![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
Setelah makan siang, Mereka pun kembali ke kamar masing-masing. Tian ragu untuk mengatakan hal tentang Arita tapi jika tidak beritahu kan ia yakin istrinya akan kecewa padanya.
"Kau kenapa ... ? wajahmu cemas gitu ... ?" ucap Leona
Leona bersandar di tubuh Tian, dengan sesekali Tian mengecup keningnya.
"Kita kembali kerumah " ucap Tian ragu.
"Loh kenapa ... ? katanya sebulan disini ... ?" tanya Leona dengan heran
"Aku bisa bolak-balik kemari kan ... ?" Tian berkata seraya menatap wajah istrinya.
"Aku tahu kamu ya ... pasti terjadi sesuatu di rumah, katakan ... " ucap Leona yang kini sudah duduk tegap di samping Tian
"Arita meninggal dunia "ucap lirih Tian namun bagaikan guntur bagi Leona.
"Apa ... ! sayang ... kau jangan bercanda dengan hao beginian ... ? bukankah kau sudah bilang kalau Arita di rawat oleh Dokter terbaik ... ?" ucap Leona berusaha tersenyum namun suaranya sudah bergetar , matanya sudah mulai berkaca.
Ia tahu kalau Tian tidak akan bercanda dalam hal seperti ini, hanya saja Leona mau mencari pengalihan hati yang masih tidak percaya.
"Sayang ... " Tian membawa tubuh Leona dalam pelukan nya, ia tahu istrinya pasti sangat terguncang, beberapa hari ini istrinya sering membalas pesan Arita perihal menjadi orang yang baik, tapi hari ini ... kabar meninggalnya Arita sungguh tidak pernah terlintas di benak Leona.
Leona berfikir keadaan Arita sudah jauh lebih baik, karena Arita sudah aktif membagikan status di story WA-nya.
"Dia sudah di makamkan ... maafkan aku karena telat memberitahu mu" Tian masih terus memeluk tubuh istrinya.
"Dia sudah tidak akan sakit lagi, dia ... kasihan sekali hidupnya " hiks ... hiks ... Leona berkata dalam isak tangisnya.
__ADS_1
"Dia sudah berjanji padaku, bajwa dia akan berubah dan mau menjadi wanita yang baik, dia jiga mengatakan kalau dia ingin menjadi wanita yang berperilaku buruk namun sidah berubah, ia juga mengatakan kalau ia ingin melihat Candra bangkit lagi, Tian ... kenapa tuhan tidak adil padanya ... kenapa ia mengambilnya fi saat Arita ingin berubah, tidak kah ia di beri kesempatan untuk melanjutkan hidupnya ... ?" Leona berkata tanpa ia tahu makna perkataan nya.
"Tuhan lebih mencintai Arita, sehingga tuhan lebih dulu memanggil nya, Kau jangan terlalu sedih, Arita pasti tidak suka jika melihat kau begini, di dalam masih ada nyawa yang harus kau pikirkan " Tian berkata seraya mengelus kepala Leona dan tangan satunya menepuk punggung Leona agar merasa tenang.
*****
"Kau jangan bercanda, ini masalah nyawa ...!" ucap tak percaya Veni pada Asisten Li
"Dia sudah di makam kan, kau tidak sedih mendengar kabar duka ini ... padahal Nona sanagt sedih bahkan sampai menangis tersedu-sedu " ucap Asisten Li yang sudah siap memberikan dadanya agar Veni masuk dalam pelukannya
"Menangis ... ? aku sedih mendengar kabar itu, tapi ... aku dan Arita tidak begitu dekat dan juga dia sudah pernah jahat pada Leona untuk apa aku menangisi nya" ucap Veni yang membuat Asisten Li kecewa
"Leona menangis ... ? seharusnya dia senang karena perebut suami nya sudah mendapatkan hukuman" cebik Veni
"Nona memiliki hati yang bersih, dia suka memaafkan dan tidak memiliki dendam, tapi jika di fikir untung juga kan ada Arita, Karena dia datang dalam kehidupan Nona, Nona bisa bersatu dengan Tuan" ucap Asisten Li yang langsung membuat Veni menatap dirinya.
"Ah, kau benar juga ... Arita ... terimakasih karena kau merusak hubungan Leona dan Arsa sehingga Leona bisa bertemu dan menikah dengan Tuan Tian, Lelaki yang sudah sangat sempurna bagi semua kaum wanita, semoga kau tenang di alam mu jangan jadi perusak lagi di sana " doa Veni seraya memejamkan matanya, dan itu berhasil membuat Asisten Li tertawa karena ucapan terakhir Veni.
" Memangnya apa yang ada dalam fikiran mu, memangnya Arita akan merusak hubungan siapa lagi di alam sana ... ?" tanya Asisten Li dengan masih menahan tawa nya.
"Eh, kau juga bisa tertawa semacam itu ... ?" ucap Veni yang malah heran dengan tawa Asisten Li.
"Aku suka kalau lihat kamu ketawa seperti ini ... tersenyum seperti ini, tapi ingat hanya untukku" Veni berkata seraya menangkup kedua pipi Asisten Li, sehingga pandangan mereka saling bertemu, Veni menarik wajah Asisten Li sehingga kini wajah mereka saling menempel, Veni mencium bibir Asisten Li memberinya permainan yang pernah Asisten Li berikan.
Kini tangan Asisten Li memegang pinggang Veni sedangkan Veni melingkar kan kedua tangannya keleher Asisten Li.
Merasa nyaman Veni menyadarkan tubuh nya ke dada Asisten Li.
__ADS_1
"Aku mencintaimu " ucap Veni seraya mengeratkan pelukannya.
"Aku tidak pandai berkata manis, tapi ku harap ... kau mengerti perasaan ku, seperti yang kau katakan, tawa dan senyum ku hanya untuk kamu" Asisten Li membalas pelukan Veni .
*****
"Hidup seseorang tidak ada yang tahu ya ... kasihan juga sih, gadis kecil itu ... untungnya ia sudah minta maaf pada Leona" ucap Angelina
"Karena itulah, Leona sekarang merasa sanagt sedih, kau tahu ... bahkan Leona yang meminta Tian untuk mencarikan dokter terbaik untuk gadis kecil itu, Tian merasa beruntung mendapatkan wanita sebaik dia, tidak ada dendam yang Leona simpan, pada orang yang benar-benar sudah membuat nya hancur" Galla kagum dengan segala yang Leona miliki, bahkan Tian sering kali memuji istrinya.
"Kau benar ... jarang ada wanita yang memiliki hati seperti Leona, termasuk aku ... ! mungkin jika aku yang menjadi Leona saat itu, aku sudah pasti mempermalukan diri sendiri, dengan melakukan jambak-jambakan, melabrak nya .. atau bahkan memposting kisahnya di sosial media " ucap Angelina dengan terkekeh.
"Kualitas wanita tergantung sikapnya, dan Leona adalah wanita yang berfikiran luas, dia juga tidak ingin memperebutkan hal yang tidak pantas untuk di rebutkan, yang Leona lakukan sudah sangat luar biasa, ia bisa mengontrol emosi bahkan melawan musuh dengan tenang" Galla ingat semua yang di ceritakan Tian.
"Aku mencintaimu dengan caraku, aku dan Leona beda ... jadi jangan samakan caraku mencintaimu nantinya, tapi ... awas saja kalau kau jadi kayak Arsa, akan ku cabein tuh Pelakor, dan burung mu ... akan ku buat sosis yang ku campur dengan mie instan" ancam Angelina
Yang membuat Galla langsung menutup selengk*ngannya dengan kedua tangannya.
Hahahhahah.
"Kalau kau tidak merasa seperti Arsa jangan takut gitu ah" ucap Angelin yang geli melihat tingkah Galla.
"Jangan berkata begitu, ngeri tau ... " ucap Galla yang langsung memeluk kekasihnya dari samping.
Semua memiliki kisah masing-masing, benar saja sore ini Tian dan Leona kembali kerumahnya untuk mendatangi makan Arita.
Di perjalanan Leona masih termenung, pandangan nya terus mengarah pada arah jendela mobil.
__ADS_1
Rasa tak percaya nya masih menyelimuti pikirannya.
Tian mengambil tangan Leona dan menciumnya, ia mengisyaratkan bahwa masih ada dia di sisinya.