Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 131


__ADS_3

Kini Arsa sudah sampai di depan rumah sakit tempat papanya di rawat.


Ia dan Dinda segera turun dari mobil dan menuju keruang yang sudah Bibinya katakan lewat pesan.


"Ma, bagaimana keadaan papa ...? sebenarnya apa yang terjadi Ma ? tanya Arsa


"Jangan terlalu khawatir, papa sudah baik-baik saja ... obatnya papa habis, Biasanya Leona yang membelikannya, Mama lupa untuk mengabarimu" ucap Mama nya Arsa.


"Kenapa sampai begini sih,Ma"ucap Arsa seraya masuk kedalam ruangan papanya.


"Bagaimana keadaan Papa ... ?" tanya Arsa


"Sudah lebih baik," jawab sang papa


"Biar Arsa tanya obat uang biasanya Leona belikan untuk papa" ucap Arsa


"tidak usah ... kau jangan ganggu dia lagi" tolak sang papa


"Arsa tidak akan mengganggunya, pa ... Arsa hanya ingin bertanya" ucap Arsa yang langsung memencet nomor ponsel yang tertera Nama Istriku.


Dua kali Arsa menghubungi nya, Namun ... tidak ada jawaban, Arsa tidak menyerah ... ia terus saja menghubungi nomor Leona, sehingga keteguhan nya berbuah hasil.


Leona mengangkat ponsel nya.


"Hallo, ada apa ... ?" tanya Leona langsung


" Mm ... obat yang biasanya kau belikan untuk papa ... bisa kau kirimkan namanya, Papa masuk rumah sakit,karena kehabisan obat" jawab Arsa.


"Ya ampun ... aku lupa" ucap Leona terkejut.


"Baiklah ... aku kirim kan lewat pesan, aku akan datang setelah ini " ucap Leona dengan nada cemas.


"Jangan cemas, Papa sudah baik-baik saja ... terimakasih karena masih peduli sama papa" ucap Arsa.


"Dia orang yang baik padaku, tentu ... aku akan terus baik padanya ... baiklah ... kalau begitu ... aku tutup dulu ya" ucap Leona.


"Baiklah ... terimakasih" ucap akhir Arsa


Wajah Leona menjadi cemas, ia benar-benar lupa untuk masalah obatnya Papa nya Arsa, seharusnya ia memberi tahu obat itu pada Arsa, Fandi, mamanya ataupun bibiknya.


Sehingga kesalahan ini tidak akan terjadi, Leona benar-benar merasa bersalah.pada Papanya Arsa.


"Kau kenapa ... ?" tanya Veni


"Papanya Arsa masuk rumah sakit karena kehabisan obat di rumah, ini salah ku, Obat itu aku yang mengurus nya, orang rumah tidak tahu nama obat itu, dan tidak mau tahu tentang obat papa" ucap Leona.


"Iss ... istri macam apa itu Mamanya Arsa, masak obat suami sendiri sampai kehabisan gitu, dan si Arsa lagi ... cih ... untung saja kau udah pisah darinya" Oce Veni.

__ADS_1


"Hussttt ... udah tidak apa-apa, setelah ini kita berkunjung kerumah sakit ya, sebentar kok" ajak Leona.


"Pasti disana si Arso udah nungguin, awas saja jika dia masih berani deketin kamu, aku hajar dia" ucap kesal Veni.


"Dia tidak akan berani Ven, udah ah ... jangan cemberut gitu, entar ilang loh imutnya" Goda Leona.


*****


Di saat Arsa ingin meletakkan ponsel nya di sakunya, ia tanpa sengaja melihat profil nomor baru yang barusan ia simpan.


Kamila ...


Arsa pun duduk di dekat papanya, sedangkan Dinda duduk di depan bersama mamanya Arsa.


Arsa melihat foto Kamila yang mana di foto itu jauh beda dengan yang aslinya.


'Apa mungkin ini fotonya saat belum punya anak ya ... ? jauh lebih mirip dengan Arita ... kenapa sangat mirip begini ... apa jangan-jangan ... ah ... mana mungkin ... tapi ... bisa jadikan ... ? Arita bukanlah anak kandung Candra, kemungkinan besar Arita itu di buang atau hilang, dan dia adalah saudara Arita'


Ucap Arsa dalam hati, Arsa mengezom foto Kamila, melihat nya secara detail, benar-benar sangat mirip.


Ia juga melihat status Kamila yang menulis kan.


-Terimakasih ... karena sudah di pertemukan dengan malaikat, sehingga aku bisa benar-benar keluar dari dunia itu-


Begitulah status yang tertulis tepat pukul 1 siang tadi.


Di saat Arsa masih melamun, sebuah tangan memegang bahu sebelah Arsa.


"kau baik-baik saja ... ku perhatikan seperti nya kau ada hal yang di pikirkan" ucap Dinda yang sedari tadi memerhatikan raut wajah Arsa.


"Kau ... apakah kau sudah dari tadi ada di sini ... ? kenapa gak bersuara ... ?"ucap Arsa.


"Kau saja yang melamun dari tadi, bagaimana dengan Om ... ?" tanya Dinda Seraya melihat kearah papanya Arsa yang sudah terlelap tidur.


"Sudah lebih baik, Oh iya ... kemungkinan Leona akan datang kemari nanti" ucap Arsa.


"Kau yakin Tuan Tian akan mengizinkan Bu Leona kemari?" tanya Dinda


"Dia bilang akan kemari pasti akan kemari, Leona tidak pernah ingkar akan setiap ucapan nya" ucap Arsa.


"Udah ... move on ... move on ... relakan Bu leona bahagia bersama Tuan Tian oke ... ku yakin jodohmu pasti masih ada di dunia, jadi jangan fokus pada milik orang oke" ucap Dinda


"Aku sudah move on Din ... " ucap Arsa seraya meneguk air putih yang ada di dekatnya.


"Kau belum makan, apakah kau sudah lapar?" tanya Arsa


"Aku masih kenyang, aku sudah makan kue dari kak Mila itu, dan juga tadi ... aku sudah berikan pada Mamamu," ucap Dinda.

__ADS_1


"Apakah masih ada ...?" tanya Arsa


"Masih kayaknya, cepetan makan, keburu basi nanti nya" ucap Dinda


"Kau benar juga" Arsa langsung bangun dari duduknya dan menuju ke mamanya


"Ma, mana kue nya ... ?" tanya Arsa


"Kue ... kue yang tadi ...? sudah habis Sa ...memangnya kenapa ? kau masih mau


... ?" tanya sang mama gugup.


"Pasti udah mama habisin, " tebak Arsa


"Hehehhe Mama belum sarapan dari tadi siang, kau belilah lagi ya ... " ucap sang mama.


*****


"Malam Tante ... " ucap seseorang menghentikan pembicaraan antara Arsa dan Mamanya tentang masalah kue.


Arsa dan Mamanya sama-sama menoleh ke arah pemilik suara.


Mamanya Arsa langsung bangun dari duduknya.


"Leona ... kau datang kesini, Nak?" ucap mamanya Arsa


"Iya Tante, Arsa bilang ... kalau Om masuk rumah sakit, ini ku bawakan makan malam untuk kalian" ucap Leona dengan ramah, sedang kan Veni sudah memasang wajah cemberut sedari tadi.


"Leona ... panggil saja Mama, Nak ... kau baik sekali ... terimakasih ya sayang ... " ucap mamanya Arsa seraya membelai kepala Leona


Jangan tanya apakah Leona terharu ... ? jelas ... ia sangat mengenali karakter mantan mama mertuanya ini.


"Boleh kan kalau Leona masuk ....?" tanya Leona


"Silahkan, Nak ... silahkan ... Papa pasti bahagia kalau lihat kamu datang" ucap Mama nya Arsa.


Leona tersenyum lalu melangkah kan kakinya, sedangkan Arsa terus menatap Leona tanpa berkedip, bagaimana tidak ... Leona semakin terlihat cantik dan jauh lebih muda.


Leona pun masuk kedalam ruangan papanya Arsa, Dinda yang mendengar suara pintu terbuka langsung berdiri dan melihat siapa yang datang.


"Eh Ibu Leona ... " sapa Dinda


"Hai, Din ... kau juga ada di sini ... ?" tanya Leona seraya tersenyum pada Dinda.


"Iya, Bu ... tadi Saya dan Pak Arsa sedang ada pekerjaan di luar, tiba-tiba dapat kabar jadi kami langsung kemari" ucap Dinda


"Kau sangat baik Dinda ... " ucap Leona seraya mendekati mantan papa mertuanya.

__ADS_1


__ADS_2