![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
Setelah kepulangan Tian dan Leona serta rombongan yang lain, Leona juga mendapat kabar bahwa sidang atas tuntutan keluarga Laksamana akan cepat tiba karena pihak dari Tian hanya adem ayem, seolah mereka membenarkan apa yang telah Laksamana laporkan dan di beritakan. Namun ... Tian ataupun Leona bukanlah orang yang bodoh, meskipun diam tapi mereka juga bergerak namun secara perlahan. Tian meredam semua postingan tentang keluarga nya, dan juga membiarkan Laksamana dalam pembobolan omongan nya yang tak kalah dari para pembawa acara.
"Apa yang akan kau lakukan ... ,?" tanya Tian
"Kau membenarkannya .. ? tanya balik Leona
"Itu hanya trik kecil, yang siapa saja akan bisa menebaknya,
"Kau licik sayang " ucap Leona menyandarkan tubuhnya pada tubuh Tian
"Aku tidak mau membuang-buang tenaga ku hanya untuk meladeni permainan Laksmana, aku juga tak butuh bukti, yang aku butuhkan hanyalah kau hadir di sana sebagai istriku" ucap Tian.
"Aku pasti akan datang, sepertinya rencana kira sama ... " ucap Leona yang membuat Tian melihat kearah nya dan ulasan senyuman tampak dengan sangat mempesona.
"Baiklah, istirahat lah, perjalanan kita masih panjang" ucap Tian.
Benar saja ... malam telah tiba barulah mereka sampai, hingga malam kini berubah menjadi pagi yang cerah, Seorang Kinan sudah rapi dengan setelan gamis yang sangat mempesona.
__ADS_1
"Mama kemana ...?" tanya Haris
"Entahlah Mas, Kenapa Mas ... ? tanya Kinan seraya menatap piring di meja.
"Baiklah, Mas duduk saja, biar aku yang cari Mama " ucap Kinan seraya mencoba menjalin hubungan dengan mertuanya itu.
"Kau tak apa-apa bicara sama Mama ?" tanya Haris
"Tak apa Mas, Mama baik kok, hanya saja dia belum terbiasa dengan kehadiran Kinan " ucap Kina tersenyum pada Haris, tentu Haris juga ikut tersenyum dengan melihat senyuman Kinan.
Kinan pun melangkahkan kakinya meninggalkan Haris di ruang makan sendiri dengan masih duduk di kursi roda, merasa semua nya aman, Haris bangun dari kursi rodanya dan berjalan menuju ke kursinya.
"Ma, kita sarapan pagi yuk, Kinan sudah membuat masakan enak dan tentu itu adalah masakan kesukaan mama" ucap Kinan pada Mamanya. Sejenak Mama nya terdiam lalu mengarahkan pandangannya pada Kinan.
"Jangan sok baik deh, " ucap sinis Mertuanya Kinan. Tapi tetap saja, wajah dan bibir Kinan selalu tersenyum, seakan tidak mendengar apapun dari mertuanya.
"Mama boleh membenciku sesuka hati mama, sepuas hatinya Mama, tapi aku harap rasa benci itu tidak mendarah daging, sehingga membuat seorang anak menjadi korbannya " ucap anggun Kinan.
__ADS_1
"Kau hanya mengincar hartanya doang kan, dan aku masih tahu watakmu" ucap Mamanya Haris
"Ma, membicarakan watak disini, adalah hal yang tak akan pernah Ku dapat kan lagi, Haris begitu percaya padaku, ku mohon Mama juga percaya padaku, aku tak ingin harta Mas Haris satu persen pun, tidak" ucap Kinan
"Kalau mama belum mau makan semeja denganku, tunggulah aku pergi dulu" ucap kinan seraya meninggalkan mertua nya sendiri dan menghabiskan sarapan paginya tanpa bicara pada Haris yang heran melihat nya.
"Mas, aku tunggu di depan ya ... Sebentar lagi Mama akan datang, biar tak mengganggu Mama, Kinan tunggu di luar saja" ucap Kinan seraya meneguk air putih yang ada di dekatnya, benar saja ... si pemilik tempat itu hanya bisa saling tatap.
Tak lama kemudian, Haris keluar dari rumahnya seraya mendorong sendiri kursi rodanya, dan Kinan melihat itu tentu tak akan tega, ia pun mendekati Haris dan membantunya mendorong kursi rodanya, sedangkan terlihat Mamanya memegang benda pipih, seakan itu sangat berarti pada Mama nya, ya ... Kinan memberikan ponsel baru untuk mertuanya, jika Mamanya menerima pemberiannya berarti Mama pun kemungkinan akan menerimanya, semua akan tergoyahkan saat hati dalam wanita itu tergolong lembut.
Haris dan Kinan menuju ke perusahaan, dimana semua mata tertuju pada Kinan dan Haris yang kini berjalan berdampingan namun masih sama Haris duduk di kursi roda. Kinan memberi tahukan Haris perihal banyak produk yang kosong.
"Kau hebat sekali" puji Haris yang tak percaya
"Tuan, saya disini bekerja bersama para tim" ucap Kinan
"Jadi yang berhak mendapatkan pujian anda adalah mereka yang bekerja keras" ucap Kinan yang tersenyum pada semua karyawan nya.
__ADS_1
Bab yang ini sedikit sekali, ya ... tiba-tiba banyak tamu datang .