Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 45 Makan Siang


__ADS_3

Tian pun membawa Leona masuk kedalam ruangan VIP yang mana ruangan itu khusus untuk Tian.


Saat Tian ingin menarik kursi untuk Leona, Leona menghentikan tangan Tian,


Leona menyentuh tangan Tian yang hendak menarik kursi.


Leona tersenyum seraya menatap Tian.


Begitupun dengan Tian, Tian tersenyum menatap Leona, Asisten Li yang menyadari keberadaan nya hanya akan menjadi obat nyamuk, akhirnya berlalu tanpa ada yang tahu.


"Duduklah"ucap Tian akhirnya.


"Tuan juga duduklah"ucap Leona seraya mendaratkan tubuhnya ke atas kursi itu.


"pilih yang kau suka"ucap Tian.


"Aku ikut Tuan saja, aku bukan tipe pemilih makanan"ucap Leona seraya tersenyum. ,,,,,,,,,,,,,


Tian pun memanggil pelayan yang masih setia berdiri di dekat pintu.


"Sediakan semua menu spesial yang ada di restoran ini"ucap Tian seraya menutup buku menu makanannya.


Mata Leona membulat, mendengar ucapan Tian.


"Tuan... kita hanya berdua? lalu kenapa Tuan memesan makanan yang banyak?"ucap Leona.


"Tidak apa-apa, aku tidak tahu makanan kesukaan mu, jadi pesan semua"ucap Tian seraya tersenyum kekeh pada Leona.


"Leona, bisakah kau tidak memanggil ku dengan Tuan di saat kita berdua, maksud ku di saat kita ada di luar lingkup pekerjaan"ucap Tian.


"Aku mengajak mu berteman,jangan panggil aku Tian lagi, dan juga...aku tidak punya teman selama ini, beberapa tahun ini yang menjadi temanku hanyalah Li, tapi... seperti yang kau lihat, Li sangat lah kaku"ucap Tian.


"Kalau begitu sama, aku tidak punya teman dekat selama ini"ucap Leona.


"Veni?"tanya Tian.


"Dia menjadi temanku saat perselingkuhan Arsa ku ketahui,awalnya aku sangat tidak suka berteman, karena yang kulihat mereka yang banyak teman hanyalah bisa bergosip,dan aku paling tidak suka dengan bergosip, jadi... aku tidak punya teman dekat selama ini"ucap Leona.

__ADS_1


"Tapi...selama aku bersama Veni, dia cukup baik dan sangat menghibur, terimakasih karena sudah membuat ku dan Veni menjadi dekat"ucap akhir Leona seraya tersenyum pada Tian.


"Berarti aku harus memberi bonus untuk Veni karena telah berhasil menjadi teman yang baik untukmu"ucap Tian seraya memajukan sedikit wajahnya dengan kedua tangannya ia letakkan bersilang di atas meja.


Seketika wajah Leona menjadi merona.


"Mmmmmm, "gugup Leona.


Saat Leona ingin berkata, suara pintu terbuka, beberapa pelayan menyajikan makanannya di meja.


Sungguh banyak sekali makan siang ini.


"Makanlah,!"ucap Tian saat semua sudah tertata.


Leona dan Tian pun menikmati makan siangnya dengan tenang fan saling melempar senyuman, semua gosip tentang Tian yang dingin kini runtuh di hadapan Leona.


Bagi Leona, Tian adalah sang penguasa yang baik hati dan jauh dari gosip miring.


"Besok kamu sudah siap kan menemui ibumu?"tanya Tian.


"Bagaimana caranya aku akan izin ke perusahaan, aku masih baru dan juga__"ucap ragu Leona.


"Aku akan datang ketempat mu di pagi hari"ucap Tian lagi.


"Kau sangat baik Tian, terimakasih banyak"ucap Leona tulus, dengan mata yang sudah berembun.


"Jangan selalu berkata terima kasih padaku, sekarang kita adalah teman"ucap Tian.


Tian melihat jam yang melingkar di tangan nya.


"Sudah mau jam 1, aku antarkan kau kembali"ucap Tian.


"Tidak perlu tian, aku bisa kembali sendiri, bukankah kau bilang akan ada meeting nanti jam 1"ucap Leona mengingat kan.


"Iya tapi tidak apa-apa, aku antarkan kau dulu"ucap Tian.


"Arah tempat kita bekerja berlawanan, udah sana pergilah"ucap Leona.

__ADS_1


"Yakin?"ucap Tian.


"Yakin Tian"ucap Leona seraya tersenyum pada Tian.


Akhirnya Leona dan Tian keluar dari ruangan itu, sesampainya di luar restoran, Asisten Li membuka kan pintu untuk Tian.


"Kau hati-hati, kalau sudah sampai di perusahaan kabari aku"ucap Tian melalui jendela mobilnya.


"baiklah .. Da..."ucap Leona seraya melambaikan tangannya.


Akhirnya mobil yang Tian tumpangi sudah jauh dari pandangan Leona,Leona dengan segera memesan taksi online.


Menghilangkan kejenuhan menunggu taksi online, Leona membuka aplikasi biru.


Terlihat ia tersenyum saat melihat foto profil nya, masih tetap sama foto dirinya dan juga Arsa, kini Leona mengganti foto profil itu menjadi foto dirinya sendiri.


'Good bye Arsa, semoga kita bisa menemukan kebahagiaan masing-masing' ucap Leona setelah menghapus semua foto Arsa di beranda aplikasi warna biru itu.


Beberapa saat kemudian, Taksi yang sudah di pesan oleh Leona sudah datang.


Leona pun kembali ke perusahaan.


Sesampainya di kantor, Leona sudah di tunggu oleh Veni.


"Na, ada yang cariin kamu tuh?"ucap Veni gugup.


"Siapa?"tanya Leona seraya menuju keruangan nya.


Betapa terkejutnya Leona saat melihat siapa wanita yang sudah menunggu nya itu.


"Maafkan saya Nona, anda sudah lama menunggu?"ucap Leona saat tahu siapa yang telah menunggu nya.



Hai semua teman-teman, sambil menunggu karya ku up lagi, coba deh baca karya temanku yang dengan nama pena Kumi Kimut,


Sumpah cerita nya keren abis, tinggalkan jejak di sana ya... judul nya "Jodoh Online"

__ADS_1


Semoga teman-teman suka.


__ADS_2