![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
Aaaaa...
Teriak Arsa Seraya meninggalkan mamanya.
Arsa kini benar-benar dalam keadaan dilema, dia tidak mungkin membiarkan Arita menanggung aibnya sendiri, Tapi saat ini keadaan perusahaan juga sedang dalam masa kritis, iya harus mencari pendukung sekiranya bisa membantu perusahaannya keluar dari masa kritisnya.
"Sial, semua orang yang dulu menjilat ku kini telah berpaling"rutuk Arsa.
Kemana Arsa akan mencari bantuan, dana dari kakak nya itu belum cukup untuk menutupi kerugian yang dialami perusahaan nya.
Semua proyek yang berjalan telah di tarik, mereka tidak mempercayai Arsa, hanya karena ia pernah berkhianat,meski...masih ada beberapa orang yang mempercayai nya, itu masih belum cukup.
*****
"Bagaimana?" tanya Fandi pada Arsa.
"masih belum cukup Kak" ucap Arsa dengan lesu.
"kau akan mencari kemana lagi Ar?" tanya Fandi.
"Entahlah kak, ah...sial, kalau dulu Leona yang akan membantuku, meminta perusahaan nya mendonorkan dana, tapi sekarang? mereka langsung menolak kedatangan ku"ucap Arsa frustasi.
Arsa kini duduk seraya memegang kepala nya, ia benar-benar pusing saat ini.
"Seperti nya, aku akan mundur kak"ucap Arsa setelah beberapa saat terdiam.
******
Setelah berbincang lama dengan Leona, akhirnya Angelina pun berpamitan untuk kembali ke perusahaan.
"Kalau begitu aku pergi dulu Na, senang berbincang denganmu"ucap Angelina.
"Terimakasih, aku juga senang bisa berteman dengan mu"ucap Leona.
Setelah berbasa-basi akhirnya Angelina pun keluar dari ruangan Leona.
*****
"Seperti nya Nona Angelina sangat suka berteman dengan Nona Leona tuan"ucap Asisten Li setelah melihat interaksi obrolan mereka di layar ponsel asisten Li.
"Dia benar-benar bisa di andalkan Li, baguslah"ucap Tian.
"Nona Angelina begitu menyukai anda, tapi... pikiran dewasanya yang membuat ia sadar kalau ternyata anda sudah memiliki wanita lain, dengan kecerdasan Nona Angelina ia bisa menebak siapa wanita beruntung itu"ucap asisten Li pada Tian.
"dan Nona Angelina adalah wanita pembisnis, ia mengambil kesempatan ini untuk meraup keuntungan dari Anda Tuan" ucap asisten.
"Bukankah itu menarik Li" ucap Tian Seraya memainkan bolpoin di jarinya.
*****
__ADS_1
"wanita itu memang cerdas pi, pantas saja Tian tergila padannya, selain ia bisa disentuh oleh Tian, Ia juga memiliki kecerdasan dalam mendesain sebuah perhiasan" ucap Mami.
"Dan Mami menggunakan Angeline yang jelas-jelas sekarang digosipkan dengan Tian untuk berteman dengan Leona?" ucap sang Papi yang tidak mengerti.
"Itu ide anakmu yang gila papi bukan ide Mami" ucap sang mami.
Sejenak papinya terdiam, lalu tiba-tiba Iya tertawa mendengar perkataan Maminya.
"Ini cinta pertama anakmu mi... pantas saja dia memiliki kegilaan yang aneh seperti ini" ucap sang papi.
"tapi malah mengatakan dia gila"ucap sang mami.
"kalau bukan gila lalu apa namanya Mi...?melindungi wanitanya dengan menggunakan wanita lain, Bukankah itu kebodohan yang hakiki" ucap sang Papi.
"kok bisa begitu"tanya sang Mami.
"Coba mami pikirkan, sekarang saja Tian dan Leona belum jelas hubungannya sebagai apa, tapi dia sudah menyebarkan gosip kalau dia dan Angelina sudah menjalin hubungan, lalu bagaimana Tian akan mendekati Leona? apalagi dengan ketraumaan yang dialami Leona ,dia trauma akan penghianatan, dia tidak suka dengan penghianatan, Apakah mami pikir Leona akan membuka hatinya untuk Tian yang jelas-jelas sudah memiliki wanita?" ucap sang Papi diselingi dengan pertanyaan.
namun tiba-tiba.
"Papi dan Mami tidak perlu pusing-pusing memikirkan hal itu, itu adalah urusan Tian, Tian bisa mengatasinya kok mi...pi" ucap Tian yang tiba-tiba muncul dari arah belakang kedua orang tuanya.
"Tian kenapa kau tidak nikahi langsung saja Leona? Kenapa harus bermain-main dengan cara ini? tanya sang Mami.
"Apakah mami akan menjamin pernikahan itu berjalan dengan lancar?" tanya Tian.
"Intinya, Papi dan mami tidak usah memikirkan hal itu, serahkan sama Tian"ucap Tian seraya meninggalkan Mami dan Papi nya.
"Eh... Tapi mami ingin segera menimang cucu Tian..!!! bahmgaimana bisa mami dan papi tidak memikirkan itu...!!"Teriak sang mami namun di abaikan oleh Tian.
Tian tersenyum saat mengingat bagaimana Leona bersandar di bahunya, ia merindukan itu.
"Sedang apa dia sekarang"tanya Tian pada diri sendiri.
"Ah..pasti ia merindukan ku saat ini"ucap Tian lagi seraya tersenyum membayangkan Leona memikirkan dirinya, padahal Leona sama sekali tidak memikirkan nya ya wkwkwkkw.
"Apa aku saja ya ..yang chat duluan, menurut panduan buku itu, memang seharusnya lelaki dulu yang peka"Tian bicara pada dirinya sendiri.
"Tian... ayolah jadi lelaki yang pengertian, tapi...aku harus chat apa?
Hai... sedang apa?
Mmm ...kau kagi merindukan aku kah?...
Na... apakah kau sudah makan?..
Tian berdialog pada diri sendiri namun pesan yang terkirim tidak sama dengan yang ia ucapkan, membuat sang penerima menjadi heran.
[Apakah Desain perhiasan mu sudah selesai?] Tian
__ADS_1
.
.
.
"Isss...kok lama sekali balas nya,apakah pertanyaan ku salah?"ucap Tian seraya menatap layar ponselnya.
.
.
[Sudah Tuan]Leona
"Cih, kenapa sependek ini balasan nya"ucap Tian saat membaca balasan dari Leona.
[Kau tidak apa-apa kan? kenapa jawaban mu lemas sekali] Tian
Pesan itu berhasil membuat Leona tercengang, mana ada lemas, dan dari mana kata itu menggambarkan kalau dirinya lemas.
[Tidak tuan, saya baik-baik saja] Leona.
[Kau berbohong! pasti ada apa-apa denganmu] Tian
Balasan dari Tian membuat Leona semakin bingung, kenapa dengan Tian? itu lah pertanyaan di pikiran Leona.
[Aku benar-benar baik-baik saja, hanya ingin suasana yang beda, ingin mencari angin malam seperti nya] balas Leona dengan asal.
Namun bagi Tian itu adalah ajakan yang secara yidak terang-terangan.
Tian akhirnya tersenyum, ia mengira Leona juga tertarik padanya, namun.... itu hanyalah perasaan Tian saja, tapi... semoga saja Leona mengerti dengan perasaan Tian suatu saat.
Jam sudah menunjukkan pukul 7 malam, Tian kini sudah siap dengan tampang gantengnya, berulang kali Tian memandang dirinya di pantulan cermin, mamastikan kalau dia sudah layak dengan Leona yang pasti kini sudah berdandan debgan sangat cantik.
*****
"Na... kau kenapa? sedari tadi kau seperti nya sangat lesu?"tanya Veni.
"Tidak apa-apa, hanya capek saja,kau sudah makan?"tanya Leona.
Namun...saat Veni ingin menjawab suara bel rumah itu terdengar.
Ting ..tong... Ting tong.
"Biar aku saja yang buka"ucap Veni saat melihat Leona yang hendak membuka pintu.
"Baiklah"ucap Leona seraya kembali merebahkan tubuhnya di atas kasur.
Sedang kan Veni sangat terkejut melihat siapa yang datang.
__ADS_1