![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
Selepas acara pernikahan Alan dan Marissa selesai, Tian membawa Leona kembali ke rumah besar nya. begitu juga dengan yang lain, Sedangkan Alan sudah tak sabar ingin menghabiskan malam pertama nya. Ia menolak di ajak pulang, Ia langsung membawa Marissa kedalam kamar pengantin yang sudah pihak hotel siapkan.
*****
"Cukup Ma ... ! cukup mengatakan kalau Devan bukanlah anak ku, aku sudah melakukan test DNA, dan hasilnya Devan 99% adalah anakku, cukup Mama menuduh Kinan wanita yang tidak baik, Cukup Ma ... Mama lihat, Bagaimana dia merawat ku selama ini, Mama lihat ... bagaimana perusahaan ku sekarang ... ? Semuanya berkat dia, dia merawat ku sebelum berangkat bekerja dan sepulangnya bekerja, bahkan dia jarang istirahat malam hanya karena ingin bersama anaknya, sedangkan aku .. aku sudah menjadi lelaki yang tak berguna Ma ... Mama tahu apa yang sudah Lidya katakan, saat aku mengatakan, Apakah fia visa merawat ku jika aku bersama nya, dia mengatakan bahwa aku akan ia serahkan pada perawat, sudah jelas perbedaan antara Lidya dan Kinan Ma ... " ucap Haris yang sudah muak dengan apa yang Mamanya lakukan, dengan ancaman menjadi anak durhaka, Haris selalu menurut kemauan sang Mama, tapi tidak kali ini, Haris susah berjanji akan berubah pada Galla, Apalagi melihat usaha Kinan selama ini dalam merawatnya. Haris sudah jauh lebih baik, hanya saja ia ingin melihat seberapa besar kesabaran yang Kinan miliki.
"Durhaka kamu Haris, Mama yang sudah melahirkan mu, dan Mama juga yang sudah membesarkan mu, dan apa ini ... ? Inikah balasan mu ... ? Kau bisa sukses sekarang itu semua karena Mama" ucap Mamanya Haris.
"Hanya karena wanita rendahan itu, kau mau melawan Mama" ucap Mamanya Haris
"Itu dulu Ma ... ! Apakah Mama berfikir saat aku ada di ambang kematian, siapa yang sudah menolong ku, Kinan, Ma! Galla susah mengambil segala nya dariku, Galla telah membuat perusahaan ku yang di sana hancur dan bangkrut, sedangkan yang membuat Galla memiliki hati adalah, karena ia melihat Kinan yang sedang hamil" ucap Haris
"Cukup Ma ... jika Mama masih ingin hidup enak dengan fasilitas lengkap, ku mohon, jangan ganggu Kinan dengan tindakan Mama, dia akan diam, karena dia menghormati Mama sebagai Ibuku" ucap Haris lagi.
Namun pembicaraan mereka terhenti saat melihat Kinan sudah keluar dengan nampan yang ada di tangan nya.
"Silahkan di minum,Ma ... Mas" ucap Kinan seraya tersenyum pada mertua dan suaminya.
Namun tatapan sinis mertuanya sudah menjadi jawaban bahwa mertua nya masih tidak suka padanya. Mengerti akan hal itu, Kinan ingin beranjak dari dekat mereka, namun ... tangannya di pegang oleh Haris.
"Duduklah, kau harus tahu, bahwa aku benar-benar sudah tidak ada hubungan apapun dengan Lidya Danira itu, aku tidak menjalin hubungan apapun " ucap Haris
__ADS_1
"Aku percaya sama kamu, Mas" ucap Kina tersenyum pada Haris
"Aku mau nemenin Devan dulu, Mas bicaralah sama Mama " ucap Kinan seraya melepaskan pegangan tangan Haris
"Jauh lebih berkelas Lidya dari pada dirinya" cebik Mamanya Haris yang mungkin masih terdengar oleh Kinan. Hati siapa yang tak sakit, jika harus mendengar secara terang-terangan, Mertuanya ingin suaminya menikahi wanita lain, meski Kinan sadar, bahwa hubungan suami istri Kinan dan Haris bukanlah seperti yang lainnya,tapi setidaknya hormati lah Kinan sebagai istrinya Haris saat ini. Antara Kinan dan Haris sudah membuat kesepakatan, bahwa mereka akan melepaskan juka mereka sudah menemukan dambaan hatinya, Kinan sudah ingin menyerah, hanya saja Haris yang tidak menginginkan nya, Haris mau Kinan selalu ada disisinya, menjadi istrinya dan ibu dari anak ya saat ini, Haris ingin Devan memiliki irang tua yang lengkap .
"Sayang, ada Nenek di bawah, sayangnya ... Nenek tidak ingin ketemu sama Devan, Devan yang sabar ya sayang ... suatu saat nanti, Nenek pasti akan sayang dan peduli sam Devan, seperti Papa, yang kini sangat peduli sam Devan" ucap Kinan seraya menggendong bayinya.
"Mama tidak apa-apa, jika Nenek tidak suka sam Mama, tapi Mama berharap ... jika suatu saat Nenek bisa menyukai Devan" ucap Kinan dengan air mata yang berkaca-kaca.
Di saat Kinan ingin menumpahkan rasa sakit hatinya, suara dering ponsel nya membuat nya tersadar, bahwa ada Devan di dekatnya, yang akan bisa melihat luka yang di rasakan Kinan. Akhirnya Kina tersenyum kembali saat melihat Devan bayinya menatapnya.
"Hallo, Tuan Ridwan, ada apa ... ?" tanya Kinan
"Alhamdulillah, Selamat juga untuk Tuan dan untuk semua Tim yang sudah mau bekerja sama dengan baik, besok saya akan datang lebih awal untuk mengecek persediaan kita di gudang Tuan, jika Tuan tidak keberatan, apakah Tuan bisa datang lebih pagi juga ... ?" tanya Kinan
"Tentu bisa Nona" ucap Tuan Ridwan
"Baiklah, saya akan memberi kabar ini pada Tuan Haris, dia pasti bahagia mendengar kabar ini, sekali lagi terimakasih Tuan Ridwan" ucap Kinan jelas bahagia
"Sama-sama Nona, selamat juga untuk anda" balas Tuan Ridwan.
__ADS_1
Panggilan itu pun telah berakhir, Kinan sangat bahagia mendengar kabar itu, ua ingin sekali memberi kabar itu langsung, Namun ... di bawah ada Mama mertuanya, yang sudah jelas tidak menyukai nya dan tidak menyukai Devan.
Akhirnya Kinan memberikan pesan pada Haris tentang kabar bahagia itu.
'Mas ... Alhamdulillah ... perusahaan mengalami untung besar hari ini, semua produk kita terjual bahkan nyaris habis, besok Kinan akan melihat persediaan kita di gudang, jika mas berkenan bisakah Mas ikut dan merasakan kebahagiaan kami semua yang ada di perusahaan ... ?' pesan yang Kinan kirimkan pada Haris langsung terbaca oleh Haris.
Tentu Haris tersenyum bahagia, semua maju pesat saat ada di tangan Kinan.
*****
Suara irama makin terdengar jelas di kamar sang pengantin baru, bahkan di kamar pribadi Tian juga demikian, terjadi gempa di atas ranjang sang Tuan besar kali ini.
Suara indah Leona menguasai ruangan besar itu, peluh susah membasahi tubuh mereka.
"Kau makin nikmat sayang" ucap Tian di tengah-tengah permainannya.
"Kau selalu membuat ku ketagihan setiap saat" imbuh Tian dengan deru nafas yang tersengal-sengal, Leona tak menjawab semua racauan Tian, ia menikmati semua permainan hingga detik- detik keluarnya lahar di sungai milik Leona, Begitu juga dengan pasangan Alan dan Marissa. Mereka semua kini menikmati keindahan malam dengan berolahraga dengan pasangan masing-masing.
"Alan ... kau is the best" racau Marissa di tengah-tengah permainannya
"Ini hanya awal sayang, setiap hari akan ku buat kau melayang" balas Alan di tengah sodokan bola junior nya.
__ADS_1
"Aku akan menagih ucapanmu Alan, setiap hari, setiap hari berilah aku rasa seperti ini" ucap Marissa tanpa sadar dengan segala apa yang sudah ia katakan.