Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 274


__ADS_3

Kasus yang terjadi pada Laksmana dan Tian kini menjadi trending, pasalnya ada yang menjadikan itu sebuah berita media yang terfaforit beberapa hari ini. Namun saat sidang di mulai, beberapa orang Asisten Li telah bergerak , Semua mencekal berita yang mereka buat, dan memblokir setiap akun yang mengirim berita itu, tentu nya mereka semua memastikan tidak ada berita tentang Tian dan Laksamana sampai acara sidang selesai.


"Dari pihak Tuan Tian tidakkah ada pembelaan setelah semua bukti yang sudah polisi berikan ... ?" tanya Hakim


"Bukti itu pernyataan dari seorang Dokter pribadi Tuan Laksmana, dan beberapa gambar yang sudah di rekayasa Tuan Hakim, Klien kami tidak ingin melakukan pembelaan apapun, tapi orang-orang mereka lah yang akan memberi pernyataan itu " ucap Pengacara Tian Zain Malik yang juga hadir dalam sidang itu.


"Bawa mereka semua masuk " ucap Zain


Benar saja, Ada dua Dokter yang datang dan juga pelayan hotel yang juga menjadi saksi serat pembuat gambar dan vidio Editan juga di bawa masuk.


"Mereka adalah para saksi yang sudah di beli oleh Tuan Laksmana " ucap Zain seraya menatap Leona.


"Semua itu tidak benar, Pak Hakim. Mereka memiliki kekuasaan, sehingga bisa membayar siapapun untuk menjadi saksi, termasuk para saksi yang awalnya membela kami " teriak Putri yang tak punya cara lain, Sehingga keributan yang Putri lakukan, membuat Hakim mengetuk palu agar semua yang ada di ruangan itu juga tenang.


"Tenang ... tenang Nona, sidang akan di tunda 30 menit," ucap sang Hakim seraya mengetuk palu bertanda tak boleh lagi ada yang bersuara .


Semua yang ada di ruangan itu banyak yang keluar termasuk Tian.


"Lakukan cara kedua " ucap Tian pada Zain


Sedang kan Leona masih ada dalam ruangan itu, ia terus menatap Putri yang ada dalam pelukan Papahnya.


Leona berdiri dan menghampiri beberapa orang yang masih ada di sekitar Putri dan Papahnya.


Tepukan tangan yang Leona lakukan membuat semua orang melihat kearah nya.

__ADS_1


"Kalian sangatlah yakin akan menang ... ? hebat ya ... " ucap Leona seraya berdiri tepat di hadapan Tuan Laksmana dan Putri.


"Apakah kau begitu ingin di nodai ... ? Oke ... setelah ini akan aku kabulkan, jika semuanya selesai, aku akan menyuruh para tahanan agar menodai mu, sesuai yang kau tuduhkan.pada suamiku" ucap Leona tenang fi hadapan mereka semua.


"Apa yang kau katakan ... ? suami mu yang bersalah, kau seharusnya membuang suami bajing*n seperti dirinya , bukan malah membelanya ... !" teriak Putri berharap Leona bersimpati padanya.


"Sayang nya, aku jauh lebih mengenal suamiku dari pada siapapun Aku heran ... kenapa masih ada wanita yang rela merendahkan dirinya hanya karena ingin kedudukan, Melihat anda berbuat seperti wanita murahan, membuat aku berfikir, Apakah sebegitu rendah harga dirimu, Nona Putri ... ?" ucap Leona tajam menatap Putri, Putri yang memang tersulit emosi hendak melayang ka tangannya pada Leona namun ... segera Leona tangkap tangan nya, dan membiarkan nya terpegang keras olehnya.


"Ingin menyentuh ku harus memiliki sejuta nyawa, Nona" ucap Leona seraya menghempaskan tangan Putri yang mana Putri langsung tersungkur ke lantai.


Leona menunduk dan memegang kedua pipi Putri dengan satu tangannya, sehingga bibir Putri tak berbentuk.


"Aku pastikan, kalian akan hancur setelah sidang ini, bersiaplah ... !" ucap Leona menghempaskan pipi Putri.


"Dan kalian ... Apakah kalian berfikir kami hanya diam. menikmati pesta, benar sih ... untuk melawan orang-orang bodoh setidaknya kita harus bertingkah lebih bodoh dari mereka" ucap sengit Aini pada Leona.


"Terutama untuk kau Putri Laksamana !" kecam Leona pada Putri


Leona meninggalkan semuanya guna mau makan siang, Karena Leona kini tak bisa telat makan sama sekali. Ia langsung menelfon suami nya yang tenyata sudah ada di cafe dekat dengan tempat sidang berjalan.


Setelah makan siang selesai, Sidang akan di mulai. Hakim memberi kesempatan untuk Tian berbicara.


"Pak Hakim, izinkan saya memanggil Nona Putri dan Nona Leona, dan lihatlah rekaman cctv hotel sebelum kejadian itu, di sana tertera bahwa Nona putri yang datang ke kamarku, dan itu bukanlah kemauan ku " ucap Tian


Rekaman video cctv itu telah di putar, Namun kejadian di dalam kamar sudah tidak ada.

__ADS_1


"Kejadian dalam kamar, tentu Nona Putri tahu kebenarannya, hanya saja ia memuluskan niat dan jebakannya dengan menuduh ku telah menodai nya" ucap Tian


"Untuk membuktikan itu, aku ingin istriku dan Nona Putri kedepan " ucap Tian.


"Permintaan Tuan Tian di kabulkan " ucap Hakim


'Apa yang ingin dia lakukan, apakah itu hal konyol ' bisik pihak Laksmana


'Benar- benar mencari keadilan dengan jalan yang aneh, untuk apa memanggil korban dan istrinya kedepan ' bisik yang lain


Namun ... mereka penasaran dengan apa yang akan Tia lakukan setelah Putri dan Leona berdiri berdampingan.


Tian turun dari mimbar dan mendekati mereka, Tian menyentuh tangan Leona, menggenggam nya dengan erat. Lalu berkata


"Aku baik-baik saja saat menyentuh istriku" ucap Tian lalu beralih mendekati Putri, sudah terlihat kecemasan Putri .


Tian terpaksa menyentuh Putri lalu terjadilah hal yang malam itu terjadi, Tian langsung mengalami gatal-gatal dan bintik mereka muncul di sekujur tubuh. Betapa terkejutnya semua orang yang ada di dalam ruangan itu.


"Saya mengalami Alergi pada lawan jenis, kecuali pada wanita tertentu, dan pasti itu adalah istriku, Pak Hakim ....jika menyentuh nya saja aku sudah begini, apalagi jika aku menodainya ... ?" ucap Tian.


Semua yang ada di ruangan itu tak percaya bajwa ada penyakit aneh semacam itu, Jimmy dan Dokter yang malam itu menangani Tian datang dan memberikan obat pada Tian untuk mengurangi rasa gatalnya.


Dengan keadaan Tian, Pak Hakim hanya bisa diam dan masih dalam fase tak percaya.


"Dengan ini di nyatakan, Tuan Tian tak bersalah, dan lepas dari segala tuntutan yang ada" Ketukan palu membuat semuanya berakhir, Laksamana dan Putri kini di bawa oleh para polisi dan dijebloskan dalam penjara dengan kasus yang berlapis.

__ADS_1


Laksmana masih seperti patung, sedang kan Putri menangis, Ia sudah ingin menyerah dari awal, tapi ... semua bukti yang sudah Papanya siapkan sangatlah membuat nya tergiur, menginginkan Tian dalam hidupnya adalah impian terbesar nya.


Tian kini dalam penanganan Dokter dengan Leona yang ada di dekatnya, Leona belum puas dengan apa yang di putuskan Hakim, Leona ingin Laksmana di hukum seberat-beratnya karena telah mengajarkan anaknya menjadi wanita seperti itu. Leona ingin sekali memukul Laksmana agar otaknya bisa geser sedikit dan bisa waras lagi.


__ADS_2