Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 128


__ADS_3

Lihaonan menarik nafasnya dalam-dalam, dan langsung menarik tangan Veni yang terlihat emosi.


"Aku lebih suka kau marah-marah begini dari lada kau harus diam seperti tadi, tetap lah ceria dan bar-bar, aku pergi ... jaga diri baik-baik" ucap Asisten Li seraya melepaskan pelukannya.


Veni yang masih tidak mengerti dengan kenyataan, hanya diam dalam pelukan Asisten Li bagaikan patung.


Bahkan saat Asisten Li melepaskan pelukannya, Veni masih terdiam mematung.


Lihaonan tersenyum kecil melihat expresi wajah Veni.


"Aku berangkat" Asisten Li mengacak rambut Veni seraya berlalu, melangkah kan kakinya secara mundur, sehingga kini ia sampai di pintu kamar Veni.


Terakhir Asisten Li tersenyum pada Veni, berlalu dari kamar Veni dengan perasaan yang tidak bisa ia tebak.


*****


"Sayang ... tidak sarapan pagi dulu ... ?" ucap Mama nya Angelina, saat melihat Angelina yang berlalu melewati ruang makan.


"Nanti di kantor ma, ada meeting pagi ini" ucap Angelina seraya berlalu.


Mamanya Angelina menatap pada suaminya, menyalahkan nya atas perubahan sikap Angelina.


"Udah stop mengatur Angelina, dia sudah dewasa, toh ... baik Tian ataupun Galla masih berbaik hati pada putrimu, kedua perusahaan itu bersedia bekerja sama dengan perusahaan mu karena kerja keras Angelina"ucap kesal Mama nya Angelina.


"Tapi, jika Angelina bisa menaklukkan hati salah satu dari mereka, maka kesejahteraan perusahaan akan terjamin, Ma"Ucap papanya Angelina masih dengan pendirian nya.


"Kalau begitu, kau saja yang menikah dengan mereka" ucap Mamanya Angelina seraya meninggalkan suaminya sendirian di meja makan.


"Is ... masih berlanjut pagi ini" gumam papanya Angelina.


Angelina berlalu dengan penampilan nya yang selalu tampil maksimal.


Senyum yang mampu mengikat semua pria, terutama pria yang kini berdiri di dekat mobilnya.


"Tuan Galla, selamat pagi ... "sapa Angelina sat melihat Galla sepagi ini sudah ada di depan rumah Angelina.


"Pagi juga, kau makin terlihat cantik Nona"goda Galla.


"Tuan, godaanmu tidak cocok sekali dengan wajah mu, kau sangat cocok jika kau bersikap kaku, dingin dan cuek" balas Angelina.


"kalau boleh jujur, aku begini hanya padamu Nona" balas Galla dengan senyuman nya.


"Oke, baiklah ... apa yang Tuan tunggu? jangan bilang kalau Tuan Galla ingin menjemput ku"tebak Angelina.

__ADS_1


"Nah itu kau sudah tahu, silahkan masuk" ucap Galla seraya membuka kan pintu mobil untuk Angelina.


Angelina ragu untuk melangkah kan kakinya,


"Setidaknya ini demi pertemanan kita" ucap Galla memastikan keraguan yang Angelina rasakan.


Merasa tidak enak, Angelina pun masuk kedalam mobil Galla.


Di dalam mobil, mereka terdiam.


"Emmm bolehkah kau jujur satu hal padamu, aku tidak ingin terjadi salah faham suatu saat nanti, jika aku tidak mengatakan hal ini sekarang" ucap Angelina dengan ragu.


"Katakan lah, semua nya yamg menjadi beban bagimu, katakan lah sekarang" balas Galla.


"Papaku, awal nya dia ingin aku mendekati Tian, untuk sebuah bisnis, awalnya aku fikir aku berhasil menaklukkan hati Tian, tapi kau tentu tahu ... aku adalah tameng baginya untuk melindungi wanita nya darimu, karena itulah, Tian melanjutkan bisnis dengan perusahaan papa, dan sekarang ... "


"Papamu menginginkan kau untuk mendekati ku, agar bisnis yang telah terjalin bisa berlanjut seterusnya, kalau tidak salah tebakan ku benar kan ... ?" Galla tersenyum sambil menatap Angelina.


"Tapi percayalah ... alu tidak sependapat dengan papa, bagiku ... bisnis ya bisnis, perasaan ya ... perasaan, keduanya tidak bisa ku campur, dan juga ... perasaan seseorang tidak bis akita paksa, Galla ... aku tidak ingin kau salah faham padaku" ucap Angelina dengan wajah tulus nya.


Tentu Galla percaya itu, dia sudah mendengar semua dari Tian, Angelina tidak seburuk kelakuan papanya, Perusahaan papanya akan maju jika ada dalam kendali Angelina, Tian bisa melihat jiwa profesional Angelina.


Galla sependapat dengan Tian, Angelina bukanlah wanita yang material, Beberapa minggu kedekatan nya dengan Angelina, Galla juga bisa menilai sosok wanita yang kini duduk di samping nya.


"Saya rasa ... perasaan itu akan sulit ada Tuan, meskipun ada ... bukanlah aku wanita beruntung itu" ucap Angelina tersenyum menunjukkan gigi gingsul nya.


Galla tersenyum mendapati jawaban Angelina.


Karena Galla sendiri juga belum bisa memahami seperti apakah jatuh cinta dan di cintai itu.


Akhirnya mereka pun sampai di depan perusahaan Angelina.


"kalau begitu ... terimakasih atas kebaikan nya sudah menjemput ku "ucap Angelina.


"Nanti aku juga akan menjemput mu" ucap Galla.


"Tidak usah, aku takut malam pulangnya, kau kan tahu sendiri, sudah beberapa hari aku libur kerja" jawab Angelina.


"Aku akan tetap menjemput mu, tidak ada kata tidak !!" ucap Galla.


"Baiklah ... jika ada yang gratisan aku pasti tidak menolak" ucap Angelina dengan terkekeh.


Angelina pun turun dari mobil Galla.

__ADS_1


Dia memberi kan lambaian tangan nya Begitu juga dengan Galla.


Pagi ini ... suasana hati Galla sangat lah baik, senyum selalu terlihat di sudut bibirnya, hingga sampai di perusahaan nya, senyum itu masih tampak, membuat semua karyawan nya merasa heran dengan sikap pemilik tempat mereka bekerja.


'*Aku yakin ... saat ini Tuan Galla bertemu dengan bidadari nya, makanya ia tersenyum terus'


'Semua agenda akan berjalan lancar, jika Presdir dalam keadaan hati yang baik'


'Aku malah berharap, Akan di naikkan gaji jika Presdir seperti ini'


itu gosip para karyawan lelaki.


''Ah ... kalian lihat ... Tuan Galla tersenyum padaku ..."


'Jangan ke GR-an kamu, di tersenyum padaku tau'


'Tampan banget ya kalau tersenyum gitu, mirip Artis china*'


Begitulah para gosip karyawan pada atasannya.


"Tuan ini berkas yang harus anda tanda tangani, setelah itu, akan segera kami kirim ke Perusahaan Tuan Abimanyu" ucap Asisten Galla.


"Letakkan saja, aku sendiri yang akan mengantarkan nya nanti jak makan siang"ucap Galla.


Asisten itu merasa heran, ini pertama kalinya, Tuannya akan mengantarkan sendiri berkas kantornya.


"Sudah jangan banyak berfikir, kerja lah"Ucap Galla yang seakan mengerti dengan apa yang ada di fikiran Asisten nya.


Asisten Galla pun tersenyum lalu meletakkan berkas yang sedari tadi di pegang, lalu kembali ke mejanya.


Galla pun mulai fokus dengan beberapa berkas yang sedari tadi menjadi fokus nya.


*****


"Bagaimana hasilnya ... ?"tanya Dinda pada Arsa


"Di sini ada beberapa pemasukan yang tidak sama dengan pengeluaran, dan juga kemungkinan besar yang melakukan kecurangan ini adalah bagian pemasaran" jawab Arsa.


"Korupsi ... harus segera di berantas" ucap Dinda sok serius.


"Kasian juga Bibik jika di biarkan, bisa rugi besar nantinya" ucap Arsa serius.


"Kau benar, kau adalah calon penerus, kau jangan tinggal diam, buktikan kalau kau bis adi andalkan ... " Dinda memberi semangat untuk Arsa.

__ADS_1


__ADS_2