjadi kesalahpahaman antara Nona dan adik saya, tapi saya pastikan kalau adik saya adalah anak yang baik" ucap laki-laki itu membuat Marissa geram, Marissa lalu menyilang kan kedua tangannya di depan dadanya seraya berkata


"Tidak ada kesalahpahaman antara aku dan adikmu itu, Ya ... aku akui, aku yang menyiramkan kopi panas ke wajahnya, kalau perlu ... aku siramkan ke otaknya agar ia bis berfikir dengan otaknya itu, kalau ... mencelakai orang lain itu harus dapat hukuman nya" ucap Marissa dengan amarah yang terlihat jelas di wajahnya .


"Kakak siapa yang data_" ucapan Dinda terhenti saat melihat Vlo.yang ada di hadapannya

__ADS_1


"lihatlah keadaan adikku, Tanyakan apa yang sudah ia lakukan.pada adikku" ucap Marissa


"Sekarang pergilah, aku tunggu, kalian yang menuntut atau aku yang akan menuntut kalian" ucap Marissa Namun ... Laki-laki itu langsung berlutut memohon agar, Marisa tidak melakukan kedua nya pada mereka


"Saya mohon Nona, maafkan adik saya, dan maafkan kedatangan kami, anggap kami orang gila yang datang" mohon laki-laki itu.


"Tuan, tuan bangunlah, jangan begini, saya sudah tidak apa-apa" ucap Dindabyang enrasa tidak nyaman melihat pemandangan dihadapan nya apalagi ini bukan salah laki-laki itu, jika hanya Vlo.yang berlutut Dinda mah oke-oke saja.


"Tuan tidak salah, adik Tuan yang bersalah" ucap Dinda


"Kalian berlutut lah, minta maaf pada Nona Marissa dan adiknya" hardik laki-laki itu pada adik dan istrinya


"Tidak usah, jangan jadikan aku wanita kejam di hadapan adikku, cukup wanita itu saja yang berlutut pada adikku" ucap Marissa menunjuk kearah Vlo


"Aku, ... aku berlutut di hadapan dia ... ?" ucap Vlo yang seakan enggan melakukan hal itu


"Iya siapa lagi,masak harus kakakmu yang berlutut" ucap Marisa


"Vlo ... berlutut lah dan segara minta maaf" ucap Laki-laki itu yang membuat istrinya mengerti bahwa wanita yang bernama Marisa bukanlah orang sembarangan.


Dengan terpaksa Vlo berlutut menyentuh kaki Dinda dan mengakui kalau ia bersalah telah membuat Dinda terluka.


"Ingatlah, jika aku melihat mu berkeliaran lagi di dekat adikku, akan aku pastikan, kau dan keluarga kalian akan menerima akibat nya, sekarang entahlah dari hadapanku" ucap Marissa seraya menarik tangan Dinda masuk kedalam apartemen Joe


"Dari mana mereka tahu,kalau aku dan kakak ada di sini" tanya Dinda heran


"Entahlah, mungkin wanita itu memasang mata-mata di sini" ucap Marissa


*****


" Kakak, kenapa malah begini?" rengek Vlo.pada kakaknya, yang mana membuat langkah kakaknya terhenti, Begitu juga dengan istrinya, ia juga penasaran, kenapa suaminya malah merendahkan dirinya di hadapan wanita itu.


"Apakah kau tahu siapa wanita itu ... ? Dia adiknya Tuan Galla, Tuan Galla atasan ku, kalian pasti tahu siapa Tuan Galla?" ucap kakaknya Vlo


"Apa ! kok bisa ? kok bisa di adiknya Tuan Galla, berarti wanita bocah itu, adiknya Tuan Galla juga dong?" ucap istrinya laki-laki itu.

__ADS_1


"Vlo, apapun alasan kau menyakiti dia, Jika Tuan Galla sampai tahu, maka habislah kita" ucap Laki-laki itu pada adiknya yaitu Vlo.


__ADS_2