Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 86 Kepergian Tian 1


__ADS_3

Setelah drama memasak sambil pacaran,


Leona pamit ingin membersihkan diri.


"Ingin ku bantu ... ?"goda Tian.


"Jangan ngacok deh Tian ... "ucap Leona seraya meninggalkan Tian yang tersenyum menatapnya.


Lalu Tian menuju keruang tamu dimana Asisten Li sudah menunggu nya, Asisten Li tidak berani mendekati Tuan nya saat melihat Tuannya yang selalu memeluk Leona dari belakang.


Ada rasa bahagia melihat pemandangan itu, pemandangan yang tidak pernah Asisten Li lihat selama berada di sisi tuannya.


Namun ada rasa geli saat melihat langsung acara itu, benar kata Veni ... pagi ini mereka fi suguhkan dengan drama secara langsung.


"Tuan ini pakaian anda"ucap Asisten Li.


Tian mengambil paper bag dari tangan Asisten Li.


"Masalah mobil ... ?"tanya Tian


"Sesuai perintah anda ... mobil ini baru yang akan Nona Leona pakai bekerja"ucap Asisten Li.


"baguslah .. aku akan ganti pakaian dulu, kau dan Veni tunggulah di ruang makan"ucap Tian.


"Tidak tuan, biar kami sarapan terpisah dengan anda"ucap Asisten Li.


"Leona tidak mau itu, makanlah bersama"ucap Tian seraya melanjutkan langkahnya yang terhenti.


Sedangkan Leona kini sudah rapi dengan pakaian nya.


Saat hendak menuju ke meja rias, pintu kamarnya terbuka, benar saja terlihat Tian yang masuk, namun ... lagi-lagi Tian masuk kemar mandi padahal ia sudah mandi.


Dasar gila kebersihan ...


ucap Leona seraya tersenyum menatap tubuh Tian.


Kini Leona sudah rapi, dengan rambut terurai nya, Tian tidak suka jika rambut Leona di ikat terlalu tinggi.


"Kau sudah rapi ... "ucap Tian saat keluar dari kamar mandi.


"Heem"jawab Leona.


"Kalau begitu ... bisa kan bantu aku pakai bajuku"goda Tian.


"Iss ... kau kan bisa pakai sendiri"ucap Leona namun masih menggerakkan tangan nya mengambil baju yang ada di dalam paper bag.


Tian tersenyum mendengar penolakan Leona namun masih melakukan nya, sungguh calon istri yang baik pikir Tian.

__ADS_1


"Bawahnya pakai sendiri"cebik Leona seraya memasang kancing bajunya Tian.


"kenapa gak sekalian ... "goda Tian lagi.


"Tian ... "ucap Leona dengan nada lebih tinggi tapi terdengar manja dan tangan yang mencubit perut Tian.


"Aww ... sakit sayang ... aku kan belum sarapan ..." pekik Tian dengan memasang wajah yang kesakitan.


"Alasan ... "cebik Leona seraya seraya mengambil tas nya dan berlaku meninggalkan Tian yang masih menertawakan nya.


"Selamat pagi Asisten Li"sapa Leona saat melihat Asisten Li dan Veni berdiri di dekat meja makan.


"Selamat pagi Nona"balas Asisten Li seraya menundukkan kepalanya memberi hormat pada calon Nyonya nya.


"Kenapa kalian masih berdiri, duduklah ..."ucap Leona.


Namun saat Leona selesai berkata, suara langkah kaki membuatnya melihat kearah belakang.


"Iya Mam ... aku masih di rumah Leona, bentar lagi akan berangkat" suara Tian.


.


.


.


"Is ... Mami ... ini bukan perjalanan untuk bersenang-senang, lain kali aku pasti akan membawanya, sudah ya ... menantu Mami sudah menyiapkan sarapan pagi untuk ku, Bay Mamy"ucap Tian yang mana langsung mendapat pandangan sinis dari Leona.


"Duduklah"ucap Tian saat sudah sampai di meja makan.


Semuanya pun duduk begitupun dengan Leona.


Sarapan pagi pun berjalan tanpa ada suara sedikitpun.


Jam sudah menunjukkan pukul 7, akhirnya Tian fan semuanya sudah masuk kedalam mobil.


Veni merasa tidak nyaman karena duduk di depan Tian, namun apalah daya ... Tian ingin berdua dengan Leona.


'Tutup mata dan telinga '


Begitulah kata terakhir yang Asisten Li bisikkan waktu Veni ingin masuk kedalam mobil.


Benar saja, di sepanjang perjalanan, Tian selalu menggoda Leona, bahkan tangannya tidak lepas memegang tangan Leona.


"Asisten Li juga ikut ... ?"tanya Leona saat melihat Asisten Li berdiri di belakang Tian.


"Tentu ... dia bayangan bagiku, akan selalu ada di dekatku"ucap Tian.

__ADS_1


"Jaga diri selama aku pergi, jaga mata dan jaga hati, cukup aku yang harus menempati hatimu"ucap Tian saat sudah berhasil menarik tubuh Leona dalam pelukannya.


"Seharusnya aku yang berkata seperti itu"ucap Leona membalas pelukan Tian.


Ini mengingatkan Leona saat pertama kali Arsa melakukan perjalanan jauh yang ternyata pergi berlibur dengan Arita.


Sayangnya Leona mengetahui itu setelah resmi bercerai.


Bukan Tian namanya jika tidak peka dengan perubahan wajah Leona.


"Lupakan ... aku tidak akan seperti dirinya, hanya kamu dan kamu"ucap Tian menyingkirkan rambut Leona yang menutupi wajah Leona.


"Aku benar-benar ada urusan pekerjaan"ucapin meyakinkan Leona.


Tentu Leona percaya dengan semua ucapan Tian, Tian bukanlah Arsa.


"Aku percaya ... sudah sana pergilah dan cepat lah pulang"ucap akhirnya Leona.


Tian mengusap lembut kepala Leona seraya melepaskan pelukannya.


Batu saja Tian merasakan kebahagiaan atas hubungan nya dengan seorang wanita, namun ... kini ada masalah yang datang.


Langkah Tian pun semakin menjauh dari Leona, Leona hanya bisa memandang berharap lelaki itu akan kembali setelah selesai dengan urusannya.


"Li ... katakan pada mereka, umumkan kedudukan Ibu di depan semua orang, bungkam semua mulut yang telah membuat nya sakit, selesai kan semua rencana sebelum kedatangan ku"ucap Tian seraya terus melangkahkan kakinya.


"baik Tuan" ucap asisten Li.


"Pastikan semuanya berjalan dengan lancar"ucap Tian lagi seraya melihat jam yang melingkar di tangan nya.


"Setelah pengangkatan ibu, lalu kau atur waktu agar beliau bisa datang kemari" ucap Tian kembali.


"Baik Tuan" Hanya itu yang bisa asisten Li katakan.


Tian tidak Ini mendengar kata Tidak ... atau pun gagal, semuanya harus berjalan sesuai rencananya.


"Tuan ... kemungkinan besar Nyonya Lola akan memberi jabatan pada Tuan Arsa sesuai dengan pekerjaan dan sikap Tuan Arsa yang sudah banyak berubah" ucap Asisten Li.


"Biarkan ... aku sudah mendapatkan hati Leona, aku sangat yakin lelaki itu tidak akan bisa membuat Leona kembali padanya, jika dia memaksa maka lenyap kan saja" ucap Tian yang mana membuat Asisten Li bungkam seketika.


Kini Leona sudah kembali ke perusahaan menggunakan mobil yang dibawa asisten Li.


"Selamat ya na ... untuk hari jadian kau dengan Tuan Tian" ucap prediksi raya merangkul tubuh Leona.


"Terima kasih Veni ... tanpamu juga ... aku tidak akan bisa membuka hatiku lagi" ucap membalas pelukan Veni.


"Yakinlah ... Tuan Tian beda dengan Arsa, kau pasti akan bahagia bersama nya"ucap Veni.

__ADS_1


"Sebenarnya aku sakit hati dan cemburu sama kamu, kecuali kau mau mentraktir ku makan siang ... maka aku akan rela kalau Tuan Tian bersama mu"ucap Veni Seraya melepaskan pelukannya.


"Oke ... traktir makan siang ya ... baiklah ... aku akan traktir kamu makan se ... puasnya"ucap Leona membuat mereka berdua sama-sama melepas tawanya.


__ADS_2