Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 98 Menuju Halal


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul 9 siang, Tian masih setia berada di dekat Leona.


Tiba-tiba dering ponsel nya membuat ia sadar, dan segera mengalihkan pandangannya.


"Aku angkat telfon dulu dari Li"ucap Tian pada Leona yang menoleh ke arah nya.


"Baiklah"ucap Leona tersenyum membalas senyuman Tian.


Tian pun menjauh dari Leona.


"Hallo Tuan"ucap Asisten Li.


"Bagaimana ... ?"tanya Tian.


"Sudah tinggal 10 persen tuan, saya menyerah kan sisanya pada Agam"ucap Asisten Li.


"Yakin semuanya sudah beres?"tanya Tian memastikan.


"Yakin Tuan ... nanti malam saya sudah sampai di kota Nona Leona"ucap Asisten Li.


"Baiklah ... hati-hati dalam perjalanan mu, kau terbaik Li"ucap Tian sebagai akhir dari perbincangan mereka.


Tiba-tiba terdengar ketukan pintu dari luar.


Dengan segera Tian membuka kan pintu itu.


"Sabarlah dulu tunggu sampai besok selesai ... "goda Mami nya Tian.


"Iss ... Mam ...ada apa ?"tanya Tian seraya melihat kearah Leona di dalam.


"Kalian sudah siap kan ... ? Papi, Mami dan juga Ibu sudah siap untuk mengantar kalian"ucap Maminya Tian dengan kepala celingak-celinguk ingin melihat sosok Leona.


"Apa yang Mami cari ... ?"ucap Tian seraya memperhatikan Maminya dan juga melihat kearah Leona.


"Kalian tidak melakukan hubungan itu kan ...?"ucap Mami yang tidak menemukan sosok Leona.


"Ya ampun Mam ... apakah Tian sebejat itu ... ? sayang ... kesini sebentar"panggil Tian Pada Leona yang sedang merapikan baju yang akan Tian gunakan.


Mendengar panggilan itu, Leona datang dengan tangan yang masih memegang kemeja Tian.


"Iya ... Eh Mami ... masuklah ... kenapa berdiri di luar"ucap Leona menatap Tian bergantian dengan Maminya.


"Tian tidak lagi menindas mu kan sayang ...? biasanya, orang yang kelamaan jomblo bisa lebih ganas loh kalau di ranjang"ucap Sang Mami dengan tanpa malu.

__ADS_1


"Mami ... "Ucap Tian sedikit meninggi kan suaranya. Sedangkan Leona jangan di tanya lagi ... wajahnya kini merah, ia langsung berdiri di belakang tubuh Tian.


"Ah baiklah ... aku tidak akan menggoda kalian sekarang, tapi ... jangan harap setelah ini kalian bisa lepas dari Mami"ucap Maminya Tian dengan terkekeh.


Maminya meninggal kan kedua insan yang saling pandang.


"Hei ... cepat lah bersiap"ucap Maminya Tian saat sudah berapa langkah dari kamar Tian.


"Iya ... Mam "ucap Tian.


Akhirnya Maminya Tian pun mempersilahkan perias untuk menuju ke kamar Tian.


Meski akan mengadakan ijab sederhana, maminya Tian mengundang penghias profesional.


Sedangkan Tian juga sudah bersiap di ruangan yang lain.


"Joe ... apakah aku sudah tampan ... ? huff ... Joe ... bagaimana penampilan ku? Leona tidak akan kecewa kan ... ? ah ... kenapa aku gugup sekali" Tian mengembuskan nafasnya dengan perlahan, menghilang kan kegugupan yang ada.


"Tuan selalu tampil sempurna"ucap Joe dengan penuh keseriusan.


"jawabanmu selalu sama dengan kakakmu itu" Tian selalu menatap dirinya di pantulan cermin.


Suara ketukan pintu terdengar, Joe dengan segera membukakan pintu kamar Tian.


"Sudah Nyonya"jawab Joe.


"Tian ... kenapa masih berdiri disitu ... kau tidak ingin segera Sah?"tanya sang Mami saat melihat anaknya masih berdiri di depan cermin.


"Mam ... apakah Leona suka dengan penampilan Tian? maksud ku ... apakah Tian sudah tampan?"ucap Tian.


"Anak mami selau tampan, Leona pasti tidak bakan memalingkan pandangannya saat melihat mu, Kenapa kau gugup sekali ... kamu itu Tian Alvaro loh ... kenapa hanya di hadapan Leona kau menciut begini"goda sang mami.


"Iss ... apakah Leona sudah siap?"tanya Tian seraya merapikan jas nya.


"Sebentar lagi dia juga akan turun, makanya Mami jemput kamu"


Akhirnya Tian dan Maminya pun turun, Ini pertama kalinya Tian merasa tidak percaya diri dengan penampilannya.


Ini pertama kalinya Tian merasa gugup dalam melakukan hal.


Ia tidak ingin melakukan kesalahan sedikitpun saat ingin memper Sah hubungannya dengan Leona.


Saat Tian.susah berada di bawah yang selalu menerima godaan dari Alan dan Galla, Mereka terhenti ketika melihat sosok wanita yang kecantikan nya makin terpancar.

__ADS_1


Tentu ... Leona yang berada di tengah antara Angelina dan Marissa, sedangkan Veni dan ibunya Leona berada di belakang.


"Tian ... wanita mu cantik banget"bisik Galla.


"Iya kak ... gak salah meski janda ... aku juga mau kalau jandanya kayak kakak ipar"goda Alan bersamaan dengan Tian menyikut perutnya.


Membuat Alan meringis kesakitan.


Namun berhasil membuat Alan tertawa.


Leona ... tersipu malu saat pandangan Tian tidak beralih padanya.


"Ini sudah mau jam 11, sebaiknya kita berangkat, lalu segera ke Hotel"ucap Papi nya Tian.


"Mami setuju, kita juga butuh istirahat dan melihat sampai mana persiapan untuk resepsi" Maminya Tian melihat ke semua yang ada di ruangan, berharap mereka menyetujui apa yang Papi dan mami nya katakan.


Tian dan Leona berjalan bergandengan, merkea tampak saling malu dan gugup, padahal ... ini bukanlah pernikahan pertama bagi Leona ... tapi ... ketegangan nya mengalahkan pernikahan pertama nya dulu.


*****


"Mana bisa seperti itu ... kenapa wanita itu mendapat kan lelaki yang jauh lebih baik dari Arsa ... !!"teriak Arita saat melihat berita di sosial media nya.


"Arita ... kau tenanglah ... Leona pantas mendapatkan itu, dia wanita yang baik, nak ... seharusnya kau bisa mencontoh dirinya"ucap Neneknya Arita.


"Nenek bilang aku harus mencontoh wanita yang suaminya selingkuh darinya? Nek ... jika seorang lelaki sudah selingkuhan, berarti istrinya itu kurang menarik bahkan tidak bisa memberi pelayanan yang baik, kenapa harus aku yang mencontoh dirinya, seharusnya dia yang mencontoh aku ... "ucap Arita dengan tak tahu malu.


"Arita cukup ... !!! kau pura-pura baik dan berubah di hadapan papa mu, hanya untuk menghindari papamu memasukkan mu dalam asrama ..., tapi ingat Arita ... hukuman itu ada, kau sudah memiliki penyakit yang menjijikkan tapi kau tidak berubah sama sekali, sampai kapan Arita ... sampai kapan kau akan menguji kami sebagai orang tuamu ... "ucap sang Nenek yang sudah tidak bisa sabar atas sikap Arita.


"Nenek Arita akan sembuh tenanglah ... Nenek sudah lihat sendiri kan ... Arita sudah tidak berhubungan dengan Arsa ... aku yakin aku bisa mendapatkan yang jauh lebih baik dari Arsa"ucap yakin Arita.


"Nek ... jika aku bisa mengambil Arsa dari Leona, berarti Arita juga bisa dong mengambil Tuan Tian darinya "


"Arita ... !!!"teriak orang yang kini berdirinya di pintu kamar Arita.


Betapa terkejutnya Arita saat mendengar suara itu di rumahnya.


"Arsa ... !!" ucap Nenek nya Arita tanpa sadar


Arsa melangkah kan kakinya, Ia mencekik leher Arita sehingga Arita tidak bisa bernafas.


"Belum puas kah kau ... kau masih ingin mengusik Leona ... iya ..."teriak Arsa.


"Arsa ... lepas kan Arita nak ..., Nenek tahu arita salah, nenek akan mengajari nya dengan lebih laten lagi.

__ADS_1


Namun guratan amarah Arsa tidak pudar sama sekali.


__ADS_2