Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 192


__ADS_3

...Kehidupan yang besar dimulai dari mimpi yang besar....


...Lihat ke atas agar terinspirasi, lihat ke bawah agar bersyukur....


...Lihatlah tantangan sebagai ujian dan lihatlah masalah sebagai teguran....


...Tidak ada kata gagal, yang ada hanya sukses atau perlu belajar lagi sampai berhasil....


...1000 perkataan dan pengetahuan tidak berarti tanpa adanya satu tindakan yang nyata....


...Kualitas pikiran Anda menentukan kualitas kehidupan Anda....


...Keajaiban itu nyata bagi mereka yang yakin berserah diri dan bekerja keras....


...Kesalahan adalah bukti bahwa kamu sedang mencoba....


Sejenak Tuan Darrel terdiam mendengar pertanyaan Joe, lalu Tuan Darrel berbalik menatap Joe dengan tatapan yang tidak bisa di tebak oleh siapapun, bibirnya sedikit tersenyum, matanya seolah tidak suka.


"Menurut kalian bagaimana ... ? di belakang rumah ini, banyak wanita lagi yang ada, apakah semuanya adalah istri saya ... ? saya hanya mencintai satu wanita, tapi kini dia jauh dariku, cinta bagiku seperti awan saat terlihat seakan jauh namun saat tangan ingin menyentuh terasa dekat namun tak bisa bersentuhan" ucap Tuan Darrel.


Ada kesedihan yang mendalam di balik ucapannya.


"Jika mencintai nya kenapa tidak Tuan datangi ... bukan kah itu sama saja menyiksa kalian berdua ... ?" ucap Alan


"Hahahaha, kalian anak muda belum bisa memahami apa artian dalam cinta, yang kalian tahu hanyalah jika sudah cinta maka harus kita miliki" ucap Tuan Darrel semakin membuat Joe dan Alan bingung.


"Marilah ikut dengan ku " ucap Tuan Darrel


Joe dan Alan mengikuti langkah kaki Tuan Darrel hingga ke belakang rumah, di sana terdapat banyak wanita, ada yang tua dan juga ada yang muda.


"Saya tidak tahu kalian, tapi melihat kalian aku merasa ada sesuatu yang menyatu di antara kita, terutama Joe, aku suka dengan mu yang banyak tahu tentang obat-obatan militer, mereka adalah para janda yang ditinggal saat peperangan lalu, dan juga anak mereka, mengapa aku membawa mereka kesini, karena keluarga mereka juga di bantai oleh pihak musuh, mereka sudah tidak punya siapa-siapa dan tidak bisa kemana-mana, kecuali sang anak yang sudah tumbuh dewasa yang tidak di kenali musuh, kami sekolah kan mereka hingga kuliah di kampus yang memadai biaya kehidupan kami, jika kalian bertanya Mengapa aku tidak membawa keluargaku kemari?aku memiliki alasan sendiri, mereka baik-baik saja tanpaku, anak dan istriku adalah wanita-wanita yang tangguh, karena mereka aku bisa bertahan meski hanya bisa melihat dari jauh tapi aku sudah bahagia karena melihat kebahagiaan mereka" ucap Tuan Darrel


"Apakah mereka tidak mencarimu ?" tanya Alan

__ADS_1


"Aku sudah dikabarkan meninggal sejak peperangan itu berlangsung, keluargaku Atmajaya tidak menyukai istriku, tentu mereka akan langsung memberitakan bahwa aku mati ditempat, biarlah berita tentang ku itu menjadi benar adanya. Aku benar-benar tidak kembali pada anak istriku, awalnya istriku sangat terguncang tapi aku mengerti dirinya, dia akan menjadi kuat demi anak kita, terbukti terakhir kali aku melihat dia sudah menjadi wanita karir" Ucap Tuan Darrel seraya menatap langit dengan mata yang sudah berkaca


"Kalian istirahat lah ... aku tahu tempat kalina sangatlah jauh dari sini " ucap Tuan Darrel.


"Baiklah ... Tuan sebelumnya kami sangatlah berterima kasih karena kebaikan Tuan " ucap Joe


"Jika kalian bisa di percaya menjaga keamanan tempat ini ... maka itulah bentuk terimakasih yang sangat berarti" ucap Tuan Darrel


Beberapa wanita menundukkan kepala memberi hormat pada Tuan Darrel dan juga kedua tamunya.


"Rere ... antarkan mereka ke kamarnya" titah Tuan Darrel


"Baik Ayah ... " ucap Rere yang mungkin di perkirakan umur 20 tahun


"Mari silahkan kak" ucap Rere sopan


Joe dan Alan pun mengikuti langkah Rere.


Jiwa kepo Alan kini semakin jadi saat Rere memanggil Tuan Darrel ayah.


"Kami di sini semua adalah anaknya Ayah, karena ayah ... yang selalu menjaga dan mencukupi kami" ucap Rere yang membuat Alan terdiam.


"Ini kamar kalian, jangan membuat ulah, sehingga ayah kami bisa marah" ucap Rere sebelum pergi meninggalkan mereka.


"Apa arti ucapan gadis itu ... ? jangan buat ayah kami marah ... ? memang nya apa yang akan kita lakukan ... ?" ucap Alan


"Tuan Darrel, apa kau mengira dia tidak tahu tentang kita ... ? dia tahu tapi pura-pura tidak tahu, sama seperti kita yang sedang memainkan drama, makanya gadis itu berkata jangan membuat ayahnya marah" ucap Joe yang kini sudah masuk kedalam kamar yang sudah di siapkan.


"Leona pandai bela diri, kemungkinan besar itu memang keturunan dari ayahnya, secara logika meskipun wanita berlatih sekeras apapun tapi jika tidak memiliki keturunan pasti tidak seahli Leona, kau masih ingat dengan pertempuran Leona dengan ******* itu ... ? benar-benar mengagumkan " ucap Alan.


"Mungkin yang kau katakan benar, baiklah ... kita istirahat saja, rasanya punggung ku terasa mau patah" ucap Joe yang membaringkan tubuhnya.


"Kau benar" susul Alan yang berbaring di samping Joe.

__ADS_1


"Kau menitipkan gadis kecilmu pada wanita ku, awas saja kalau sampai menyusahkan Marissa" ucap Alan


"Cih, Marissa tidak kekanak-kanakan seperti mu" jawab Joe sambil memejamkan matanya.


*****


"Hai ... is ... anak mu lucu sekali Na ... " ucao Angelina


"Terimakasih tentu dong ... Ibunya kan aku ... hehehe" ucap Leona saat Angelina sudah ada di rumahnya


"Apakah Tian akan lama ... ?" tanya Leona pada Galla, Galla yang tidak tahu akan urusan Tiqn tersenyum pada Leona, Galla hanya mengerti satu hal, bahwa ada hal yang sangat penting.


Tentu Galla tahu, ini bukanlah Tian yang meninggalkan pekerjaan nya secara tiba-tiba.


"Dia tidak akan lama " ucap Galla


"Ya, dia juga begitu ... dia juga terlihat gelisah, semoga lancar urusannya" ucap Leona tersenyum pada Galla


"Hei ... kalian nikmatilah makanannya kok di pandang saja" ucap Leona


"Karena makanannya se nikmat aku, makanaya mereka hanya memandang nya" ucap Veni yang baru muncul fan langsung duduk di kursi makan bergabung dengan mereka.


"Kau benar, kau nikmat di pandang makanya si kaku tertarik padamu" ucap Angelina menahan tawanya.


"Iss .... awas saja kalau dia datang tak adukan kalian" ucap Veni dengan bibir mengerucut


Tentu Galla hanya tersenyum, sedangkan Marissa memposting makan malam bersama teman barunya di semua sosial medianya.


"Dinda ... kau imut banget tau gak ... ! bisa lah jadi model gaunku lain waktu" ucap Marissa pada Dinda


"Kakak desainer Marissa itu ya ... ! ah aku sedari tadi ingin menanyakan hal itu, tapi takut, soalnya orangnya lebih cantik dari pada di gambar" ucap Dinda


"Ah, kau bisa ini ... aku belum seterkenal itu juga kali, tapi bagaimana menurutmu gambar baju ini, bukankah ini hits dalam kalangan anak muda ... ?" tanya Marissa pada Dinda seraya menunjuk kan gambar baju.

__ADS_1


"Ya ... sekarang baju ini yang tren kak, ternyata ini juga rancangan kakak ... ! hebat" puji Dinda


__ADS_2