Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 299


__ADS_3

Malam telah berlalu, Sejak kejadian malam itu, Dani tahu siapa Mora yang sebenarnya. Dia adalah putri dari pengusaha besar, yang mana ia merasa sangatlah tidak pantas bagi seorang Mora. Kedudukan Mora melebihi kedudukan Assisten Li jika di bandingkan posisinya, dan itu membuat nyali Dani menciut


"Kak Dani, Izinkan aku ada disisi kakak, menemani hari kakak" ucapan Mora malam itu sebelum Dani pergi dari kediaman Tian.


"Kasta kita berbeda, Meskipun aku ada keinginan untuk menghalalkan mu, tapi keluarga besarnya, pasti akan melihat bibit, bebet dan bobot ku, siapa aku ? aku hanyalah pemuda biasa yang tidak memiliki pekerjaan bagus, Aku tidak punya keluarga utuh, Mora ... Nona Amora" ucap Dani


"Bukankah kakak bilang, pernikahan bukanlah dilihat dari harta atau kedudukan tapi ... keseriusan dalam membina rumah tangga, membawa dalam ridho sang illahi, Bukankah kakak mengatakan bahwa perbedaan kasta bukanlah hal yang menjadi pemisah bagi sebuah hubungan yang halal, Kak ... aku belajar banyak dari kakak, Aku ingin menjadi orang yang baik dengan berada di bawah imam yang baik" ucap Mora malam itu yang Semakin membuat Dani merasa dilema. Namun ... Amora tetaplah Amora yang memiliki keberanian dalam hidupnya.Ia ingat akan ucapan Leona bahwa Tian akan menyetujui hubungan nya dengan Dani, Asal ia yang bicara, dan Mora juga ingat perkataan kakaknya Alan. Siapapun pria yang sudah berhasil mengubah kepribadian adiknya, maka Alan akan mendukung nya. Bukankah kesempatan itu harus Mora gunakan dengan baik.


Pagi ini, Mora datang ke kamar Tian. Mengetuk pintu hingga pintu itu terbuka, Penampilan Mora yang kini selalu menundukkan kepalanya saat bertemu dengan siapapun membuat Leona selalu tersenyum.


"Ada apa Mora?"tanya Leona


"Aku ... aku ingin bertemu dengan Kak Tian, Kak. Apakah kak Tian tidak repot, hanya sebentar "ucap Mora ragu


"Masuklah jangan takut " ucap Leona seraya merangkul adiknya itu dan membawanya masuk.


"Pa, ada Mora, dia ingin bicara sama Papa" ucap Leona pada Tian yang kini ada di ruang ganti

__ADS_1


"Bicara denganku, dimana sekarang ?" tanya Tian yang kini Leona membantunya untuk memasang kancing bajunya


"Duduk di sofa, baiklah ... kalau begitu kalian bicaralah, sepertinya dia serius, aku akan keluar menemui Nathan dan Nala" ucap Leona


Lalu meninggalkan suaminya dan keluar dari kamarnya, sedangkan Tian keluar dan melihat Mora yang terduduk dengan gelisah di Sofa. Sejenak Tian menatap adiknya itu, ia merasa ia melihat sosok yang berbeda dari Mora. Mora yang cerewet, bar-bar dan penuh kegilaan, kini menjadi wanita Nyang anggun, pendiam dan bertutur lembut.


"Ada apa? kau punya masalah?" tanya Tian seraya mengelus kepala Mora, Mora masih terlihat gugup dan gelisah


"Mora, katakan pada kakak" ucap Tian membawanya dalam pelukannya


"Kakak, Ada perbedaan kasta akan menghalangi sebuah hubungan, Kakak tahu bagaimana aku sebelumnya ? Kakak tahu ... siapa yang sudah berhasil membimbing aku, hingga aku jadi begini? tapi sayangnya ... semalam dia tahu, siapa aku dan bagaimana keluarga aku, dia merasa tidak .. tidak " ucap Mora dengan suara yang bergetar dan air mata yang mengalir, Tian membawa nya ke pelukan nya lagi, Tian kini mengerti dengan apa yang akan Mora katakan.


"Siapa lelaki itu ?" tanya Tian


"Dani, Kak Dani" ucap Mora To the poin


Sejenak ruangan itu menjadi hening, Tian tidak menyangka, dari sekian banyaknya pria yang mendekati adiknya, Nama Dani lah yang berhasil membuat adiknya seperti sekarng.

__ADS_1


"Kakak, Dani pria satu-satunya yang menghormatimu layaknya sebagai Wanita yang terhormat , Dia yang selalu membimbingku agar menjadi pribadi yang baik, Aku ingin memiliki imam seperti nya" ucap Mora seraya menatap Tian


"Tapi kau akan meninggalkan kemewahan mu, dan ikut dengannya kerumahnya, Karena kakak tahu, dia tidak akan meninggalkan Ibunya" ucap Tian seraya mengusap air mata adiknya itu.


"Aku rela meninggalkan semuanya kak,Disaat aku dekat dengannya aku merasakan hal yang tak pernah aku rasakan selama hidupku kak, Tenang, damai,dan juga ... aku belajar banyak hal, Kebahagiaan tidak bisa di lihat dari banyaknya harta, tapi sebanyak apa yang bisa kita bagi untuk orang yang membutuhkan " ucap Mora yang semakin membuat Tian kagum


"Dia tidak pernah mau menatapku, Dia satu-satunya pria yang tergoda akan penampilan sekarang wanita kak, bukankah pria seperti nya sangatlah baik untuk dijadikan imam dan pemimpin dalam rumah tangga?" ucap Mora lagi


Yang mana di benarkan oleh Tian.


"Kau jangan cemas, dia akan menjadi milik mu, Kakak akan melamarnya untukmu, Tapi ... hanya sebuah ikatan, kau harus menyelesaikan kuliah mu dulu " ucap Tian mentoel hidung mancung adiknya. Terlihat mata berbinar Mora menatap Tian.


"Benarkah? Terimakasih kakak, kau yang terbaik " ucap Mora memeluk sang Kakak, Tian tersenyum dan mencium pucuk kepala sang adik.


Sudah lengkap semua kebahagiaan itu, jika kita selalu ikhlas dalam menjalani semua cobaan yang sudah Tuhan berikan. ingatlah ... mengubah diri menjadi lebih baik, bukankah dari orang lain, tapi dari diri kita, dari keinginan kita, Cinta yang Mora rasakan telah mendorong nya menjadi wanita yang baik, dengan lantaran setiap konten yang sudah Dani berikan.


Selesai

__ADS_1


__ADS_2