![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
kehidupan kadang tidak bisa kita rancang sesuat dengan keinginan kita, tapi setidaknya kita sudah berusaha agar kita melakukan yang terbaik dan memberikan yang terbaik.
tidak ada yang menginginkan sebuah perpisahan, tapi sadarilah ... setiap pertemuan pasti akan ada perpisahan
''baiklah, hadapi esok hari dengan kepala dingin ...''
cinta bukanlah perkara yang mudah untuk di unkapkan tapi ... ada hati yang harus ia jaga
Mengapa terjadi pertemuan ... jika perpisahan harus di lewati
cerahnya pagi telah membuat Tian terbangun dari tidurnya, ia sangat ingat pesan sang ibu semalam alasan ayahnya Leona yang tak kunjung kembali selama puluhan tahun lamanya.
*''Apapun alasan ayahnya leona ibu harap jangan sampai leona tahu, dia akan sangat kecewa jika tahu kalau ayahnya lebih memilih tinggal bersama dengan orang lain dari pada dengan dirinya. *
Ibu sangat memahami karakter leona, dia pemaaf hanya saja takutnya jika mendengar alasan itu Leona kurangmenerimanya''
Tian mengerti dengan apapun yang di katakan oleh ibunya, sama seperti ibunya yang meraskan kecewa, setidaknya ayahnya memberi kabar bahwa ia masih hidup, maka mereka memiliki harapan bahwa akan bertemu.Namun saat selesai bicara ibunya Leona tersenyum dengan air matanya yang berderai.
*****
Dinda kini sudah bangun dengan wajah yang sudah tentu sangat cerah, Namun yang membuat Dinda penasaran adalah status Joe yang menuliskan bahwa sudah lama ia merindukan benda ini bermain.
''Sibuk ya ... sampai gak ingat ngabarin aku ...?'' tanya Dinda pada Joe lewat pesannya
"Bukan sibuk, hanya saja ada hak yang penuh ketegangan yang harus ku kerjakan, kau doakan saja yang baik" jawab Joe lewat pesannya.
Dinda yang membaca pesan itu semakin tidak nyaman perasaan nya, gambar yang Joe update adalah gambar dirinya dengan pistol di tangannya, jangan bilang kalau Joe akan bermain dengan senjata api, pikir Dinda.
"Ah ... kenapa aku malah sangat cas ya ... aduh Dinda ... kau dan dia belum pacaran juga, kenapa kau kayak mengkhawatirkan sang kekasih saja sih, tapi beneran perasaan ku gak nyaman tahu ... !" ucap Dinda pada dirinya sendiri.
Akhirnya Dinda berakhir menghentakkan kedua kakinya lalu berangkat ke kampus nya dengan berjalan kaki seperti lainnya, di negara itu kebanyakan orang yang berjalan kaki dari pada berkendara, Tempat Dinda tinggal dan kampus nya tidak begitu jauh, sehingga nyaman bagi Dinda berjalan kaki menuju kampus nya di suasana pagi yamg tidak terlalu cerah.
Sedangkan Marissa begitu syok saat tahu akan ada hari menegangkan yang akan Alan alami hari ini, beda dengan sang Mama yang seolah santai akan kejadian seperti ini.
Pria memang harus begitu ... harus kuat dan tidak pernah takut, apalagi ada di jalan yang benar, kau mencintai anakku bukan ... ! apapun yang ia lakukan maka dukunglah, itu akan menjadi keberhasilan baginya.
Itu pesan yang tadi Mamanya Alan katakan padanya.
__ADS_1
"Semoga kau selamat, kau tidak boleh meninggalkan aku, pantas saja kau tidak mengajakku pergi" gumam Marissa saat membawa mobilnya.
Kini Tian sudah keluar dari tempat itu, Tian menyadari ada orang pamannya di sekitar. sehingga tidak ada kegugupan di antara mereka semua, mereka berjalan seakan tidak ada hal yang akan terjadi.
"Ya Om ... " ucap Tian.
"Mereka tidak ada di sini, tapi sudah ada di kota, kita akan lakukan serangan balik saat kalian sudah ada di kota Leona" ucap Omnya Tian
"Baiklah Om, terima kasih" ucap Tian.
Panggilan itupun berakhir.
"Disini kita aman, mereka tahu rencana kita, mereka sudah ada di kota xxx, jadi ... kalian bersiaplah saat di sana" ucap Tian
"Baik Tuan" ucap Asisten Li
Mereka menaiki pesawat tanpa melewati pemeriksaan, saat mengetahui identitas yang Tian tunjukkan.
"Ayah ..." sapa Tian saat melihat ayahnya hanya berdiam saja.
"Aku baik-baik saja, Terimakasih ... di usiaku yang sudah tua ini, aku masih bisa di beri kesempatan untuk bertemu dengan mereka" ucap Ayahnya Leona
"Karena itu, aku tenang kalau ada kamu di sisi anakku" ucap Darrel menyentuh pundak Tian.
*****
Sesampainya mereka di bandara, anak buah Om nya Tian kuga sudah menyebar, Tian tahu dengan kode yang ada di telapak tangan orang-orang itu.
Namun ...
Doorr
Tembakan terdengar saat Tian dan sang Ayah mau masuk kedalam mobilnya, seketika Tian mengeluarkan pistol nya juga, begitu dengan ayahnya Leona
"Suruh keluar pemimpin Kalian, aku sudah keluar dari tempat ku, kita tuntaskan hari ini" teriak Darrel pada sang musuh.
" Hahahha ini hanya penyambutan saja Darrel ... ! permainan aslinya masih belum ... sabar saja dulu" ucap orang itu yang langsung di tembak oleh Darrel, sehingga semua temannya terkejut dan marah akan apa yang telah pria itu lakukan.
__ADS_1
"Bajing*n kalian ... !" teriak pria lain, yang mana.
mereka langsung melawan Darrel dan kawan-kawan nya.
Semua yang ada di tempat kejadian, berteriak dan berlarian, Joe yang bergegas membantu Ayah dan Tian kini berdiri di depan dengan pistol di tangannya, Namun Joe memilih menghajar mereka dengan tangan nya karen rasanya lebih puas dalam meluapkan ras marahnya.
"Alan ... awas ... !" teriak Tian, dan Door ...
Satu tembakan hampir saja mengenai Alan, beruntung saja ... Akan segara menghindar.
"Kalian sudah bermain dengan anakku, Semua nya lumpuhkan mereka semua ... !!"
Ayah Alan tiba-tiba datang dan turut membantu.
"Anak papa tidak apa-apa ... ? tanya Marcell pada Alan
"tidak Pa ... Awas Pa ... " Tarik Joe di lengan papanya.
Mobil Tian kini melaju jauh dari tempat keramaian untuk menghindari hilangnya nyawa yang tidak bersalah.
Tian membawa mereka semua ke tempat yang dimana sudah ia dan yang lain rencanakan.
Tapi ternyata musuh sudah tahu, mereka tertawa dengan keterkejutan kelompok Tian.
"Bagaimana mungkin mereka sudah tabu segalanya tentang rencana kita ...?" tanya Joe yang penasaran.
"Hahahah ... kalian pasti terkejut dengan kejutan kamikan, ucap pria itu
Tawa mereka seolah meremehkan kekuatan Yang dimiliki oleh Pihak Tian.
Pertarungan kini kembali sengit, Ayahnya Leona kini bertarung dengan anaknya pemimpin mereka yang dulu.
"Kau harus merasakan apa yang sudah ayah saya rasakan ... !" teriak orang itu ke ayah Leona
"Siapa yang akan membantumu ... Tuan " Tanya orang itu pada Ayahnya Leona.
" Kau tahu ... orang yang aku bawa juga akan membuatmu sedikit terkejut" balas Ayahnya Leona.
__ADS_1
Benar saja semua yang ada di hadapan pria itu mundur saat di belakang tubuh Darrel ada seseorang yang berdiri mematung .
"Serang ... !" titah Omnya Tian pada semua anak buahnya.