Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 225


__ADS_3

Setelah kejadian itu, Joe semakin waspada, Joe tidak ingin ada Zhan kedua setelah ini.


"Kau tidak trauma akan kejadian kemaren kan ... ?" tanya Marissa pada Dinda.


"Tidak juga, lagian ... Zhan tidak memperlakukan aku dengan buruk" ucap Dinda


"Syukurlah, kau hebat, kau tidak takut sama sekali sama penculik itu" ucap Marissa


"Kalau aku jadi kamu, mungkin aku akan menangis bahkan sampai pingsan " ucap Marissa


"Ya ... kau terlalu cengeng kalau begitu" ucap Joe yang tiba-tiba muncul dari arah belakang mereka.


"Itu kan sifat alamiah wanita, kekasihmu saja terlahir separuh pria" cebik Marissa


"Lalu bagaimana dengan Nona Leona, bahkan dia menghajar beberapa orang jahat, apakah dia juga terlahir separuh pria?" tanya Joe


"Kalau dia beda, dia kan ... dia kan ... " ucap bingung Marissa menjawab ucapan Joe


"Bilang saja kau yang terlalu cengeng, yang fi lakukan Dinda adalah sebuah perlindungan diri, jika suatu saat kau mengalami hal serupa dengannya, lakukan trik itu" ucap Joe yang kini duduk di antara mereka berdua.


"Dimana Alan ... ? apakah dia belum datang ... ?" tanya Joe seraya melihat kearah sekitar.


"Masih ada dalam perjalanan, Papanya menanyakan perihal kemaren, seperti nya Tuan Marcell tidak enak hati padamu, itukan kasus atas dasar perintah nya" ucap Marissa


"Ya, Tuan juga sudah menghubungiku, Baby ... lain hari kita harus berkunjung ke kediaman Tuan Marcell, beliau ingin bertemu denganmu" ucap Joe pada Dinda


"Baiklah" ucap Dinda tersenyum.


*****


"Apakah kau sudah dengar tentang Dinda ... ?" tanya Veni saat membaringkan tubuhnya di pangkuan Assisten Li


"Memangnya apa yang terjadi padanya ... ?" ucap Asisten Li seraya memainkan rambut Veni


"Dinda di culik, kasihan banget kan, lehernya sampai berdarah karena di sandra, jahat sekali kan penculiknya "ucap Veni


"Begitulah jika menjadi wanita seorang seperti Joe, Joe adalah pria yang paling disukai oleh Tuan Marcell, karena sekali di beri tugas ia melakukan dengan sangat baik, tapi nagi musuh, Joe adalah pria yang utama yang harus mereka singkirkan " ucap Asisten Li


"Kenapa harus Joe, seharusnya kan Tuan Marcell yang mendapat kan pembalasan mereka" tanya Veni

__ADS_1


"Karena mereka membenarkan apa yang mereka lihat, tanpa mereka cari tahu kebenaran nya "ucap Asisten Li seraya terus memainkan rambut Veni dengan melilitkan jari telunjuk nya.


"Kau tidak ingin menculikku ... ?" ucap Veni seraya menahan tawanya


"Akan aku culik kamu dan ku buat kau sekalu ada dalam hatiku" ucap Asisten Li seraya menundukkan wajahnya, sehingga kini hidung mereka saling menyatu.


"Aku mencintaimu" ucap Veni


"Aku lebih mencintaimu" jawab Assisten Li


Mereka pun melakukan hal yang selalu terjadi begitu saja pada mereka, yaitu ciuman dengan lembut sehingga mereka puas.


"Sebentar lagi, semuanya bisa aku nikmati" ucap Asisten Li seraya menatap mata Veni


"Aku sudah tidak sabar menunggu hari itu, hari dimnaan kita akan menyatukan hati dan tubuh kita, agar semuanya resmi dan tidak akan ada orang yang bisa masuk dalam kehidupan kita" ucap Veni.


"Godaan dalam rumah tangga itu beraneka macam, aku hanya berharap kita bisa melalui nya dengan saling oercaya, Veni ... jika kau meminta kesetiaan, aku akan selalu setia, Tapi ... kesetiaan ku pada Tuan Tian juga menjadi perioritas ku, ku harap kau memahami itu" ucap Asisten Li


"Aku tau itu, tapi ... masak iya kalau kita lagi malak pertama, Tuan Tian akan mengganggu kita dengan tugasnya" ucap Veni yang mana langsung mendapat kan jitakan di dahinya.


"Kenapa arah fikiran mu langsung ke situ?" ucap Asisten Li


"Sakit tau, kau bisa saja ... di saat malam pertama kita, tiba-tiba Tuan Tian menghubungimu, seperti kisah-kisah novel yang mana Tuannya mengganggu Asisten nya yang lagi malam pertama, dan kau malah main langsung meninggalkan aku yang lagi pengen-pengennya, kan gak asyik" ucap Beni dengan bar-bar nya.


"Aku bahkan malu saat mendengar kau mengatakan hal itu," ucap Asisten Li.


Veni tertawa seraya mengusap keningnya.


"Pokoknya, jika itu benar-benar terjadi, kau jangan pergi, biarkan Tuan marah, tugas yang harus diutamakan dulu ya malam pertama" ucap Veni


"Apakah kau sudah sangat menginginkannya ... ?" ucap Asisten Li yang kini berada di atas tubuh Veni


Veni mengangguk kan kepala nya tanpa sadar, Asisten Li langsung mengangkat tubuhnya agar tidak sampai melewati batas saat melihat mimik wajah Veni yang semakin menggodanya.


"Sial, kau mau aku melakukan nya sekarang ? kau adalah wanita yang ingin ku hormati, aku tidak akan merusak mu sebelum kita resmi menjadi suami istri" ucap Asisten Li yang mana ia langsung menuju ke kamar mandi.


Jangan di tanya, sedang apa Asisten Li.


Siapa yang tidak tergoda saat sang wanita mengatakan hal yang begituan, Asisten Li adalah lelaki normal, yang juga punya Has*rt.

__ADS_1


*****


"Dinda tidak apa-apa Pa ... percayalah, Joe sangat menjaga Dinda di sini" ucap Dinda meyakinkan Candra


"Syukurlah kalau begitu, Papa sangat khawatir sama kamu,Din" ucap Candra yang mendengar kenyataan itu dari para orang-orang panti.


Ya ... kini yang menjaga panti Joe dan Dinda adalah Papa Candra.


Ibu-ibu panti yang tidak tahu kalau Candra tidak mengetahui kejadian itu, bertanya lada Candra tentang keadaan Dinda.


Tentu Candra terkejut dan sangat khawatir.


"Tuan,


Bagaimana keadaan Non Dinda? apakah dia baik-baik saja? bagaimana luka di lehernya?" tanya Ibu-ibu yang mengkhawatirkan Dinda.


Sontak Candra terkejut dan langsung pergi meninggalkan panti, Candra hanya meninggalkan barang-barang yang sudah Candra belikan untuk mereka.


Saat Candra berada dalam mobilnya, barulah Candra menghubungi Dinda, menanyakan perihal luka di leher.


"Lain kali, kunci pintu ... jaga diri sayang, kau jauh dari kami, kau putri Papa satu-satunya nak" ucap Candra yang sudah merasa mulai tenang.


"Dinda mengerti Pa, maaf sidah membuat Papa khawatir" ucap Dinda


"Tidak masalah, asal kau baik-baik saja sekarang" ucap Candra.


"Mmmm ... nenek mana ? apakah sudah tidur?" tanya Dinda


"Papa sedang ada diluar sayang, mungkin nenek sudah tidur di rumah, apakah kau ingin bicara dengan nenekmu?" tanya Candra


"Besok saja Pa, sekarang Dinda mau istirahat" ucap Dinda


"Baiklah, selamat istirahat sayang, jangan lupa obatnya di minum" ucap Candra


"Baik, Papaku yang tampan, kalau begitu Dinda tutup dulu ya pa ... selamat malam dan selamat istirahat buat papa" ucap Dinda


"Selamat istirahat sayang" jawab Candra


Sedangkan Zhan kini duduk melamun seraya memangku wajahnya di dekat jendela kamarnya.

__ADS_1


Angin yang sepoi merambai di wajah tampan Zhan. Ia ingat saat dimana Dinda berkata bahwa ia ingin berteman dengan nya jika ia menjadi orang yang baik.Wajah Dinda selalu muncul dalam ingatannya.


'Aku akan menjadi orang yang baik,Dinda' Bathin Zhan


__ADS_2