![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
Malam telah berganti hari yang mana cuaca hari ini begitu cerah.
Maminya Tian membawa Leona jalan-jalan pagi, tidak lupa Veni juga yang ikut serta.
"Veni ... bagaimana hubungan mu dengan Asisten Li,?"tanya Maminya Tian
"Baik-baik saja Tante " jawab Veni
"Ingatlah, wanita adakah kekuatan pria dan juga termasuk kelemahan nya, kita harus bisa menjadi perisai bukan sebagai kelemahan, karena dengan kita menjadi perisai, tidak akan ada yang berada di dekat keluarga kita" nasehat Maminya Tian
"Asisten Li dan Tian mungkin tidak akan pernah tergoda oleh wanita lain, tapi tidak ada kemungkinan besar, ada wanita lain yang mengincar pria kita" ucap Maminya Tian yang di benarkan oleh Veni.
"Tante jangan khawatir, aku Veni ... tidak akan membiarkan wanita manapun mendekati pria ku, aku susah payah loh menaklukkan hatinya, pas enak saja ada yang mau menggaetnya, langkahi dulu si Veni" ucap Veni dengan tingkah konyol nya.
"Tante bahagia karena kau mencintai Ki dnegan sepenuh hati" ucap Maminya Tian
Dinda yang kini sudah ada di kampus nya, mendapatkan banyak tatapan sinis dari para mahasiswi kampus itu, Dinda berfikir mungkin karena kejadian itu, tapi Dinda memilih acuh dan tidak ingin ambil pusing atas sikap mereka.
"Eh Dinda ... ! gak nyangka ... ternyata kau merebut Kak Joe dari tangan Kak Jeni, dasar ..." saat wanita itu ingin mengatakan Dinda pelakor, Dinda langsung memberinya tatapan sinis, sehingga membuat mulut wanita itu terdiam seketika.
Dinda mendekati wanita itu perlahan, yang mana di dekatnya ada 2 wanita lagi, namun ... mereka sama-sama mundur saat Dinda mendekati mereka.
"Apa yang ingin kalian katakan ... ? aku Pelakor ... ? dalam hubungan Kak Joe dan kak Jeni ... ? begitu maksud Kalina ... hah !" teriak Dinda tepat di depan wajah mereka bertiga, Dinda langsung menarik kerah baju wanita yang tadi bicara.
"Kenapa kau tidak melanjutkan ucapanmu, kau takut ... ? aku tidak kenal, dan kalian juga tidak mengenalku, apakah kalian menilai seseorang hanya dengan gosip yang beredar, jika ingin tahu berita yang sebenarnya, jangan baca artikel separuh, baca sampai selesai, Sebelum mulut kalian di robek oleh orang lain " ucap Dinda seraya mendorong tubuh wanita tadi.
"Alah ... sok berani, apa karena ada kak Joe di sisinya, ingatlah Dinda ... Tuan Tian dan Asisten Li, bukankah orang yang bisa kau kelabui" ucap teman wanita itu.
"Oh, begitu kah ... ? kalau begitu ... bacalah artikel selanjutnya, di sana juga tertulis, tindakan apa yang sudah Tuan Tian lakukan pada Kakak Jeni kalian, Tuan Tian bukan menghukum ku atas apa yang terjadi, tapi sebaliknya, " ucap Dinda seraya meninggalkan mereka bertiga
Sontak mereka bertiga langsung membuka Artikel dimana mereka ikuti kemaren, benar saja, di situ tertulis bahwa Tian lah yang memilih Dinda sebagai pasang Joe, Asisten Li telah mengirimkan mantan ke kasih Joe ke Negara yang sangat jauh, dengan beberapa. tanggung jawab yang sudah ia atur.
__ADS_1
Sontak ketiga wanita itu terkejut dan melihat ke arah Dinda yang sudah mulai menjauh.
Mereka terlihat malu saat melihat sendiri, bahwa Tian sangat menyukai Dinda.
"Emangnya apa yang Tuan Tian suka dari gadis seperti Dinda, bukankah dia hanya gadis biasa ... ?"tanya salah satu dari mereka
"Entahlah, aku yang cantik seperti ini, kenapa orang- orang hebat itu tidak ada yang melirikku, bahkan aku adalah salah satu model di perusahaan Maminya Tian loh" ucap wanita yang paling cantik di antara mereka
"Bukankah istri Tuan Tian sendiri tidak terlalu cantik ya ..., berarti benar apa kata gosip itu, bahwa para pria hebat itu, tidak memandang fisik mereka, mereka hanya melihat sikap dan ketulusan mereka" ucap teman yang lain,
"Kau benar, ah aku jadi baper kan ... " ucap teman yang lain seraya memeluk yang lainnya.
Dinda kini telah duduk di kursinya, saat ia sedang meletakkan tasnya, ada pria uang datang kearah nya.
"Hai, boleh duduk di dini?"tanya pria itu
Namun Dinda hanya acuh, sehingga pria itu tetap duduk di dekat Dinda.
"Kau bukan asli orang sini kan ? sama aku juga, sepertinya kita memiliki kesamaan " ucap pria itu membuat Dinda menatap ke arah nya.
Tangan pria itu mengepal, namun bibirnya masih terus tersenyum.
"Kau sudah lama di sini?" tanya pria itu
"Kenalkan dulu aku Zhan, pria terpopuler di kampus ini" ucap Pria yang bernama Zhan itu
"Benarkah ... ? kau pria populer di sini? " ucap Dinda
"Ya, lihatkan kalau aku sangat tampan" ucap Zhan
"Oh, kalau kau pria populer di sini, kenapa kau malah mendekatiku?" tanya Dinda
__ADS_1
"Karena aku tertarik padamu" ucap Zhan dengan percaya diri
"Sayang nya aku tidak tertarik padamu " ucap Dinda dan langsung memalingkan wajahnya, entah kenapa Dinda merasa kesal sendiri saat bicara dengan Zhan ini.
Pria yang berwajah seperti orang china ini, selalu tersenyum kearahnya. Membuat Dinda merasa tak nyaman sendiri.
Zhan memiliki wajah tampan, tapi sikapnya yang tidak Dinda sukai.
"Baiklah Tuan Zhan yang populer, Sebentar lagi kelas akan di mulai, bisakah anda kembali ke tempat duduk Anda?" ucap Dinda
Benar saja beberapa saat kemudian Dosen kelas itu sudah datang, terpaksa Zhan pindah ke tempat nya.
Raut wajah Zhan sudah berubah, tadi wajah yang penuh senyuman kini telah berubah sinis.
'Awas saja, kau akan merasakan apa yang sudah ku rasakan, Joe dan kau akan merasakan apa yang sudah aku rasakan selama ini' bathin Zhan
Jam terus berjalan dengan tepat waktu, Joe yang kini di sibukkan dengan pekerjaan nya, membuat ia lupa untuk mengabari Dinda.
"Hallo, tumben gak kirim pesan ke aku ... ?" tanya Dinda yang mengalah untuk menghubungi Joe terlebih dahulu
"I'm sorry Baby ... aku sibuk sekali dari tadi, bagaimana ... ? apakah ada hal yang menarik ... ? kapan pulang? aku akan menjemputmu" ucap Joe
"Tidak usah jemput kak, kan kakak bilang tadi sibuk, todak ada hal yang menarik, yang menarik itu saat aku dan kau lagi bersama" ucap Dinda gombal
"Iss ... kau semakin hari semakin pintar berkata" ucap Joe
"Kan aku belajar dari Tuan Alan, heheheh baiklah ... aku tutup dulu ya kak, mau ke kantin " ucap Dinda
"Baiklah Baby ku, jangan telat makan, dan jaga diri, oh iya jauhi teman laki-laki manapun oke" ucap Joe
"Siap Komandan Joe" ucap Dinda yang mana membuat Joe tersenyum.
__ADS_1
Joe lega, karena Dinda selalu menuruti apa yang ia katakan, sehingga Joe merasa aman saat Dinda di kampusnya.
Tapi siapa sangka, orang baik akan selalu ada orang jahat di dekatnya.